Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Apa donk?


__ADS_3

" Kita berdoa saja semoga nyonya Rebecca tidak apa - apa." Ucap asisten Rey.


" Amin, tapi walau bagaimana pun juga tuan Richard tetap akan memberikan hukuman untuk kita." Ucap bodyguard itu.


" Sudah menjadi resiko kita bekerja untuk orang." Ucap asisten Rey pasrah dan bersiap jika dirinya menerima hukumannya.


" Rey, aku sudah bilang untuk menjaga istriku tapi kenapa istriku terluka hah!!" Bentak tuan Richard tiba - tiba datang sambil menatap tajam ke arah asisten Rey dari balik topengnya.


" Dan kamu juga, buat apa aku memperkerjakan bodyguard kalau tidak bisa menjaga istriku!!" Bentak tuan Richard sambil menatap tajam ke arah bodyguardnya.


Tuan Richard berusaha untuk berdiri dari kursi rodanya dan berjalan ke arah asisten Rey untuk memberikan hukuman, tangan kiri tuan Richard mencengkram kerah asisten Rey dan tangan kanannya siap memukul wajah asisten Rey sedangkan asisten Rey hanya pasrah apa yang akan dilakukan oleh tuan Richard.


ceklek


Namun tuan Richard melepaskan ke dua tangannya ketika pintu ruang ugd terbuka dan tuan Richard berjalan ke arah dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya tuan Richard dengan nada kuatir.


" Luka yang di perut nyonya terbuka kembali karena menerima pukulan demi pukulan yang membuat nyonya tidak sadarkan diri dan itu mengakibatkan nyonya...." Ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya.


" Mengakibatkan apa dok?" tanya tuan Richard dengan nada kuatir.


" Maaf, nyonya akan sulit hamil," jawab dokter tersebut.


Duarr


Bagai petir di siang hari itulah yang dirasakan oleh tuan Richard ketika mengetahui kalau istrinya sulit hamil membuat tuan Richard menggenggam ke dua tangannya dengan erat.


" Maaf tuan, walau sulit hamil tapi jika Tuhan berkehendak istri tuan bisa hamil," sambung dokter tersebut.


" Boleh aku menemui istriku?" Tanya tuan Richard sambil masih menggengam ke dua tangannya menahan emosinya.


" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang icu, tuan bisa melihatnya." jawab dokter tersebut.


" Baik dok." Jawab tuan Richard


" Kalau tidak ditanyakan lagi, saya mohon diri untuk mengecek pasien lain," ucap dokter tersebut.


Dokter itupun masuk kembali ke ruangan igd setelah tuan Richard tidak menjawab ucapannya.


" Untuk saat ini hukuman untuk kalian belum dulu dan sekarang aku minta untuk kalian menghukum ke empat wanita itu karena aku ingin mereka di siksa sampai ke empat wanita itu hanya menginginkan kematiannya." Perintah tuan Richard dengan tatapan dingin dan datar.


" Baik tuan." Jawab asisten Rey dan bodyguardnya dengan serempak

__ADS_1


Asisten Rey dan bodyguard itu  pun pergi meninggalkan tuan Richard bersamaan pintu ruangan UGD terbuka dan dua orang perawat mendorong brangkar di mana Karen sedang berbaring di ranjang menuju ke ruang perawatan.


Kini tuan Richard duduk di kursi samping istrinya yang masih setia memejamkan matanya, wajah istrinya masih lebam membuat dirinya berusaha menahan amarahnya terhadap ke empat wanita yang telah melukai istrinya.


" Sayang bangunlah." Pinta tuan Richard dengan nada lirih


" Kenapa sayangku suka sekali di rumah sakit, bangunlah aku sangat merindukanmu." sambung tuan Richard.


Dokter Rebecca hanya diam dan tidak menjawab ucapan suaminya membuat tuan Richard menjadi sedih.


" Jika kamu tidak bangun aku akan menghukum asisten Rey dan bodyguard karena telah lalai menjagamu." Ancam tuan Richard di telinga istrinya.


Dokter Rebecca lagi - lagi masih saja diam dan tidak menggerakkan tangannya sama sekali, karena lelah tuan Richard meletakkan kepalanya di ranjang dengan tangan dokter Rebecca dan tangannya sebagai bantalannya kepalanya.


Tidak berapa lama dokter Rebecca perlahan membuka matanya dan tangan kanannya terasa berat membuat dokter Rebecca melihat ke arah samping dan melihat suaminya sedang berbaring di tangannya yang tidak ada selang infusnya.


Tangan dokter Rebecca perlahan di angkat dan diarahkan ke rambut suaminya kemudian dokter Rebecca membelai rambut suaminya sambil tersenyum.


" Daddy." Panggil dokter Rebecca dengan nada lirih


Tuan Richard yang mendengar istrinya memanggil dirinya membuat tuan Richard perlahan membuka matanya dan duduk dengan tegap.


" Sayangku sudah bangun, apakah ada yang sakit?" Tanya tuan Richard.


" Di rumah sakit, kenapa memanggilku dad? Kepala sayangku pusing?" Tanya tuan Richard dengan nada cemas.


" Bukankah tadi pagi kita sepakat merubah panggilan mommy dan daddy?" tanya dokter Rebecca dengan nada bingung.


" Maaf daddy lupa," jawab tuan Richard


( " Seandainya kamu tahu kalau kamu sulit hamil mungkin kamu tidak akan memakai nama panggilan mommy dan daddy," ucap tuan Richard dalam hati ).


" Oh ya bagaimana keadaannya, apakah masih ada yang sakit?" tanya tuan Richard.


" Sudah lumayan dad," jawab dokter Rebecca


" Syukurlah daddy senang mendengarnya," ucap tuan Richard.


( " Aku tidak akan mengatakan kalau istriku sulit untuk hamil karena aku tidak ingin wanita yang aku cintai menjadi sedih," ucap tuan Richard dalam hati ).


" Daddy, mommy haus." Ucap dokter Rebecca.


" Sebentar." jawab tuan Richard sambil turun dari kursi rodanya untuk mengambil gelas yang sudah ada sedotannya.

__ADS_1


Tuan Richard mengambil gelas tersebut yang tergeletak di meja dekat dengan ranjang istrinya kemudian memberikan ke istrinya dengan menggunakan sedotan dan dokter Rebecca meminumnya hingga menyisakan setengah gelas.


" Terima kasih dad." ucap dokter Rebecca


Tuan Richard hanya tersenyum dan membelai wajah cantik istrinya membuat dokter Rebecca menggenggam tangan suaminya.


" Daddy sayang, bukalah topengnya." Pinta dokter Rebecca penuh harap.


" Memang kenapa?" Tanya tuan Richard sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Aku tahu daddy ku yang paling tampan tidak betah memakai topeng." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.


" Kamu meledekku?" Tanya tuan Richard dengan nada ketus.


" Apakah di wajahku terlihat kalau aku meledek suamiku sendiri." Ucap dokter Rebecca sambil menatap mata suaminya.


Tuan Richard menatap mata dokter Rebecca dan tidak ada kebohongan di matanya membuat tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dengan perlahan tangan tuan Richard di arahkan ke wajahnya dan membuka topengnya.


" Daddy, aku sangat mencintaimu dan aku melihat ketampanan suamiku bukan di lihat dari wajah tapi perhatian suamiku terhadapku." Ucap dokter Rebecca yang tidak pernah lepas menatap mata suaminya.


" Terima kasih mommy, perkataan mommy membuatku merasa nyaman." Ucap tuan Richard.


" Kita kan suami istri jadi suami istri harus saling memberikan kenyamanan." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.


Tuan Richard membalas senyuman dokter Rebecca sambil membelai wajah cantik istrinya.


" Daddy, mommy tadi mendengar kalau daddy akan menghukum asisten Rey dan bodyguard, apakah benar?" Tanya dokter Rebecca.


" Iya benar karena mereka tidak menjagamu, darimana istriku tahu?" Tanya tuan Richard.


" Waktu suamiku berbisik di telingaku, bolehkah aku minta satu hal?" Tanya dokter Rebecca penuh harap


" Tergantung." jawab tuan Richard.


" Kok gitu?" tanya dokter Rebecca dengan wajah di tekuk.


" Kalau ada imbalannya aku mau." Ucap tuan Richard.


" Apakah uang?" Tanya dokter Rebecca


" Aish.. uangku sangat banyak." jawab tuan Richard sambil menahan senyum.


" Lalu apa donk?" Tanya dokter Rebecca dengan wajah bingung.

__ADS_1


__ADS_2