
" Mommy bersedia merawat daddy yang cacat dan lumpuh ini agar daddy bisa berjalan kembali." Ucap tuan Richard dengan tulus.
" Kita adalah pasangan suami istri dan sudah sepantasnya jika salah satu dari kita ada yang sakit pasti akan merawatnya." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
" Kamu tidak takut?" Tanya tuan Richard.
" Takut kenapa?" Tanya ulang dokter Rebecca dengan nada bingung
" Menikahi suami yang wajahnya mirip monster?" Tanya tuan Richard sambil menatap mata istrinya dengan sendu.
Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menurunkan perlahan kaki suaminya yang berada di pahanya lalu berlutut agar sejajar dengan suaminya sambil tangan kirinya menggenggam tangan suaminya sedangkan tangan kanannya memegang wajah suaminya tanpa ada rasa takut dan jijik sedikitpun sambil tersenyum manis.
" Kita sudah menikah dan jujur mommy tidak akan pernah menyesal menikah dengan suamiku terlebih orang yang aku pandang di depanku sekarang ini adalah pria yang sangat tampan, orang yang sangat mencintaiku apa adanya dan itu adalah suamiku." jawab dokter Rebecca
Grep
" Daddy sangat bersyukur dan bahagia mempunyai istri sepertimu," ucap tuan Richard sambil memeluk tubuh istrinya.
" Mommy juga sangat bersyukur dan bahagia mempunyai suami yang mencintaiku," jawab dokter Rebecca sambil membalas pelukan suaminya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian dokter Rebecca kembali duduk dan meletakkan kembali kaki tuan Richard ke pahanya kemudian kembali memijat kaki suaminya.
" Justru mommy yang sangat takut?" Ucap dokter Rebecca tiba - tiba ketika beberapa saat mereka sama - sama terdiam.
" Takut kenapa?" Tanya tuan Richard dengan nada bingung.
" Takut suatu saat nanti cinta mommy semakin bertambah tumbuh dan di saat itu pula mommy harus belajar untuk melupakan daddy." Ucap dokter Rebecca dengan nada lirih tapi masih terdengar oleh suaminya.
" Kenapa kamu bilang begitu?" Tanya tuan Richard dengan nada yang tidak suka dengan ucapan dokter Rebecca.
" Mommy takut jika suatu saat nanti daddy bisa berjalan kembali dan berwajah tampan pasti banyak gadis dan wanita yang sangat menyukai daddy dan daddy tinggal memilih gadis atau wanita mana yang pantas menjadi pendamping suamiku." Ucap dokter Rebecca sambil berhenti memijat dan meletakkan kaki kanan tuan Richard ke pijakan kaki kursi roda kemudian menarik nafas dalam-dalam kemudian dihembuskan secara perlahan.
Tuan Richard hanya terdiam namun dalam hatinya sangat bahagia karena istrinya sangat mencintai dirinya sedangkan dokter Rebecca menarik perlahan kaki kiri tuan Richard dan menggulung celana panjang tuan Richard sampai ke betis kemudian diletakkan di pahanya setelah itu dokter Rebecca mengambil botol yang tadi di taruh di lantai.
Dokter Rebecca membuka tutup botol tersebut dan menuangkan kembali di telapak tangannya kemudian telapak tangannya disatukan untuk di gosok - gosok. Dokter Rebecca dengan lembut memijat kaki kiri tuan Richard namun tuan Richard kembali meringis menahan rasa sakit.
" Apakah kamu akan kecewa dan marah jika suatu saat nanti aku menikah lagi dengan wanita lain di saat wajahku sudah normal dan bisa berjalan kembali?" Tanya tuan Richard sambil menarik dagu agar bisa melihat mata dokter Rebecca.
" Tidak." Jawab dokter Rebecca singkat
Deg
deg
Jantung tuan Richard berdetak kencang mendengar ucapan istrinya, entah kenapa hatinya sangat sakit dan marah secara bersamaan karena dokter Rebecca berbicara seperti itu.
__ADS_1
Tuan Richard sengaja mengatakan itu karena dirinya sangat suka melihat istrinya cemburu dan juga sangat senang menggoda istrinya.
" Kenapa?" Tanya tuan Richard sambil melepaskan tangannya yang memegang dagu dokter Rebecca kemudian menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
" Cinta itu tidak harus saling memiliki, hatiku sangat bahagia jika orang yang aku cintai bahagia menikah dengan wanita lain tapi hatiku sangat sakit jika orang yang aku cintai menikah denganku tapi tidak bahagia." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum namun terlihat jelas di matanya berkaca - kaca.
Tuan Richard hanya terdiam mendengar ucapan dokter Rebecca dan hatinya semakin yakin kalau dokter Rebecca adalah wanita yang sangat baik dan berbeda dengan wanita lain. Tuan Richard kini seratus persen mencintai istrinya dan tidak lagi ragu akan ketulusan cinta istrinya membuat dirinya berjanji untuk selalu setia dengan istrinya.
" Sudah selesai, sekarang bagaimana ke dua kakinya merasakan lebih enak?" Tanya dokter Rebecca sambil tersenyum dan meletakkan kaki tuan Richard ke pijakan kaki di kursi roda.
Tuan Richard menggerakkan ke dua kakinya dan merasakan sudah lebih ringan dari sebelumnya.
" Ke dua kakiku terasa agak ringan setelah istriku memijat dan ke dua kakiku juga bisa merasakan sentuhan tanganmu tidak seperti dulu ke dua kakiku terasa berat dan kaku serta tidak merasakan sentuhan. Jangankan sentuhan di cubit, di pukul aku tidak merasakan sakit sedikitpun." jawab tuan Richard.
" Berarti sudah mengalami kemajuan." jawab dokter Rebecca.
" Kapan aku bisa berjalan dengan normal tanpa perlu menahan rasa sakit ketika lama berdiri?" Tanya tuan Richard penuh harap.
" Seperti mommy katakan tadi kurang dari seminggu pasti daddy bisa berjalan dengan normal tanpa rasa sakit." jawab dokter Rebecca.
" Aku tidak sabar menunggu hal itu terjadi." Ucap tuan Richard.
Dokter Rebecca hanya tersenyum menatap wajah tuan Richard.
" Sekarang waktunya makan malam, kita makan di bawah yuk?" ajak dokter Rebecca sambil tersenyum.
" Ok." Jawab tuan Richard singkat.
Dokter Rebecca mendorong kursi roda tuan Richard untuk keluar dari kamar mereka menuju ke ruang makan. Singkat cerita kini mereka sudah berada di meja makan, mereka makan dalam diam dan tidak ada yang bicara sedikitpun hanya suara sendok, garpu dan piring. Setelah setengah jam mereka sudah selesai makan dan minum.
" Daddy, kita ke taman belakang yuk?" Ajak dokter Rebecca sambil mendorong kursi roda ke arah taman belakang.
" Buat apa ke taman belakang?" Tanya tuan Richard.
" Menikmati udara malam hari dan melihat bintang - bintang di langit, sungguh sangat indah begitu pula dengan bulan." jawab dokter Rebecca sambil menunjuk ke atas untuk melihat langit.
Tuan Richard mengangkat kepalanya ke atas dan melihat bintang - bintang dan juga bulan yang di tunjuk oleh dokter Rebecca sedangkan dokter Rebecca duduk di bangku taman dekat dengan suaminya yang duduk di kursi roda.
" Tapi lebih indah dirimu." Ucap tuan Richard sambil menatap istrinya dari arah samping.
" Terima kasih atas pujiannya." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum dan menatap wajah suaminya.
" Suamiku, mau aku pijat kepalanya?" Tanya dokter Rebecca
" Hmmm." Ucap tuan Richard berupa deheman.
__ADS_1
Dokter Rebecca menurunkan ke dua kakinya dari bangku taman kemudian berjalan ke arah samping dan membelakangi suaminya dan mulai memijat kepala suaminya sedangkan tuan Richard memejamkan matanya menikmati pijatan lembut istrinya, setelah setengah jam dokter Rebecca menghentikan pijatannya.
" Kepalaku terasa lebih enak, terima kasih mommy." Ucap tuan Richard.
" Sama - sama daddy." jawab dokter Rebecca sambil kembali duduk di bangku taman dan tersenyum manis.
Mereka pun melanjutkan menatap langit sambil bercakap-cakap hingga tidak terasa mereka mengobrol sudah setengah jam lebih.
" Daddy sudah malam, kita masuk ke dalam yuk?" Ajak dokter Rebecca.
" Tapi daddy masih ingin menikmati udara malam hari dan juga bintang - bintang di langit juga menatap bulan." Ucap tuan Richard.
" Udara malam tidak baik untuk kesehatan apalagi besok pagi aku berangkat ke kantor, badanku sangat lelah." jawab dokter Rebecca.
" Baiklah, tapi main satu ronde ya?" pinta tuan Richard.
" Ok." jawab dokter Rebecca singkat.
Dokter Rebecca mendorong kursi roda milik tuan Richard menuju ke lantai dua dengan menggunakan lift.
Ting
Pintu lift terbuka kemudian dokter Rebecca mendorong kursi roda ke arah kamar mereka sambil mengobrol dan terkadang tertawa bersama.
ceklek
Dokter Rebecca membuka pintu kamarnya dengan lebar kemudian mendorong kembali kursi roda tuan Richard. Dokter Rebecca perlahan mengangkat tubuh tuan Richard ke ranjang dan membaringkannya.
Seperti permintaan tuan Richard mereka melakukan kegiatan suami istri pada malam hari, setelah selesai melakukan kegiatan panasnya pada malam hari dokter Rebecca memeluk suaminya dan bersandar di dada bidang suaminya dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Rebecca sudah tertidur dengan pulas.
cup
" Terima kasih istriku." Ucap tuan Richard sambil mengecup kening istrinya.
Dokter Rebecca dan tuan Richard saling berpelukan dan tidak berapa lama tuan Richard ikut menyusul istrinya ke dunia mimpi indah. Di tempat yang berbeda seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik perlahan membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan yang sangat asing baginya hingga terdengar suara wanita memanggilnya.
" Sudah sadar, minumlah dulu," ucap wanita itu yang sama - sama wanita paruh baya namun sama - sama terlihat masih cantik.
" Aku ada di mana?" tanya wanita itu sambil bangun dan bersandar di kepala ranjang barulah menerima gelas tersebut.
" Kamu ada di rumahku," jawab wanita itu.
" Kenapa aku ada di sini?" tanya wanita itu sambil meminum air mineral tersebut.
" Waktu aku pergi ke hutan mengambil kayu bakar aku melihatmu pingsan dan langsung aku bawa ke sini," jawab wanita itu.
__ADS_1
" Aku ingin pergi dari sini," ucap wanita itu.