
Dokter Rebecca berjalan ke arah ranjang sedangkan tuan Richard yang awalnya ingin turun dari ranjang membatalkannya. Dokter Rebecca duduk di ranjang samping tuan Richard mereka berdua mengobrol bersama sambil menunggu perawat datang.
" Honey, sepertinya perawatnya datang masih lama lebih baik honey mandi saja dulu," ucap dokter Rebecca.
" Baiklah," jawab tuan Richard.
Tuan Richard turun dari ranjang dan perlahan jalan ke arah kursi roda kemudian duduk di kursi roda membuat dokter Rebecca terkejut dengan apa yang dilihatnya.
" Honey sudah bisa berjalan?" Tanya dokter Rebecca dengan mata berkaca-kaca.
" Iya sedikit - sedikit sudah bisa jalan, apakah sayangku tadi tidak sadar kalau tadi aku turun ke bawah dan ingin menggendong dirimu?" Tanya tuan Richard.
" Maaf tadi aku kurang memperhatikan." Jawab dokter Rebecca.
" Sudahlah tidak apa - apa aku mau mandi dulu nanti asisten Rey datang membawa pakaianku dan juga pakaianmu kamu terima saja barangnya." Ucap tuan Richard.
" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat
Tuan Richard mendorong kursi rodanya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan dokter Rebecca berbaring di ranjang menunggu asisten Rey datang dan perawat.
ceklek
Asisten Rey membuka pintu ruang perawatan dan membawa lima paper bag kemudian berjalan ke arah sofa untuk meletakkan ke lima paper bag tersebut ke meja.
" Pagi nona." Sapa asisten Rey
" Pagi kak Rey." Jawab dokter Rebecca
" Tuan Richard kemana?" Tanya asisten Rey
" Hon... eh tuan Richard sedang di kamar mandi." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum malu.
ceklek
Asisten Rey yang mengerti arti kata selanjutnya hanya tersenyum dan ketika ingin mengatakan sesuatu bertepatan pintu kamar mandi terbuka lebar dan melihat tuan Richard memakai handuk yang menutupi bagian tubuh bawahnya.
" Maaf tuan ini pakaian tuan." Jawab asisten Rey sambil memberikan satu paper bag ke tuan Richard.
" Ok, oh iya hari ini Rebecca tidak bisa membantu paling dua atau tiga hari baru bisa membantumu." Ucap tuan Richard sambil menerima paper bag pemberian asisten Rey.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey patuh.
" Kamu urus semuanya hari ini calon istriku akan pulang." Ucap tuan Richard
" Baik tuan." Jawab asisten Rey kembali.
" Sekarang kamu pergilah." Usir tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab Asisten Rey sambil membawa satu paper bag yang berisi makanan untuk dirinya.
Asisten Rey pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan tuan Richard mendorong kursi rodanya menuju ke arah kamar mandi untuk memakai pakaian.
ceklek
Seorang perawat membuka pintu dan berjalan ke arah dokter Rebecca sambil membawa baskom untuk men lap tubuh dokter Rebecca.
Ceklek
Tuan Richard membuka pintu kamar mandi dan sudah memakai pakaian santai namun tuan Richard langsung membalikkan badannya menggunakan kursi rodanya ketika melihat tubuh polos calon istrinya.
( " *Si*l adik kecilku jadi tegang." Umpat tuan Richard dalam hati* ).
" Suster tolong ambilkan pakaianku di meja itu." Ucap dokter Rebecca sambil menunjuk ke arah meja dekat sofa.
__ADS_1
" Baik nona." Jawab perawat itu.
Perawat itupun berjalan mengambil pakaian dokter Rebecca dan membantu memakaikannya, singkat cerita kini dokter Rebecca sudah selesai berpakaian dan perawat itu pun pergi meninggalkan mereka berdua sambil membawa baskom dan botol selang infus yang sudah di lepas di pergelangan tangan dokter Rebecca.
Tuan Richard yang mendengar pintu ruang perawatan VVIP tertutup langsung membalikkan badannya kemudian mendorong kursi roda dengan menggunakan ke dua tangannya.
" Kenapa suster itu yang men lap tubuhmu? kenapa tidak menungguku?" tanya tuan Richard.
" Aku malu honey, maaf ya?" ucap dokter Rebecca
" Baiklah untuk saat ini aku maafkan tapi lain kali tidak karena aku tidak ingin tubuhnya di lihat oleh orang lain walau itu perempuan sekalipun," ucap David dengan tegas.
" Baik honey, honey kita makan dulu yuk." Ajak dokter Rebecca berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Ok." Jawab tuan Richard singkat sambil berjalan ke arah dokter Rebecca.
" Mau aku suapi?" Tanya dokter Rebecca.
" Boleh tapi saling gantian." Ucap tuan Richard sambil duduk di kursi dekat ranjang kemudian mengambil kotak makanan kemudian diberikan ke dokter Rebecca.
" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat sambil menerima kotak makanan.
Dokter Rebecca mulai menyuapi tuan Richard kemudian dirinya begitu terus secara berulang-ulang hingga tidak terasa makanannya habis.
" Mau lagi honey?" Tanya dokter Rebecca karena melihat masih ada satu kotak makanan.
" Boleh." Jawab tuan Richard singkat.
Dokter Rebecca pun mulai kembali menyuapi tuan Richard setelah itu baru dirinya namun baru setengah dokter Rebecca merasakan kenyang.
" Honey yang habiskan ya? aku sudah kenyang." Ucap dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan dengan telaten dokter Rebecca menyuapi tuan Richard hingga makanan habis tanpa sisa sedikitpun kemudian dokter Rebecca mengambil minuman botol yang berisi air mineral dan diberikan ke arah calon suaminya.
Tuan Richard meminum botol tersebut hingga menyisakan setengah botol kemudian di berikan ke arah dokter Rebecca. Dokter Rebecca tanpa ragu dan jijik langsung meminum hingga habis.
" Kita pulang." Ucap tuan Richard sambil menghubungi salah satu bodyguardnya untuk masuk ke dalam ruang perawatan VVIP.
" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat.
" Sayang, duduklah di pangkuanku." Perintah tuan Richard sambil memakai topeng.
Dengan patuh dokter Rebecca turun dari ranjang dan duduk di pangkuan tuan Richard dan membiarkan tuan Richard memakai topeng karena bagaimanapun dirinya tidak tega melihat calon suaminya sedih jika orang - orang nanti berteriak ketakutan karena melihat wajahnya yang menyeramkan.
ceklek
Salah satu bodyguard milik tuan Richard membuka pintu dan berjalan ke arah mereka berdua dan mendorong kursi roda tuan Richard menuju ke arah parkiran mobil. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik tuan Richard, dokter Rebecca dan tuan Richard masuk ke kamar masing - masing untuk istirahat.
Di tempat yang berbeda seorang wanita paruh baya berlari hingga dirinya bersembunyi di rimbunan pohon untuk menghindari tiga orang yang sedang mengejarnya.
" Si*l dia berhasil kabur," ucap pria pertama
" Bagaimana ini jika tuan tahu kalau tahanan wanita kita kabur?" tanya pria ke dua
" Bagaimana kalau kita bilang kalau wanita itu masuk ke jurang ketika melarikan diri," ucap pria ke tiga
" Bagus juga idemu tapi kalau tidak percaya bagaimana?" tanya pria pertama.
" Kita cari wanita lain terus kita buat pingsan dan kita pakaikan pakaian milik wanita itu dan kita dorong ke jurang," ucap pria ke tiga
" Bagus juga idemu, ayo kita pergi biarkan saja wanita itu sendiri paling tidak berapa lama menjadi santapan hewan buas karena hutan ini banyak binatang buas," ucap pria ke dua.
" Ok," jawab mereka serempak sambil pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
" Aku harus pergi dari tempat ini dan menemui suami dan putraku untuk mengatakan apa yang terjadi selama dua puluh tahun yang lalu," ucap wanita paruh baya tersebut sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut sambil berdoa agar dirinya selamat supaya bisa menemui suami dan putra semata wayangnya.
xxxxxxxx
Pernikahan Dokter Rebecca dan Tuan Richard
Malam berganti pagi dan tidak terasa hari ini adalah hari pernikahan dokter Rebecca dengan tuan Richard secara sederhana karena tuan Richard tidak ingin membuat malu dokter Rebecca karena dirinya cacat dan lumpuh.
Pernikahan dokter Rebecca dan tuan Richard hanya disaksikan oleh asisten Rey dan semua penghuni mansion, mereka mengadakan janji suci untuk hidup semati sampai maut memisahkan mereka dan para penghuni mansion saling memberikan selamat kepada pasangan pengantin. Tuan Richard sengaja tidak mengundang keluarga dokter Rebecca karena tuan Richard tidak ingin suasana kebahagiaan mereka menjadi terganggu dengan sifat keluarga dokter Rebecca yang mata duitan. Setelah lima jam lamanya akhirnya pesta pernikahan sederhana mereka sudah selesai, dokter Rebecca dan tuan Richard kini berada dalam satu kamar.
" Honey aku mau mandi dulu ya?" Ucap dokter Rebecca
" Ok." Jawab tuan Richard singkat
Dokter Rebecca berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya hingga lima belas menit kemudian dokter Rebecca sudah selesai mandi dengan memakai handuk yang memperlihatkan setengah dua gunung kembarnya yang lumayan besar seukuran tangan suaminya dan paha putih mulus.
ceklek
Ketika dokter Rebecca membuka pintu kamar mandi dan berjalan ke arah lemari pakaian tuan Richard menelan salivanya dengan kasar membuat adik kecil milik tuan Richard meronta-ronta dan ingin dikeluarkan dari sangkarnya.
" Honey tidak mandi?" Tanya Karen Rebecca sambil membuka lemari pakaian untuk mengambil satu stell pakaian santai berikut **********..
" Mandikan aku." pinta tuan Richard
" Tapi..." Ucapan dokter Rebecca terpotong oleh tuan Richard.
" Kamu istriku dan seorang istri harus menuruti perintah suami." Ucap tuan Richard.
" Baiklah tapi aku pakai pakaian dulu." ucap dokter Rebecca.
" Tidak perlu terlalu lama." Ucap tuan Richard sambil tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan berikut dokter Rebecca.
" Tapi aku akan kedinginan jika tidak memakai pakaian." Jawab dokter Rebecca sambil membalikkan badannya.
" Nanti aku hangatkan." Ucap tuan Richard
" Maksudnya?" Tanya dokter Rebecca dengan nada bingung
" Rebecca, aku sudah bilang jangan suka membantah perintah suami." Ucap tuan Richard sambil menatap tajam ke arah istrinya.
" Baiklah." Jawab dokter Rebecca singkat dan pasrah sambil meletakkan pakaiannya di meja dekat sofa.
" Bagus buka semua pakaianku." Perintah tuan Richard.
" Tapi..." dokter Rebecca menghentikan ucapannya karena suami menatap tajam ke arah dirinya membuat dokter Rebecca hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan.
" Baiklah." Jawab dokter Rebecca pasrah.
Dokter Rebecca melepaskan jas, dasi dan kemeja hingga menampakkan tubuh atletis suaminya, perutnya yang berbentuk kotak - kotak membuat dokter Rebecca menyentuhnya sedangkan tuan Richard memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan dokter Rebecca.
" Sayang bantu aku berbaring di ranjang dan buka celanaku." Pinta tuan Richard dengan nada mulai berat.
" Baiklah." Jawab dokter Rebecca tanpa curiga sedikitpun
Dokter Rebecca perlahan membantu suaminya berdiri kemudian dibaringkan ke ranjang dengan perlahan kemudian dokter Rebecca duduk di sebelah suaminya sambil melepaskan celana panjangnya hingga menyisakan celana boxer nya.
" Sudah honey." Ucap dokter Rebecca
" Celana boxer nya belum." Ucap tuan Richard.
" Tapi.." Ucapan dokter Rebecca terpotong oleh tuan Richard.
" Rebecca..." Panggil tuan Richard dengan nada satu oktaf.
__ADS_1