Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 17 Kecurigaan


__ADS_3

Nandini sangat senang bisa makan siang bersama ayahnya.


"Ayah tidak menemuimu karena tiba-tiba kami sangat sibuk akan proyek yang baru ini," kata ayahnya di saat makan siang bersama.


"Iya yah, tidak papa," sahut Nandini dan tersenyum kecil, namun di dalam hatinya begitu bahagia. Dia ingin menikmati saat ini. Saat dimana dia makan dan duduk berhadapan dengan ayah kandungnya. Selama ini, dia hanya berkhayal saja, jika suatu saat takdir akan mempertemukan mereka. Namun ternyata, tanpa di duga khayalan nya menjadi kenyataan.


"Oh ya. Bagaimana kabar ibumu?" tanya ayahnya melihat lekat-lekat wajah putrinya yang sudah sebesar Virlie. Hatinya begitu memendam kerinduan untuk bisa setiap hari bersamanya. Namun, dia belum menceritakan kenyataan ini pada istri dan anaknya, jika dia juga punya anak yang lain di masa lalu.


"Ibu baik. Ibu sekarang tinggal di kontrakan," imbuhnya lagi.


"Syukurlah jika begitu, oh ya, kau sudah lama bekerja di kantor Nest Food?"


"Belum," jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Nandini... sebenarnya perusahaan itu adalah milik ayah. Dan CEO Virlie adalah saudaramu. Usiamu dan dia tidak terpaut banyak. Dan sesungguhnya kalian bersaudara," Nandini terhenyak hebat saat tahu jika mereka bersaudara. Pantas saja, dia bisa bertemu ayahnya di kantor CEO Virlie. Karena ternyata mereka adalah ayah dan anak.


"Apa?!" Nafas Nandini mendadak tersengal-sengal. Kenyataan ini membuatnya seakan dia terjatuh dari ketinggian. Dadanya bergetar. Matanya terbelalak menatap lurus pada ayahnya.


"Ayah berkata yang sebenarnya. Kantor itu milik ayah. Dan Virlie adalah CEOnya. Hanya saja, ayah minta maaf karena sampai saat ini belum memberitahu siapa kau pada mereka dan orang lain," jelas Ayahnya.


Nandini masih terpana. Dia ingat perkataan warga di kampung nya saat dulu kala, mereka mengatakan jika ayahnya adalah seorang miliarder. Dan ternyata ucapan mereka itu benar. Bukan dongeng semata.

__ADS_1


"Jadi, aku bekerja di kantor ayah?" Nandini ingin mendengar lagi kenyataan ini.


"Benar nak. Suatu saat nanti, akan aku katakan pada semua orang jika kau adalah putriku. Dan sebelum itu, aku harap kau bersabar untuk tetap merahasiakan semua ini,"


Nandini mengangguk. Dan tanpa sadar sudut matanya berair. Airmata bahagia karena ternyata dia adalah anak orang kaya. Hal yang tidak pernah dia impikan sebelumnya.


"Saat itu aku datang ke rumah Viktor. Aku sudah menjodohkan dia dan Virlie sejak mereka masih kecil. Dan saat besar, mereka sangat dekat dan saling mencintai. Namun tiba-tiba, Viktor kecelakaan dan di vonis lumpuh. Hati Virlie bimbang hingga dia membuat keputusan untuk membatalkan pernikahannya. Karena itulah ayah datang ke rumah suamimu dan tanpa di duga bertemu dengan ibumu," Ayahnya menerangkan pada Nandini. Kenapa dia datang saat itu.


"Ayah.... sebenarnya...." Nandini ingin menceritakan jika pernikahan nya dengan Viktor tidak seperti pernikahan pada umumnya. Namun entah kenapa, suaranya tercekat di tenggorokan. Selain itu, dia sudah berjanji pada Viktor untuk tidak mengatakan pada siapapun.


"Kau ingin mengatakan sesuatu?"


"Ehm, sebenarnya aku harus kembali ke kantor. Hari ini pekerjaan sangat banyak," Nandini mengalihkan keinginan nya untuk bicara jujur.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di kantor Nest Food. Nandini keluar dari mobil ayahnya. Virlie yang baru saja datang bahkan mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil. Dia menatap tajam ke arah Nandini yang turun dari mobil mewah ayahnya.


"Kurang ajar! Gadis sialan! Awas kau! Jika kau sampai merayu ayahku! Aku benar-benar akan membuatmu sengsara seumur hidupmu!" Batin Virlie menahan sesak di dadanya melihat pemandangan dimana ayahnya perhatian pada pegawai di perusahaan dalam mode waspada.


Tidak lama kemudian, Nandini mengangguk pada ayahnya sebelum ayahnya meninggalkan kantor dengan mobilnya. Begitu ayahnya telah pergi, CEO Virlie dengan cepat turun juga dari mobilnya dan mengejar Nandini.


"Nandini!" Panggilnya keras dan penuh ketegasan.

__ADS_1


Nandini yang tahu jika ternyata CEO Virlie adalah saudaranya menjadi kaget. Dan kali ini dia menatap CEO dengan tatapan berbeda. Lebih lembut dari biasa nya. Layaknya kasih sayang muncul dari lubuk hatinya untuk saudara perempuan nya ini.


"CEO..." Lidahnya sungguh kelu saat harus memanggil nya CEO lagi. Ingin rasanya dia katakan pada wanita di hadapannya ini jika mereka adalah saudara satu ayah. Dan saat ini juga rasanya dia ingin memeluknya.


"Apa yang kau lakukan bersama Papah? Kau merayu papa dan mengajaknya ke hotel? Luar biasa. Setelah calon suamiku menjadi suamimu, sekarang kau juga bermain api dengan papaku....gadis munafik!" Virlie tak kuasa menahan kemarahannya melihat mereka bersama.


Nandini memejamkan matanya. Hatinya sakit bagai di rajam akan fitnah dan tuduhan itu. Jika orang lain yang mengatakan nya maka salah satu tangannya pasti sudah mendarat ke pipinya.


"Jangan menfitnahku. Aku hanya di ajak makan siang oleh Presdir. Dan aku tidak bisa menolaknya," Nandini berusaha menjelaskan tanpa membuat CEO curiga padanya.


"Aku peringatkan padamu. Dia adalah papaku. Dan aku tidak suka papah dekat dengan gadis manapun termasuk pegawai di kantor ini. Kau tidak bisa makan bersama kecuali atas perintah dariku," CEO kali ini memaklumi Nandini.


"Jika begitu, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi. Aku minta maaf. Kau jadi salah paham padaku,"


"Ini aneh. Belum pernah ada satu pun pegawai yang makan keluar hanya berdua dengan papah tanpa proposal dari kantor. Tapi kau tiba-tiba terlihat akrab dengan papa?"


"Presdir bertanya soal Viktor..." Akhirnya Nandini punya alasan agar tidak di curigai. Mendengar papahnya membicarakan soal Viktor bersama Nandini, CEO Virlie nampak merenung sejenak.


"Ohh begitu. Pantas saja papa menemuimu. Jadi papa tahu kalau kau adalah istrinya Viktor. Dan dia melakukan semua itu demi aku. Ya Tuhan, maaf papa. Aku sudah berburuk sangka padamu..." Tiba-tiba CEO Virlie menjadi terlihat sangat bahagia. Dan Nandini juga ikut tersenyum kecil. Akhirnya dia terlepas dari kecurigaan saudaranya sendiri.


CEO berjalan didepan Nandini yang terdiam. Langkah kaki CEO nampak bersemangat setelah Nandini menyebut nama Viktor.

__ADS_1


"Harusnya kau tidak menyuruhku menggantikan posisi mu jika kau mencintai nya...." gumam Nandini.


__ADS_2