
" Apakah aku bisa berjalan dengan normal?" Tanya tuan Richard.
" Pasti bisa yang terpenting honey belajar berjalan dan bersabar." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.
" Baik sayang bantu aku untuk bisa berjalan kembali." Pinta tuan Richard.
" Baik honey tapi sebelumnya aku pijat dulu kaki honey." Ucap dokter Rebecca sambil duduk di bawah kaki tuan Richard.
" Baiklah." Jawab tuan Richard singkat.
Kaki tuan Richard di angkat perlahan ke arah paha dokter Rebecca sebagai bantalan telapak kaki tuan Richard. Dokter Rebecca mulai memijat kaki tuan Richard dengan serius sedangkan suaminya hanya menatap wajah cantik istrinya yang sedang serius memijat kakinya yang membuat dirinya selalu tersenyum karena istrinya sangat perduli padanya, setelah agak lama Karen selesai memijat kaki suaminya.
" Sudah selesai honey, sekarang honey mulai belajar berjalan." Ucap dokter Rebecca.
" Ok." Jawab tuan Richard.
Dokter Rebecca berdiri dan membantu mengangkat tubuh suaminya dengan perlahan sedangkan tuan Richard berusaha untuk berdiri kemudian berjalan dengan perlahan-lahan.
Dokter Rebecca berusaha menahan tubuhnya agar tidak terjatuh karena tubuh suaminya lebih tinggi dan besar tidak seperti dokter Rebecca yang berbadan mungil. Keringat dokter Rebecca sudah mulai keluar dan sudah mulai terasa pegal tapi dokter Rebecca tetap memaksakan dirinya agar suaminya bisa cepat berjalan selama satu jam barulah mereka berhenti.
" Honey, kita istirahat dulu di bangku taman nanti kita lanjutkan lagi." Ucap dokter Rebecca yang sudah tidak kuat lagi menahan tubuh suaminya.
" Ok." Jawab tuan Richard singkat
Dokter Rebecca berjalan memeluk suaminya dari arah samping agar suaminya tidak terjatuh menuju ke arah bangku taman dan perlahan mereka duduk di bangku taman.
" Sayang kamu keringatan, maafkan aku sayang." Ucap tuan Richard merasa bersalah sambil mengusap keringat di wajah dokter Rebecca.
" Ehh.... Tidak honey." Ucap dokter Rebecca dengan nada terkejut karena suaminya mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat.
" Kenapa wajahmu memerah?" Goda suaminya.
" Tidak apa - apa honey." Jawab dokter Rebecca sambil menundukkan wajahnya menahan malu dengan jantungnya berdebar kencang karena suaminya menatap wajahnya terlalu dekat.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap suaminya sambil mengecup bibir istrinya kemudian tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
__ADS_1
" Terima kasih untuk apa honey?" Tanya dokter Rebecca dengan nada bingung.
" Terima kasih karena telah hadir di kehidupanku, kamu tahu sayang aku berencana minggu ini akan operasi wajah." ucap tuan Richard sambil menggenggam tangan istrinya.
" Syukurlah aku ikut senang karena honey bisa kembali beraktivitas kembali seperti dulu." Ucap dokter Rebecca sambil membalas genggaman tangan suaminya.
" Sayang, kamu bahagia jika aku bisa berjalan dan wajahku kembali seperti dulu?" Tanya tuan Richard.
" Tentu saja aku sangat bahagia honey." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum dengan sangat tulus
( " Sangat bahagia sekaligus aku merasakan takut... takut kalau suamiku berpaling dengan wanita lain." Sambung dokter Rebecca dalam hati ).
Tuan Richard membalas senyuman dokter Rebecca kemudian menggengam tangan istrinya dan mengecup punggung tangan istrinya.
" Honey mau belajar jalan lagi?" Tanya dokter Rebecca.
" Boleh." Jawab suaminya penuh semangat.
Dokter Rebecca membantu suaminya untuk berdiri kemudian tuan Richard mulai melangkahkan kakinya hingga tidak berapa lama tuan Richard mulai agak lancar melangkahkan kakinya membuat tuan Richard tersenyum bahagia.
Setengah jam kemudian tuan Richard menyudahi belajar jalan karena tidak tega melihat wajah lelah istrinya, dokter Rebecca yang juga lelah menyetujui permintaan suaminya kemudian dokter Rebecca membantu suaminya berjalan ke arah kursi roda.
" Aku juga ingin mandi, kita mandi bersama yuk." ajak tuan Richard
" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat.
( " Apapun yang suamiku minta aku akan berusaha melakukannya yang terbaik walau sesulit apa pun termasuk memintaku untuk pergi dari kehidupannya maka aku pun akan pergi asalkan suamiku bahagia," ucap dokter Rebecca dalam hati ).
Tuan Richard tersenyum, dirinya sangat bahagia karena istrinya tidak pernah protes apapun yang diinginkannya dokter Rebecca selalu menurutinya tanpa banyak protes.
Kini mereka berada di dalam kamar mandi tepatnya di dalam bathtub, tuan Richard yang sudah ketagihan dengan tubuh istrinya membuatnya ingin melakukan lagi dan lagi.
" Honey... ahhh." Ucap dokter Rebecca sambil mendesah.
Tuan Richard memberikan pemanasan terlebih dahulu membuat dokter Rebecca men de sah setelah di rasa cukup tuan Richard menyatukan tubuhnya ke tubuh istrinya, setelah agak lama barulah keluar lahar milik tuan Richard.
" Semoga cepat berkembang karena aku menginginkan seorang putra." Ucap tuan Richard
__ADS_1
" Semoga saja honey." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.
Selesai melakukan kegiatan suami istri dan membersihkan diri, mereka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk, dokter Rebecca berjalan ke arah ranjang sedangkan tuan Richard berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai.
Bruk
" Honey, aku sangat lelah mau tidur lima menit saja," ucap dokter Rebecca sambil menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.
" Tidurlah," jawab tuan Richard sambil memakai pakaian santai.
Tidak membutuhkan waktu lama dokter Rebecca sudah tertidur dengan pulas nya sedangkan tuan Richard membuka laptopnya untuk melihat pekerjaan yang di kirim oleh asistennya, hingga satu jam kemudian dokter Rebecca menggeliatkan tubuhnya sambil membuka matanya dan duduk di kepala ranjang.
" Honey aku lapar." Ucap dokter Rebecca.
" Kita makan di sini saja." Ucap tuan Richard.
" Baik honey." Jawab dokter Rebecca.
Tuan Richard menghubungi kepala pelayan untuk menyiapkan makanan mereka dan di bawa ke kamarnya hingga sepuluh menit kemudian makanan datang dan mereka pun makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah selesai makan dan kini mereka berada di balkon menikmati udara siang hari. Rimbunnya pepohonan membuat suasana balkon tidak panas malah terasa sejuk, mereka mengobrol sambil tertawa bersama terlebih dokter Rebecca menceritakan tentang hal - hal yang konyol membuat suaminya tidak berhenti untuk tertawa.
( " Aku sangat senang bisa melihat suamiku tertawa lepas, aku tidak tahu apakah kebersamaan kita ini akan hilang setelah aku melahirkan seorang anak? apalagi setelah suamiku sebentar lagi bisa berjalan dan wajahnya pasti sangat tampan ketika sudah selesai operasi wajahnya dan bisa dipastikan suamiku banyak digilai oleh para wanita sedangkan aku? Ibuku selingkuh dan aku tidak tahu di mana ibuku berada sedangkan ayah kandungku menjual diriku padahal aku sering memberikan uang ke ayahku dan bisa jadi setelah suamiku tidak membutuhkan aku lagi maka aku akan di buang seperti sampah." Ucap dokter Rebecca dalam hati ).
( " Jika saat itu tiba aku akan pergi ke luar negri melupakan semuanya yang telah terjadi baik keluargaku dan juga suami yang aku cintai, aku akan berkerja sebagai dokter sekaligus aku akan kuliah lagi agar aku bisa melupakan orang yang aku cintai," sambung dokter Rebecca yang sudah menyiapkan sesuatu yang terburuk yang akan terjadi )
( " Aku semakin mencintai istriku tapi aku sangat takut jika kebersamaan kita ini hanya sementara mengingat pasti banyak pria yang menyukai dirimu dan kamu pasti akan mengkhianati diriku seperti mantan kekasihku, ibumu saja bisa selingkuh dan bisa saja kamu mengikuti jejaknya." Ucap tuan Richard dalam hati ).
" Aku sangat lelah ingin tidur, antar kan aku ke tempat tidur." pinta tuan Richard.
" Baik honey." Jawab dokter Rebecca patuh.
Dokter Rebecca mendorong kursi roda milik tuan Richard menuju ke arah ranjang dan mereka pun berbaring di ranjang sambil berpelukan,
cup
Tuan Richard mengecup bibir istrinya dengan singkat kemudian memeluknya sedangkan dokter Rebecca hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya.
__ADS_1
Saat ini dokter Rebecca ingin menikmati kelembutan suaminya hingga dirinya tidak dibutuhkan lagi hingga tidak berapa lama merekapun sudah tertidur dengan pulas.