Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 9 Aku seperti boneka mainan bagi mereka


__ADS_3

Nandini keluar dari dinding persembunyiannya dan menatap Viktor serta Virlie secara bergantian. Nandini merasa kecewa sekali saat tahu jika Virlie adalah calon istrinya Viktor.


"Jadi mereka berdua bersekongkol menjebakku?" Nandini tidak tahan lagi untuk bisa menghentikan airmatanya yang langsung mengalir dengan deras.


Dia berjalan mendekati mereka berdua dan berdiri di hadapan CEO Virlie dengan mata tajam penuh amarah juga kesedihan.


"Pantas saja kau langsung memberiku pinjaman itu. Jadi kalian berdua bersekongkol untuk menjebakku? Kalian berdua telah menghancurkan hidupku..." Nandini menangis di hadapan Virlie dan Viktor. Dan Nandini menuduh mereka berdua yang dengan sengaja membuat masa depannya suram karena menikah dengan pria yang tidak dia cintai.


Ibunya bahkan sekarang entah dimana. Tiba-tiba saja setelah pernikahan mereka tidak berjumpa lagi. Dan ibunya tidak bisa di hubungi setelah itu.


"Kenapa kau menguping pembicaraan kami? Dasar gadis kelas menengah ini!" Virlie kesal pada Nandini dan menarik tangannya ke arahnya.


Dan disaat yang sama, Viktor juga menarik tangan Nandini di hadapan Virlie.


"Jangan bicara keras padanya di hadapanku. Dia adalah istriku sekarang. Kau harus bicara dengan sopan padanya," kata-kata Viktor benar-benar menohok dan menusuk langsung ke relung hati Virlie dengan sangat tajam.


Nandini terbelalak melihat Viktor tiba-tiba membelanya di hadapan CEO. Kini salah satu tangan Viktor mengambil tangan Nandini dan meraihnya ke sampingnya. Hal itu tentu saja membuat Virlie terbelalak hingga tanpa sengaja melepaskan bunga yang dia bawa untuk hadiah pernikahan mereka berdua.


Mata Virlie terbelalak lebar dan kaget karena Viktor membela Nandini di hadapannya. Hal ini sangat melukai harga dirinya. Baginya Nandini tidak lebih dari gadis miskin yang berasal dari kampung dan tidak sepadan dengan mereka berdua yang sama-sama kaya dan keturunan konglomerat.


"Viktor! Kita harus bicara..." Akhirnya Virlie bicara dengan suara tersekat di tenggorokan.


"Nandini...kau masuklah ke dalam. Aku akan keluar sebentar," kata Viktor berbicara dengan suara lembut.


Nandini masih bingung dengan semua ini. Apalagi Viktor yang tiba-tiba bicara dengan lembut padanya di hadapan CEO. Hal ini semakin membuatnya bingung saja. Apa maunya dia itu? batin Nandini. Meskipun bingung dia tetap melangkah menuruti Viktor yang hanya akan berbicara berdua dengan Virlie.

__ADS_1


Nandini meninggalkan mereka berdua dan berjalan ke kamarnya sendiri. Sementara dua pelayan yang melihat ada dua wanita di hadapan majikannya juga ikut bingung. Namun mereka segera masuk kedalam saat tahu ada keributan di ruang tamu.


"Bisa kau jelaskan kenapa kau tidak jujur padaku saat aku menolak untuk menikah denganmu?"


"Untuk apa menjelaskannya padamu? Kau berkata jika kau mencintai pria lain bukan?"


Viktor menatap tajam wajah Virlie seakan benar-benar menunjukkan betapa kecewanya dia pada gadis di hadapannya ini.


"Itu... sebenarnya, aku hanya berbohong saja. Aku benar-benar galau saat itu ketika melihatmu duduk di kursi roda. Aku pikir kau akan lumpuh selamanya..." Virlie menyesali keputusannya untuk tidak menikah dengan Viktor.


"Saat ini aku semakin tahu jika ternyata kau tidak tulus pada hubungan kita. Kau hanya manis di bibir saja. Kau hanya akan ada bersamaku disaat suka saja. Dan tidak di sisiku saat aku sengsara," Viktor memalingkan wajahnya ke arah lain.


Tiba-tiba Virlie memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Viktor. Memeluknya dengan erat tanpa rasa sungkan dan malu karena Viktor sudah menjadi suami orang lain saat ini.


"Aku mohon maafkan aku. Aku telah salah besar padamu juga keluargamu. Aku akan melakukan apapun untuk memperbaiki segalanya," punya Virlie yang saat ini ingin kembali pada Viktor lagi saat tahu jika dia baik-baik saja dan tidak lumpuh.


Viktor tersenyum menyeringai. Tidak percaya pada ucapan gadis yang tengah memeluknya ini.


"Beri aku kesempatan sekali lagi. Kau dan Nandini hanya menikah secara formalitas saja. Kalian bisa berpisah secepatnya dan mari kita hidup bersama..." kata Virlie tetap memeluk Viktor sangat erat.


Mendengar apa yang di ucapkan Virlie barusan, entah kenapa justru membuat Viktor merasa muak mendengarkan nya. Diapun melepaskan kedua tangan Virlie yang tengah memeluknya dan dengan dingin menatapnya.


"Aku sudah menikah. Aku suami Nandini. Kau tidak bisa memelukku seperti ini lagi sejak sekarang," kata Viktor dan membuat pipi Virlie merona kemerahan. Antara malu dan terkejut saat mendengarnya.


Virliepun terpaku di hadapannya dan benar-benar sangat menyesali karena menikahkan Nandini dan Viktor.

__ADS_1


"Kau bisa pulang sekarang. Aku akan istirahat," kata Viktor bicara dengan nada sedang.


"Aku benar-benar minta maaf dan aku menyesali semuanya yang telah aku lakukan selama ini. Dan jika saja bisa, aku mohon untuk di beri kesempatan kedua. Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untukmu," kata Virlie dengan menatap sendu mata Viktor. Yang ditatap justru hanya tersenyum kecil dan seakan tidak percaya pada ucapan Virlie barusan.


"Aku akan masuk ke dalam, kau bisa tetap duduk disini jika mau..." kata Viktor sambil melangkah masuk ke dalam dan meninggalkan Virlie sendirian di ruang tamu.


Virlie hanya bisa menatap punggung Viktor yang menjauh darinya. Dada yang bidang dan punggung yang hangat sudah tidak bis lagi dia peluk dan sentuh seperti semula ketika mereka bersama, batin Virlie dengan sedih.


"Aku benar-benar bodoh! Aku melakukan kesalahan terbesar sepanjang hidupku,"


Virlie merasa sedih saat ini karena keputusan yang telah di ambil secara sepihak. Nampak pelayan menghampirinya dan tersenyum ramah padanya.


"Nona mau minum? Biar saya ambilkan," tawarnya saat melihat Virlie terpaku sendirian diruang tamu.


"Tidak, terimakasih. Saya akan langsung pulang," sahutnya sambil meninggalkan ruang tamu danenuju ke mobilnya.


Sebelum pergi,Virlie sempat melihat ke arah jendela di lantai dua. Dia melihat Viktor berdiri disana. Menatapnya tanpa ekspresi. Dan Virlie hanya bisa menarik nafas dalam dan panjang lalu tiba-tiba saja hatinya terasa begitu sakit dan pedih.


.


Sampai dirumah Virlie lalu menceritakan semuanya pada ayahnya. Apa yang telah dia lakukan pada Viktor dan telah menolak untuk menikah dengannya.


Bram terkejut mendengarnya. Diapun akan menemui Viktor dan keluarganya untuk minta maaf.


Esok hari, dia datang ke rumah Viktor untuk bicara dengannya. Namun saat di gerbang, dia justru melihat wanita yang sangat dia kenal di masa lalu tengah berjalan juga ke gerbang rumah itu. Dan seketika darah Bram berdesir saat melihat wanita yang sangat dia kenali di masa lalu. Dan mereka bahkan sudah menikah siri dan punya anak saat itu.

__ADS_1


__ADS_2