Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Operasi


__ADS_3

Tuan Richard yang sudah tidur mendengar dengan jelas gumaman dokter Rebecca membuat tuan Richard memindahkan kepala dokter Rebecca agar dirinya dapat melihat jelas.


" Daddy, mommy sangat mencintai daddy jangan diamkan mommy hiks.... hiks..." ucap dokter Rebecca kembali sambil memeluk suaminya.


Cup


" Tidurlah daddy tidak akan meninggalkanmu," ucap tuan Richard sambil membalas pelukan istrinya dan tidak berapa lama tuan Richard menyusul dokter Rebecca ke dalam mimpi indah mereka.


Malam berganti pagi, dokter Rebecca perlahan membuka matanya dan melihat dirinya sudah berada di ranjang. Dokter Rebecca sangat terkejut karena dirinya memeluk suaminya dengan kepala bersandar di dada bidang suaminya. Dokter Rebecca berusaha mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya.


" Perasaan semalam aku tidur di sofa balkon tapi kenapa sekarang pindah ke ranjang? Apa suamiku yang memindahkan aku? Pasti suamiku yang memindahkan aku memangnya siapa lagi?" Ucap dokter Rebecca.


Dokter Rebecca perlahan melepaskan tangan tuan Richard kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.


ceklek


Dokter Rebecca membuka pintu kamar mandi dan mandi dengan menggunakan air shower lima belas menit kemudian dokter Rebecca sudah selesai mandi dengan memakai handuk yang menutupi sebagian dua gunung kembarnya dan menutupi sebagian paha putihnya yang sangat mulus kemudian berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil pakaiannya. Dokter Rebecca dengan santai membuka lilitan handuknya dan menaruhnya di meja dekat ranjang


bruk


" Akhhhhh." Teriak dokter Rebecca


Tuan Richard menarik tangan istrinya hingga jatuh menimpa tubuh suaminya dan sama - sama dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun.


" Daddy." Panggil dokter Rebecca terkejut.


" Pagi - pagi sudah menggodaku? hmmm..." bisik suaminya sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


Tuan Richard membalikkan badannya dan kini dokter Rebecca berada di bawah tubuh tuan Richard. Tuan Richard memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup tuan Richard menyatukan miliknya ke tubuh dokter Rebecca.


" Daddy... ahhh." de sah dokter Rebecca.


******* dokter Rebecca membuat tuan Richard bersemangat menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga tidak berapa lama keluarlah lahar milik tuan Richard. Tuan Richard menarik tombak saktinya dan berpindah ke arah samping kemudian memeluk tubuh polos istrinya.


" Daddy sejak kapan melepaskan pakaian?" Tanya dokter Rebecca sambil membalas pelukan suaminya.


" Sejak mommy bangun dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa membawa pakaian dan daddy langsung membuka seluruh pakaian daddy hingga polos tanpa sehelai benangpun." jawab tuan Richard dengan kalimat vulgarnya.


" Suamiku kenapa jadi mesum begini?" Tanya dokter Rebecca sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.


" Mesum hanya sama istri sendiri tidak apa-apa bukan?" Tanya tuan Richard sambil membelai punggung polos dokter Rebecca.


" Tidak apa - apa." Jawab dokter Rebecca dengan wajah masih merah merona.


" Semalam kenapa tidur di balkon? dan kenapa kamu menangis?" Tanya tuan Richard penasaran.


" Semalam aku sangat asyik menatap bulan dan bintang - bintang sambil duduk di sofa balkon dan karena aku mengantuk aku tertidur di sofa balkon. Aku tidak menangis itu karena mata mommy terkena debu." jawab dokter Rebecca berbohong.


" Benarkah? Tapi dari tatapan matamu kamu berbohong." Ucap tuan Richard sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Oh iya bukankah hari ini suamiku operasi wajah? Kita harus bersiap - siap berangkat ke rumah sakit." Ucap dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan dan tidak menjawab pertanyaan tuan Richard.


" Baiklah, jika kamu tidak jujur padaku." jawab tuan Richard sambil melepaskan pelukan dokter Rebecca dan hendak berjalan ke arah kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan dokter Rebecca.


Grep


" Baik akan aku katakan tapi aku minta daddy duduk dulu," pinta dokter Rebecca


David dengan patuh duduk di sebelah dokter Rebecca dengan bersandar di kepala ranjang begitu pula dengan dokter Rebecca.

__ADS_1


" Mommy menangis karena waktu semalam daddy mendiamkan mommy dan bersikap dingin seakan mommy melakukan kesalahan karena itulah mommy tidur di balkon," jawab dokter Rebecca


" Jujur kemarin malam daddy sangat cemburu dengan kepala pelayan," ucap tuan Richard.


" Sangat cemburu? Kenapa?" tanya ulang dokter Rebecca dengan nada bingung.


" Kalian berdua mengobrol dengan sangat serius dan ketika daddy bertanya mommy tidak menjawab," ucap tuan Richard


" Daddy, mommy hanya menanyakan kesukaan makanan daddy dan apa yang tidak di sukai daddy," jawab dokter Rebecca.


" Tapi kan mommy bisa tanya sama daddy jangan pria lain," ucap tuan Richard dengan wajah di tekuk.


" Maaf, mommy tidak akan ulangi," jawab dokter Rebecca.


" Daddy tidak tahu jika kamu dekat dengan pria lain baik itu kepala pelayan, bodyguard, asisten Rey dan siapa pun daddy sangat cemburu," ucap tuan Richard dengan nada posesif.


" Maaf dad," ucap dokter Rebecca yang kini mengerti kenapa kemarin suaminya berubah.


" Jika seandainya daddy dekat wanita lain, apakah mommy juga cemburu?' tanya tuan Richard


" Tentu saja sangat cemburu tapi jika daddy sangat mencintai wanita itu mommy mengalah asalkan daddy bahagia," ucap dokter Rebecca sambil tersenyum walau hatinya terluka.


" Daddy sangat mencintaimu dan tidak ada wanita lain yang daddy cintai selain mommy," ucap tuan Richard dengan tegas.


Grep


" Terima kasih daddy, mommy sangat bahagia  mendengar ucapan daddy," ucap dokter Rebecca sambil memeluk suaminya.


" Daddy juga bahagia bisa menikah dengan wanita sebaik dirimu," ucap tuan Richard sambil membalas pelukan dokter Rebecca.


" Kita mandi bersama biar cepat selesai," bisik David


Singkat cerita kini mereka sudah selesai memakai pakaian, dokter Rebecca memakai dress warna putih warna kesukaannya begitu pula dengan tuan Richard. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuruni anak tangga hingga mereka melihat asisten Rey sedang berdiri di lantai bawah menunggu kedatangan mereka.


" Selamat pagi kak Rey." Sapa dokter Rebecca sambil tersenyum dan menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


" Selamat pagi nyonya." Jawab asisten Rey sambil berjalan mengikuti ke dua majikannya.


Asisten Rey membuka pintu mobil belakang pengemudi dan tuan Richard duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan dokter Rebecca tanpa menunggu asisten Rey membuka pintu mobil dokter Rebecca sudah membukanya terlebih dahulu dan duduk di samping tuan Richard. Asisten Rey membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.


Asisten Rey mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali semua terlarut dalam pikiran masing-masing hingga tidak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit.


Dokter Rebecca menemani suaminya konsultasi sedangkan asisten Rey hanya menunggu mereka berdua di luar ruangan.


Selesai konsultasi tuan Richard masuk ke ruang operasi sedangkan dokter Rebecca dan asisten Rey duduk menunggu tuan Richard selesai di operasi.


Asisten Rey melirik sekilas ke arah dokter Rebecca dan melihat wajah dokter Rebecca menyimpan kesedihan yang mendalam.


" Maaf nyonya, saya melihat nyonya sedih ada apa?" tanya asisten Rey penasaran.


Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menatap wajah asisten Rey.


" Aku tidak tahu kenapa suamiku kadang berubah baik, perhatian dan terkadang berubah menjadi dingin, Kak Rey jika seandainya operasinya berhasil dan suamiku sudah menemukan pengganti ku maka aku akan pergi dari kehidupan suamiku. Aku hanya meminta tolong ke kak Rey untuk membuatkan dokumen perceraian kami karena di saat suamiku menemukan pengganti ku pasti suamiku akan menendang ku jadi sebelum suamiku menendang ku aku sudah menandatangani surat perceraian ku." Ucap dokter Rebecca yang sudah merasa kehadirannya tidak dikehendaki.


Walau tuan Richard sudah mengatakan kalau tuan Richard sangat mencintai dokter Rebecca tapi dirinya merasakan suatu saat nanti kehadirannya tidak dikehendaki oleh tuan Richard.


" Apakah tuan Richard sudah tahu?" Tanya asisten Rey dengan nada terkejut.


" Suamiku mengatakan kalau kak Richard sangat mencintaiku tapi aku merasa suatu saat nanti kehadiranku tidak dibutuhkan lagi oleh suamiku." jawab dokter Rebecca sambil menatap langit agar air matanya tidak jatuh.

__ADS_1


" Baiklah kakak akan membuatnya dan mengenai uang kompensasi tidak bisa diberikan saat nyonya menandatangani surat perceraian karena tuan tuan Richard harus menandatangani surat perceraian dan juga tanda tangan cek karena cek itu berjumlah sangat besar dan tidak bisa mendadak." jawab asisten Rey menjelaskan.


" Aku tidak membutuhkan uang kompensasi karena sudah cukup suamiku memberikan uang ke ayah kandungku. Aku hanya membawa pakaian yang aku pakai saat aku datang ke mansion." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum hambar.


" Lalu rencana nyonya mau kemana?" Tanya asisten Rey.


" Aku tidak tahu yang pasti aku akan pergi menjauh ketika suamiku mengusirku." jawab dokter Rebecca sambil menahan rasa sesak di hatinya


" Kenapa nyonya tidak mempertahankan pernikahan nyonya?" Tanya asisten Rey penasaran.


" Cinta itu tidak bisa dipaksakan, aku sangat bahagia jika suamiku bahagia menikah denganku tapi hatiku sangat sakit jika suamiku menikah denganku tapi tidak bahagia denganku. Jadi kebahagiaan diriku adalah melihat kebahagiaan suamiku." jawab dokter Rebecca


" Karena itulah lebih baik aku pergi dari kehidupan suamiku dan pergi sejauh-jauhnya agar hatiku tidak terlalu sakit ketika suatu saat nanti aku melihat kemesraan suamiku dengan kekasih suamiku." sambung dokter Rebecca sambil tersenyum kembali walau hatinya sangat luka.


Tidak berapa lama air mata dokter Rebecca akhirnya tumpah juga dan dokter Rebecca dengan terburu - buru menghapusnya agar asisten Rey tidak melihatnya namun tanpa sepengetahuan dokter Rebecca asisten Rey melihat kalau dokter Rebecca mengeluarkan air matanya.


Akhirnya mereka saling diam tanpa ada yang bicara sedikitpun keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Selama dua jam mereka berdiam diri hingga asisten Rey berdiri karena merasa bosan.


" Nyonya Rebecca, saya mau ke kantin, nyonya mau pesan apa?" Tanya asisten Rey.


" Susu coklat hangat, maaf merepotkan." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.


" Tidak nyonya, saya tidak merasa keberatan." Ucap asisten Rey.


Asisten Rey berjalan ke arah kantin sedangkan dokter Rebecca hanya menutup wajahnya dengan ke dua tangannya sambil memikirkan hal lain agar dirinya tidak terlalu sedih. Tidak berapa lama asisten Rey datang sambil membawa susu coklat hangat untuk dokter Rebecca dan kopi hitam untuk dirinya.


" Maaf nyonya, ini susu coklat hangatnya." Ucap asisten Rey sambil menyodorkan gelas yang berisi susu coklat hangat karena melihat dokter Rebecca sedang menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan tidak menyadari kedatangan dirinya.


Dokter Rebecca membuka ke dua tangannya dan menatap tangan kanan asisten Rey menyodorkan gelas yang berisi susu coklat hangat pesanan dirinya.


" Terima kasih kak." Jawab dokter Rebecca sambil menerima gelas yang berisi susu coklat hangat.


" Sama - sama nyonya." Jawab asisten Rey sambil masih berdiri.


" Kak Rey duduklah di sebelahku." Pinta dokter Rebecca


" Tidak nyonya, saya tidak berani." Tolak asisten Rey.


" Baiklah kalau begitu aku berdiri saja." Ucap dokter Rebecca.


" Memangnya kenapa nyonya?" Tanya asisten Rey dengan nada terkejut.


" Kalau kak Rey duduk maka aku duduk tapi kalau kak Rey berdiri maka aku juga berdiri." Ucap dokter Rebecca menjelaskan.


" Maaf nyonya saya tidak berani." jawab asisten Rey beralasan.


" Kenapa?" Tanya dokter Rebecca penasaran.


" Karena saya tidak pantas duduk bersebelahan dengan nyonya." Jawab asisten Rey.


" Manusia itu sama kak Rey atau apakah kak Rey sebaliknya aku tidak pantas kak Rey duduk di sebelahku? Tanya dokter Rebecca sambil menatap asisten Rey dengan tatapan sendu.


" Tidak nyonya, baiklah saya akan duduk." Ucap asisten Rey pasrah.


" Nah gitu donk kan lebih enak duduk, cape lagi kalau berdiri terus." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum


" Saya sudah terbiasa berdiri nyonya," jawab asisten Rey ikut membalas senyuman dokter Rebecca.


( " Nyonya dokter Rebecca memang sangat beda dengan gadis lain, sungguh sangat bodoh kalau tuan Richard mencari gadis lain." Ucap asisten Rey dalam hati ).

__ADS_1


__ADS_2