Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Tamat


__ADS_3

" Terima kasih kak." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.


Dokter Rebecca masuk ke dalam mobil dan lagi-lagi tangan tuan Richard memegang kepala istrinya agar tidak terkena atap mobil. Dokter Rebecca menggeser kan tubuhnya agar suaminya duduk di sebelahnya.


" Terima kasih dad." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum bahagia.


" Aku melakukan itu lagi karena aku sayang dengan mobilku." Ucap tuan Richard yang berlawanan kata hatinya.


" Aku tahu kalau mobil milik suamiku lebih mahal dari pada aku jadi jika suatu saat nanti mommy meninggal dunia tidak ada yang perduli karena mommy dari dulu hingga sekarang tidak ada harganya." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum dan menahan agar air matanya tidak keluar.


" Apa maksudmu?" Tanya tuan Richard tidak suka mendengar ucapan dokter Rebecca.


" Suatu saat nanti entah hari ini atau besok atau entah kapan suamiku akan tahu." jawab dokter Rebecca.


" Aku tidak mengerti katakan apa maksudmu?" Tanya tuan Richard yang tidak suka main tebak - tebakan.


" Sudahlah lupakan apa yang tadi aku katakan." Ucap dokter Rebecca.


( " Aduh tuan kenapa sih suka sekali mengatakan yang membuat hati nyonya Rebecca terluka? Suatu saat nanti tuan akan menyesal jika terjadi sesuatu dengan nyonya Rebecca." Ucap asisten Rey dalam hati ).


" Kak Rey, aku turun di depan rumah sakit." pinta dokter Rebecca menunjuk ke arah depan


" Mau ngapain ke rumah sakit?" tanya tuan Richard penasaran.


" Temanku sakit karena itulah aku ingin menjenguk temanku nanti setelah pulang dari rumah sakit aku akan ke kantor," jawab dokter Rebecca berbohong.


" Temanmu laki - laki atau perempuan?' tanya tuan Richard dengan nada cemburu.


" Perempuan," jawab dokter Rebecca.


" Rey, turunkan Rebecca," perintah tuan Richard.


" Baik tuan," jawab asisten Rey sambil menghentikan mobilnya tepat di depan rumah sakit.


"  Nanti mommy pulang dari rumah sakit telp Rey," ucap tuan Richard.


" Ok," jawab dokter Rebecca singkat.


Cup


" Jaga diri daddy baik - baik," ucap dokter Rebecca kemudian mengecup pipi tuan Richard.


Dokter Rebecca turun dari mobil dan berjalan ke arah rumah sakit sedangkan asisten Rey melanjutkan perjalanannya menuju ke perusahaannya. Singkat cerita kini dokter Rebecca berada di ruangan dokter kandungan dan menceritakan kenapa sampai saat ini dirinya belum juga hamil.


" Maaf nyonya, apakah nyonya tidak diberitahukan oleh suami nyonya kalau nyonya sulit mendapatkan anak?" tanya dokter kandungan yang saat itu memeriksa keadaan dokter Rebecca.


Duarr                        Duarr

__ADS_1


Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh dokter Rebecca dirinya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter tersebut membuat dokter Rebecca memejamkan matanya beberapa saat kemudian membuka matanya.


" Apakah aku mandul dok?" tanya dokter Rebecca dengan nada lirih.


" Nyonya tidak mandul," jawab dokter tersebut.


" Kalau tidak mandul kenapa aku sulit hamil?" tanya dokter Rebecca.


" Itu disebabkan karena waktu itu perut nyonya terbentur sesuatu yang sangat keras membuat nyonya sulit hamil," jawab dokter Rebecca.


Dokter Rebecca terdiam dan mulai mengingat kejadian di mana dirinya di pukul dan di tendang hingga dokter Rebecca merasakan perutnya terasa sakit teramat sangat setelah itu dirinya tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Dirinya baru ingat ketika dirinya sadar sudah berada di rumah sakit dengan ditemani tuan Richard dan asisten Rey.


" Oh ya, apakah nyonya ingin di USG? Siapa tahu ada keajaiban nyonya hamil," usul dokter tersebut.


" Tidak usah dok dan aku minta jangan katakan ke suamiku," pinta dokter Rebecca.


" Baik nyonya," jawab dokter tersebut.


" Kalau begitu aku pamit dulu," jawab dokter Rebecca sambil berdiri.


" Baik nyonya," jawab dokter tersebut.


Dokter Rebecca berjalan meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah gontai menuju ke ruang administrasi setelah selesai membayar dokter Rebecca keluar dari rumah sakit kemudian menghentikan taksi setelah taksi berhenti dokter Rebecca naik taksi tersebut dan dirinya lupa akan pesan tuan Richard untuk menghubungi asisten Rey.


Singkat cerita dokter Rebecca sudah berada di perusahaan milik suaminya dan berjalan ke arah lift khusus CEO. Orang - orang menunduk hormat karena mereka mengenal dokter Rebecca. Dokter Rebecca masuk ke dalam lift sambil menahan agar air matanya tidak keluar hingga dokter Rebecca sudah di depan pintu ruangan suaminya.


Ceklek


" Maaf mengganggu," jawab dokter Rebecca ketika tuan Richard dan wanita cantik tersebut menatapnya dengan penuh kebencian.


" Tidak sopan!!! Kalau masuk ketuk pintu!!!" bentak wanita itu.


" Keluar!!!" teriak tuan Richard.


" Maaf," jawab dokter Rebecca sekali lagi sambil menutup pintu dengan rapat.


Dokter Rebecca membalikkan badannya bersamaan dirinya melihat asisten Rey membuat asisten Rey merasa bersalah.


" Kak Rey, apakah suratnya sudah siap?" tanya dokter Rebecca sambil tersenyum walau dalam hatinya menyimpan luka yang sangat dalam.


" Maaf nyonya, surat apa?" tanya asisten Rey.


" Surat Perceraian kami," jawab dokter Rebecca.


" Nyonya serius ingin menandatangani surat perceraian?" tanya asisten Rey.


" Suamiku sudah menemukan penggantiku jadi aku harus tahu diri sebelum suamiku memintaku menandatangani surat perceraian dan mengusirku lebih baik aku melakukannya sekarang," jawab dokter Rebecca.

__ADS_1


" Tapi nyonya setelah nyonya menandatangani surat cerai tersebut nyonya harus menunggu dokumen yang di tanda tangani oleh tuan Richard lebih dulu karena nyonya akan mendapatkan kompesasi baik rumah, mobil dan uang," ucap asisten Rey.


" Kita berbicara di ruangan kak Rey," pinta dokter Rebecca.


" Baik nyonya tapi saya ingin mengantar dokumen ini dulu dan nyonya silahkan menunggu di ruangan ku," ucap asisten Rey.


" Jika suamiku bertanya bilang saja tidak melihatku," pinta dokter Rebecca.


" Baik nyonya," jawab asisten Rey.


Dokter Rebecca berjalan ke arah ruangan asisten Rey sedangkan asisten Rey mengetuk pintu setelah dipersilakan masuk asisten Rey membuka pintu ruangan milik tuan Richard.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dokter Rebecca duduk di sofa sambil mengusap wajahnya dengan kasar dan tidak berapa lama dokter Rebecca menangis mengeluarkan segala sesak di dada bersamaan asisten Rey membuka pintu ruangan tersebut.


Asisten Rey hanya bisa diam dan membiarkan dokter Rebecca menangis setelah agak lama dokter Rebecca berhenti menangis kemudian menatap asisten Rey dengan sendu. Dokter Rebecca membuka tasnya kemudian mengeluarkan dua kartu yang dulu pernah diberikan oleh suaminya kemudian diletakkan di atas meja.


" Kak Rey, selama ini aku tidak pernah memakai ke dua kartuku ini dan sekarang kami akan berpisah jadi aku kembalikan semua pemberian suamiku termasuk dua kartu dan perhiasan," ucap dokter Rebecca sambil melepaskan sepasang anting, gelang, kalung dan terakhir cincin pernikahan semuanya diletakkan di atas meja.


" Aku hanya memakai pemberian suamiku satu stell pakaian yang aku kenakan termasuk tas dan sepatu," sambung dokter Rebecca.


" Baik nyonya dan maaf nyonya ini dokumennya," ucap asisten Rey yang tidak tega melihat kesedihan dokter Rebecca.


Dokter Rebecca menerima surat tersebut kemudian menandatangi dokumen surat cerai tersebut setelah selesai dokter Rebecca memberikan ke asisten Rey.


" Aku hanya meminta sama kak Rey untuk menjaga dan melindungi suamiku," ucap dokter Rebecca sambil berdiri.


" Sekarang nyonya mau kemana?" tanya asisten Rey setelah menerima dokumen surat cerai tersebut tanpa memperdulikan ucapan dokter Rebecca.


" Aku tidak tahu yang pasti aku akan pergi jauh dari kehidupan suamiku dan mengenai uang kompesasi aku tidak membutuhkannya, sudah cukup ayahku menerima uang dari hasil menjual ku," ucap dokter Rebecca sambil berjalan meninggalkan asisten Rey.


" Nyonya tidak pamit dengan tuan Richard?" tanya asisten Rey.


" Tidak kak, tadi saja aku di bentak dan di usir dari ruangan tuan Richard," jawab dokter Rebecca yang sudah mengubah nama panggilan suaminya.


" Apakah nyonya tahu siapa wanita itu?" tanya asisten Rey.


" Tidak," jawab dokter Rebecca singkat dan tidak perduli siapa wanita itu.


" Dia adalah mantan calon istrinya tuan Richard," jawab asisten Rey.


" Syukurlah akhirnya mereka bisa bersama," jawab dokter Rebecca sambil tersenyum hambar.


" Kenapa nyonya tidak marah?" tanya asisten Rey.


" Aku hanya seorang pengganti jadi sebagai pengganti harus tahu diri, maaf kak Rey aku pamit," ucap dokter Rebecca sambil membalikkan badannya meninggalkan asisten Rey sendirian di ruangannya.


xxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Maaf novel ini author tamatkan karena akan ada sension ke dua dengan judul berbeda. Silahkan mampir dengan judul :



__ADS_2