
tok
tok
tok
ceklek
Dokter Rebecca membuka pintu dan melihat asisten Rey berdiri di depan pintu
" Ada apa kak?" Tanya dokter Rebecca
" Maaf nona, kata tuan muda kalau nona mau pergi ke rumah ayah nona." ucap asisten Rey.
" Oh iya sebentar aku mau ambil tas dulu." Ucap dokter Rebecca
" Baik nona." Jawab asisten Rey.
Dokter Rebecca membalikkan badannya dan mengambil tasnya yang berada di atas meja dekat sofa kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah asisten Rey.
" Ayo kak kita berangkat." Ajak dokter Rebecca
" Baik nona." Jawab asisten Rey.
Merekapun berjalan keluar dari mansion dan tanpa sepengetahuan mereka berdua tuan Richard melihat kepergian mereka berdua.
" Benar kata asisten Rey, aku harus operasi wajahku dan bisa jalan karena jika aku bisa berjalan dan wajahku kembali seperti semula aku bisa mengantar istri dan anakku tanpa perlu meminta asisten Rey untuk mengantarnya." Ucap tuan Richard.
" Akhhhhh.... Apa yang aku pikirkan bukankah sudah jelas kalau dokter Rebecca sudah mempunyai anak, kita akan bercerai dan dokter Rebecca bisa mencari pria lain yang lebih baik dariku karena aku tidak mau seumur hidup dokter Rebecca menyia - nyiakan dirinya untuk mengurusi orang cacat sepertiku karena dokter Rebecca berhak bahagia sedangkan aku hanya bersama putraku." Ucap tuan Richard.
Karena lelah tuan Richard membaringkan tubuhnya ke ranjang sambil menatap langit - langit kamarnya.
__ADS_1
Di tempat yang berbeda asisten Rey dan dokter Rebecca sudah sampai di rumah milik orang tua dokter Rebecca. Sebenarnya dokter Rebecca tidak ingin bertemu kembali dengan ayah kandungnya yang tega menjualnya, ibu tirinya dan adik tirinya tapi karena sesuatu hal dirinya terpaksa melakukan itu.
tok
tok
tok
ceklek
Ayah kandung dokter Rebecca membuka pintu dan menatap tajam ke arah dokter Rebecca putri kandungnya.
" Buat apa ke sini?" tanya ayah kandungnya dengan wajah sinis.
" Maaf ayah, aku ingin mengambil beberapa barang ku." Jawab dokter Rebecca
" Huhh... Menyebalkan... Ambillah barang mu cepat setelah itu pergi dari sini." Ucap ayah kandungnya dengan nada ketus.
Ayah kandungnya hanya diam saja ingin rasanya memukul putri kandungnya karena kebencian pada istrinya membuat dirinya ingin melampiaskan semuanya ke dokter Rebecca tapi karena ada asisten Rey dirinya terpaksa menahan dirinya.
Dokter Rebecca masuk ke dalam kamarnya yang selama ini ditempati. Dokter Rebecca mengambil semua foto waktu masih kecil dan termasuk foto waktu dirinya mendapatkan hadiah karena prestasinya termasuk piala penghargaan semuanya disimpan di dalam tasnya.
" Hampir saja aku lupa perhiasan peninggalan ibuku, buku tabunganku dan ATM aku sembunyikan di kolong tempat tidur. Aku akan bawa siapa tahu suatu saat nanti aku akan membutuhkannya." Ucap dokter Rebecca sambil mengambil sebuah kotak yang berisi buku tabungan, ATM dan perhiasan peninggalan ibunya.
" Apalagi aku tidak sengaja mendengar ucapan tuan Richard jadi lebih baik aku berjaga - jaga jika suatu saat nanti aku diusir dari rumah aku hanya akan membawa barang-barang milik aku saja. Semua barang pemberian tuan Richard tidak akan aku bawa karena aku tidak pantas untuk memilikinya." Ucap dokter Rebecca sambil memasukkan semuanya ke dalam tas miliknya.
Setelah selesai dokter Rebecca berjalan keluar dari kamar tapi sebelum keluar kamar dokter Rebecca memandangi kamarnya untuk yang terakhir kalinya.
" Aku harus kuat menghadapi ini semua dan apapun yang terjadi nanti siap tidak siap jika aku tidak dibutuhkan lagi oleh tuan Richard aku harus siap dan kuat menerima semuanya dan pergi dari kehidupannya." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum tapi wajahnya memancarkan kesedihan yang teramat dalam.
" Selamat tinggal kamarku." Jawab dokter Rebecca.
__ADS_1
Dokter Rebecca membalikkan badannya dan berjalan keluar dari kamarnya.
" Sudah selesai? Pergilah!!!" Usir ayah kandungnya.
" Baik ayah, ayah jaga kesehatan dan kurangi merokoknya." Jawab dokter Rebecca.
" Cihh.. Jangan sok perhatian ayah tidak butuh perhatian darimu. Pergilah aku tidak mau melihat wajahmu lagi." Usir ayah kandungnya.
" Baik ayah." Jawab dokter Rebecca.
" Hei tunggu!!" teriak ibu tiri dan adik tirinya serempak.
Dokter Rebecca yang hendak berjalan menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap mereka berdua dengan tatapan malas.
" Enak ya sebentar lagi menikah dengan pria kaya. Ingat setelah menikah jangan lupakan kami," ucap ibu tirinya tanpa punya rasa malu.
" Betul kata ibu jangan lupakan kami dan cari cowok kaya untukku," sambung adik tirinya.
" Bukankah ayah dan ibu sudah menjual ku? Apakah uang sebanyak itu masih kurang?" tanya dokter Rebecca dengan nada penuh kecewa.
" Dasar anak tidak tahu diri, di urus dari kecil hingga sebesar ini kurang ajar," ucap ibu tirinya.
" Kak asisten lihat kelakuan kakak tiri ku? Apakah pantas tuan muda Richard menikah dengan kakakku? Lebih baik menikah dengan ku yang jelas - jelas patuh dengan orang tua dan tidak pernah melupakan balas Budi orang tuaku,'' ucap adik tirinya berusaha menghasut asisten Rey.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1