Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Dokter Rebecca dan Tuan Richard


__ADS_3

Dokter Rebecca meminum susu hangat sambil menatap pintu operasi, hingga satu jam lebih membuat dokter Rebecca merasakan bosan dan susu hangatnya juga sudah habis.


" Kak Rey, aku akan pergi ke taman." pamit dokter Rebecca sambil berdiri meninggalkan asisten Rey sendirian.


" Baik nyonya." Jawab asisten Rey.


Dokter Rebecca meninggalkan asisten Rey sendirian karena dokter Rebecca ingin menenangkan diri dari rasa sesak yang menghimpit hatinya, dokter Rebecca duduk di taman sambil menikmati udara pagi.


( " Aku berharap operasi wajah suamiku berjalan dengan lancar agar suamiku bisa beraktivitas kembali seperti dulu lagi karena kebahagiaan suamiku merupakan kebahagiaan diriku." Ucap dokter Rebecca dalam hati ).


Dokter Rebecca memandangi taman bunga yang berada dekat dengan rumah sakit hingga tiga jam kemudian ponselnya berdering. Dokter Rebecca mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tas kemudian dokter Rebecca melihat dari layar ponselnya kalau asisten Rey menghubungi dirinya.


" Hallo kak Rey." Panggil dokter Rebecca


" Nyonya, tuan Richard menanyakan nyonya, nyonya ada di mana sekarang?" Tanya asisten Rey.


" Aku ada di taman bunga dekat rumah sakit, aku akan ke sana sekarang." jawab dokter Rebecca sambil berdiri dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


Dokter Rebecca berjalan menuju ke ruang perawatan VVIP untuk menemui suaminya sambil berharap operasinya berjalan dengan lancar.


ceklek


Dokter Rebecca membuka pintu dan melihat suaminya sedang berbaring sambil menatap dirinya sedangkan asisten Rey berdiri kemudian menundukkan kepalanya tanda hormat dan meninggalkan mereka berdua.


" Daddy mencari ku?" Tanya dokter Rebecca.


" Hmmmm." Jawab tuan Richard berupa deheman.


" Ada apa daddy?" Tanya dokter Rebecca.


" Apakah mommy tidak mengucapkan selamat karena operasi ku berjalan lancar dan seminggu lagi perban pada wajahku akan di buka?" tanya tuan Richard.


" Selamat karena operasinya berjalan dengan lancar dan semoga suamiku wajahnya semakin bertambah tampan." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum dengan tulus.


Tuan Richard membalas senyuman dokter Rebecca dan berharap apa yang dikatakan oleh dokter Rebecca dapat terkabul dan wajahnya tidak cacat lagi.


" Aku sangat lapar suapi aku." Pinta tuan Richard.


" Baik daddy." jawab dokter Rebecca patuh.


Dokter Rebecca mengambil mangkok dan mulai menyuapi suaminya hingga habis tidak tersisa kemudian mengambil gelas yang berisi air mineral dan diberikan ke suaminya dengan menggunakan sedotan hingga menyisakan setengah gelas.


" Sekarang daddy istirahat." Ucap dokter Rebecca sambil menyelimuti tubuh suaminya sampai ke bahu.


" Temani aku tidur." Pinta tuan Richard.


" Ok." Jawab dokter Rebecca patuh.


Dokter Rebecca naik ke ranjang suaminya kemudian memeluk tubuh suaminya begitu pula dengan tuan Richard dan tidak membutuhkan waktu lama mereka pun tertidur pulas sambil memberikan kehangatan.


xxxxxxx


Seminggu Kemudian


Hubungan dokter Rebecca dengan tuan Richard seperti biasa kadang romantis dan kadang dingin sulit di tebak membuat dokter Rebecca hanya pasrah dan diam sampai pada saatnya nanti dokter Rebecca akan pergi di saat dirinya tidak dibutuhkan lagi.


Tidak terasa sudah seminggu dan kini saatnya perban yang menutupi wajah tuan Richard di buka, dokter Rebecca dan asisten Rey menunggu dokter membuka perban tersebut dengan jantung berdebar.


Setelah selesai dokter Rebecca dan asisten Rey tersenyum bahagia karena operasinya berjalan dengan lancar membuat dokter Rebecca sudah mempersiapkan diri jika suaminya meminta dirinya bercerai dan dokter Rebecca akan menerimanya dengan lapang dada.


" Mana kaca?" Pinta tuan Richard.


" Ini tuan." jawab perawat itu sambil menatapnya tanpa berkedip.


Tuan Richard menerima kaca tersebut dan melihat wajahnya kemudian tuan Richard menyentuh wajahnya sambil tersenyum bahagia karena dirinya sudah tidak cacat lagi.


" Selamat tuan wajah tuan sudah kembali lagi malah lebih tampan." Ucap asisten Rey sambil tersenyum bahagia.


" Terima kasih Rey." Jawab tuan Richard sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Apakah kamu tidak mengucapkan selamat karena wajahku tidak buruk lagi?" Tanya tuan Richard sambil menatap kesal ke arah dokter Rebecca.


" Selamat suamiku, suamiku semakin bertambah tampan." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum tulus dan menatap wajah tampan suaminya yang lebih tampan dari fotonya.


Tuan Richard tersenyum bahagia karena dirinya sudah sempurna karena sudah bisa jalan lagi dan wajahnya sudah tidak cacat lagi.


" Mommy sangat senang, daddy bisa jalan kembali dan wajah daddy kini semakin bertambah tampan dan pastinya banyak wanita yang akan tergila - gila dengan daddy." Ucap dokter Rebecca.


" Tentu saja, besok pagi daddy akan pergi ke kantor dan mommy di rumah saja." Perintah tuan Richard.


( " Walau banyak wanita tergila-gila padaku tapiĀ  aku tidak perduli karena hanya satu wanita yang aku cintai yaitu kamu istriku, aku tidak ingin kamu berada di kantor karena aku tidak mau kecantikan istriku di lihat orang lain hanya aku yang boleh menikmatinya." Ucap tuan Richard dalam hati ).


" Bagaimana aku bekerja sebagai sekretaris daddy?" Tanya dokter Rebecca.


" Tidak, mommy di rumah saja." Tolak tuan Richard.


Wajah dokter Rebecca menahan agar air matanya tidak keluar membuat tuan Richard tidak tega melihatnya. Tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik dokter Rebecca.


" Baiklah mommy boleh berkerja sebagai sekretaris ku tapi asalkan mommy jangan pernah mengatakan kalau kita sudah menikah." Ucap tuan Richard.


( " Maaf sayang, bukannya daddy tidak mau mengakui mu sebagai seorang istri tapi banyak musuh yang akan menyerang ku kembali lewat dirimu. Sungguh aku tidak sanggup jika aku harus kehilanganmu." Ucap tuan Richard dalam hati ).


( " Suamiku selalu bilang sangat mencintaiku tapi di depan orang - orang daddy tidak mengakui ku sebagai seorang istri dan sesuai prediksi ku jika suatu saat nanti jika suamiku menemukan pengganti ku maka aku harus bersiap untuk pergi meninggalkan daddy. Sebelum hal itu terjadi aku akan lakukan yang terbaik untuk suamiku sebagai ungkapan terima kasih karena telah menolongku keluar dari keluargaku yang selalu berbuat jahat dan sering menyiksa diriku." Ucap dokter Rebecca dalam hati ).


" Baik daddy, mommy akan ingat pesan daddy." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum menahan luka dihatinya.


" Syukurlah kalau kamu mengingatnya, sekarang ambilkan makanan itu dan suapi aku." Perintah tuan Richard.


" Baik daddy." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum kembali.


Dokter Rebecca dengan patuh mengambil mangkok dan menyuapi suaminya dengan telaten tanpa membantah sedikitpun. Dokter Rebecca menyuapi bubur sesuap demi suap hingga habis tanpa sisa kemudian menaruh kembali mangkok ke atas meja dekat ranjang.


" Daddy sekarang minum ya?" Pinta dokter Rebecca.


Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Rebecca mengambil gelas yang sudah ada sedotannya dan diberikan ke mulut suaminya. Tuan Richard meminumnya hingga menyisakan setengah gelas.


" Daddy bolehkah aku bertanya?" Tanya dokter Rebecca


" Jika seandainya daddy sudah kembali bekerja dan bertemu dengan seorang gadis dan daddy mulai menyukainya, apakah daddy akan mengusirku tanpa perlu menunggu surat perjanjian yang telah telah daddy buat?" Tanya dokter Rebecca sambil menatap sendu mata suaminya.


" Kalau daddy merasa nyaman bersamanya kenapa tidak?" jawab tuan Richard sambil menatap mata indah istrinya tanpa menyadari itu menyakiti perasaan istrinya.


Dokter Rebecca hanya tersenyum menutupi hatinya yang sangat terluka tapi tidak mengeluarkan darah.


( " Kenapa istriku tidak marah atau cemburu malah tersenyum, apakah istriku tidak mencintaiku?" tanya tuan Richard sambil menatap wajah istrinya dengan kesal ).


" Maaf daddy, aku sangat lapar mau makan di kantin." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum


" Pergilah." Usir tuan Richard.


Dokter Rebecca pergi meninggalkan tuan Richard sendirian karena dirinya ingin menenangkan dirinya di taman. Dokter Rebecca keluar dari ruang perawatan tuan Richard dan melihat asisten Rey sedang menghubungi seseorang.


" Maaf kak Rey, aku ingin ke kantin dulu, tolong temani kak Richard." pinta dokter Rebecca sambil tersenyum.


Asisten Rey hanya menganggukkan kepalanya.


" Besok tuan Richard mulai bekerja di perusahaan lakukan penyambutan kedatangan CEO." perintah asisten Rey di ponselnya.


Dokter Rebecca yang melihat asisten Rey masih mengobrol meninggalkan asisten Rey dan berjalan ke arah taman. Dokter Rebecca duduk di taman sambil memandangi taman yang sangat indah.


( " Aku harus kuat, ingat Rebecca kamu itu hanya seorang budak yang di beli oleh tuan Richard jadi sewaktu - waktu kamu akan di tendang ketika tuan Richard tidak membutuhkan dirimu." Ucap dokter Rebecca dalam hati pada dirinya sendiri).


( " Apa yang terjadi terjadilah aku hanya bisa pasrah." sambung dokter Rebecca dalam hati ).


Setelah puas menangis dokter Rebecca menghapus air matanya kemudian berdiri untuk meninggalkan taman tersebut namun baru beberapa langkah ponsel miliknya berdering membuat dokter Rebecca langsung mengangkat ponselnya.


" Hallo." Panggil dokter Rebecca


" Nyonya ada di mana?" tanya asisten Rey

__ADS_1


" Masih di taman yang berada di rumah sakit , ada apa kak Rey?" Tanya dokter Rebecca


" Nona di cari tuan." jawab asisten Rey


" Ok, aku akan ke sana." jawab dokter Rebecca


tut tut tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus, dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menyiapkan hati untuk bertemu dengan suaminya.


Hati yang selalu terluka dengan perkataan suaminya dan sayangnya suaminya tidak tahu kalau perkataannya sangat menyakiti istri yang dicintainya, dokter Rebecca berjalan ke arah ruang kamar perawatan VVIP.


ceklek


Dokter Rebecca membuka pintu ruang perawatan VVIP dan melihat tuan Richard dan asisten Rey sedang berbicara. Tuan Richard dan asisten Rey memandang siapa yang membuka pintu perawatan VVIP, setelah mengetahui asisten Rey pamit meninggalkan mereka berdua.


" Ada ada tuan Richard?" Tanya dokter Rebecca sambil tersenyum


Tuan Richard menatap tajam ke arah istrinya karena dirinya di panggil dengan sebutan tuan.


" Mommy dari mana saja?" Tanya tuan Richard sambil menatap istrinya dengan penuh curiga.


" Maaf tuan, saya tadi berada di taman yang berada di rumah sakit." Jawab dokter Rebecca.


" Kenapa mommy memanggil daddy dengan sebutan tuan ? dan kenapa sekarang bahasanya formal? Biasanya kita selalu memanggil dengan sebutan mommy dan daddy? Apakah mommy ada niat untuk berpisah denganku?" Tanya tuan Richard dengan tatapan tajam.


" Maaf daddy, mommy lagi belajar untuk memanggil tuan Richard kalau kita nanti berada di kantor dan jika kita di rumah maka mommy akan manggil daddy," jawab dokter Rebecca menjelaskan.


" Oh ya, ada apa daddy memanggil mommy?" Tanya dokter Rebecca merubah panggilan suaminya.


" Temani aku tidur di sebelah ranjang ku." Pinta tuan Richard sambil menggeser tubuhnya.


" Baik." Jawab dokter Rebecca singkat dan patuh sambil berjalan mendekati suaminya dan berbaring di samping ranjang suaminya.


" Jangan membelakangi diriku, pindah posisi menghadap ke arahku." pinta tuan Richard.


" Baik." Jawab dokter Rebecca singkat.


deg


deg


deg


deg


Ke dua jantung mereka berdetak kencang ketika mereka saling menatap walau mereka sudah menikah dan setiap saat selalu melakukan hubungan suami istri membuat wajah dokter Rebecca bersemu merah.


" Kenapa wajahmu memerah? Jantungmu juga berdetak kencang, apakah kamu sakit?" Tanya tuan Richard dengan nada kuatir sambil tangan kanannya di arahkan ke dahi dokter Rebecca.


Jantung tuan Richard juga berdetak kencang tapi tidak dipedulikan karena dirinya sangat kuatir dengan istrinya.


" Tidak, aku...." Ucapan dokter Rebecca terpotong karena terdengar suara perut dokter Rebecca bernyanyi


krucuk.... krucuk.... krucuk....


Dokter Rebecca menggantungkan kalimatnya karena perutnya tiba - tiba berbunyi membuat dokter Rebecca malu dan langsung memeluk tuan Richard sambil menyembunyikan wajahnya.


" Mommy lapar?" Tanya tuan Richard sambil membalas pelukan dokter Rebecca.


" Tidak." Jawab dokter Rebecca singkat dan masih memeluk suaminya.


" Mommy jangan bohong, perut mommy berbunyi." Ucap tuan Richard sambil melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan tubuh istrinya kemudian menarik dagu istrinya dengan lembut agar menatap dirinya.


" Iya aku lapar tapi aku lagi malas makan." jawab dokter Rebecca sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Kenapa?" tanya tuan Richard sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Tidak apa - apa, aku sangat mengantuk kita tidur saja." Ucap dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Tidak kamu harus makan, aku akan menghubungi asisten Rey untuk membawakan makanan untukmu." Ucap tuan Richard.


" Kamu mau memesan makanan apa? tanya tuan Richard.


__ADS_2