Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Terluka Kembali


__ADS_3

" Aku minta jangan lakukan itu lagi," ucap tuan Richard.


" Ya," jawab dokter Rebecca singkat.


( " ***Maaf aku akan tetap melakukannya karena lebih baik aku yang terluka dari pada orang yang aku cintai terluka," ucap dokter Rebecca dalam hati ).


( " Aku yakin kamu tetap melakukannya tapi aku akan lebih berhati - hati lagi agar kamu tidak terluka lagi,'' ucap tuan Richard dalam hati*** ).


'' Sekarang tidurlah,'' perintah tuan Richard sambil menarik kursi rodanya kemudian duduk di kursi rodanya dengan perlahan setelah selesai duduk tuan Richard memerintahkan kursi rodanya untuk berjalan ke luar dari kamarnya meninggalkan dokter Rebecca sendirian di kamarnya.


" Bu, aku sangat lelah," ucap dokter Rebecca sambil memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu lama dokter Rebecca tertidur dengan pulas dan berharap suatu saat nanti dirinya menemukan kebahagiaan walau itu hanya setitik.


Tidak berapa lama pintu kamar dokter Rebecca di buka oleh asisten Rey dengan lebar kemudian mendorong kursi roda milik tuan Richard ke arah ranjang.


'' Tinggalkan aku sendiri," ucap tuan Richard dengan nada pelan agar tidak menggangu tidur dokter Rebecca.


" Baik tuan," jawab asisten Rey patuh dengan nada ikut pelan juga.


Asisten Rey pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan tuan Richard mengangkat tubuhnya ke arah ranjangnya dan duduk di samping dokter Rebecca.


" Tidurpun masih mengeluarkan air matanya, apa yang membuatmu menangis?" tanya tuan Richard yang tidak tahu kalau itu salah satu ulahnya sambil menghapus air mata dokter Rebecca dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


Tindakan yang dilakukan oleh tuan Richard membuat dokter Rebecca memaksakan membuka ke dua matanya.


" Maaf tuan Richard, ada apa tuan Richard datang ke sini?" Tanya dokter Rebecca dengan wajah terkejut.


Tuan Richard menatap curiga ke arah dokter Rebecca.


" Kenapa kamu mengulangi perkataan yang tadi?" tanya tuan Richard.


" Perkataan yang mana?" tanya dokter Rebecca sambil mengerutkan keningnya.


" Memanggilku dengan tuan Richard." Jawab tuan Richard.


" Maaf aku belum terbiasa," ucap dokter Rebecca.


" Mulai sekarang dan seterusnya biasakan memanggilku dengan sebutan honey," perintah tuan Richard.


hening


hening


hening


" Kenapa diam? jawab?" ucap tuan Richard sambil memandang dokter Rebecca dengan wajah sinis.


" Tidak ada, mungkin hanya perasaan honey saja." Ucap dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Tuan Richard hanya diam saja sedangkan dokter Rebecca hendak bangun tapi di tahan oleh tuan Richard.


" Mau kemana?" tanya tuan Richard.


" Badanku sangat lengket mau mandi," jawab dokter Rebecca.


" Tidak perlu biar pelayan yang me lap tubuhmu," ucap tuan Richard.


" Tapi..." ucapan dokter Rebecca terpotong oleh tuan Richard.


" Punggungmu sedang terluka, apakah kamu memang sengaja melukai dirimu sendiri agar kita tidak jadi menikah?" tanya tuan Richard curiga tanpa mengetahui kalau perkataannya melukai perasaannya.


" Tidak, baiklah tubuhku di lap," jawab dokter Rebecca yang tidak ingin ribut.


" Bagaimana kaki tuan Richard apakah masih sakit?" tanya dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan.


" Kamu meledekku?" tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah dokter Rebecca.


" Maksud tuan Richard?" tanya dokter Rebecca tidak mengerti.


" Kamukan tahu ke dua kakiku tidak merasakan sakit sedikitpun, tapi kenapa kamu bertanya kakiku sakit atau tidak?" tanya tuan Richard dengan menatap dokter Rebecca dengan sinis.


" Maafkan aku lupa, mau aku ganti perban yang baru?" tanya dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan agar tuan Richard tidak marah dan menatapnya dengan sinis.


" Baiklah." Jawab tuan Richard singkat.


Dokter Rebecca dengan perlahan bangun kemudian mengambil kotak obat yang kebetulan diletakkan di atas meja dekat ranjang.


Dokter Rebecca perlahan melepaskan perbannya sambil meniup kaki tuan Richard agar mengurangi rasa sakitnya. Setelah terbuka dokter Rebecca melihat lukanya sudah mulai mengering. Dokter Rebecca memberikan obat merah kembali sambil meniupnya kembali kemudian menutupnya dengan perban.


Tindakan dokter Rebecca diperhatikan oleh tuan Richard entah kenapa hatinya sangat senang mendapatkan perhatian dari dokter Rebecca karena dulu mantan kekasihnya tidak pernah sedikitpun memperhatikan dirinya hanya minta uang dan uang saja.


" Sudah selesai dan lukanya juga sudah mulai mengering, besok tuan Richard bisa mandi." Ucap dokter Rebecca.


Tuan Richard hanya diam tidak merespon ucapan dokter Rebecca membuat dokter Rebecca kuatir karena tuan Richard hanya memandangi dirinya saja tanpa ucapan sepatah kata pun.


" Tuan Richard sakit?" tanya dokter Rebecca dengan nada kuatir.


Dokter Rebecca meletakkan kaki tuan Richard kemudian menggeser tubuhnya untuk memegang kening tuan Richard tapi tangannya langsung ditarik oleh tuan Richard hal itu membuat dokter Rebecca kehilangan keseimbangan membuat dokter Rebecca terjatuh di atas tubuh tuan Richard.


Dokter Rebecca berusaha bangun dari tubuh tuan Richard tapi pinggangnya di tahan oleh tuan Richard.


" Kenapa kamu baik padaku? Apa yang kamu rencanakan?" Tanya tuan Richard sambil menatap mata indah dokter Rebecca dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh dokter Rebecca.


" Apa honey mencurigai diriku?" Tanya dokter Rebecca sambil menatap calon suaminya dengan tatapan sendu.


" Iya aku mencurigai dirimu." Ucap tuan Richard yang tidak menyadari kalau perkataannya semakin menusuk lebih dalam.


Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

__ADS_1


" Lepaskan dulu tangan tuan Richard." Pinta dokter Rebecca sambil tersenyum walau dalam hatinya ingin menangis.


Tuan Richard pun melepaskan ke dua tangannya yang memegang pinggang dokter Rebecca. Dokter Rebecca pun langsung bangun dan mengambil pisau khusus untuk memotong buah yang tergeletak di meja satunya dekat ranjang.


Dokter Rebecca mendekati ke arah tuan Richard yang sedang sedang bersandar di kepala ranjang membuat tuan Richard terkejut dan sekaligus membuat dirinya siap - siap jika dokter Rebecca melukai dirinya.


" Tuan Richard pegang lah pisau ini." Pinta dokter Rebecca sambil mengulurkan gagang pisau ke arah tuan Richard sedangkan dokter Rebecca memegang ujung pisau yang runcing.


Tanpa menjawab tuan Richard mengambil pisau tersebut dengan menggenggam gagang pisau tersebut dengan kuat karena dirinya melihat dokter Rebecca memegang ujung pisau yang runcing.


" Tuan Richard curiga padaku?" Tanya ulang dokter Rebecca


Tuan Richard hanya diam sedangkan dokter Rebecca berbicara sambil duduk di pangkuan tuan Richard membuat tuan Richard bingung apa yang akan dilakukan oleh dokter Rebecca.


Tangan kanan dokter Rebecca menggengam tangan tuan Richard dan mengarahkan pisau buah itu ke arah perutnya sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang tuan Richard agar dekat dengan tubuh dokter Rebecca.


jleb


Dokter Rebecca tersenyum sambil menahan rasa sakit pada perutnya yang sudah tertusuk pisau, darah segar keluar dari perut dokter Rebecca tanpa disadari oleh tuan Richard.


Dokter Rebecca mendekati wajahnya ke wajah tuan Richard sambil tangan kanannya tetap menggenggam tangan tuan Richard yang masih menggenggam pisau buah membuat ujung pisau itu semakin dalam masuk ke dalam perut dokter Rebecca.


cup


Dokter Rebecca mengecup bibir tuan Richard kemudian tersenyum manis sedangkan tuan Richard hanya diam membeku dan menikmati ciuman dokter Rebecca tanpa menyadari darah segar keluar dari perut dokter Rebecca yang mengenai tangan dan ke dua paha milik tuan Richard.


" Mungkin dengan kematian ku bisa membuat tuan Richard percaya kalau aku tidak ada niat sedikitpun untuk melukai tuan Richard karena aku sangat tulus mencintaimu. I... Love... You.." Ucap dokter Rebecca


Dokter Rebecca berusaha tersenyum tanpa memperdulikan rasa sakit pada perutnya dan tidak berapa lama darah segar keluar dari mulut dokter Rebecca bersamaan pandangan mata dokter Rebecca yang mulai kabur.


" Kenapa mulutmu mengeluarkan darah?" tanya tuan Richard .


Tuan Richard belum sadar kalau perut dokter Rebecca terluka akibat tusukan pisau.


" Uhuk.... uhuk... Semoga tuan Richard bahagia dan menemukan seseorang yang tulus mencintaimu seperti aku yang sangat tulus mencintaimu." Ucap dokter Rebecca sambil terbatuk - batuk bersamaan darah segar kembali keluar tanpa memperdulikan ucapan tuan Richard.


bruk


Dokter Rebecca langsung ambruk menimpa tubuh tuan Richard membuat pisau itu masuk lebih dalam lagi bersamaan dokter Rebecca tidak sadarkan diri bersamaan dengan ucapannya.


Tuan Richard sangat terkejut ketika tangannya mulai basah dan bau amis darah menusuk indra penciumannya. Tuan Richard mendorong tubuh dokter Rebecca dan dokter Rebecca langsung jatuh dengan tubuh terlentang.


Tuan Richard melihat gagang pisaunya yang dipegangnya ada darah segar membuat tuan Richard memalingkan wajahnya ke arah samping dan melihat perut dokter Rebecca tidak berhenti mengeluarkan darah segar.


" Rebecca!!" Teriak tuan Richard


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ayo donk vote hari Senin kan dapat vote jadi votenya buat author ya biar author semangat menulisnya.

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya 😘😘😘🌹🌹🌹😘😘😘


__ADS_2