Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 21 Dia istriku, bukan pelayanmu!


__ADS_3

Di desa Hulu, Nandini sudah mulai dengan pekerjaannya. Sementara Viktor hanya melakukan beberapa hobinya yang sudah lama dia tinggalkan. Dulu saat masih kuliah, dia suka sekali pergi ke tempat-tempat ekstrim untuk memotret. Dan sekarang dia kembali melakukannya.


Dia nengambil beberapa pose Nandini secara diam-diam. Sudah ada sepuluh foto yang dia ambil dengan berbagai pose tanpa Nandini sadari. Dia pikir Viktor mengambil gambar pemandangan, tapi ternyata di balik pemandangan itu adalah dirinya sendiri.


Tiba-tiba Viktor tersenyum kecil saat melihat hasil jepretannya. Perlahan-lahan dia zoom, dan kini nampak senyum polos Nandini menggugah perasaannya.


"Ternyata dia manis sekali," Gumamnya tanpa dia sadari.


Dari arah lain, CEO melihat jika Viktor sedang sendirian. Diapun mendekatinya dan ingin meluluhkan hatinya kembali.


"Hai... sendirian saja. Boleh aku temani?" Viktor yang sedang duduk diatas batu, menoleh pada si pemanggil.


"Duduk saja," ujarnya acuh dan tetap memotret beberapa pemandangan yang sangat indah.


"Dulu kau suka memotret ku secara diam-diam saat masih kuliah. Apakah foto itu masih ada?" Virlie mencoba mengungkit kisah lama mereka. Dan membuat Viktor teringat akan kenangan manis yang pernah di lalui bersama.


"Tak tersisa satupun," jawabnya sinis.


"Ohh, kau pasti menghapusnya saat marah padaku bukan?"


"Aku sudah menikah. Untuk apa membicarakan masa lalu lagi," jawabnya sambil matanya awas mengamati burung yang sedang terbang di bukit kecil. Keindahan bukit itu terlihat sangat jelas dari tempat Viktor berdiri.


Tiba-tiba saja Nandini yang sudah selesai dengan pekerjaannya berjalan dengan anggun ke arah Viktor, hingga membuat Viktor berteriak padanya.

__ADS_1


"Berhenti!" teriaknya masih dengan mengarahkan kameranya, siap jepret.


Nandini kaget.


Memangnya apa yang dia lakukan? Dasar, ngga ada kerjaan! batin Nandini ngedumel dalam hati.


"Angkat salah satu tangan mu!" Perintah nya lagi.


Lagi-lagi Nandini terheran dengan perintah nya itu. Dia tidak tahu jika Viktor sedang membuat pose untuk foto koleksinya.


"Ya... seperti itu...!" teriaknya lagi.


Jepret.


"Sudah turunkan. Apakah kau mau seperti patung Liberti disini, jika berpose seperti itu terus!" ucapnya sambil melihat ke arah lainnya.


Nandini serentak langsung menurunkan salah satu tangannya dan berjalan kearah CEO Virlie juga Viktor.


"Jangan bersikap genit di dekatnya. Kamu bukan seleranya!" Ketus CEO berbisik ke telinga Nandini. Membuat Nandini kesal saja, karena dia memang tidak punya perasaan apa-apa dengan Viktor.


"Jika kau cemburu, itu hanya akan membuang energimu saja," jawab Nandini singkat. Dia sekarang tahu siapa CEO Virlie, dia adalah saudaranya, jadi dia tidak mau bertengkar dengannya.


"Nandini! Lihat ini!" Panggil Viktor setelah dia selesai mengambil beberapa foto.

__ADS_1


"Wooow, keren sekali!" Puji Nandini saat melihat hasil jepretannya.


Ternyata tadi Viktor berteriak padanya karena sedang mengambil pose dirinya. Dan saat ini hasil jepretannya sangatlah memukau. Dengan paduan pemandangan yang indah, Nandini seakan sedang memegang burung di atas telapak tangannya.


"Biasa saja.Dia tidak ada bakat menjadi model!" Ketus CEO Virlie yang juga turut melihat gambar hasil jepretan Viktor.


"Jika aku modelnya, hasilnya pasti lebih bagus. Foto Nandini terlihat membosankan," kata CEO Virlie merendahkan Nandini di hadapan Viktor.


Viktor menatap tajam pada Virlie, dia lalu tersenyum kecil.


"Nandini terlihat seperti gadis desa yang anggun. Dan dia lebih cocok dengan pemandangan ini," ucapan Viktor membuat panas telinga serta terbakarnya hati Virlie.


Tidak tahan dengan sikap Viktor, maka Virlie beranjak dari tempat duduknya.


"Nandini! Ambilkan aku minum!"Perintahnya pada Nandini.


"Jangan Nandini!" Cegah Viktor. Dan Nandini bingung dengan mereka berdua. Siapa yang harus dia patuhi. Yang satu atasannya dan yang satu suaminya.


"Dia sedang bekerja denganku disini. Dia memang istrimu, tapi sekarang dia bekerja sebagai bawahan ku. Dia harus mengikuti perintah dariku," Virlie benar-benar akan membalas Nandini atas sikap Viktor yang telah membuat dirinya merasa sakit hati.


"Benar, aku masih dalam jam kerja. Biar aku ambilkan," kata Nandini sambil berlalu.


Viktor nampak geram dan mengepalkan tangannya karena tidak suka melihat Nandini diperlakukan seperti pelayan di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2