
" Tidak akan, sebelum kamu membersihkan makanan yang kamu sengaja jatuhkan." jawab dokter Rebecca
" Aku tidak mau," jawab wanita itu sambil berusaha melepaskan tangan dokter Rebecca
" Baiklah." jawab dokter Rebecca sambil menekan tangan kanan wanita itu dengan kencang
" Sakit, lepaskan!!" Teriak wanita itu menahan rasa sakit ketika tangannya di tekan oleh dokter Rebecca.
" Aku bilang tidak ya tidak kecuali kamu bersihkan." jawab dokter Rebecca.
" Baik... Baik.... Aku akan bersihkan," Jawab wanita itu singkat karena tangan kanannya sangat sakit.
Dokter Rebecca pun melepaskan tangannya yang menekan tangan wanita itu kemudian mendorong wanita itu hingga terjatuh di lantai.
bruk
Tubuh wanita itu langsung terjatuh dan mengenai makanan yang tadi berhamburan keluar dari paper bag dan mengotori lantai membuat pakaian wanita itu menjadi kotor.
" Bersihkan." Perintah dokter Rebecca.
" Tidak akan." Jawab wanita itu sambil berdiri dan membersihkan makanan yang menempel di pakaiannya.
Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dokter Rebecca mengangkat telepon yang berada di meja tuan Richard kemudian menekan tombol angka dua.
Setelah selesai menekan tombol dua dokter Rebecca berbicara sebentar agar asisten Rey datang ke ruangannya. Setelah selesai mengobrol dengan asisten Rey, dokter Rebecca menutup teleponnya.
" Bersihkan." Perintah dokter Rebecca lagi mengulangi perkataannya.
" Tidak akan, walau nyonya menghubungi asisten Rey saya tidak takut sedikitpun." Ucap wanita itu dengan nada santai sambil membalikkan badannya.
" Tunggu saja pembalasanku." Ancam wanita itu sambil melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan CEO.
duak
bruk
Dokter Rebecca menendang salah satu kaki wanita itu dan mengenai tulang kering wanita itu hingga wanita itu terjatuh lagi. Dokter Rebecca tiba - tiba meringis kesakitan karena perutnya terasa perih tapi berusaha untuk menahannya.
" Bersihkan tidak!!!" Bentak dokter Rebecca
" Baik." Jawab wanita itu sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan emosi.
" Bagus, kamu tahu aku paling benci makanan yang di buang sedangkan banyak orang yang di luaran sana kelaparan yang tidak bisa makan." Ucap dokter Rebecca mengapa dirinya memberikan pelajaran ke wanita itu.
tok
tok
tok
" Masuk." Jawab dokter Rebecca
ceklek
__ADS_1
Asisten Rey membuka pintu ruangan CEO kemudian menundukkan hormat ke arah dokter Rebecca tanpa melihat kalau ada wanita yang sedang membersihkan makanan akibat ulahnya sendiri.
" Ada apa nyo..." Ucapan asisten Rey tiba - tiba terputus.
Asisten Rey tidak melanjutkan perkataannya karena matanya membulat sempurna melihat anak buahnya sedang memunguti makanan yang sedang jatuh di lantai.
" Ada apa nyonya? dan kenapa wanita itu ada di lantai?" tanya asisten Rey melanjutkan ucapannya.
" Wanita ini sengaja menjatuhkan makanan dan aku paling benci melihat orang yang tidak menghargai makanan karena masih banyak orang yang kelaparan dan tidak bisa makan." jawab dokter Rebecca sambil menatap tajam ke arah wanita itu.
Asisten Rey menatap kesal ke arah anak buahnya padahal sudah diperingatkan tapi masih berulah dan tidak berapa lama ponselnya berdering asisten Rey mengambil ponselnya di saku jasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah tahu asisten Rey menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya, setelah dua menit bercakap asisten Rey menyimpan kembali ponselnya.
" Kamu ke ruangan ku." Perintah asisten Rey sambil menunjuk wanita yang sedang duduk di lantai.
" Maaf nyonya nanti nanti office girl akan datang membersihkan lantainya." Ucap asisten Rey menjelaskan.
" Ok. Oh ya kak ini baru tiga dokumen sudah selesai." Ucap Karen sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah meja untuk mengambil tiga dokumen itu dan menyerahkan tiga dokumen tersebut ke asisten Rey.
" Baik nyonya, saya nanti akan mengeceknya dan soal makanan nanti saya pesan lagi." Ucap asisten Rey sambil menerima tiga dokumen tersebut.
" Ok. Terima kasih kak Rey." Jawab dokter Rebecca sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kursi kebesaran milik suaminya.
" Sama - sama nyonya." Jawab asisten Rey.
Asisten Rey keluar dari ruangan milik tuan Richard sambil menarik tangan wanita itu sedangkan wanita itu memalingkan wajahnya ke arah dokter Rebecca dan menatap dokter Rebecca dengan tatapan tajam seakan - akan ingin menerkamnya bulat-bulat.
Dokter Rebecca yang tidak mau kalah ikut menatap tajam ke arah wanita itu dan tanpa sepengetahuan mereka tuan Richard masih setia melihat dokter Rebecca melalui rekaman cctv di laptopnya.
Awalnya ketika melihat apa yang dilakukan oleh salah satu pegawainya yang sengaja menjatuhkan dua paper bag tersebut. Tuan Richard ingin menghubungi asisten Rey tapi ketika melihat dokter Rebecca melawan anak buahnya membuat tuan Richard membatalkan untuk menghubungi asisten Rey dan melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Tuan Richard tidak menyadari kalau sejak tadi dokter Rebecca menahan rasa perih pada perutnya walau sudah beberapa hari namun rasa perih dalam perut dokter Rebecca tidak hilang karena tuan Richard sering meminta melakukan hubungan suami istri setiap dirinya menginginkannya tanpa mengetahui kalau dokter Rebecca selalu berusaha menahan rasa perih tersebut.
Tuan Richard tidak tahu kalau sebentar lagi bahaya akan mengancam nyawa istri yang sangat di cintai nya.
" Aish... sampai lupa makan, aku makan dulu saja." Ucap tuan Richard.
Tuan Richard menghubungi kepala pelayan untuk menyiapkan makanan untuknya setelah selesai tuan Richard menyimpan kembali ponselnya dan sambil menunggu tuan Richard kembali menatap ke arah laptopnya.
xxxxxxx
Tidak berapa lama makanan datang dan kali ini yang mengantar makanan dan minuman oleh office girl dengan menggunakan paper bag dan dokter Rebecca pun menerima paper bag tersebut.
Selesai menyerahkan dua paper bag ke dokter Rebecca, office girl langsung membersihkan lantai yang kotor tersebut sedangkan dokter Rebecca makan dengan lahap karena dirinya sangat lapar.
Selesai makan dan minum dokter Rebecca kembali mengerjakan dokumen yang sebagian belum dikerjakan tanpa memperdulikan perutnya yang tiba - tiba terasa mulai perih.
" Akhhhhhhhhhhh... akhirnya selesai juga tapi kok aku ngantuk ya? sepertinya enak kalau ngopi." Ucap dokter Rebecca sambil menguap.
Dokter Rebecca berdiri dan berjalan keluar dari ruangan kerja milik suaminya dan berjalan ke arah pantry untuk membuat kopi, dokter Rebecca melihat empat wanita menatapnya dengan sinis tapi dokter Rebecca tidak memperdulikannya.
" Cih... wanita simpanan bos yang tidak punya rasa malu." hina wanita pertama sambil menatap sinis.
" Dasar tidak malu." Ucap ke tiga temannya serempak.
__ADS_1
" Nona - nona bicara dengan siapa?" Tanya dokter Rebecca
" Siapa lagi kalau bukan dengan wanita mu ra han seperti dirimu." Hina wanita pertama.
plak
Dokter Rebecca yang sangat kesal langsung menampar wanita itu sambil menatap tajam ke arah wanita pertama.
" Si*l berani sekali menamparku!!" bentak wanita pertama dan bersiap untuk membalasnya.
Tapi tangan dokter Rebecca lebih cepat dan menahan tangan wanita itu dan memelintirnya ke arah belakang membuat wanita pertamanya berteriak kesakitan.
" Lepaskan tanganku!!!! Dasar wanita mu ra han." Bentak wanita pertama sambil meringis kesakitan
" Kita pukul saja wanita mu ra han ini." Usul wanita ke dua
" Ayo." Ucap wanita ke tiga dan ke empat serempak
Dokter Rebecca mendorong tubuh wanita pertama dan menabrak wanita ke dua dan ke tiga membuat wanita ke empat sangat marah dan berniat memukul dokter Rebecca sedangkan dokter Rebecca yang bisa bela diri berusaha menghindar dan memukul balik.
bugh
duag
bruk
Dokter Rebecca berhasil memukul dan menendang wanita ke empat tersebut hingga ambruk namun tiba - tiba kepala dokter Rebecca terasa sangat pusing dan perutnya semakin bertambah perih.
bruk
Dokter Rebecca berusaha untuk tersadar tapi semakin di tahan membuat rasa sakitnya semakin tersiksa dan dokter Rebecca langsung tidak sadarkan diri.
" Kok dia pingsan?" tanya wanita pertama
" Tidak perduli, ayo kita pukul saja." Ucap wanita ke dua yang sangat dendam dan iri hati terhadap dokter Rebecca.
" Ok." Jawab ke tiga wanita itu serempak.
Ke empat wanita itu tanpa punya rasa iba sedikitpun memukul tubuh dokter Rebecca hingga kepala, mulut dan hidung dokter Rebecca mengeluarkan darah segar.
" Berhenti!!!" Teriak asisten Rey tiba - tiba datang bersama lima bodyguard.
Ke empat wanita itu serentak langsung berhenti memukul dokter Rebecca sedangkan asisten Rey langsung memerintahkan empat bodyguardnya untuk menangkap ke empat wanita itu dan di bawa ke markas milik tuan Richard.
Selesai memberikan perintah asisten Rey mengangkat tubuh dokter Rebecca yang masih mengeluarkan darah segar baik dari kepala, mulut, hidung dan perut. Asisten Rey berjalan dengan langkah cepat keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah pintu lift dengan diikuti oleh bodyguard satunya.
Asisten Rey duduk di belakang kursi pengemudi dan meletakkan kepala dokter Rebecca di pahanya sambil mengelap darah yang keluar dari kepala, mulut dan hidung dokter Rebecca sedangkan bodyguard yang merangkap sopir duduk di kursi pengemudi dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Asisten Rey dan bodyguardnya duduk menunggu di ruangan UGD dengan hati was - was karena tadi tuan Richard memarahi dirinya karena lalai menjaga dokter Rebecca.
" Aku pasti kena hukuman dari tuan Richard." Ucap asisten Rey sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
" Kemungkinan saya dan ke tiga temanku juga terkena hukuman karena lalai menjaga nyonya Rebecca." Ucap bodyguard itu sambil ikut mengusap wajah nya dengan kasar.
__ADS_1