Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Dokter Rebecca


__ADS_3

Karena lelah tuan Richard pun tidur dengan membelakangi dokter Rebecca namun belum ada lima belas menit tuan Richard membalikkan badannya dan berhadapan dengan dokter Rebecca. Mereka berdua saling berpelukan, dokter Rebecca bersandar di dada bidang suaminya dan memeluk suaminya layaknya bantal guling.


Tidak terasa hari sudah sudah sore perlahan dokter Rebecca membuka matanya dan melihat dirinya sedang memeluk suaminya dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.


Dokter Rebecca mengangkat kepalanya dan melihat wajah tampan suaminya membuat tangan kanan dokter Rebecca di arahkan ke wajah tuan Richard untuk menyentuh wajah tampan suaminya dari kening, mata hidung, pipi, bibir dan terakhir rahang suaminya.


Entah kenapa dokter Rebecca ingin sekali mengecup bibir suaminya namun dokter Rebecca berusaha menahannya tapi lama - lama dokter Rebecca tidak bisa menahannya lagi membuat dokter Rebecca  melepaskan pelukannya kemudian memberanikan diri untuk mengangkat tubuhnya secara perlahan agar suaminya tidak terbangun.


cup


Dokter Rebecca mengecup bibir suaminya karena suaminya diam saja membuat dokter Rebecca memberanikan dirinya lagi untuk mengecup bibir suaminya kemudian meluma*nya setelah puas dokter Rebecca melepaskan ciumannya tapi tangan kanan tuan Richard menahan tengkuk dokter Rebecca kemudian mengecup bibir dokter Rebecca yang terasa manis membuat dokter Rebecca membulatkan matanya dengan sempurna.


Tuan Richard membuka matanya dan terlihat matanya berkabut gairah membuat tuan Richard membalikkan tubuh dokter Rebecca dan kini tuan Richard berada di atas kemudian membuka perlahan pakaian istrinya.


Tuan Richard membuka pakaian dokter Rebecca begitu pula dengan dirinya hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun kemudian tuan Richard melakukan pemanasan terlebih dahulu membuat dokter Rebecca mengeluarkan suara merdu membuat tuan Richard tersenyum.


" Daddy, mommy mohon masukkan ke dalam." mohon dokter Rebecca sambil menahan hasratnya yang sudah mulai naik.


jleb


Tanpa menjawab tuan Richard memasukkan adik kecilnya ke gua yang paling gelap dan dalam hingga keluarlah suara merdu mereka hingga satu jam lamanya akhirnya tuan Richard mengeluarkan lahar miliknya setelah beberapa saat tuan Richard menarik adik kecilnya kemudian memindahkan tubuhnya ke arah samping istrinya.


" Terima kasih daddy." Ucap dokter Rebecca sambil memeluk suaminya.


Tuan Richard hanya tersenyum dan membalas pelukan istrinya.


" Sudah sore ayo kita mandi bersama." Ajak tuan Richard sambil menarik tangan istrinya dengan lembut agar bangun dari ranjang.


" Baik dad." Jawab dokter Rebecca sambil bangun dari ranjang dan membalas genggaman tangan suaminya.


Mereka pun berjalan ke arah kamar mandi tanpa sehelai benangpun dan tanpa punya rasa malu atau canggung, tuan Richard menyalakan shower kemudian mengulangi kembali membuat tubuh dokter Rebecca terasa lemas dan hanya bisa menyandar di dada bidang suaminya setelah satu jam lamanya akhirnya tuan Richard mengeluarkan lahar miliknya kemudian mereka mandi bersama.


Singkat cerita kini mereka sudah mandi dan memakai pakaian santai, tuan Richard dan dokter Rebecca keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke meja makan untuk makan bersama.


Tidak ada satupun yang berbicara ke duanya sibuk dengan pikiran masing-masing membuat tuan Richard berfikir jika dokter Rebecca memikirkan mantan kekasihnya sedangkan dokter Rebecca berfikir suaminya tidak mencintai dirinya hanya sebatas penghangat ranjangnya.


Selesai makan mereka kembali ke kamarnya dokter Rebecca berdiri dan bersandar di balkon menikmati suasana yang sejuk sedangkan tuan Richard bekerja dengan menggunakan laptopnya di sofa dekat ranjang kamarnya. Tuan Richard menghentikan pekerjaannya karena istrinya masih betah di balkon membuat tuan Richard penasaran.


grep


Tuan Richard memeluk tubuh dokter Rebecca dari arah belakang sambil menghirup tubuh wangi istrinya.


" Daddy." panggil dokter Rebecca dengan nada terkejut karena tiba - tiba suaminya memeluknya.


Dokter Rebecca menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya dan ke dua tangannya menggenggam ke dua tangan suaminya.


" Memikirkan siapa?" Tanya tuan Richard.


" Tidak ada." Jawab dokter Rebecca.


" Yakin? Mommy tahu daddy paling benci dua hal yaitu di bohongi dan dikhianati." Ucap tuan Richard dengan nada serius.


Tuan Richard melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badan dokter Rebecca dengan perlahan agar menghadap ke dirinya kemudian menarik dagu dokter Rebecca agar menatap mata suaminya.

__ADS_1


Dokter Rebecca memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya.


" Aku hanya takut." jawab dokter Rebecca.


" Takut? Takut kenapa?" Tanya tuan Richard


" Takut suatu saat nanti suamiku menemukan seseorang dan suamiku mencintainya lalu aku dibuang karena aku sudah tidak dibutuhkan lagi." Ucap dokter Rebecca mengeluarkan apa yang selama ini dipendamnya sambil menatap suaminya dengan sendu.


" Hanya itu tidak ada yang lain?" Tanya tuan Richard dalam hatinya sangat bahagia.


" Tidak ada daddy hanya itu yang mommy takutkan, mommy tidak mungkin berbohong terlebih lagi mempunyai pikiran untuk mengkhianati suamiku." Ucap dokter Rebecca.


" Jika itu terjadi apakah kamu membenciku?" Tanya tuan Richard penasaran.


" Tidak dad. karena kebahagiaan daddy adalah kebahagiaanku. Kita tidur yuk? mommy ngantuk banget." Ucap dokter Rebecca sambil melepaskan tangan suaminya dan berjalan meninggalkan suaminya dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Tuan Richard memegang ke dua bahu dokter Richard kemudian membalikan badan istrinya dengan lembut.


" Kenapa mommy menangis?" Tanya tuan Richard.


" Mommy hanya takut jika suatu saat itu benar-benar terjadi karena itulah mommy sering menangis karena dengan menangis rasa sesak di hati mommy berkurang " jawab dokter Rebecca jujur.


" Sudah malam kita tidur, bukankah besok kita mulai kerja?" Tanya tuan Richard tanpa menjawab ucapan dokter Rebecca.


" Benar, besok kita mulai bekerja." Ucap dokter Rebecca.


Dokter Rebecca berjalan ke arah ranjang sedangkan tuan Richard menutup pintu balkon dan menguncinya kemudian berjalan ke arah ranjang. Merekapun tidur bersama sambil berpelukan. Tidak membutuhkan waktu lama dokter Rebecca sudah tertidur pulas sedangkan tuan Richard menatap wajah cantik istrinya setelah beberapa lama tuan Richard menyusul istrinya ke dalam mimpi indah mereka.


Malam berganti pagi dokter Rebecca seperti biasa bangun pagi, mencuci muka dan sikat gigi kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk membuat sarapan suaminya dan untuk dirinya. Selesai memasak dokter Rebecca menghidangkan semua makanan ke meja makan dengan di bantu oleh kepala pelayan setelah selesai dokter Rebecca kembali lagi ke kamarnya.


Dokter Rebecca membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya masih tertidur pulas, dokter Rebecca seperti biasa menyiapkan air hangat untuk suaminya kemudian memberikan aroma terapi kesukaan suaminya setelah selesai dokter Rebecca keluar dari kamar mandi dan duduk di samping ranjang suaminya.


" Daddy, bangun." Ucap dokter Rebecca dengan nada lembut sambil mengusap wajah suaminya dari kening, pipi, mata, hidung, bibir dan terakhir rahang suaminya.


" Tuan Richard menahan tangan dokter Rebecca kemudian kemudian tangan satunya menarik tubuh dokter Rebecca hingga menimpa tubuh tuan Richard.


" Daddy sudah siang, daddy tidak bekerja?" Tanya dokter Rebecca.


" Satu ronde setelah itu kita mandi bersama." Bisik tuan Richard dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Tuan Richard membuka matanya melihat wajah cantik istrinya kemudian membalikkan tubuhnya dan kini tuan Richard berada di atas tubuh istrinya. Setelah melakukan kegiatan panasnya di pagi hari mereka berdua mandi bersama dan menambah satu ronde lagi di kamar mandi. Tuan Richard tidak mengerti kenapa dirinya tidak bisa menahan hasratnya jika dekat dengan istrinya.


Kini tuan Richard sudah memakai pakaian kerja sedangkan dokter Rebecca memakai dress selutut berwarna putih kemudian dipadukan dengan memakai blazer seukuran selutut membuat dokter Rebecca bertambah cantik terlebih riasan wajah dokter Rebecca yang natural.


Dokter Rebecca memakaikan dasi suaminya sedangkan ke dua tangan tuan Richard memegang pinggang istrinya.


" Sudah selesai, suamiku semakin bertambah tampan." puji istrinya sambil tersenyum dan merapikan jas suaminya


cup


" Terima kasih mommy." Ucap tuan Richard sambil mengecup bibir istrinya singkat.


" Sama - sama dad," jawab dokter Rebecca.

__ADS_1


" Ingat di kantor jangan bilang kalau kita pasangan suami istri," ucap tuan Richard mengingatkan kembali karena takut istrinya lupa.


" Tidak dad, mommy ingat pesan daddy," jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.


" Sebelum berangkat kerja bolehkah mommy memeluk daddy" tanya dokter Rebecca.


" Silahkan." jawab tuan Richard sambil merentangkan ke dua tangannya.


Grep


" Mommy merasa nyaman di peluk daddy," ucap dokter Rebecca sambil memeluk suaminya.


( " dan semoga daddy secepatnya menemukan pengganti ku karena mommy sudah lelah dan ingin tidur untuk selama - lamanya," sambung dokter Rebecca dalam hati )


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian dokter Rebecca tersenyum begitu pula dengan tuan Richard, mereka berdua menuruni anak tangga untuk sarapan pagi. Sampai di lantai satu tuan Richard dan dokter Rebecca melihat asisten Rey duduk menunggu tuan Richard dan nyonya Rebecca.


" Pagi tuan, pagi nyonya." Sapa asisten Rey.


" Pagi kak Rey." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.


Seperti biasa tuan Richard hanya diam dan berjalan ke arah meja makan bersama dokter Rebecca dan asisten Rey.


" Kak Rey sudah makan?" Tanya dokter Rebecca.


" Belum nyonya, saya sarapan di kantor saja." Ucap asisten Rey.


" Tidak kita sarapan bersama saja kebetulan aku memasak agak banyak." Ucap dokter Rebecca.


" Tapi nyonya..." Ucapan asisten Rey terpotong oleh ucapan dokter Rebecca.


" Anggap saja ini masakan terakhirku," ucap dokter Rebecca yang merasa sebentar lagi akan pergi jauh.


" Rebecca!!!" bentak tuan Richard yang tidak suka dengan perkataan istrinya.


" Nyonya," ucap asisten Rey yang juga tidak suka perkataan dokter Rebecca.


" Maaf, lupakan apa yang tadi aku katakan," ucap dokter Rebecca.


"  Ayo kita makan bersama," ajak dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan.


" Rey sarapan." Perintah tuan Richard dengan nada kesal karena ucapan dokter Rebecca.


" Baik tuan." Jawab asisten Rey pasrah.


Mereka pun duduk di kursi dokter Rebecca duduk bersebelahan dengan suaminya sedangkan asisten Rey duduk bersebrangan. Seperti biasa dokter Rebecca mengambil piring dan mengisi nasi, lauk dan sayur kemudian diberikan ke suaminya namun tuan Richard hanya diam karena dirinya masih kesal.


" Kak Rey mau makan apa?" Tanya dokter Rebecca dengan nada lembut


" Biar dia ambil sendiri, Rey punya ke dua tangan untuk digunakan mengambil makanan." Ucap tuan Richard sambil menatap tajam ke arah asisten Rey.


" Iya nyonya, biar saya ambil sendiri." Ucap asisten Rey.


( " Sepertinya tuan sangat cemburu ketika istrinya memperhatikan aku padahal nyonya Rebecca sudah aku anggap sebagai adikku." Ucap asisten Rey dalam hati ).

__ADS_1


Dokter Rebecca hanya diam dan mengambil untuk dirinya sendiri kemudian dilanjutkan oleh asisten Rey mengambil nasi dan lauk serta sayur. Mereka makan dalam diam tidak ada yang berbicara hingga setengah jam lamanya akhirnya mereka sudah selesai makan. Selesai makan dan minum seperti biasa asisten Rey membuka pintu mobil.


" Silahkan masuk nyonya dan tuan." Ucap asisten Rey.


__ADS_2