
Deg
Tuan Richard sangat terkejut dan langsung memerintahkan kursi rodanya untuk berputar dan tuan Richard melihat tangan kanan istrinya menyentuh gagang pintu kamar.
" Tunggu, maafkan aku." Ucap tuan Richard merasa bersalah karena telah membentak istrinya.
Dokter Rebecca menarik tangannya kembali kemudian menghapus air matanya dengan kasar setelah itu dokter Rebecca membalikkan badannya sambil tersenyum namun tuan Richard tahu kalau dokter Rebecca habis menangis.
" Kenapa mommy menangis?" Tanya tuan Richard dengan nada terkejut sambil memerintahkan kursi roda ke arah dokter Rebecca.
" Maafkan mommy karena masuk tidak mengetuk pintu dan maafkan mommy karena mommy sangat merindukan daddy karena itulah mommy berlari dari pintu mansion sampai ke kamar untuk menemui daddy. Sekali lagi maafkan mommy, mommy akan keluar karena ternyata kehadiran mommy membuat daddy marah." Ucap dokter Rebecca yang tidak henti - hentinya meminta maaf.
Selesai mengatakannya dokter Rebecca membalikkan badannya kembali dan tangan kanannya kembali diarahkan ke gagang pintu kamar untuk membuka pintu kamar mereka.
greb
" Akhhhhh..." teriak dokter Rebecca
Tuan Richard menarik tangan istrinya membuat dokter Rebecca kehilangan keseimbangan dan jatuh di pangkuan suaminya. Tuan Richard memegang dagu istrinya dengan perlahan agar menatap dirinya.
" Maaf aku tidak kalau istriku datang ke kamarku, sungguh aku tidak ada maksud untuk membentak mommy." Ucap tuan Richard merasa bersalah.
Dokter Rebecca langsung melepaskan tangan suaminya yang memegang dagunya kemudian memeluk suaminya dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.
" Hiks... hiks... hiks... maafkan aku juga karena gara - gara tidak sabar untuk bertemu dengan Daddy maka mommy masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu." Ucap dokter Rebecca sambil menangis.
" Istriku kangen padaku?" Tanya tuan Richard sambil tersenyum dan membalas pelukan istrinya.
" Iya aku kangen dengan suamiku yang sangat tampan." Ucap dokter Rebecca sambil menghirup aroma tubuh suaminya yang membuat dirinya merasakan nyaman.
__ADS_1
" Sayang, kumohon berhenti jangan lakukan itu, adik kecilku sudah mulai tegang, apakah istriku tidak merasakan bokong mu ada yang mengganjal?"Tanya tuan Richard dengan nada mulai berat.
" Aku tahu daddy." jawab dokter Rebecca.
" Maka diam lah." Ucap tuan Richard.
Dokter Rebecca langsung terdiam dan berhenti mencium aroma tubuh suaminya kemudian mendongakkan kepalanya ke arah suaminya.
" Bagus, istriku memang pintar." Ucap tuan Richard sambil membelai lembut wajah istrinya.
" Aroma daddy sangat harum membuatku sangat nyaman... hmm... daddy, mommy mandi dulu ya?... badan mommy sudah lengket dan pasti bau?" Ucap dokter Rebecca sambil berusaha bangun dari pangkuan suaminya.
" Tidak mommy, mommy tidak bau tapi harum." Ucap tuan Richard
" Tapi aku ingin mandi dulu dad? Setelah mommy selesai mandi ke dua kaki daddy akan mommy pijat lagi." Ucap dokter Rebecca
" Baiklah." Jawab tuan Richard sambil melepaskan pelukannya.
Dokter Rebecca turun dari pangkuan suaminya kemudian mencium bibir suaminya dengan singkat.
" Mommy mandi tidak lama." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.
Dokter Rebecca membalikkan badannya dan meninggalkan tuan Richard yang sedang diam mematung sambil memegangi bibirnya yang baru dicium oleh istrinya.
" Bibir istriku terasa sangat manis membuatku selalu ketagihan padahal sudah berulang kali kami melakukan itu tapi kenapa rasanya seperti candu?" Tanya tuan Richard pada dirinya sendiri.
" Rebecca... aku sangat mencintaimu dan aku harap kamu tidak mengkhianati diriku." Ucap tuan Richard.
Tuan Richard memerintahkan kursi rodanya untuk berputar - putar sambil ke dua tangannya direntangkan ke atas seperti remaja yang sedang jatuh cinta setelah berputar - putar tuan Richard memerintahkan kembali kursi rodanya untuk bergerak ke arah balkon. Tuan Richard menikmati pemandangan dari arah balkon hingga setengah jam kemudian pintu kamar mandi terbuka.
__ADS_1
Ceklek
Dokter Rebecca membuka pintu kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi sebagian tubuhnya dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai dan memakai pakaian tersebut.
" Daddy," Panggil dokter Rebecca setelah selesai memakai pakaian santai.
" Daddy ada di balkon." jawab tuan Richard.
Dokter Rebecca berjalan ke arah balkon dan mendekati suaminya yang sedang memandangi pemandangan.
" Daddy." Panggil dokter Rebecca kembali
Tuan Richard memerintahkan kursi rodanya untuk berputar kemudian menatap wajah cantik istrinya sambil tersenyum.
" Mommy sini." pinta tuan Richard sambil menepuk - tepuk pahanya.
" Tidak daddy, mommy ingin memijat kaki daddy yang paling tampan dulu." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
Dokter Rebecca duduk di lantai sambil menaruh botol yang tadi dibelinya lewat online dan diletakkan di lantai, dokter Rebecca menarik perlahan kaki kanan tuan Richard dan diletakkan di pahanya kemudian celana panjang tuan Richard di gulung sampai ke betis kemudian dokter Rebecca mengambil botol yang tadi di taruh di lantai.
Dokter Rebecca membuka tutup botol dan menuangkan di telapak tangannya kemudian telapak tangannya disatukan untuk di gosok - gosok setelah selesai dokter Rebecca dengan lembut memijat kaki tuan Richard membuat tuan Richard hanya meringis menahan rasa sakit.
" Sakitnya tidak seperti kemarin - kemarin? Kenapa bisa berbeda? Apa karena sekarang di kasih minyak makanya tidak sakit?" Tanya tuan Richard penasaran.
" Kemarin-kemarin itu karena mommy mencari titik syaraf kaki makanya daddy merasakan sakit luar biasa sedangkan yang ini tidak terlalu sakit seperti kemarin-kemarin karena titik syaraf kaki daddy sudah mulai terbuka. Mungkin kurang dari seminggu daddy bisa berjalan dengan normal dan tidak merasakan sakit lagi." jawab dokter Rebecca sambil memijat kaki suaminya.
" Benarkah?" Tanya tuan Richard dengan mata berbinar.
" Benar daddy, asalkan daddy semangat menggerakkan ke dua kakinya." jawab dokter Rebecca.
__ADS_1
" Terima kasih mommy." Ucap tuan Richard.
" Untuk apa?" Tanya dokter Rebecca dengan nada bingung.