
Tombak sakti milik tuan Richard masuk ke dalam goa yang dikelilingi rumput hitam membuat mereka saling mendesah hingga hampir satu jam lamanya akhirnya keluar lahar dari tombak sakti milik tuan Richard dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim dokter Rebecca. Setelah beberapa saat tuan Richard menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya.
Cup
" Terima kasih mommy," ucap tuan Richard sambil memeluk tubuh mungil istrinya kemudian mengecup keningnya.
" Sama - sama daddy," jawab dokter Rebecca sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya.
" Tubuh mommy membuat daddy selalu candu." Bisik tuan Richard.
Dokter Rebecca hanya tersenyum sambil memejamkan matanya begitu pula dengan tuan Richard hingga tiga jam kemudian tuan Richard terbangun dari tidurnya bersamaan tombak sakti milik tuan Richard kembali menegang membuat tuan Richard mengulanginya kembali ke istrinya sedangkan dokter Rebecca dengan tubuh lelahnya hanya tersenyum tanpa protes sedikitpun. Tuan Richard juga tidak mengerti kenapa tubuh dokter Rebecca membuat dirinya menjadi candu dan selalu bergairah.
Setelah puas bermain di tubuh istrinya, tuan Richard yang berada di atas tubuh istrinya menarik kembali tombak sakti miliknya dan memindahkan tubuhnya ke samping dokter Rebecca.
Dokter Rebecca yang sangat lelah kembali memejamkan matanya untuk tidur kembali sedangkan tuan Richard memeluk istrinya dan tidak berapa berapa lama mereka pun tertidur kembali melewatkan jam makan malam. Jam sembilan malam dokter Rebecca dan tuan Richard sama - sama membuka matanya karena mereka sama - sama lapar.
" Aku sangat lapar, buatkan aku makanan." minta tuan Richard.
" Baik." Jawab dokter Rebecca singkat tanpa protes sedikitpun.
Dokter Rebecca bangun dengan tubuh polosnya sambil mengambil handuk jumbo untuk menutupi tubuh polosnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Setelah selesai membersihkan dirinya dokter Rebecca memakai jubah handuk menuju ke arah lemari sedangkan tuan Richard turun dari ranjangnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun dan berjalan dengan santai menuju ke arah kamar mandi membuat dokter Rebecca berhenti sambil memejamkan matanya.
Tuan Richard yang melihat dokter Rebecca memejamkan matanya membuat tuan Richard tersenyum betapa menggemaskan istrinya.
" Kenapa matamu di tutup?" tanya tuan Richard.
" Bisakah daddy ke kamar mandi memakai handuk atau selimut? Apakah daddy tidak malu memperlihatkan tubuh polos daddy pada mommy?" Tanya dokter Rebecca sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Bukankah mommy sudah melihat tubuh polos daddy begitu pula daddy juga sudah hapal bentuk tubuh polos mommy. Jadi buat apa daddy mesti malu untuk memperlihatkan tubuh polos daddy ke istriku." Ucap tuan Richard dengan wajah polosnya.
" Tapi tetap saja mommy malu." jawab dokter Rebecca dengan wajah memerah.
" Kenapa malu? Apakah mommy ingin kita melakukan lagi?" Goda tuan Richard.
" Tidak - tidak lebih baik daddy mandi dan mommy akan masak." Ucap dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Ok." Jawab tuan Richard singkat sambil tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju ke arah kamar mandi.
Dokter Rebecca membuka pintu lemari dan mengambil pakaian tidur berikut bungkusan untuk menutupi dua gunung kembarnya dan segi tiga bermuda kemudian memakainya. Selesai memakai pakaiannya dokter Rebecca mengambil satu steel pakaian berikut celana boxer milik suaminya kemudian di letakkan di ranjang setelah beres dokter Rebecca keluar dari kamarnya menuju ke arah dapur untuk memasak.
" Selamat malam nyonya." Sapa kepala pelayan.
" Malam." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
" Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya kepala pelayan dengan ramah.
" Tidak ada, aku hanya ingin memasak untuk suamiku dan juga untukku karena kami sangat lapar." jawab dokter Rebecca sambil membuka kulkas untuk mengambil bahan - bahan yang dibutuhkan.
" Maafkan saya nyonya karena saya tidak berani mengganggu tuan dan nyonya di kamar." Ucap kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya sebentar kemudian menatap dokter Rebecca.
" Memangnya kenapa?" Tanya dokter Rebecca dengan nada bingung.
" Peraturan tuan Richard nyonya, jika tuan Richard sedang di kamar tidak boleh mengganggu istirahat tuan Richard walau waktu jam makan sekalipun." Ucap kepala pelayan menjelaskan.
" Sejak kapan peraturan itu berlaku?" tanya dokter Rebecca penasaran.
" Bagaimana kalau suamiku lapar sedangkan aku pergi?" tanya dokter Rebecca.
" Tuan Richard akan menghubungiku karena saya tidak berani masuk ke dalam kamarnya," jawab kepala pelayan.
" Bagaimana kalau suamiku pingsan? Kalau tidak ada yang berani masuk ke kamarnya? sedangkan aku tidak ada di kamarnya," tanya dokter Rebecca.
" Maaf nyonya, sekali lagi saya mohon maaf nyonya karena terus terang saya juga pernah memikirkan hal itu tapi ketika saya melakukan seperti yang nyonya katakan saya kena marah tuan Richard." Jawab kepala pelayan.
" Sejak saat itu saya tidak berani melakukannya lagi." Sambung kepala pelayan.
" Kapan suamiku marah?" tanya dokter Rebecca penasaran.
" Waktu nyonya kerja di kantor, saya mengetuk pintu dan dari luar tuan Richard memarahiku," jawab kepala pelayan.
" Saya mengerti, nanti aku yang akan mengatakan ke suamiku." Jawab dokter Rebecca.
" Saya mohon nyonya, jangan katakan itu." Mohon kepala pelayan dengan wajah ketakutan.
__ADS_1
" Mengatakan apa?" Tanya tuan Richard tiba - tiba datang dan bertanya membuat mereka berdua terkejut.
Dokter Rebecca menatap ke arah kepala pelayan dan kepala pelayan menggelengkan kepalanya seakan mengatakan jangan mengatakan ke tuan Richard.
" Tidak ada suamiku." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis
" Kenapa belum memasak?" Tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah istrinya.
" Maaf secepatnya aku akan memasak." Jawab dokter Rebecca.
Dokter Rebecca mengambil bahan - bahan yang tadi diambilnya dari kulkas menuju ke meja dapur sedangkan tuan Richard hanya diam dan hanya duduk di kursi makan sambil memandang kepala pelayan dengan tatapan tajam.
" Maaf tuan dan nyonya saya mau kembali ke kamar." Pamit kepala pelayan
" Ok. Terima kasih." Jawab dokter Rebecca
" Sama - sama nyonya." Jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun meninggalkan mereka berdua, dokter Rebecca mengikat rambutnya sampai ke atas kemudian mulai memasak. Setengah jam kemudian dokter Rebecca sudah selesai memasak dan menghidangkan dua piring untuk suaminya dan juga dirinya.
" Daddy, makanannya sudah matang kita makan yuk?" Ajak dokter Rebecca sambil duduk di samping suaminya.
Tuan Richard hanya diam dan mulai makan tanpa bicara sedikitpun membuat dokter Rebecca bingung dengan sikap suaminya yang tiba - tiba berubah menjadi dingin. Setelah lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan dokter Rebecca berdiri hendak merapikan piring dan gelas kotor untuk di cuci tapi di larang oleh suaminya.
" Tinggalkan saja biar pelayan yang melakukannya." Perintah tuan Richard.
" Baik daddy." jawab dokter Rebecca patuh.
Tuan Richard langsung berjalan meninggalkan dokter Rebecca sendirian membuat dokter Rebecca menatap punggung suaminya dengan tatapan sendu namun baru kakinya akan melangkah ke anak tangga tuan Richard langsung menghentikan langkahnya.
" Sampai kapan mommy ada di situ? Sudah malam tidurlah besok daddy harus operasi wajahku dan daddy tidak ingin bangun kesiangan." Ucap tuan Richard.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up selanjutnya silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1