Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Dokter Rebecca dan Tuan Richard 2


__ADS_3

" Apa saja aku suka." Jawab dokter Rebecca.


" Ok." Jawab tuan Richard sambil mengambil ponselnya dan menghubungi asisten Rey.


Setelah selesai menelepon tuan Richard meletakkan ponselnya di meja dekat ranjangnya kemudian menatap wajah cantik istrinya.


" Oh iya bukannya tadi mommy pergi ke kantin? Memangnya di kantin mommy tidak makan?" Tanya tuan Richard sambil menatap mata istrinya.


" Iya memang tadi mommy mau pergi ke kantin tapi tiba - tiba entah kenapa mommy tidak lapar lagi dan akhirnya mommy pergi ke taman." jawab dokter Rebecca.


" Benarkah? atau janjian bertemu dengan pria lain?" Tanya tuan Richard dengan nada cemburu.


" Tidak, bolehkah mommy menyentuh wajah daddy?" Tanya dokter Rebecca sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Silahkan." Jawab tuan Richard dengan singkat.


Ke dua tangan dokter Rebecca terangkat ke atas kemudian mulai meraba wajah tampan suaminya dari kening, mata, hidung dan bibir, tanpa disadari oleh dokter Rebecca kalau tindakannya membuat adik kecil tuan Richard semakin menegang.


grep


" Aku sudah tidak tahan." Bisik tuan Richard sambil menahan ke dua tangan istrinya dengan menggunakan satu tangannya.


Tuan Richard mengangkat dress dokter Rebecca ke atas kemudian menarik bungkusan yang berbentuk segi tiga bermuda milik dokter Rebecca kemudian tuan Richard menurunkan resleting celana panjangnya kemudian menaiki tubuh mungil dokter Rebecca.


Tuan Richard mencium bibir kemudian berlanjut ke leher dokter Rebecca setelah di rasa cukup tombak sakti miliknya dimasukkan ke dalam goa yang sekelilingnya dipenuhi rumput hitam.


jleb


Tuan Richard menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang sedangkan dokter Rebecca memejamkan matanya menikmati hubungan suami istri hingga setengah jam lamanya akhirnya lahar milik suaminya keluar membuat dokter Rebecca tersenyum bahagia karena suaminya puas. Tuan Richard menarik adik kecilnya kemudian berbaring di ranjang.


" Aku mau ke kamar mandi." Ucap dokter Rebecca sambil bangun dari ranjang.


" Hmmmm." Ucap tuan Richard menjawab ucapan dokter Rebecca berupa deheman.


Dokter Rebecca turun dari ranjang menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai dokter Rebecca memakai handuk yang tersedia di kamar mandi tersebut.


ceklek


Dokter Rebecca keluar dari kamar mandi dengan tubuh sudah segar sedangkan tuan Richard menelan salivanya dengan kasar karena istrinya menggunakan handuk yang menutupi sebagian dua gunung kembarnya dan sebagian ke dua paha putih mulus tanpa cacat.


" Mommy ingin menggodaku dan ingin kita melakukan lagi?" Tanya tuan Richard sambil menatap istrinya dengan tatapan mesum.


" Maaf daddy, mommy tidak ada maksud menggoda daddy tapi mommy lupa membawa baju ganti. Daddy bisakah minta tolong agar menghubungi asisten Rey membawa pakaianku?" Tanya dokter Rebecca penuh harap.


" Baiklah sekalian mommy makan." jawab tuan Richard.


" Ok, " jawab dokter Rebecca singkat.


Tuan Richard mengambil ponselnya yang berada di mejanya kemudian menghubungi asisten Rey dan sambungan pertama langsung di angkat oleh asisten Rey.

__ADS_1


( " Hallo tuan." Ucap asisten Rey ).


( " Rey, belikan satu stell dress." Perintah tuan Richard ).


( " Makanannya untuk nyonya Rebecca apakah tetap dibelikan?" Tanya asisten Rey ).


( " Tetap belikan." Ucap tuan Richard ).


Tanpa menunggu jawaban tuan Richard langsung memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian tuan Richard menyimpan kembali ponselnya ke atas meja.


" Mommy kembali ke kamar mandi." Perintah tuan Richard yang tidak rela tubuh istrinya di lihat oleh pria lain.


" Memangnya kenapa?" Tanya dokter Rebecca dengan nada bingung.


" Mommy ingin memamerkan tubuh mommy untuk orang lain?" Tanya tuan Richard dengan nada satu oktaf sambil menatap tajam ke arah istrinya.


" Bukankah hanya kita berdua?" tanya dokter Rebecca.


" Sebentar lagi Rey akan datang jadi masuklah ke kamar mandi," ucap tuan Richard.


" Maaf daddy." jawab dokter Rebecca sambil membalikkan badannya kemudian masuk kembali ke dalam kamar mandi.


" Buka pintu kamar mandi kalau daddy mengetuk pintu kamar mandi." Ucap tuan Richard sebelum dokter Rebecca menutup pintu kamar mandi.


" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat sambil menutup pintu kamar mandi dan duduk di closed.


tok tok tok tok


ceklek


Dokter Rebecca melihat suaminya sedang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil memberikan dua papar bag untuk dirinya.


" Pakai pakaianmu setelah itu makan." Ucap tuan Richard sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan dokter Rebecca.


Tuan Richard tidak ingin melihat istrinya karena dirinya tidak ingin tombak saktinya bangun dan meminta jatah mengingat dokter Rebecca belum makan. Tuan Richard juga bingung kenapa tubuh dokter Rebecca membuatnya dirinya kecanduan ingin melakukan lagi dan lagi sedangkan dulu dengan mantan calon istrinya tubuhnya tidak ada reaksi sama sekali.


" Baik daddy." ucap dokter Rebecca patuh, sambil menutup pintu kamar mandi.


Tuan Richard duduk di sofa menunggu kedatangan istrinya sambil menatap ke langit - langit kamar rumah sakit.


" Kenapa kalau dekat dengan istriku adik kecilku selalu tegang dan ingin melakukan lagi dan lagi tapi aku bingung kenapa istriku sama sekali tidak pernah protes jika aku meminta hak ku?" tanya tuan Richard.


" Kenapa beberapa hari ini aku melihatnya sedih dan matanya sembab seperti habis menangis? Apa istriku bertemu dengan mantan kekasihnya dan setelah bertemu istriku memikirkan terus mantan kekasihnya sehingga dia menangis? Awas saja kalau sampai istriku selingkuh." Sambung tuan Richard sambil menahan amarahnya.


Tuan Richard belum menyadari kalau perkataannya selama ini telah menyakiti hati istrinya karena tuan Richard bukanlah orang yang romantis.


Tuan Richard berbicara tidak pernah memikirkan perasaan orang lain apakah orang itu terluka atau tidak karena tuan Richard berpikir apapun bisa di beli tanpa perlu memikirkan perasaan orang lain karena kehidupan masa lalunya yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian.


Seperti mantan kekasihnya, tuan Richard sering memarahi tanpa sebab jika dirinya mengalami stress entah karena pekerjaan atau karena hal lain sedangkan mantan kekasihnya tidak pernah memperdulikan karena yang terpenting dirinya hidup enak hingga dirinya dikhianati karena itulah tuan Richard memperlakukan sama seperti mantan kekasihnya.

__ADS_1


ceklek


Dokter Rebecca membuka pintu kamar mandi dengan kondisi tubuh terasa segar sedangkan tuan Richard memalingkan wajahnya ke arah istrinya yang semakin bertambah cantik membuat dirinya tidak berkedip sedikitpun.


" Daddy, kenapa melihatku seperti itu? Apakah mommy tidak pantas memakai pakaian ini? Kalau iya mommy ganti pakaian lain." Ucap dokter Rebecca sambil mendekati suaminya.


" Tidak perlu, kita pulang sekarang, Rey sudah mengurus semuanya." jawab tuan Richard sambil turun dari ranjang kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu ruang perawatan VVIP.


Dokter Rebecca hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengikuti langkah suaminya dari arah belakang membuat suaminya menghentikan langkahnya.


" Jangan jalan di belakangku jalan di sampingku!! Apakah kamu malu jalan denganku??" Tanya tuan Richard sambil memalingkan wajahnya dengan sinis ke arah dokter Rebecca.


" Tidak." Jawab dokter Rebecca singkat sambil berjalan mendekati suaminya agar sejajar dengan suaminya.


Mereka pun keluar dari ruang perawatan VVIP dan di depan mereka sudah ada asisten Rey yang sedang berdiri menunggu kedatangan mereka.


" Mari silahkan tuan dan nyonya." Ucap asisten Rey sambil membungkukkan badannya kemudian mempersilahkan tuan Richard dan dokter Rebecca untuk berjalan di depan.


" Terima kasih kak Rey." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum sambil berjalan begitu pula dengan suaminya.


" Sama - sama nyonya." Jawab asisten Rey.


Tuan Richard dan dokter Rebecca berjalan berdampingan dengan diikuti oleh asisten Rey. Banyak gadis dan wanita menatap lapar melihat ketampanan tuan Richard tapi tuan Richard tidak memperdulikannya membuat para gadis dan wanita membenci dan iri dengan dokter Rebecca karena berhasil jalan dengan orang yang sangat tampan.


Sampai di parkiran mobil asisten Rey melangkahkan kakinya dengan cepat untuk membuka pintu mobil kemudian dokter Rebecca masuk ke dalam mobil dan tangan tuan Richard memegang kepala dokter Rebecca agar tidak terkena atap mobil membuat dokter Rebecca tersenyum bahagia karena perlakuan suaminya.


" Terima kasih." Ucap dokter Rebecca sambil menggeser tubuhnya.


" Terima kasih untuk apa?" Tanya tuan Richard sambil duduk di samping istrinya.


" Terima kasih karena suamiku memegang kepalaku agar kepalaku tidak terkena atap mobil." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum bahagia.


" Itu karena ... ( aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kamu terluka." ucap tuan Richard dalam hati ) ... Emmmm.. daddy tidak memikirkan kepala mommy tapi daddy tidak ingin atap mobil daddy rusak karena mobil ini lebih berharga dari pada mommy." Ucap tuan Richard yang berlawanan kata hati.


( " Aduh tuan kenapa bicara seperti itu lihatlah raut wajah nyonya Rebecca." Ucap asisten Rey dalam hati ).


Senyuman dokter Rebecca langsung memudar mendengar ucapan suaminya membuat dokter Rebecca menatap ke arah luar untuk menghilangkan perasaan terluka. Asisten Rey mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion.


" Mommy istirahat di kamar, daddy mau ke ruang kerja ada yang ingin daddy bicarakan dengan Rey." Ucap tuan Richard.


" Baik dad." Ucap dokter Rebecca sambil berjalan menaiki anak tangga meninggalkan mereka berdua.


ceklek


Dokter Rebecca masuk ke dalam kamar dan duduk di ranjang kemudian dokter Rebecca memeluk lututnya sambil terisak mengeluarkan rasa sesak di hatinya setelah puas menangis membuat dokter Rebecca lelah kemudian berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Rebecca tertidur pulas di ranjang dengan mata sembabnya.


ceklek


Tuan Richard membuka pintu kamar pribadinya dan melihat istrinya sudah tertidur pulas, tuan Richard mendekati istrinya dan duduk di samping ranjang.

__ADS_1


" Kenapa istriku menangis lagi? Apakah istriku memikirkan pria lain? kenapa aku jadi posesif seperti ini?" Tanya tuan Richard pada dirinya sendiri.


__ADS_2