
Asisten Rey melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat ke arah ranjang kemudian membangunkan dokter Rebecca namun baru menyentuh tangannya membuat asisten Rey sangat terkejut karena tangannya terasa dingin membuat asisten Rey mengecek nadinya.
Asisten Rey menghembuskan nafasnya perlahan kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi tuan Richard.
'' Sebenarnya apa yang terjadi tuan?" tanya asisten Rey.
" Aku tidak tahu, tahu - tahu calon istriku seperti itu." ucap tuan Richard
" Coba kamu cek darah itu menuju ke arah mana, aku akan mengecek apakah calon istriku terluka," perintah tuan Richard.
" Baik tuan," jawab asisten Rey.
Asisten Rey menyusuri jejak darah milik dokter Rebecca sedangkan tuan Richard mengangkat tubuhnya ke arah ranjang. Tuan Richard mengecek tubuh dokter Rebecca bagian atas dan tidak ada bercak darah.
Dengan perlahan tuan Richard membalikkan tubuh dokter Rebecca kemudian mengeceknya hingga dirinya melihat punggung dokter Rebecca masih mengeluarkan darah segar membuat tuan Richard berteriak.
" Rey, Rebecca terkena luka tembak!!!" teriak tuan Richard.
Srettttt
Tuan Richard langsung merobek pakaian milik Rebecca dan terlihat jelas peluru tertancap di punggung dokter Rebecca sedangkan asisten Rey yang mendengarkan teriakan tuan Richard langsung mengeluarkan senjatanya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membuka pintu balkon dan matanya menatap ke sekelilingnya namun tidak ada apa - apa hingga dirinya melihat ada bercak noda darah menuju ke arah kamar dan bisa dipastikan itu darah milik dokter Rebecca.
Asisten Rey membalikkan badannya bersamaan pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang dan tuan Richard mempersilahkan masuk.
Ceklek
Seorang dokter cantik dengan menggunakan pakaian dokter berjalan ke arah ranjang di mana dokter Rebecca berbaring dengan tubuh tengkurap.
" Ada apa tuan?" tanya dokter tersebut sambil tersenyum manis.
" Calon istriku terkena luka tembak, cepat ambilkan pelurunya!!" perintah tuan Richard.
" Silahkan tuan Richard menunggu di luar." ucap dokter cantik tersebut sambil menahan kesal terhadap dokter Rebecca.
" Tidak aku akan menunggunya," ucap tuan Richard bersikeras.
Dokter cantik itupun menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mulai mengecek kondisi tubuh dokter Rebecca yang sudah dingin. Dokter cantik itupun mengeluarkan botol infus kemudian menatap ke arah tuan Richard
" Kondisinya sangat kritis dan butuh transfusi darah apakah ada golongan darahnya?" tanya dokter cantik tersebut.
" Memang apa golongan darahnya?" tanya tuan Richard.
" Coba cek identitasnya," usul dokter cantik tersebut.
Tuan Richard mengambil tas milik dokter Rebecca yang tergeletak di meja dekat ranjang kemudian membukanya. Tuan Richard mengeluarkan semua isi di dalam tas hingga dirinya melihat identitas diri milik dokter Rebecca.
__ADS_1
" Golongan darahnya A plus," ucap tuan Richard.
" Adakah di sini golongan darah A plus?" tanya dokter cantik tersebut.
" Kebetulan darahku A plus ambillah darahku semuanya asalkan calon istriku selamat," ucap tuan Richard.
" Baik, silahkan berbaring," ucap dokter cantik tersebut.
Tuan Richard memasukkan kembali semua barang milik dokter Rebecca ke dalam tas kemudian meletakkan kembali ke atas meja. Tuan Richard berbaring di samping ranjang dokter Rebecca yang masih setia memejamkan matanya.
Tuan Richard sebenarnya ingin menggenggam tangan dokter Rebecca tapi di urungkan karena tangan kanannya ada selang untuk infus dan tangan kirinya untuk selang darah.
" Maaf tuan, saya keluar sebentar," ucap asisten Rey sambil berjalan meninggalkan kamar milik dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya namun dalam hatinya berfikir bagaimana bisa dokter Rebecca terkena luka tembak? Siapa pelakunya? Kenapa menembak dokter Rebecca ? Begitu banyak pertanyaan dalam hati tuan Richard.
Cling
Dokter cantik itupun selesai mengambil peluru tersebut kemudian meletakkan di mangkok hingga terdengar suara membuat tuan Richard menatap ke arah peluru tersebut.
" Untung ketahuan tepat waktu terlambat berapa detik saja mungkin nyawanya tidak tertolong," ucap dokter cantik tersebut.
Deg
Jantung tuan Richard berdetak kencang ketika mendengar ucapan dokter tersebut, dirinya hanya bisa menahan amarahnya karena ada orang yang berani menembak calon istrinya.
" Pergilah," usir tuan Richard.
Dokter cantik itupun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan antara sedih dan senang. Sedih karena dirinya di usir sedangkan senang bisa bertemu dengan orang yang dicintainya dalam diam sejak mereka masih kecil.
( " Seandainya kamu tahu aku sangat mencintaimu sejak kita masih kecil dan aku tidak pernah perduli dengan wajahmu yang sekarang karena aku sangat mencintaimu apa adanya. Kenapa kamu mencintai wanita itu? Kenapa tidak memilihku menjadi istrimu ?" tanya dokter cantik tersebut dalam hati ).
" Kenapa masih di sini? pergilah," usir tuan Richard.
Dokter cantik itupun pergi meninggalkan mereka berdua bersamaan kedatangan asisten Rey.
" Bagaimana Rey?" tanya tuan Richard.
" Sebenarnya tembakan itu ditujukan untuk tuan Richard tapi nona Rebecca tahu dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya," ucap asisten Rey.
" Apa??" pekik tuan Richard
Asisten Rey memberikan ponselnya dan tuan Richard menerima ponsel milik asisten Rey kemudian menekan tombol play. Tuan Richard menonton dari awal hingga akhir. Semua perkataan dokter Rebecca terdengar jelas membuat tuan Richard tanpa sadar mengeluarkan air matanya.
" Jika tuan tidak menginginkan nona Rebecca lepaskan nona Rebecca tapi jika memang menginginkan jangan sakiti hatinya karena hatinya sangat rapuh tidak ada orang yang tulus menyayangi dirinya." ucap asisten Rey.
__ADS_1
Cup
" Sayang, maafkan aku," ucap tuan Richard sambil mengecup kening istrinya yang masih terlihat pucat.
" Rey, cari sampai ketemu orang yang ingin menembak ku," perintah tuan Richard.
" Baik tuan," jawab asisten Rey.
Asisten Rey pun pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan tuan Richard menatap dokter Rebecca yang belum juga membuka matanya.
" Kenapa kamu menjadikan tubuhmu sebagai tameng? Apakah kamu benar - benar mencintaiku atau sama seperti mommy ku dan mantan kekasihku yang hanya menginginkan uang,'' ucap tuan Richard.
" Eugghhhh.... Sstttttt..."
" Apakah ada yang sakit?" tanya tuan Richard.
Dokter Rebecca membuka matanya dan melihat tuan Richard sedang menatapnya dengan pandangan kuatir membuat dokter Rebecca hanya tersenyum.
" Sedikit," jawab dokter Rebecca.
" Kenapa menjadikan tubuhmu sebagai tameng?" tanya tuan Richard penasaran.
" Maksudnya?" tanya dokter Rebecca pura - pura tidak tahu
" Jangan berpura - pura tidak tahu, aku tahu sebenarnya tembakan itu ditujukan untukku tapi kamu menjadikan tubuhmu sebagai tameng, benar bukan?" tanya tuan Richard.
" Benar," jawab dokter Rebecca.
" Kenapa?" tanya tuan Richard.
" Aku tidak ingin tuan Richard terluka karena masih ada orang yang menyayangi tuan Richard dengan tulus salah satunya asisten Rey sedangkan aku? Tidak ada orang yang menyayangi diriku dengan tulus jadi jika seandainya aku mati sekalipun tidak ada orang yang menangis karena kepergian ku. Jadi jika seandainya aku mati tuan Richard tentunya bisa mencari orang yang lebih baik dariku dan menikah serta hidup bahagia," ucap dokter Rebecca sambil tersenyum walau hatinya luka namun tidak berdarah.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
Deva Ghazanvar, seorang pria dewasa berusia 30 tahun. Seorang Mafia berdarah dingin, harus membalaskan dendam pada keluarga Darian Emery. Hingga pembantaian pun terjadi, dan hanya menyisakan Putri semata wayang dari keluarga Emery, Davina Emery.
Demi pembalasan dan kepuasannya sendiri, Deva menikahi Davina, membuat wanita itu mati secara perlahan di tangannya.
Bagaimanakah cara Deva, menekan istrinya secara perlahan menuju jurang kematian?
__ADS_1