Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 35 Akan jadi scandal


__ADS_3

Semua mata benar-benar tak berkedip dengan dua sejoli yang terlihat romantis. Bukan karena apa yang mereka lakukan adalah hal aneh. Melainkan karena mereka bukanlah sepasang kekasih yang sedang berdansa. Mereka adalah CEO dan Ajudan.


Nampak nyonya Vivi langsung mendekati mereka berdua dan memanggilnya ke belakang. Lalu di ikuti oleh suaminya. Ayah dan ibunya menatap wajah Virlie. Sedangkan Aji menunggu di pesta yang sedang berlangsung.


"Virlie. Apa yang sudah kamu lakukan tadi benar-benar tidak pantas. Dia bukan kekasihmu. Dia adalah ajudan ayahmu. Seorang pelayan." kata Vivi tegas.


"Aku mencintainya," kini diapun sudah tidak ingin menutupi lagi hubungannya dengan Aji. Dia mulai merasa nyaman dengan perhatian Aji dan ternyata pria ini terlepas dari status sosialnya, sangat memahami Virlie.


Cinta tulus yang dia lihat dimata aji tidak pernah dia temukan di mata Viktor sebelumnya. Karena yakin jika Aji adalah pria yang tepat untuk mendampinginya, maka Virlie telah memutuskan untuk hidup bersamanya. Meskipun itu tidak akan mudah. Dia akan ditentang habis-habisan oleh ibunya, itu sudah pasti. Sekarang dia hanya berharap ayahnya tidak bersikap sama seperti ibunya.


"Apakah kau benar-benar mencintainya?" Tanya Bram menatap lekat mata putrinya. Mendengar pertanyaan suaminya membuat Vivi melotot.


"Papah, apa yang kau tanyakan? Tidak peduli cinta atau apa, kau tidak boleh dekat dengannya lagi. mulai besok akan ada orang lain yang menggantikan dirinya. mama akan memecat dia langsung. Tidak sopan sekali apa yang sudah dia lakukan tadi? Apakah dia lupa siapa dirinya?!" Nyonya Vivi sangat gemas jika teringat apa yang sudah dia lihat tadi.

__ADS_1


Tapi sekali lagi ayahnya bertanya pada Virlie.


"Apakah kau mencintai Aji?"


Virlie mengangguk.


"Aku ingin hidup bersamanya...."


"Ohh....." Nyonya Vivi langsung berpegangan pada lengan suaminya. "Aku benar-benar bisa gila jika terus mendengar kata cinta darinya. Gadis bodoh ini mulai bersikap seperti wanita kelas menengah. Hanya memikirkan cinta saja dan menjadi bodoh sehingga akalnya tidak berguna,"


"Hem...."


Bram mengangguk. Sementara Vivi memegang kepalanya yang menjadi pening.

__ADS_1


"Jika kau yakin dia adalah pria yang baik, maka papa setuju saja.Papa juga sudah lama mengenalnya. Papa bisa melihat karakter seseorang, apakah dia itu baik atau buruk. Menurut papa, Aji adalah pria yang baik,"


Virlie terbelalak sangat senang. Ternyata papanya mendukungnya seperti yang dia inginkan.


Mamanya nampak langsung lemas tak berdaya. Dia benar-benar kecewa dengan pilihan Virlie. Dia akan tertekan secara sosial jika sampai Virlie benar-benar menikah dengan Aji. Namun setelah suaminya setuju dan mendukungnya, maka apalah dayanya. Ejekan dari teman-temannya sudah terbayang di benaknya.


"Papa, jangan lakukan ini. Papa tahu putri kita itu sedang mabuk kepayang. Dia sedang mabuk cinta. Akalnya tidak bekerja. Tapi kau? Kau tahu jika dia tidak pantas untuk putri kita," Vivi memohon pada suaminya agar jangan mendukung kisah cinta Virlie yang akan menjadi skandal ini. dan tentu akan mempermalukan dirinya di antara teman sosialitanya.


"Papa... terimakasih....!" tanpa mendengar lagi ceramah mamanya, Virlie segera keluar dan menghampiri Aji yang menunggu dengan cemas.


"Ayo kita jalan-jalan dan berkencan..."


"Maksudmu?"Aji terkejut. Sejak awal dia tahu jika dia akan terluka saat berani mencintai putri majikannya. Karena dia adalah pria biasa.

__ADS_1


"Cepatlah....!" Virlie segera menarik aji keluar dari pesta dan mereka akan makan malam romantis di suatu tempat yang sudah ada di dalam angan-angan Virlie. Satu kata dari papanya sudah cukup untuk nya melangkah lebih dekat pada pria pujaan hatinya.


Sementara Aji yang masih shock dan kebingungan, tanganya sudah di tarik saja oleh Virlie keluar dari ruangan itu.


__ADS_2