
" Tentu saja boleh istriku." jawab tuan Richard mengubah panggilannya.
" Istriku?" Tanya ulang dokter Rebecca.
" Memangnya kenapa? kamukan istriku dan mulai sekarang dan seterusnya kamu panggil aku dengan sebutan suamiku." perintah tuan Richard.
" Bagaimana kalau aku memanggil daddy?" usul dokter Rebecca.
" Daddy?" tanya ulang tuan Richard.
" Karena aku ingin ketika kita mempunyai anak nanti, anak kita memanggil kita dengan sebutan mommy dan daddy," ucap dokter Rebecca yang sangat menginginkan rumah tangganya harmonis dan tidak bercerai.
" Daddy dan mommy... Sangat bagus, aku sangat suka," jawab tuan Richard.
" Terima kasih daddy." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum bahagia dan berharap pernikahannya langgeng dan tidak ada kata perceraian.
Tuan Richard memberikan handuk kecil ke dokter Rebecca dan dokter Rebecca pun menerima handuknya dan mulai mengeringkan rambut tuan Richard setelah agak kering dokter Rebecca meletakkan handuknya di meja rias kemudian memijat kepala tuan Richard.
Pijatan istrinya membuat rasa pusing di kepala tuan Richard seketika langsung hilang. Tuan Richard merasakan kepalanya terasa ringan dan tidak berat seperti biasanya membuat tuan Richard memejamkan matanya menikmati pijatan lembut istrinya.
" Mommy pijatan mommy sangat enak membuat kepala daddy terasa ringan dan tidak berat seperti biasanya." Puji tuan Richard.
" Terima kasih daddy." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
Setelah sepuluh menit kemudian dokter Rebecca sudah selesai memijat kepala suaminya, dokter Rebecca melanjutkan memijat ke dua bahu suaminya dengan lembut.
" Mommy enak sekali pijatan mu." Ucap tuan Richard yang masih memejamkan matanya menikmati pijatan istrinya.
Dokter Rebecca lagi - lagi tersenyum setelah setengah jam memijat dokter Rebecca menghentikan pijatannya.
" Daddy, makanannya sudah matang, kita makan bersama ya?" tanya dokter Rebecca
" Ok dan jangan lupa hari ini ke perusahaan milikku." jawab tuan Richard.
" Ok siap tuan." Jawab dokter Rebecca sambil tangan dokter Rebecca diarahkan ke dahinya seperti menghormat bendera.
" Pffftttt... Hahahaha... Lucu sekali kamu Rebecca." Ucap suaminya sambil tertawa lepas.
__ADS_1
Dokter Rebecca hanya tersenyum melihat tawa lepas suaminya kemudian dokter Rebecca mendorong kursi roda suaminya ke arah sofa kemudian membantunya memindahkan tubuh tuan Richard ke arah sofa setelah itu dokter Rebecca duduk di sebelahnya.
" Mommy sangat cantik, ingat di kantor jangan melirik laki - laki lain." Ucap tuan Richard posesif.
" Tenang saja daddy, mommy hanya mencintai daddy." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.
Tuan Richard hanya tersenyum dan memegang dagu istrinya agar dapat menatap wajah cantik istrinya kemudian mengecup kening istrinya.
cup
" Terima kasih daddy, pagi - pagi sudah mendapatkan vitamin C." Ucap dokter Rebecca sambil menyadarkan kepalanya ke bahu suaminya.
" Vitamin C?" Tanya tuan Richard mengulangi perkataan istrinya.
" Ya vitamin C yaitu Cium hehehehe." Ucap dokter Rebecca terkekeh-kekeh dengan wajah memerah menahan malu.
" Pffftttt.... hahahaha... kamu sungguh membuatku sering tertawa, terima kasih mommy." Ucap tuan Richard sambil tertawa lepas.
" Sama - sama daddy, kita makan yuk." Ajak dokter Rebecca sambil mengambil piring di atas meja dan diberikan ke suaminya setelah itu untuk dirinya.
" Honey, masakan buatanmu sangat enak sekali." Puji tuan Richard.
" Terima kasih daddy." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.
tok
tok
tok
Tuan Richard menekan remote agar kamar mereka tidak kedap suara sambil masih duduk di sofa bersama istrinya.
" Masuk." Ucap tuan Richard.
ceklek
Kepala pelayan membuka pintu kamar majikannya kemudian menundukkan kepalanya tanda memberikan hormat ke mereka berdua.
__ADS_1
" Maaf tuan dan nyonya, asisten Rey sudah datang dan sekarang sedang menunggu di ruang tamu." Ucap kepala pelayan.
" Baik aku akan ke sana, terima kasih." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum ramah.
" Sama - sama nyonya, permisi tuan dan nyonya." pamit kepala pelayan sambil membalas senyuman kemudian menundukkan kepalanya pergi meninggalkan mereka berdua.
" Aku akan antar sampai di depan mansion." Ucap tuan Richard.
" Baik daddy." Jawab dokter Rebecca patuh.
Dokter Rebecca mendorong kursi roda milik suaminya sambil mengobrol menuju ke arah ruang tamu, hingga mereka berdua melihat asisten Rey sednag berdiri menunggu kedatangan dokter Rebecca.
cup
Dokter Rebecca mengecup pipi suaminya kemudian tersenyum sambil membelai wajah kasar suaminya.
" Daddy. mommy berangkat dulu." pamit dokter Rebecca.
" Tunggu dulu, bawa dua kartu ini." Ucap suaminya sambil mengambil dompetnya dan mengeluarkan kartu kredit tanpa batas dan kartu debit kemudian diberikan ke istrinya.
" Dua kartu untukku?" Tanya dokter Rebecca dengan wajah bingung
" Iya untukmu." jawab suaminya.
" Tapi, aku tidak membutuhkan dua kartu ini." Tolak dokter Rebecca.
" Tidak ada penolakan." Ucap suaminya dengan nada tegas
" Baiklah." Jawab dokter Rebecca pasrah sambil menerima dua kartu pemberian suaminya.
" Mommy hati - hati dan ingat pesanku." Ucap suaminya.
" Baik daddy dan percayalah padaku." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.
Dokter Rebecca pun pergi meninggalkan suaminya sendirian sedangkan tuan Richard hanya menatap kepergian istrinya.
" Aku akan giat berlatih agar aku bisa berjalan dengan lancar dan juga aku akan operasi wajahku agar aku bisa beraktivitas kembali seperti dulu demi istriku dan juga anak yang akan kami nantikan." Ucap tuan Richard.
__ADS_1