Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Budak


__ADS_3

Tuan Richard dan asisten Rey terkejut dengan ucapan dokter Rebecca.


" Kenapa memanggilku dengan sebutan tuan Richard?" Tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah dokter Rebecca.


Entah kenapa dalam hatinya yang terdalam dirinya tidak suka di panggil tuan Richard oleh dokter Rebecca tapi sikapnya yang cuek membuat perasaan itu dihilangkan.


" Maaf tuan, bukankah saya seorang budak jadi sebagai budak sudah sepantasnya memanggil tuan dengan sebutan tuan Richard?" tanya dokter Rebecca sambil tersenyum walau dalam hatinya sangat sakit.


" Dorong kursi ku." Perintah tuan Richard yang tidak memperdulikan ucapan dokter Rebecca.


" Baik tuan Richard." Jawab dokter Rebecca patuh.


Tuan Richard menatap tajam ke arah dokter Rebecca.


Dokter Rebecca hanya tersenyum tanpa memperdulikan tatapan tajam tuan Richard.


( " Apa nona Rebecca mendengar percakapan kami karena sikapnya tidak seperti biasanya. Tadi memanggilnya tuan Richard dengan sebutan tuan Richard dan bukan itu saja biasanya memanggil diriku dengan sebutan kak Rey berubah menjadi tuan Rey." Ucap asisten Rey dalam hati ).


Dokter Rebecca berjalan ke arah tuan Richard untuk mendorong kursi roda sedangkan asisten Rey berjalan mundur ketika dokter Rebecca hendak mendorong kursi roda tuan Richard. Asisten Rey berjalan di depan menuju ke arah pintu lift sedangkan dokter Rebecca mengikuti asisten Rey dari arah belakang.


Kini mereka sudah sampai di meja makan dokter Rebecca mengambil piring kemudian mengisi nasi, lauk pauk dan sayur untuk tuan Richard.


" Tuan Richard ini makanannya." Ucap dokter Rebecca sambil meletakkan piring di depan tuan Richard.


" Hmmm.." Ucap tuan Richard menjawab berupa deheman.


Dokter Rebecca kemudian mengambil piring dan mengisi nasi beserta lauknya serta sayur kemudian diberikan ke asisten Rey.

__ADS_1


" Tuan Rey ini makanannya." Ucap dokter Rebecca sambil meletakkan piring di depan asisten Rey.


" Tidak usah nona biar saya saja yang mengambil sendiri dan maaf panggil namaku dengan sebutan Rey saja tanpa perlu menyebut tuan." Ucap asisten Rey.


" Maaf kalau sore saya makannya hanya sedikit saja tidak sebanyak ini." Ucap dokter Rebecca menjelaskan.


" Baik nona, terima kasih." Ucap asisten Rey walau dalam hatinya bertanya - tanya.


( " Ucapanku untuk memanggil namaku tidak di jawab selain itu matanya juga sembab sepertinya habis menangis aku sangat yakin kalau nona Rebecca mendengar percakapan kami." Ucap asisten Rey dalam hati ).


Dokter Rebecca mengambil piring lagi kemudian mengisi nasi, lauk dan sayur dalam porsi sangat sedikit.


" Kenapa makannya sangat sedikit?" Tanya tuan Richard.


" Maaf tuan, aku masih kenyang." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum menutupi kesedihannya.


Selesai makan tuan Richard dan asisten Rey berjalan ke ruang kerja sedangkan dokter Rebecca menaiki anak tangga menuju ke kamarnya karena tuan Richard melarang dokter Rebecca membersihkan meja makan dan mencuci piring karena itu tugasnya seorang pelayan.


" Tuan Richard, apakah tuan ada rencana untuk operasi wajah?" tanya asisten Rey


" Untuk apa?" tanya tuan Richard


" Apakah tuan Richard tidak ingin bekerja lagi di kantor?" Tanya asisten Rey


" Nanti aku pikirkan lagi." jawab tuan Richard.


" Tuan kan ingin mempunyai keturunan kalau tuan dan nona menikah dan punya anak apakah... maaf tuan... pasti anak tuan takut melihat wajah tuan." Ucap asisten Rey sambil menjeda kalimatnya dengan hati-hati karena takut tuan Richard marah padanya.

__ADS_1


" Hahhh...benar juga katamu, atur saja pertemuan dengan dokter spesialis kulit, aku mau dioperasi." jawab tuan Richard sambil membayangkan dirinya, istrinya dan putranya jalan bersama, mempunyai keluarga yang lengkap penuh kasih sayang tidak seperti dirinya kurang kasih sayang ibunya.


" Baik tuan, saya akan atur semuanya." Ucap asisten Rey sambil tersenyum bahagia karena dirinya berhasil membujuk tuan Richard untuk operasi dan berharap tuan dan nona bahagia.


" Lusa kami akan menikah dan setidaknya seminggu setelah kami menikah aku sudah di operasi." Ucap tuan Richard.


" Baik tuan." Jawab asisten Rey.


" Besok pagi kamu ke sini jemput calon istriku." perintah tuan Richard.


" Maaf tuan memang nona Rebecca mau kemana?" tanya asisten Rey.


" Calon istriku akan menjadi sekretaris di perusahaan milikku." jawab tuan Richard.


" Maaf tuan, apakah nona Rebecca bisa mengerjakan pekerjaan sekretaris?" tanya asisten Rey dengan nada terkejut.


" Calon istriku cerita kalau dulu pernah bekerja sebagai sekretaris, kamu bantu calon istriku." Pinta tuan Richard.


" Baik tuan." Jawab asisten Rey patuh.


" Sekarang antar calon istriku ke rumah keluarganya dan lindungi calon istriku dari keluarganya." Perintah tuan Richard.


" Baik tuan." Jawab asisten Rey.


" Kalau begitu maaf saya permisi dulu tuan." sambung asisten Rey.


" Hmmmm.." Jawab tuan Richard berupa deheman.

__ADS_1


__ADS_2