
Tiba-tiba saat sampai dirumah, mereka sudah di tunggu oleh orang tua Viktor. Melihat Nandini berjalan sangat dekat dengan Viktor mereka nampak tidak menyukainya. Padahal saat ini Nandini hanya sedang membantu Viktor berjalan lebih mudah saja karena cedera di kakinya membuatnya merasa sedikit ngilu jika berjalan.
Nampak orang tua Viktor memandang Nandini dengan rendah. Tatapan mereka mengisyaratkan rasa tidak sukanya. Dan Nandini tahu apa sebabnya. Pasti mereka akan membahas soal asal usulnya dan bagaimana dia bisa menikah dengan Viktor. Dalam hati Nandini takut dan cemas.
Jika mereka tahu aku yang menyebabkan Viktor kecelakaan, maka mereka pasti akan memenjarakan diriku. Aku mohon Tuhan, jangan sampai mereka tahu hal ini. Jika kita bercerai, aku tidak akan menemui pria ini lagi. Jika itu yang mereka inginkan, aku tidaklah keberatan, batin Nandini yang baginya pernikahan ini hanyalah sebuah kesalahan saja. Tidak lebih dari jebakan CEO dan Viktor. Sedikitpun tidak ada rasa cinta untuk pria kaya ini.
"Halo...om...tante..." sapa Nandini saking bingungnya harus memanggil apa.
"Kenapa memanggil begitu. Panggil mama dan papa. Kau adalah menantu dirumah ini," tiba-tiba saja Viktor protes padanya.
"Tetap panggil om dan Tante saja. Lagian, bagi kami kau bukan menantu rumah ini. Kami tidak tahu siapa kau dan tujuanmu datang kerumah kami menggantikan Virlie dan menjadi istrinya Viktor," papanya berkata dengan tegas dan tatapan dingin.
Deg. Tiba-tiba saja Nandini gemetar dan takut. Benar-benar takut pada ayah mertuanya ini.
__ADS_1
"Baik...om..." sahut Nandini.
"Nandini...masuklah ke dalam. Aku yang akan bicara pada papa dan mama," kata Viktor yang tidak ingin Nandini menjadi bulan-bulanan orang tuanya. Dia memang kesal dan marah pada Nandini. Tapi pernikahan ini bukan salah Nandini.
"Permisi...om..tante..." Sekarang Nandini sadar kenapa kemarin dia tidak bertemu dengan kedua orang tua Viktor. Itu ternyata karena mereka tidak suka padanya. Mereka hanya ingin CEO Virlie yang menjadi pendamping Viktor. Padahal, ini bukan kemauan ku. Aku terpaksa melakukannya, demi uang untuk operasi ibu, batin Nandini.
"Pah...ini bukan kesalahannya. Ini keputusanku. Aku yang meminta dia menjadi istriku," kata Viktor tegas di hadapan mama dan papanya.
"Aku tidak akan bercerai darinya," Viktor menegaskan pada kedua orang tuanya.
"Apa? Viktor, sadarlah! Kau ini keluarga konglomerat. Dan dia gadis desa biasa. Kita tidak sederajat!" hardik ayahnya datar.
"Tidak pa. Aku sadar telah membuat keputusan salah dengan perjodohan antara aku dan Virlie. Nyatanya sekarang apa yang menimpa diriku membuatku sadar. Wanita seperti apa yang aku butuhkan didalam hidupku," ucap Viktor.
__ADS_1
Plak!
Dengan kesal dan emosi tak tertahankan, ayahnya menamparnya.
"Ingat! Jika kau tidak menceraikan gadis desa itu. Kau tidak akan kami anggap sebagai anak lagi!" kata tegas papanya juga membuat istrinya terbelalak.
"Pa. Apa yang papa ucapkan?!" Istrinya terkejut dengan ancaman suaminya. Dan Viktor hanya menatap mereka berdua dengan memegangi pipinya yang baru saja di pukul oleh ayahnya.
"Viktor! Papa membangun bisnis kita ini dengan susah payah. Hingga kau hidup bak pangeran dengan segala kemudahan nya. Kami tidak memintamu bekerja keras seperti apa yang aku lakukan. Aku hanya memintamu untuk memilih istri yang pantas saja. Itu saja harapan kami,..." Ayahnya segera berlalu dalam rasa kecewa dan rasa kesal karena pikirannya yang tidak sejalan dengan putranya.
"Viktor...apa yang papamu katakan itu cobalah pikirkan dengan kepala dingin. Kami hanya ingin melihatmu bahagia. Gadis itu tidak pantas untukmu. Dia hanya gadis desa yang pantasnya menjadi pelayan di keluarga kita. Dia tidak akan bisa seperti kita. Latar belakang kita berbeda. Mengertilah Viktor, hargai keinginan papamu..." Sang ibu berkata dengan lembut kali ini. Berharap putranya akan luluh dan segera menceraikan Nandini.
Nandini yang mengintip dari balik dinding mendengarkan dengan jelas pembicaraan mereka. Dalam hati dia sendiri bingung, kenapa Viktor tetap mempertahankan dirinya? Padahal jika di ceraikan saat ini juga, Nandini akan senang. Karena selain hutangnya lunas pada CEO Virlie, dia juga bisa tinggal bersama ibunya seperti dulu lagi.
__ADS_1