
Saat Viktor pergi berbulan madu, kedua orang tuanya tengah berdebat tentang wanita yang menikah dengan putranya.
"Siapa gadis itu? Itu bukan Virlie anaknya Bram?" kata ibunya terlihat bingung sambil menatap mata suaminya.
"Aku juga tidak mengenal gadis itu," sahut suaminya.
"Viktor harus menjelaskan semua ini. Dan, aku juga tidak melihat orang tua gadis itu, serta Bram di pesta kemarin," timpal istrinya kembali.
.
Sementara di rumah Virlie, ayah serta ibunya tengah kesal pad putrinya karena tidak jadi menikah.
"Kau sudah membuat kami malu!" Bram, menatap putri semata wayangnya dengan tangan mengepal.
"Ibu juga malu," imbuh ibunya duduk disamping suaminya.
"Kenapa tidak bermusyawarah dulu sebelum membuat keputusan?" tanya ayahnya yang sangat kecewa pada sikap putrinya.
"Maafkan aku ayah. Aku benar-benar bingung saat itu. Jika saja kakinya tidak cacat dan menjadi pria lumpuh, maka aku pasti mau menikah dengannya," kata Virlie sambil mengusap beberapa titik airmatanya.
Kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepala akan sikap putrinya itu yang jelas-jelas akan membuat hubungan dua keluarga menjadi tidak harmonis seperti dulu lagi.
.
~Mama dan papa ingin bertemu denganmu. Kita harus bicara~ ibunya mengirim pesan pada Viktor.
~Kami sedang dalam perjalanan pulang~ Viktor membalasnya.
Namun kedua orang tua Viktor tidak sabar hingga mereka memutuskan untuk pergi ke rumah putranya. Tidak lama kemudian merekapun sampai di halaman rumah Viktor. Ibunya langsung turun dan dengan cepat berjalan ke pintu utama ingin segera bertemu dengan putranya. Sang ayah nampak berjalan di belakangnya.
Dan disaat yang sama, Viktor baru saja menerima telepon dari seseorang dan tersenyum ketika melihat ibu dan ayahnya datang begitu cepat.
__ADS_1
"Ibu....." Viktor segera menyambutnya dengan senyum hangat. Namun reaksi ibunya begitu dingin dan datar karena menantu perempuan nya yang ternyata bukanlah anak dari Bram, sahabat mereka. Viktor pun kaget saat melihat reaksi ibunya. Begitu juga saat melihat wajah ayahnya.
"Apa maksud semua ini? Kau menikah dengan gadis tidak jelas itu?" Ibunya langsung berdiri dengan tatapan tajam tepat di hadapan Viktor. Membuat Viktor menarik nafas dalam dan pelan. Bagaimana pun dia melakukan semua ini demi kehormatan keluarganya saat Virlie menolak untuk menikah dengannya karena tadinya kakinya cacat.
"Sudahlah mah. Semua ini aku lakukan demi kehormatan keluarga kita," sahut Viktor.
Ibunya memegang tangan putranya dan menatapnya lebih tajam dari sebelumnya.
"Tidak seharusnya kau menikahi gadis sembarangan yang tidak jelas asal usulnya!" Ibunya berkata dengan nada tinggi yang tertahan di kerongkongan.
"Kau merusak persahabatan kami dengan Bram..." tempat papanya yang sebenarnya mereka berdua tidak tahu jika Verlie menolak Viktor.
Sekali lagi Viktor menghela nafas dalam dan berat.
"Dia sudah menjadi menantumu sekarang," kata Viktor pelan karena takut Virlie mendengarnya sehingga semua akan menjadi berantakan.
"Sadarlah Viktor, kita adalah keluarga konglomerat. Apa kata dunia jika mereka sampai tahu kau gadis yang asal usulnya tidak jelas. Bahkan kedua orang tuanya tidak datang di acara pernikahan nya. Mama kecewa padamu!"
"Ayo pah! Kita pulang! Kau harus menceraikan gadis itu sebelum dunia menyudutkan kami!" desak mamanya menatap tajam mata Viktor lalu menggandeng suaminya untuk pulang ke rumah mereka yang lain.
Viktor memegang kepalanya dengan kedua tangannya karena apa yang terjadi barusan. Dan disaat yang sama Nandini datang mendekatinya dengan tampilan yang berbeda.
"Apakah ayah dan ibumu tidak datang?" tanya Nandini membuat Viktor menoleh padanya.
"Mereka tidak akan datang!" sahut Viktor dengan suara kesal. Setiap melihat Nandini rasa kesalnya semakin bertambah saja. Dan dia menganggap jika Nandini adalah penyebab dari semua ini. Jika saja dia tidak kecelakaan maka semua ini tidak akan terjadi.
"Masuk kedalam. Dan jangan keluar jika aku tidak memanggilmu!" perintah Viktor dengan suara tinggi hingga membuat Nandini terkaget setengah mati.
Nandini menatap Viktor dengan bibir sedikit terbuka. Hanya nafasnya yang naik turun dengan cepat tapi bibirnya terdiam dan tak bisa berkata apapun saat ini. Dia sudah berdandan sangat spektakuler demi menemui ayah dan ibu mertuanya namun ternyata mereka tidak jadi datang, sungguh membuat hatinya kecewa. Terlebih sikap Viktor yang kasar dan selalu bicara dengan nada tinggi padanya, membuat dia merasa tersiksa saat ini.
Nandini akhirnya melangkah perlahan menjauh dari hadapan Viktor. Dia tidak tahu jika kedua orang tuanya baru saja datang dan membuat Viktor semakin membenci Nandini.
__ADS_1
Tiba-tiba Nandini melihat sebuah mobil berhenti di halaman rumah Viktor. Nandini lalu mengintip dari balik dinding. Sepertinya Nandini tahu siapa yang datang itu. Dia sering melihat mobil itu terparkir di kantor Nest Food.
Seorang gadis turun dengan sebuah buket bunga di tangannya. Dan saat gadis itu berbalik, Nandini terbelalak dan terkejut sekali.
"CEO Virlie?"
Nandini tetap berada di persembunyian nya dan ingin tahu kenapa CEO datang ke rumah suaminya. Apa hubungan mereka, atau apakah mereka saling kenal sebelumnya? batin Nandini dalam hati.
Kaki jenjang CEO dengan sepatu high heels nya berjalan dengan anggun menuju ruang tamu. Saat melihat Viktor berdiri dengan tegak di ruang tamu tanpa bantuan tongkat atau kursi roda, membuat matanya terbelalak hingga dia menghentikan langkah kakinya.
"Viktor?" Virlie benar-benar kaget melihat pria yang tadinya lumpuh dan duduk di kursi roda selama sebulan, kini bisa berdiri tegak seperti semula.
Viktor yang masih kesal karena semua kejadian barusan menoleh ke arah suara yang menyebut namanya.
"Dan dia terkejut saat melihat Virlie datang ke rumahnya,"
Mereka saling bertatapan agak lama dan semua itu di lihat diam-diam oleh Nandini.
Langkah kaki Virlie manjadi berbeda saat ini. Tidak setangguh tadi, melainkan goyah untuk pertama kalinya. Ingin dia mendekati pada pria itu, namun kakinya benar-benar sulit untuk melangkah mendekatinya. Hanya tatapannya yang tidak bisa beralih dari dirinya.
Nandini terus memperhatikan setiap adegan yang membuatnya semakin bingung dari balik dinding.
"Kau bisa berdiri? Apakah kau tidak lumpuh?" akhirnya Virlie berkata dengan parau.
"Ya. Aku sembuh!" jawab Viktor dan berjalan mendekati gadis yang telah menolaknya karena dia duduk di kursi roda.
"Kau berbohong? Kau...kenapa kau tidak memberitahuku jika kau bisa berjalan lagi?" Virlie terpaku masih menatap Viktor dengan dada bergemuruh sangat keras.
"Kau tidak pernah bertanya. Kau menjauhiku saat tahu aku duduk di kursi roda. Lalu tiba-tiba kau memutuskan untuk menolak pernikahan kita," kata Viktor hingga membuat Nandini terkejut dan tanpa sengaja bersuara.
Saat mendengar suara Nandini, Viktor dan Virlie menoleh bersamaan dan melihat Nandini yang keluar dari balik dinding.
__ADS_1
Virlie kaget karena Nandini ada disana dan bersembunyi. Viktor juga kaget karena diam-diam Nandini menguping pembicaraan mereka.