Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Apakah suamiku sudah makan?


__ADS_3

" Boleh aku lihat kak?" pinta dokter Rebecca


" Silahkan nyonya," jawab asisten Rey sambil memberikan dua lembar dokumen tersebut.


Dokter Rebecca menerima dokumen tersebut dan memang benar dokumen tersebut menggunakan bahasa Mandarin tapi dokter Rebecca mengerti artinya kemudian menatap ke arah asisten Rey.


" Biarkan aku saja kak yang mengerjakannya," ucap dokter Rebecca.


" Apakah nona bisa mengerjakannya?" tanya asisten Rey


" Bisa," jawab dokter Rebecca singkat.


" Coba artikan," pinta asisten Rey


Dokter Rebecca mengartikan bahasa tersebut sedangkan asisten Rey mendengarkan artinya membuat asisten Rey sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh dokter Rebecca.


" Maaf nyonya, kalau boleh tahu ada berapa bahasa yang nyonya pelajari?' tanya asisten Rey penasaran.


" Aku hanya menguasai enam bahasa yaitu bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, India, Jepang dan Korea." jawab dokter Rebecca


" What??? Nyonya jangan bercanda." Ucap asisten Rey tidak percaya


" Cobalah di tes." Ucap dokter Rebecca


" Baiklah." Jawab asisten Rey.


Asisten Rey pun membuat kalimat dan dokter Rebecca dengan lancar menjawab dengan menggunakan bahasa asing sesuai dengan pertanyaan asisten Rey dengan menggunakan bahasa asing.


" Hebat sekali nyonya, memang dulu nyonya kuliah ambil jurusan apa?" Tanya asisten Rey setelah selesai memberikan pertanyaan.


" Terima kasih atas pujiannya, dulu aku kuliah mengambil jurusan sekretaris." jawab dokter Rebecca.


" Boleh cerita sedikit tentang masa lalu nyonya?" Tanya asisten Rey penasaran.


" Ayahku menyekolahkan aku hingga aku lulus sekolah SMA padahal saat itu aku ingin kuliah tapi ayah mengatakan kalau uang kuliah untuk biaya kuliah adik tiri ku. Keinginanku untuk kuliah sangat besar membuat aku bekerja sebagai administrasi di salah satu perusahaan dan uang hasil kerjaku aku gunakan untuk biaya aku bisa kuliah jurusan sekretaris." Ucap dokter Rebecca menjelaskan.


" Bukankah biaya kuliah itu mahal?" Tanya asisten Rey.

__ADS_1


" Aku bisa kuliah karena kebetulan aku mendapatkan beasiswa jadi tidak terlalu mahal bayar kuliahnya, awal aku berkerja bagian administrasi karena pekerjaan aku bagus maka aku dipromosikan menjadi sekretaris yang kebetulan waktu itu sekretaris direktur mendadak berhenti berkerja, karena orang tuanya sakit, awalnya aku menolaknya." jawab dokter Rebecca.


" Kenapa menolaknya?" Tanya asisten Rey penasaran.


" Aku menolaknya karena aku baru masuk kuliah dan belum ada ketrampilan sebagai sekretaris tapi kata bos ku, aku akan di ajari tentang pekerjaan sekretaris dan akhirnya aku menerima pekerjaan tersebut sebagai sekretaris dan aku belajar selama seminggu dan aku bersyukur karena aku bisa mengerjakan pekerjaan sekretaris." Ucap dokter Rebecca.


" Lalu bahasa asing yang nyonya pelajari?" Tanya asisten Rey


" Waktu aku sekolah aku juga mendapatkan beasiswa di sekolah favorit dan aku sangat senang di sana banyak anak orang kaya baik dalam dan luar negri." jawab dokter Rebecca sambil melamun mengingat waktu dirinya masih sekolah dulu.


" Memang kenapa dengan orang kaya baik dalam dan luar negri?" Tanya asisten Rey berfikir negatif.


" Karena mereka semua baik dan tidak sombong, aku juga bisa belajar banyak bahasa mereka jadi bahasa ku semakin bertambah." Ucap dokter Rebecca menjelaskan.


" Apakah waktu dulu nyonya bersekolah, nyonya berpacaran dengan mereka?" Tanya asisten Rey


" Tidak." Jawab dokter Rebecca singkat dan tegas.


" Memang kenapa?" Tanya asisten Rey penasaran.


" Tidak ada waktu karena dipikiran ku belajar dan belajar supaya mendapatkan nilai yang sangat bagus agar ayahku senang dan bangga." jawab dokter Rebecca.


" Apakah ayahmu senang dan bangga?" Tanya asisten Rey yang bingung dengan perubahan mendadak wajah dokter Rebecca.


" Tidak, bahkan aku mendapatkan beberapa piala juara pertama karena mengikuti pertandingan lomba di sekolah ayahku malah membuangnya di tong sampah." Ucap dokter Rebecca dengan mata berkaca-kaca.


" Kenapa pialanya di buang?" Tanya asisten Rey menahan amarahnya.


" Katanya ayahku tidak perlu piala yang banyak." jawab dokter Rebecca sambil mengangkat kepalanya ke atas agar dirinya tidak menangis.


" Lalu apa yang diperlukan oleh ayahmu?" tanya asisten Rey.


" Uang dari hasil menang lomba semua di ambil oleh ayahku katanya itu lebih penting dari piala dan tanpa sepengetahuan ayah aku mengambil di tong sampah kemudian aku menyembunyikan di suatu tempat yang tidak diketahui oleh ayahku yaitu kolong tempat tidur." jawab dokter Rebecca.


Karena tidak kuat air mata dokter Rebecca akhirnya keluar juga membuat asisten Rey yang melihat air mata dokter Rebecca mengambil tissue dan diberikan ke dokter Rebecca.


" Terima kasih." Ucap dokter Rebecca.

__ADS_1


" Sama - sama nyonya, apakah nyonya membenci ayah nyonya?" Tanya asisten Rey


" Tidak." Jawab dokter Rebecca singkat


" Kenapa?" Tanya asisten Rey sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Karena benci bisa merusak hati dan jiwa kita jadi lebih baik mendoakan semoga ayah berubah dan mencintaiku karena aku sangat ingin merasakan kasih sayang seorang ayah." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum walau dalam hatinya sangat terluka dengan sikap ayah kandungnya.


" Maaf apakah nyonya mencintai tuan Richard?" Tanya asisten Rey


" Jujur iya." Jawab dokter Rebecca jujur kemudian wajah dokter Rebecca mendadak berubah memerah menahan malu.


" Apa yang membuat nyonya mencintai tuan Richard?" Tanya asisten Rey


" Karena suamiku sangat baik padaku walau suamiku membeli diriku tapi suamiku tidak menjual ku lagi ke pria lain jika seandainya suamiku merasa bosan padaku. Aku tidak tahu jika seandainya aku di jual oleh ayahku ke pria hidung belang mungkin nasibku tidak akan seperti ini bisa jadi aku menjadi istri simpanan pria itu dan jika sudah bosan maka besar kemungkinan aku di jual kembali dengan pria lain." Ucap dokter Rebecca sambil menatap ke arah langit - langit agar air matanya tidak keluar kembali.


" Bukankah di dalam perjanjian di tulis jika nyonya sudah menikah dan melahirkan seorang anak maka nyonya akan diceraikan, bukankah itu sama saja?" Tanya asisten Rey


" Tidak sama karena aku tidak di jual lagi dan setidaknya hanya satu pria saja yang menyentuh tubuhku." jawab dokter Rebecca


" Apakah setelah bercerai nyonya tidak ada niat untuk menikah lagi?" Tanya asisten Rey


" Tidak." Jawab dokter Rebecca singkat dan tegas.


" Memang kenapa?" Tanya asisten Rey


" Awalnya aku hanya ingin mengabdi sepenuhnya di panti asuhan tapi setelah aku pikir lagi di panti asuhan pasti membutuhkan uang maka aku ingin berkerja dan setengah dari penghasilan gaji ku akan aku sumbangkan ke panti asuhan untuk merawat anak - anak yang tidak dikehendaki dan memberikan bantuan ke orang - orang yang membutuhkannya." Jawab dokter Rebecca


" Kenapa melakukan itu semua?" Tanya asisten Rey penasaran.


" Karena dulu waktu aku masih kuliah aku pergi ke rumah sakit untuk menengok temanku dan aku tanpa sengaja melihat ada orang tua yang tidak mampu membayar rumah sakit untuk putri mereka, putri mereka di tolak di rumah sakit padahal putrinya sangat membutuhkan perawatan hingga akhirnya di bawa pulang. Besoknya aku mendengar putrinya meninggal padahal aku ada rencana pulang kerja mau ke rumahnya." Ucap dokter Rebecca dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menyimpan uang yang sangat banyak tanpa sepengetahuan ayahku agar bisa membantu orang yang tidak mampu karena aku tidak tega melihat orang menderita dan dengan sekuat tenaga aku ingin membantu mereka yang membutuhkan pertolongan." Sambung dokter Rebecca


" Sungguh mulia hati nyonya, oh iya sudah waktunya makan siang, nyonya mau makan apa? Biar saya yang memesan makanan untuk nyonya." Ucap asisten Rey


" Apakah suamiku sudah makan?" Tanya dokter Rebecca menjawab pertanyaan dengan pertanyaan

__ADS_1


" Maaf nyonya saya kurang tahu, memang kenapa nyonya?" Tanya asisten Rey.


__ADS_2