
Bram menatap Widia dengan tajam dan dalam. Lalu dia terlihat mengangguk tanda setuju dengan permintaan ibunya Nandini itu.
"Nama baik Nandini sangat penting. Maksudku, dia lahir bukan karena skandal. Kita adalah suami istrinya yang sah. Ini buktinya...." rupanya Widia masih menyimpan baik-baik diantara lipatan baju surat nikah antara dirinya dengan Bram.
"Kau masih menyimpanya?" Bram nampak terkejut melihat apa yang diperlihatkan Widia. Entah kapan terakhir kali dia melihat surat nikah itu. Dia tidak mengingatnya.
"Aku simpan ini bukan untukku. Tapi untuk putriku. Dan sekarang dokumen ini benar-benar di butuhkan. Orang mengira aku adalah ****** dan kelahirannya adalah skandal. Tapi itu semua tidak benar,"
"Kau melakukan hal yang benar. Terimakasih. Kau menyimpan semua ini hingga dia dewasa dan kini membutuhkan nya," Bram juga ingun Nandini di anggap terhormat sama seperti Virlie. Dia juga tidak suka beberapa media membuat statement negatif akan kemunculan nya di publik.
__ADS_1
"Meskipun berita ini nanti tersebar, aku harap kau dan aku tetap menjaga jarak kita. Hubungan kita telah lama berlalu. Kau sekarang adalah suami orang dan kalian juga punya seorang putri sebesar Nandini. Aku ingin putrimu dan putriku bisa menjalin hubungan yang akrab," Pinta Widia sepenuh hati. Tak terbersit sedikitpun dalam benaknya untuk masuk kembali ke dalam hidup Bram dan merusak kebahagiaan wanita lain.
"Tentu. Aku paham maksudmu. Yang lalu tidak bisa di ulang kembali. Seberapa besar keinginan dan kerinduan terhadap masa itu," kata Bram yang dalam hati merasa merindukan masa indah bersama Widia yang nyatanya hanya sesaat saja. Namun dia juga tidak ingin terjadi prahara dalam rumah tangga yang sekarang dia miliki. Ada dinding dan sekat kaca tidak terlihat antara dia dan Widia yang tidak bisa di lewati apapun alasannya. Masa lalu dan masa depan adalah dua hal berbeda. Masa lalu tersimpan dalam kenangan dan masa depan terpampang dalam kenyataan.
Bram dan Widia menyudahi pertemuan singkat mereka. Widia kini akan ke salah satu stasiun Televisi karena di undang dan semua orang penasaran dengan kisah hidup Nandini yang tiba-tiba menjadi anak konglomerat.
Kejutan tidak hanya sampai disitu saja. Tidak lama setelah itu ia dia di buat rame lagi dengan pengakuan seorang konglomerat juga jika Nandini adalah putri kandungnya di masa lalu. Sontak saja hidup Nandini berubah drastis. Dia yang tadinya bukan siapa-siapa, dan tidak akan di pedulikan oleh siapapun. Kini dimana ada Nandini, disana ada mata yang terus mengagumi dan iri akan nasib baiknya.
"Ibu, bisa ceritakan bagaimana anda bertemu dengan Pak Bram yang kita tahu dia adalah seorang konglomerat. Dan soal putri yang baru bertemu setelah dia dewasa?" tanya seorang host pada Widia yang di undang disalah satu acara mereka.
__ADS_1
"Tentu saja. Saya juga membawa beberapa bukti jika Nandini anak kami, adalah anak yang sah Dimata hukum. Dan ini buktinya...." kata Widia sambil mengeluarkan surat nikah antara dia dan Bram.
Nampak host saling berpandangan dan mendekat ke Widia. Lalu kamera memperbesar surat nikah itu.
Sepasang mata juga melihat dan tidak melewatkan acara ini. Dia adalah Vivi, istri Bram yang sekarang. Dia ingin tahu apakah Widia akan merebut suaminya kembali atau tidak. Hatinya sangat tidak tenang saat ini. Bagaimanapun, masa lalu suami nya yang tiba-tiba terungkap ini sempat mengguncangkan batinnya.
Vivi melihat dan mendengar setiap pertanyaan Host dan dia juga merekam dengan handphone beberapa jawaban Widia. Jika Widia tidak ingin mengganggu hubungan Bram yang sekarang dengan istrinya. Dengannya hanyalah masa lalu. Dan dia juga mengatakan jika kemunculan nya di publik semata-mata hanya untuk nama baik dan kehormatan Nandini saja.
Ternyata ada suami istri juga yang tidak melewatkan acara ini. Mereka adalah orang tua Viktor. Mereka nampak terharu dan bahkan sampai menitikkan airmata saat ibunya Nandini bercerita di acara itu. Tentang kehidupan Nandini yang sulit saat kecil. Juga kedatangannya ke kota dan hingga akhirnya bertemu dengan Bram ayahnya. Pernikahannya yang mendadak dan membuatnya setengah tak percaya kala itu. Dan pada akhirnya Widia berterima kasih pada Tuhan akan skenario indah yang terjadi dalam hidupnya dan mengakhiri acara di televisi itu.
__ADS_1