
Malam ini adalah malam dimana tidak pernah terjadi sebelumnya. Malam ini membuat dua hati suami istri yang tidak pernah merasakan malam pertama menjadi berdebar dan saling melirik diam-diam. Sesekali nampak tangan Nandini atau Viktor bergerak mengusir rasa gelisah didalam hati masing-masing.
Tiba-tiba dia dan Viktor merasa pegal karena sejak tadi berbaring satu arah dan tidak berani mengubah posisinya. Dan satu detik kemudian secara bersamaan saling berbalik dan berhadapan. Tak bisa di hindari merekapun saling bersitatap.
"Belum tidur?" Mereka berdua bertanya secara bersamaan.
Lalu tersenyum kecil dan malu-malu bersama juga.
"Kau juga belum tidur?" tanya Viktor melihat Nandini dengan tatapan hangat. Yang ditatap malah mengalihkan wajahnya ke arah lain.
"Sekarang aku mau tidur," jawab Nandini sambil memejamkan matanya. Jangan sampai dia terlena malam ini, batin Nandini. Dia benar-benar harus memikirkan masak-masak apakah akan bersama Viktor atau menyudahi hubungan ini.
Pada akhirnya Nandini sudah tidur lebih dulu. Sementara Viktor masih terjaga. Diam-diam saat Mandi i benar-benar tidur, Viktor terus memandang wajahnya dan senyum terus menghiasi bibirnya kala menatap wajah Nandini. Sesekali dia mendekatkan wajahnya untuk mencium keningnya namun setelah hanya berjarak lima senti, dia menarik keinginannya itu dan tidak jadi menciumnya.
Hanya tangannya yang mengusap beberapa helai rambut yang ada di wajah Nandini lalu dia sibakkan ke belakang telinganya. Bibirnya tetap tersenyum karena Nandini tetap lelap tertidur dan tidak terbangun juga. Malam ini, dia benar-benar puas bisa memandang wajah Nandini dari dekat. Juga karena benih cinta mulai tumbuh di hatinya untuk Nandini.
.
Pagi harinya, Nandini terbangun saat mendengar keributan dilantai satu. Diapun perlahan membuka matanya dan menoleh ke samping. Viktor sudah tidak ada disampingnya, artinya dia sudah bangun terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ah, malunya. Kenapa aku terlambat bangun," sesal Nandini lirih.
Nandini lalu turun ke bawah karena suara itu semakin jelas terdengar. Pintu kamarnya sedikit terbuka, jadi suara orang bicara di bawah terdengar nyaring.
Nandini menuruni tangga dan tertegun saat melihat mertuanya menatap Viktor dengan tajam seakan sedang memarahinya.
"Lihat kabar di media ini. Gadis yang kau nikahi itu anak di luar pernikahan. Gadis tidak terhormat!" Sang mama mertua berkata dengan melotot.
Viktor kaget dan menatap sang mama lalu majalah yang di bawa mamanya. Majalah itu baru dicetak pagi ini. Dan gambar sampul depannya adalah wajah Nandini serta Bram papanya.
"Aku sudah tahu. Nandini sudah menceritakan nya," jawab Viktor tidak ingin ribut dengan mamanya. Meskipun dalam hati dia juga kesal akan berita di majalah itu yang telah memojokkan dan merusak citra Nandini.
"Aku sudah memutuskan untuk bersama Nandini selamanya. Akan aku kembalikan nama baiknya ...
" kata Viktor dan membuat mamanya benar-benar meradang.
"Wanita itu sudah meracunimu! Meracuni pikiranmu!" tuduh mamanya melihat Viktor yang masih mempertahankan Nandini.
"Aku akan selesaikan masalah ini. Mama bisa pulang. Aku tidak ingin kita bertengkar soal ini...." kata Viktor melunak, dia tidak ingin Nandini mendengar nya.
__ADS_1
"Kau mengusir mama demi wanita itu?"
"Bukan begitu ma. Tolonglah. Aku sudah dewasa. Akan aku putuskan sendiri wanita yang akan mendampingi ku,"
"Mama peringatkan kau Viktor. Gadis yang tidak terhormat akan merusak martabat keluarga kita. Karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dia akan seperti ibunya!"
Tiba-tiba saat mama mertuanya menghina ibunya, Nandini mendekati mereka berdua. Dia menatap ibu mertuanya juga Viktor.
"Bagus, kau akhirnya mendengar semuanya," ucap ibunya Viktor dingin.
"Jangan hina ibuku. Aku mohon...." ucap Nandini dengan mata berkaca-kaca. Sejak tadi dia mendengarkan perdebatan Viktor dan mertuanya.
"Aku tidak akan tertipu dengan airmata mu itu. Jika kau masih punya harga diri. Pergilah dari rumah kami...!" Kata ibunya dan membuat Viktor terbelalak.
"Mama...." Viktor marah karena mamanya berkata seperti itu pada istrinya.
"Dia adalah istriku. Dia akan tinggal dan pergi dengan ijinku. Tidak ada siapapun yang bisa mengusirnya dari sini!" ucapan tegas Viktor membuat mamanya terbelalak dan tersinggung.
Dengan menggertakkan giginya dan tanpa bicara lagi, sang mama berbalik dengan kesal dan meninggalkan rumah putranya itu.
__ADS_1
Sementara Nandini yang tertunduk dan menahan tangisnya terbelalak saat melihat ada gambarnya di sampul sebuah majalah. Dan dirinya menjadi berita utama di majalah itu soal asal usulnya.