
"Aduh sakit." Ucap dokter Rebecca sambil mengusap keningnya.
Tuan Richard menyentil kening dokter Rebecca kemudian meniupnya sambil mengusap kening dokter Rebecca kemudian tuan Richard menghubungi asisten Rey untuk membeli makanan setelah selesai menghubungi ponselnya di simpan kembali ke dalam saku jasnya.
" Honey." Panggil dokter Rebecca
"Ada apa sayang?" Tanya tuan Richard yang kini berusaha membuka hatinya.
'' Sayang?'' tanya ulang dokter Rebecca.
'' Kamu memanggilku honey dan aku memanggil dirimu dengan sebutan sayang,'' jawab tuan Richard.
"Aku bosan di sini aku pulang ya?" pinta dokter Rebecca sambil jari telunjuk kanan dan kirinya dimainkan dan dipisahkan secara berulang kali.
"Apakah perutmu tidak sakit lagi?" Tanya tuan Richard sambil menahan senyum karena melihat tingkah menggemaskan dokter Rebecca.
"Sudah mendingan honey." Jawab dokter Rebecca.
"Baiklah tapi dengan satu syarat yaitu makan dulu." pinta tuan Richard.
"Oke, siap honey." Jawab dokter Rebecca sambil telapak tangan kanannya di arahkan ke kening seperti orang menghormat.
" Pffftttt hahahaha... Sayang kamu sangat lucu sekali." Ucap tuan Richard sambil tertawa lepas dan mengacak rambut dokter Rebecca.
Dokter Rebecca hanya tersenyum melihat tuan Richard tertawa lepas.
" Honey.." Panggil dokter Rebecca.
"Ada apa sayang?" Tanya tuan Richard lagi.
" Kata orang kalau malam pertama itu sakit sekali,'' ucap dokter Rebecca
" Aku tidak tahu sayang karena aku belum pernah sama sekali. Apa kamu ingin merasakan sekarang?" Goda tuan Richard.
" Akhhhhh tidak, nunggu kita sudah resmi menikah." Tolak dokter Rebecca.
" Aku juga tidak ingin sekarang karena lebih enak setelah kita menikah." jawab tuan Richard.
tok
tok
tok
ceklek
Asisten Rey membuka pintu ruang perawatan VVIP dan berjalan ke arah tuan Richard dan dokter Rebecca.
" Maaf tuan ini makanannya." Ucap asisten Rey sambil memberikan paper bag yang berisi makanan dan minuman.
" Terima kasih kak Rey. " Jawab dokter Rebecca yang sudah mengganti panggilannya.
__ADS_1
Seperti biasa tuan Richard hanya diam dan menerima paper bag dari asisten Rey dan langsung membuka isi paper bag.
" Sama - sama, permisi tuan dan nona." Pamit asisten Rey dengan wajah terkejut karena dokter Rebecca merubah panggilannya membuat asisten Rey tersenyum.
" Sekali lagi terima kasih, maaf merepotkan kak Rey." Ucap dokter Rebecca
" Tidak apa - apa nona, ini merupakan kewajiban saya melayani tuan dan nona. Sekali lagi permisi tuan dan nona." Pamit asisten Rey.
Dokter Rebecca hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian asisten Rey pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan tuan Richard hanya diam, datar dan dingin.
" Aku suapi." Ucap tuan Richard.
" Tidak honey aku makan sendiri saja." Tolak dokter Rebecca secara halus.
Tuan Richard hanya menatapnya dengan tatapan tajam membuat dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Baiklah." jawab dokter Rebecca pasrah.
" Buka mulutmu." Perintah tuan Richard.
Dokter Rebecca membuka mulutnya, suapan demi suapan dan akhirnya tidak berapa lama makanan yang berada di kotak makanan habis tanpa sisa.
Tuan Richard membuang bekas kotak makanan ke tong sampah yang dekat dengan ranjang kemudian tuan Richard mengambil botol yang berisi air minuman untuk diberikan ke dokter Rebecca. Dokter Rebecca meminumnya kemudian meletakkan di meja dekat ranjang.
" Sekarang tidurlah." Perintah tuan Richard.
" Aku belum mengantuk, aku ingin pulang honey." ucap dokter Rebecca mengulangi perkataannya yang tadi
" Kamu ingin apalagi?" Sambung tuan Richard karena dokter Rebecca tidak memejamkan matanya.
" Aku ingin mendengar masa lalu honey, bolehkah?" Tanya dokter Rebecca penuh harap.
" Tidak boleh, terlalu pahit untuk mengenangnya dan jika di ingat itu bisa saja aku jadi marah dan membuatmu terluka." Ucap tuan Richard.
" Tidak masalah buatku, asalkan bisa mengurangi kesedihan honey." Jawab dokter Rebecca.
" Apakah kamu tidak takut ketika aku cerita tiba-tiba aku menyiksamu bahkan bisa saja ingin membunuhmu." Ucap tuan Richard sambil menatap mata indah calon istrinya untuk melihat reaksinya apakah takut atau tidak.
" Aku tidak akan merasa takut jika takdirku ternyata mati di tangan honey. Hanya saja aku berharap..." Ucap dokter Rebecca menggantungkan kalimatnya.
" Berharap apa?" Tanya tuan Richard sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Akulah wanita terakhir yang honey bunuh." Ucap dokter Rebecca sambil menatap mata calon suaminya.
Tuan Richard mengembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Jika aku cerita apakah kamu tidak akan merasakan bosan?" Tanya tuan Richard yang enggan menceritakan tentang masa lalu.
" Kenapa bosan? Cerita saja honey aku ingin mendengarnya." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.
" Tapi sebelum bercerita bolehkah kita berbaring? Aku ingin mendengarkan sambil memeluk honey." Sambung dokter Rebecca.
__ADS_1
" Baiklah." Jawab tuan Richard.
Mereka berdua berbaring dan kepala dokter Rebecca disandarkan ke dada bidang tuan Richard.
" Semenjak aku berumur 8 tahun aku ditinggalkan oleh ibuku karena ibuku tidak ingin hidup menderita sehingga kedua orang tuaku bercerai. Setelah bercerai ibuku menikah lagi dengan sahabat ayahku. Ayahku seorang pekerja keras sehingga ia jarang menemui aku. Aku dari kecil hingga dewasa hidup bersama baby sister yang sekarang menjadi kepala pelayan." Ucap tuan Richard.
" Waktu aku berumur lima belas tahun ibuku datang kembali, ibuku datang dan meminta maaf pada ayahku juga meminta maaf padaku tapi karena kami terlanjur kecewa dan tidak bisa memaafkan perbuatannya membuat ibuku kesal dan marah dan pergi meninggalkan kami lagi." Ucap tuan Richard sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Tiga hari kemudian ayahku mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Setelah ayahku meninggal semua harta kekayaan ayahku diwariskan padaku hal itu membuat ibuku marah dan memaksaku agar diberikan semuanya tapi aku tidak mau karena itu pemberian ayahku." Ucap tuan Richard.
Tuan Richard terdiam beberapa saat membuat dokter Rebecca membelai bahu tuan Richard agar menghilangkan rasa sesak di hatinya.
" Tanpa sengaja ketika tengah malam aku terbangun untuk mengambil minuman aku melewati kamar ayahku yang ditempati oleh ibuku. Aku mendengar Ibuku berbicara dengan salah satu bodyguard ayahku untuk membunuh ku agar bisa menguasai seluruh harta kekayaan milik ayahku yang sudah diserahkan untukku. Ibuku juga bercerita nanti upahnya lebih besar dari membunuh ayahku lewat kecelakaan waktu itu. Aku yang mendengar semua percakapan Ibuku membuatku sangat terkejut dan marah secara bersamaan." Sambung tuan Richard.
" Aku masuk kembali kedalam kamarku dan mengambil pistol kemudian aku keluar untuk menembak ibuku dan juga bodyguard yang telah membunuh ayahku. Aku mendapatkan senjata itu dari ayahku, kata ayahku aku harus belajar menembak dan beladiri karena banyak musuh yang mengincar harta ayahku karena itulah aku belajar menembak dan beladiri dari umur delapan tahun." Ucap tuan muda David sambil mengingat masa lalunya yang sangat pahit
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Tuan Richard berjalan ke kamar ayahnya yang sekarang di tempati oleh ibunya sambil membawa pistol di tangannya.
brak
Tuan Richard membuka paksa kamar orang tuanya. Matanya membulat sempurna melihat tubuh ibunya berada di bawah sedangkan bodyguard ayahnya berada di atas mereka sedang melakukan hubungan suami istri.
Mereka sangat terkejut ketika melihat tuan Richard dan langsung menghentikan kegiatannya sambil menatap tajam ke arah tuan Richard.
" Dasar anak tidak tahu sopan santun!!" bentak ibunya.
dor
akhhhhh
Pria yang berada di atas tubuhnya berdiri dan berjalan mendekati tuan Richard dan tanpa bicara tuan Richard menembak kening pria itu yang bekerja sebagai bodyguard ayahnya dan langsung mati seketika.
" Richard apa yang kamu lakukan?" Tanya ibunya dengan nada ketakutan
" Ceritakan padaku apakah ibu yang merencanakan kecelakaan ayahku?" Tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah ibunya dan senjatanya diarahkan ke arah dada ibunya.
" Iya benar ibu yang merencanakan semuanya, karena ayahmu dan juga kamu membuat Ibu gelap mata dan memerintahkan seseorang untuk membunuh ayahmu dengan cara merusak rem mobil ayahmu agar ibu dapat menguasai seluruh harta ayahmu." Ucap ibunya Richard tanpa merasa bersalah sedikitpun.
" Tapi sayang semua harta diserahkan untukmu karena itulah ibu menyuruh bodyguard untuk membunuhmu juga agar ibu menguasai seluruh hartamu." Sambung ibunya.
" Aku ini anakmu kenapa ibu jahat padaku?" tanya tuan Richard dengan nada lirih karena dirinya tidak percaya ibu kandungnya juga menginginkan kematiannya.
" Karena ibu membenci ayahmu dan juga kamu. " jawab ibunya tuan Richard.
" Kenapa membenci kami?" Tanya tuan Richard dengan bingung
" Ayahmu membunuh keluargaku dan juga memperkosa ibu padahal ibu sudah mempunyai kekasih dan sebentar lagi kami akan menikah tapi karena kejadian itu ibu terpaksa menikah dengan ayahmu dan melahirkan mu. Kematian keluargaku membuat ibu sangat membenci kalian berdua karena itulah ibu meninggalkan kalian." Ucap ibunya tuan Richard.
Ibunya tuan Richard mendekati putranya sambil membawa pisau buah yang ada di meja dekat ranjang.
__ADS_1
" Kamu harus mati menyusul ayahmu." sambung ibunya tuan Richard.