
" Kalau suamiku sudah makan, maka aku juga ikut makan tapi kalau suamiku tidak makan maka aku juga tidak akan makan. Bisakah kak Rey menghubungi suamiku?" Tanya dokter Rebecca dengan wajah merona merah.
" Bisa nyonya saya akan hubungi tuan Richard." Jawab asisten Rey sambil tersenyum karena Karen sangat tulus mencintai tuan Richard.
Asisten Rey mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian mencari nomer kontak tuan Richard setelah ketemu asisten Rey menekan tombol warna hijau dan dan deringan pertama langsung di angkat oleh tuan Richard.
" Selamat siang tuan." Sapa asisten Rey
" Ya ada apa?" Tanya tuan Richard pura - pura tidak tahu dalam hatinya sangat senang mendengar ucapan istrinya yang bernama dokter Rebecca.
" Apakah tuan sudah makan?" Tanya asisten Rey.
" Belum, kenapa kamu tanyakan itu Rey?" Tanya tuan Richard pura - pura tidak tahu.
" Maaf tuan, kata nyonya Rebecca jika tuan Richard makan maka nyonya Rebecca juga ikut makan tapi kalau tuan tidak makan maka nyonya Rebecca juga tidak makan." jawab asisten Rey menjelaskan.
" Bilang pada istriku aku akan makan sekarang." jawab tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey
" Jangan lupa semua fotoku bersama wanita ular itu di buang ke tong sampah." Perintah tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey lagi.
tut tut tut tut tut
Tuan Richard langsung memutuskan sambungan komunikasinya sambil berteriak memanggil nama dokter Rebecca.
" Akhhhhhhhhhhh..... Rebecca kamu membuatku selalu bahagia karena baru kali ini aku diperhatikan oleh seorang wanita dan wanita itu adalah istriku, istri yang sangat ku cintai," ucap tuan Richard sambil tersenyum bahagia.
" Nyonya, katanya tuan Richard mau makan sekarang." Ucap asisten Rey
" Terima kasih kak Rey sudah membantuku menghubungi suamiku," ucap dokter Rebecca.
" Sama - sama nyonya." Jawab asisten Rey
" Oh ya nyonya mau pesan makanan apa? Biar saya yang pesankan." tanya asisten Rey setelah beberapa saat terdiam.
" Apa saja aku suka." Jawab dokter Rebecca.
" Kalau begitu di tunggu nyonya makanannya dan maaf saya akan pergi ke ruangan saya. dulu," pamit asisten Rey.
" Baiklah." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.
" Oh iya ada yang saya lupa." Ucap asisten Rey yang hampir melupakan pesan dari tuan Richard.
__ADS_1
" Apa itu kak?" Tanya dokter Rebecca. dengan nada bingung
" Kata tuan Richard di suruh membuang semua pigura." jawab asisten Rey.
Asisten Rey langsung mengambil semua pigura yang ada foto tuan Richard dengan mantan kekasihnya untuk di buang ke tong sampah namun di halangi oleh dokter Rebecca..
" Kak Rey, tunggu jangan dibuang dulu." Pinta dokter Rebecca..
Dokter Rebecca mengambil gunting yang berada di atas meja yang digabungkan dengan beberapa pulpen dengan menggunakan tempat kemudian dokter Rebecca menggunting foto tersebut menjadi dua bagian begitu pula dengan foto lainnya.
" Foto suamiku jangan di buang cukup foto wanita itu." Ucap dokter Rebecca.
" Baik nyonya." Jawab asisten Rey sambil membuang semua foto tersebut ke tong sampah dalam hatinya sangat bahagia karena sudah sepantasnya wanita ular itu di buang di tong sampah.
" Maaf nyonya saya tinggal dulu." Pamit asisten Rey.
" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat.
Asisten Rey pergi meninggalkan dokter Rebecca sendirian sedangkan dokter Rebecca sambil menunggu makanan datang dokter Rebecca mengambil satu dokumen yang tadi di pegang oleh asisten Rey kemudian mulai membacanya setelah selesai membaca dokter Rebecca mengetik di laptop milik tuan Richard.
" Akhirnya selesai juga," ucap dokter Rebecca sambil mengangkat ke dua tangannya ke atas kemudian menyandarkan kepalanya di atas meja.
" Kok tumben aku kangen banget dengan suamiku padahal tadi pagi aku sudah bertemu dan kak Rey juga tadi barusan menghubungi suamiku. Apa aku telepon saja ya? Tapi ngomong apa ya? masa aku bilang suamiku aku kangen... akhhhhh.... tidak... tidak... sungguh sangat memalukan." Ucap dokter Rebecca sambil menutup wajahnya yang sudah memerah karena malu.
( " Telepon saja aku juga kangen banget denganmu, istriku." Ucap tuan Richard sambil membelai wajah dokter Rebecca di laptopnya ).
'' Tapi kan aku tidak tahu nomer ponselnya," ucap dokter Rebecca
( " Ya ampun kenapa aku bodoh ya? aku juga tidak tahu nomer ponsel dokter Rebecca nanti pulang kerja aku akan meminta nomer ponsel dokter Rebecca, I Love You" ucap tuan Richard sambil membelai wajah cantik dokter Rebecca lewat laptopnya ).
" Masuk." jawab dokter Rebecca
ceklek
Asisten Rey membuka pintu ruangan CEO dan asisten Rey masuk ke dalam sambil membawa sepuluh dokumen dan berjalan ke arah dokter Rebecca.
" Maaf nyonya ini dokumennya dan mengenai makanan sebentar lagi datang." Ucap asisten Rey sambil menyerahkan sepuluh dokumen tersebut.
" Kok lebih sedikit tadi banyak sekali?" Tanya dokter Rebecca sambil menerima dokumen tersebut.
" Yang tadi dokumen untuk rapat besok dan beberapa dokumen yang perlu ditandatangani hari ini. Sedangkan untuk dokumen ini adalah dokumen tentang kontrak kerja sama dengan perusahaan lain." jawab asisten Rey.
" Ok, oh ya kak ini dokumennya sudah selesai aku kerjakan," ucap dokter Rebecca sambil memberikan dokumen tersebut.
" Terima kasih nyonya," ucap asisten Rey yang merasa terbantu dengan kehadiran dokter Rebecca.
__ADS_1
" Sama - sama kak," jawab dokter Rebecca
" Kalau begitu saya pamit dulu," ucap asisten Rey.
" Iya kak," jawab dokter Rebecca.
Asisten Rey kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu CEO sedangkan dokter Rebecca mengambil satu dokumen tersebut yang tadi di bawa oleh asisten Rey dan mulai mengerjakannya. Walau tubuhnya terasa sangat lelah tapi dokter Rebecca memaksakan diri untuk berkerja mengingat dirinya tidak ingin mengecewakan suaminya.
( " Walau badan ku sangat lelah dan ingin tidur tapi aku tidak ingin melakukannya karena aku tidak mau suamiku kecewa," ucap dokter Rebecca dalam hati ).
Dokter Rebecca mulai mengerjakan dokumen tersebut namun baru tiga dokumen selesai terdengar suara orang mengetuk pintu membuat dokter Rebecca menghentikan pekerjaannya.
" Masuk." jawab dokter Rebecca.
ceklek
Seorang wanita membuka pintu sambil menatapnya dengan tatapan amarah dan iri hati ke arah dokter Rebecca membuat dokter Rebecca bingung dengan wanita itu.
" Maaf nyonya ini makanannya." Ucap wanita yang masih berdiri di depan pintu dan nada bicaranya sangat ketus.
" Terima kasih." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum kemudian berdiri dan melangkahkan ke dua kakinya menuju ke tempat wanita itu untuk mengambil dua paper bag yang berisi makanan dan minuman.
bruk
Wanita itu dengan sengaja menjatuhkan makanan tersebut hingga makanan itupun jatuh berhamburan ke lantai.
" Upss... Aduh nyonya kenapa dua paper bag nya jatuh," tanya wanita itu dengan polos sambil mengangkat ke dua tangannya ke arah mulutnya seakan pura - pura tidak sengaja melakukannya.
plak
Dokter Rebecca tahu kalau wanita itu sengaja melakukannya membuat dokter Rebecca menampar wanita itu sambil menatap tajam.
" Aku tahu kamu itu sengaja, bersihkan lantai itu!!" Perintah dokter Rebecca
" Hai, wanita mu ra han beraninya menamparku, jangan kurang ajar ya? Walau nyonya istri CEO tapi saya tidak takut karena aku adalah calon istri CEO dan sebentar lagi kami akan menikah dan nyonya akan di tendang dari mansion karena aku akan tinggal di sana." ucap wanita itu berbohong sambil tangan kanannya memegangi pipinya bekas tamparan dokter Rebecca.
" Oh ya? Kalau memang benar kenapa suamiku malah memilih menikah denganku bukan wanita mu ra han seperti dirimu?" Tanya dokter Rebecca sambil ke dua tangannya diletakkan di dadanya.
" Hai jangan kurang ajar ya!!! Dasar wanita murahan, bersiap - siaplah jika calon suamiku bosan maka nyonya akan di tendang." Hina wanita itu lagi dengan nada sarkas.
" Hai nona, lihat pakaianmu itu!!! mirip sekali dengan wanita mu ra han, memangnya tidak ada pakaian lagi hingga pakaian yang kurang bahan kamu pakai hah!!!" Bentak dokter Rebecca.
Wanita itu sangat marah dan ingin menampar dokter Rebecca tapi dengan sigap dokter Rebecca menahan tangan wanita itu dan memelintirnya ke arah belakang.
" Sakit, lepaskan!!!" Teriak wanita itu kesakitan.
__ADS_1