Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Belajar Jalan


__ADS_3

Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memejamkan matanya, ke dua tangannya di arahkan ke boxer tuan Richard kemudian menariknya dengan perlahan. Kini tuan Richard polos tanpa sehelai benangpun.


" Honey sudah selesai," jawab dokter Rebecca.


" Bukalah matamu." Ucap suaminya sambil menahan hasrat dan tersenyum devil.


" Tapi..." Lagi - lagi tuan Richard memotong perkataan dokter Rebecca.


" Kamu tahu, aku paling tidak suka di bantah," jawab tuan Richard


" Baiklah." Jawab dokter Rebecca singkat dan pasrah.


Dokter Rebecca perlahan membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna ketika melihat tombak sakti milik suaminya tegak dengan sempurna membuat dokter Rebecca menutup kembali ke dua matanya dengan menggunakan ke dua tangannya sambil


" Ahhhhhhh... " Teriak dokter Rebecca dengan ke dua tangannya masih menutupi wajahnya.


Tuan Richard yang sudah tidak bisa menahan hasratnya langsung menarik handuk dokter Rebecca dan membuangnya secara asal kemudian menarik tangan istrinya ke arah tubuhnya.


bruk


Dokter Rebecca yang belum ada persiapan membuat dokter Rebecca jatuh tepat di tubuh tuan Richard membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang.


" Honey." Panggil dokter Rebecca.


" Aku ingin melakukan sekarang karena aku tidak bisa menahan lagi." Bisik tuan Richard tanpa menunggu persetujuan istrinya.


Tuan Richard menggulingkan tubuhnya dan kini tuan Richard berada di atas tubuh dokter Rebecca kemudian wajah tuan Richard mendekati wajah istrinya membuat dokter Rebecca mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.


cup


Tuan Richard mengecup bibir istrinya secara singkat kemudian berubah menjadi ******* setelah agak lama ciuman berpindah ke leher istrinya dan meninggalkan jejak stempel kemerahan.


" Ahhhh honey.." Ucap dokter Rebecca men de sah menikmati sentuhan suaminya.


Tuan Richard yang mendengar suara merdu istrinya membuat dirinya semangat dan setelah di rasa cukup pemanasan tuan Richard mulai mencoba memasukkan adik kecilnya ke goa yang paling dalam awalnya sulit tapi tuan Richard mencobanya kembali namun baru masuk kepalanya dokter Rebecca meringis kesakitan.


" Hiks... hiks... honey ... sakit... hiks ...hiks .." Rintih dokter Rebecca ketika tubuhnya di satukan oleh suaminya membuatnya perih di bagian area sensitif miliknya.


" Nanti lama - lama enak sayang." Bisik tuan Richard yang sudah tidak bisa menahan hasratnya.


jleb


" Akhhhhh... Sakit..." teriak dokter Rebecca.

__ADS_1


Di hentakkan ke tiga barulah adik kecilnya bisa masuk semuanya ke dalam goa milik istrinya yang paling terdalam, hal itu membuat tuan Richard merem melek merasakan jepitan milik istrinya.


" Hiks.... hiks .... honey sakit... tolong keluarkan lagi hiks... hiks ..." Ucap dokter Rebecca sambil memeluk suaminya dan menangis dan tidak berapa lama air matanya mulai keluar.


" Tanggung sayang, enak banget... nanti lama - lama enak kok." Bisik tuan Richard sambil mencium bibir istrinya agar mengurangi rasa perih pada bagian sensitifnya sambil menghapus air mata istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


Setelah dokter Rebecca sudah tenang dan tidak menangis lagi tuan Richard mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluar lahar miliknya. Tuan Richard menarik adik kecilnya kemudian menggulingkan tubuhnya setelah itu memeluk tubuh istrinya.


cup


" Terima kasih sayang, malam ini kita melakukan hanya sekali dan besok kita lanjutkan lagi." Bisik tuan Richard sambil mengecup bibir istrinya singkat.


Dokter Rebecca hanya menganggukkan kepalanya kemudian membalas pelukan suaminya sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.


" Sekarang kita tidur dulu mengumpulkan tenaga untuk besok pagi." Bisik tuan Richard.


Dokter Rebecca hanya tersenyum sambil menikmati pelukan suaminya dan merekapun berbaring dengan menggunakan selimut yang sama dan tidak membutuhkan waktu yang lama mereka tidur dengan pulas.


Tidak terasa hari sudah berganti pagi dan pasangan pengantin masih setia memejamkan matanya. Tidak berapa lama dokter Rebecca pun perlahan membuka matanya dan kepalanya di angkat ke atas untuk melihat suaminya yang masih setia memejamkan matanya sambil membelai wajah suaminya.


" Aku harap jika aku hamil nanti dan melahirkan seorang putra suamiku tidak akan menceraikan aku." Ucap dokter Rebecca dengan nada lirih.


" Aku ingin mandi dulu badanku sangat lengket." Sambung dokter Rebecca.


Dokter Rebecca melepaskan tangan tuan Richard yang masih memeluk dirinya tapi pelukan tuan Richard malah bertambah erat hal itu membuat dokter Rebecca tidak menyerah untuk melepaskan pelukan tuan Richard.


Tuan Richard yang sedang tertidur dengan pulas membuat dirinya terusik dan tuan Richard membuang secara asal selimutnya kemudian langsung menaiki tubuh mungil istrinya dan kini dirinya berada di atas tubuh istrinya.


" Sayang, seperti yang semalam aku katakan kalau pagi ini kita akan melakukannya lagi." bisik tuan Richard.


Tuan Richard kembali melakukan seperti semalam sedangkan dokter Rebecca tidak tega untuk menolak permintaan tuan Richard karena bagian privasinya masih terasa perih.


Setelah setengah jam kemudian barulah keluar lahar milik tuan Richard setelah beberapa saat tuan Richard menarik adik kecilnya dan berguling ke arah samping kemudian memeluk istrinya.


cup


" Terima kasih sayang ternyata enak sekali." Bisik tuan Richard sambil mengecup bibir istrinya singkat.


Dokter Rebecca hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya sambil menatap wajah suaminya.


" Honey, aku mandi dulu badanku sangat lengket dan gerah." Ucap dokter Rebecca


" Baiklah." Jawab tuan Richard singkat sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Dokter Rebecca ikut melepaskan pelukannya kemudian bangun dari ranjangnya namun ketika ke dua kakinya turun dari ranjang dan berdiri tiba dokter Rebecca meringis karena bagian privasinya terasa perih membuat dokter Rebecca terpaksa duduk kembali di sisi ranjang dan tidak berani turun dari ranjangnya.


" Kenapa sayang?" tanya tuan Richard dengan nada bingung.


" Punyaku sangat perih honey." Ucap dokter Rebecca sambil menyentuh bagian privasinya.


" Maaf sayang, pasti bagian itu pasti terasa perih nanti seminggu kurang bagian perihnya akan hilang." Ucap tuan Richard merasa bersalah.


" Tidak apa - apa honey." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum dan berusaha untuk berdiri.


" Sekali lagi maafkan aku seharusnya kamu itu aku gendong tapi ke dua kakiku...." Ucap tuan Richard menggantungkan kalimatnya menatap dokter Rebecca dengan tatapan sendu.


" Sstttt.. sudah honey jangan merasa bersalah, sungguh aku tidak apa-apa." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum sambil jari telunjuknya diarahkan ke mulut tuan Richard.


" Apa aku paksakan untuk berdiri?" Tanya tuan Richard sambil turun dari ranjang.


" Jangan honey tulang kaki honey belum begitu kuat, kita mandi sama - sama ya honey tapi aku siapkan dulu air hangatnya." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum karena dirinya tidak tega melihat wajah sedih suaminya.


" Baiklah." Jawab tuan Richard sambil menatap dokter Rebecca dengan tatapan bersalah dan merasa dirinya tidak berguna.


Dokter Rebecca tersenyum kemudian berjalan dengan perlahan sambil menahan perih di bagian privasinya menuju ke arah kamar mandi untuk mengisi air bathtub.


Setelah penuh dokter Rebecca memutar kran dan otomatis air kran berhenti mengalir kemudian memberikan aroma vanila kesukaan dokter Rebecca.


ceklek


Dokter Rebecca membuka pintu kamar mandi kemudian berjalan ke arah ranjang tuan Richard.


" Honey aku bantu agar duduk di kursi roda ya, kita mandi bersama." Ucap dokter Rebecca.


" Kamu tidak malu kalau kita berdua tidak menggunakan sehelai benangpun?" Tanya tuan Richard.


" Kenapa malu kan honey suamiku." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum dengan wajah merona merah.


Dokter Rebecca membantu tuan Richard untuk bangun dan duduk di kursi roda kemudian mereka masuk ke dalam kamar mandi. Lima belas menit kemudian kini mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.


" Honey kita turun ke lantai satu yuk? untuk sarapan pagi." Ajak dokter Rebecca.


" Ayo sayang." Ucap tuan Richard sambil tersenyum.


Dokter Rebecca mendorong kursi roda tuan Richard untuk keluar dari kamar mereka menuju ke lantai satu, singkat cerita kini mereka sudah sarapan pagi dan kini mereka sedang duduk di depan taman menikmati udara pagi.


" Honey, apakah honey mau belajar jalan?" Tanya dokter Rebecca sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2