Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Tidak ada Penolakan


__ADS_3

Tuan Richard yang melihat ibunya ingin membunuh dirinya langsung menembak dada ibunya dan langsung menembus jantungnya.


dor


" Akhhhhh...." teriak ibunya.


bruk


Ibunya langsung ambruk dan mati di tempat dengan mata melotot sedangkan tuan Richard menatap jasad ibunya antara sedih dan benci terhadap wanita yang sudah melahirkannya.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


" Kepala pelayan yang melihat aku menembak ibuku dan juga salah satu bodyguard ayahku menyuruh bodyguard lainnya untuk mengubur di belakang mansion tanpa nisan sesuai keinginanku. Aku juga cerita kepada kepala pelayan kalau ibuku yang membunuh ayahku dan juga berencana ingin membunuhku juga." Ucap tuan Richard dengan nada lirih.


Tuan Richard terdiam dan air matanya mulai keluar membuat dokter Rebecca menghapus air mata tuan Richard dengan ke dua ibu jarinya.


" Umur delapan belas tahun aku kuliah semester empat aku berkenalan dengan seorang gadis. Gadis itu sangat cantik, baik dan sangat perhatian pada ku membuat hidupku yang tidak berwarna menjadi lebih berwarna. Satu bulan kemudian kami resmi menjadi pasangan kekasih dan rencana setelah lulus kuliah kami akan menikah." Ucap tuan Richard melanjutkan ceritanya.


" Apapun yang diminta aku selalu mengabulkannya tanpa memperdulikan berapa uang yang aku keluarkan." Ucap tuan Richard.


" Umur dua puluh tahun kami lulus kuliah. Kami sudah memesan gedung untuk acara pernikahan, undangan pernikahan dan juga semuanya hanya tinggal menunggu hari dimana kami akan menikah namun rencana tinggal rencana dalam perjalanan ke gedung pernikahan mobilku remnya blong sehingga aku mengalami kecelakaan hebat dan mengakibatkan wajahku rusak parah dan ke dua kakiku lumpuh." Sambung tuan Richard sambil menahan rasa sesak di hatinya.


" Aku sangat terpukul dengan wajahku yang sangat rusak dan lumpuh bukan itu saja calon istriku menghinaku habis-habisan dan terakhir aku dengar dia menikah dengan rekan bisnisku dan kini menjadi musuhku." Ucap tuan Richard.


" Hiks... hiks... " Isak dokter Rebecca menangis sambil memeluk tubuh tuan Richard dengan erat


" Kamu kenapa menangis?" Tanya tuan Richard sambil mendorong perlahan tubuh dokter Rebecca dengan wajah bingung.


" Aku tidak bisa membayangkan jika seandainya aku berada di posisi honey. Hatiku sangat sakit mendengar penderitaan honey. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya dokter Rebecca.


" Seketika duniaku terasa gelap setiap hari aku selalu membanting barang-barang ku entah sudah berapa banyak barang yang sudah aku banting. Suatu ketika aku ingin memiliki keturunan agar mewarisi seluruh kekayaan yang aku miliki dan aku meminta bantuan asisten ayahku yang bernama Mike untuk mencari seorang gadis untuk aku nikahi dengan memberikan sejumlah uang dan rumah sama seperti dirimu." Ucap tuan Richard.


" Mike yang sudah tua dan ingin pensiun mengatakan padaku agar anaknya yang bernama Rey menjadi asistenku aku pun tidak mempermasalahkan karena Rey juga teman satu kuliah denganku. Rey mencari beberapa gadis tapi mereka semua sangat ketakutan melihat wajahku." Ucap tuan Richard.


" Sudah puluhan gadis yang di bawa oleh Rey tapi semuanya menolaknya hingga aku meminta Rey untuk menghentikan mencari gadis lain. Beberapa hari kemudian ayah tirimu datang dan ingin menjual mu aku sangat tertarik karena kamu tidak akan mungkin menolak untuk menikah denganku. Sekarang kamu sudah tahu bukan semua cerita masa laluku yang sangat pahit untuk diceritakan." Ucap tuan Richard


" Ya aku sudah tahu dan mengerti kenapa honey juga membenciku karena bagi honey semua wanita adalah sama hanya menginginkan harta honey." Jawab dokter Rebecca

__ADS_1


" Tepat sekali." Jawab tuan Richard.


Dokter Rebecca hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan tanpa menjawab ucapan tuan Richard.


" Apa yang kamu pikirkan?" Tanya tuan Richard


" Tidak ada." Jawab dokter Rebecca


" Ok, kalau begitu besok kamu ke kantorku bantu Rey mengerjakan pekerjaan kantor." Ucap tuan Richard yang lupa kalau perut dokter Rebecca masih sakit dan belum mengering akibat tusukan pisau buah.


" Baiklah honey, maaf honey aku sangat mengantuk kita tidur yuk." Ajak dokter Rebecca sambil menutup mulutnya karena dirinya menguap.


" Ok." Jawab tuan Richard singkat.


Mereka berdua saling memejamkan matanya dan tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus dari dokter Rebecca. Dokter Rebecca sudah terlelap dalam mimpi indahnya sedangkan tuan Richard belum bisa tidur. Tuan Richard membuka matanya kembali dan menatap wajah cantik calon istrinya.


( " Senyaman itukah dirimu hingga memelukku dan bersandar di dadaku tanpa memperdulikan keselamatan dirimu apakah nanti aku akan menyiksamu atau membunuhmu. Jujur aku sudah mulai suka padamu tapi rasa takut untuk terluka membuatku berusaha menghilangkan perasaanku padamu." Ucap tuan Richard dalam hati ).


Tidak berapa lama tuan Richard pun menyusul dokter Rebecca masuk ke dunia mimpi indahnya. Waktu berjalan dengan cepatnya dan kini malam sudah berganti dengan pagi dokter Rebecca perlahan membuka matanya dan melihat tuan Richard masih setia memejamkan matanya. Perlahan tangan dokter Rebecca melepaskan tangan tuan Richard yang memeluk dirinya tapi tuan Richard malah semakin mempererat pelukannya


" Honey aku sudah tidak tahan." Ucap dokter Rebecca sambil memegang pipi tuan Richard.


" Aku sudah tidak tahan ingin ke toilet." Ucap dokter Rebecca yang mengerti arti tatapan tuan Richard.


Tuan Richard terpaksa melepaskan pelukannya dan mengambil botol infus kemudian turun dari ranjang.


" Pegang botol infusnya." Perintah tuan Richard


Dokter Rebecca dengan patuh membawa botol infus dan tuan muda David menyelipkan tangan kirinya ke leher dokter Rebecca untuk menggendong dokter Rebecca sedangkan tangan kanannya menyelipkan ke dua paha dokter Rebecca.


" Honey, apa yang honey lakukan?" tanya dokter Rebecca dengan wajah panik


" Menggendong mu." Jawab tuan Richard sambil meringis menahan sakit karena ke dua kakinya belum kuat menopang tubuhnya dan juga tubuh dokter Rebecca.


" Tidak honey, ke dua kaki honey belum kuat nanti kalau honey sudah kuat honey boleh menggendongku." Ucap dokter Rebecca menahan ke dua tangan tuan Richard.


" Aku kuat." jawab tuan Richard

__ADS_1


" Honey sayang padaku?" tanya dokter Rebecca dengan wajah penuh kuatir.


" Tentu saja sayang, memangnya kenapa?" Tanya tuan Richard sambil menarik ke dua tangannya yang tadi menyentuh leher dan ke dua paha dokter Rebecca.


" Kalau sayang tunggu sampai ke dua tulang kaki honey kuat."jawab dokter Rebecca dengan nada lembut.


" Tapi.." Ucapan tuan Richard terpotong oleh dokter Rebecca.


" Aku akan merasa bersalah jika terjadi sesuatu dengan ke dua tulang kaki honey." Ucap dokter Rebecca sambil berjalan perlahan menuju ke kamar mandi.


Tuan Richard akhirnya membiarkan dokter Rebecca pergi ke arah kamar mandi.


" Kenapa pikiranku jadi begini ya? Rebecca berbicara tidak tahan aku pikir tidak tahan ingin melakukan hubungan suami istri ternyata ingin pergi ke kamar mandi. Aduh Richard kalau Rebecca tahu yang ada kamu malu sendiri." Ucap tuan.


" Rebecca sangat perhatian dan perduli padaku berbeda dengan wanita ular itu yang tidak pernah memperdulikan aku karena dipikirannya hanya uang dan uang." ucap tuan Richard.


ceklek


" Honey kita pulang yuk." Pinta dokter Rebecca


" Apakah masih sakit?" tanya tuan Richard


" Sedikit." Jawab dokter Rebecca


" Kalau begitu tidak usah ke kantor." jawab tuan Richard.


" Aku tidak ingin calon istriku besok kelelahan dan sakit karena besok kita akan menikah." Jawab tuan Richard.


" Baiklah terserah honey." Jawab dokter Rebecca pasrah.


" Aku mandi dulu dan kamu akan di bantu perawat untuk me lap tubuhmu setelah itu kita baru pulang." Ucap tuan Richard.


" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat


" Eh jangan, biar aku saja yang membersihkan tubuhmu karena aku tidak ingin tubuhmu di lihat oleh orang lain," jawab tuan Richard.


" Tapi..." ucapan dokter Rebecca terpotong oleh tuan Richard

__ADS_1


" Tidak ada penolakan," ucap tuan Richard.


" Baiklah," jawab dokter Rebecca pasrah.


__ADS_2