
"Aku mau kelapa muda," kata Nandini tiba-tiba di tengah malam.
Dia membangunkan Viktor agar dia mencarikan makanan itu untuknya.
"Besok saja," jawab Viktor karena selain ini sudah malam dia juga sangat mengantuk.
"Ayolah, aku sangat ingin makan malam ini, bukan aku, tapi anak kita yang mau makan ... " Nandini benar-benar sangat ingin makan kelapa muda di tengah malam begini, diapun tidak tahu kenapa tiba-tiba dia menginginkannya.
"Besok saja ya. Sekarang sudah malam. Tidak ada yang jual kelapa muda di tengah malam begini," Viktor mengelus perut Nandini berharap dia mengerti dan jangan minta yang aneh-aneh.
"Jadi kamu tidak sayang sama aku? Kamu tidak mau menuruti keinginan ku ... ," mata Nandini mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Nandini teringat jika siang tadi Virlie bercerita jika kemarin malam ketika dia menginginkan buah kelapa muda di tengah malam maka Aji langsung pergi untuk mencarikan untuknya. Maka Nandini pun menjadi ingin menguji sampai dimana cinta Viktor padanya.
"Bukan begitu sayang, ini sudah malam," kata Viktor sedikit kesal karena Nandini terus saja merengek seperti anak kecil.
Nandini tidak mau mendengar alasan apapun, masalahnya ini bukan sekedar keinginan nya untuk makan kelapa muda di tengah malam, ini soal kepedulian yang ingin dia lihat dari Viktor. Dia ingin bukti sedalam apa Viktor mencintai nya dan akan melakukan apapun untuknya, seperti cerita Virlie tentang Aji yang sangat perhatian padanya.
"Jika kau tidak mendapatkan kelapa muda malam ini, maka baiklah. Aku sekarang sadar jika aku tidak berarti untukmu, juga bayi kita," kata Nandini menghapus airmatanya karena kecewa.
"Baiklah, jika itu maumu. Kau akan segera mendapatkan apa yang kau inginkan. Tapi ingat Nandini, hanya mendatangkan buah kelapa di tengah malam tidak bisa membuktikan cinta seseorang," kata Viktor dengan geram dan Nandini terdiam. Namun tetap saja dia ingin Viktor melakukan apa yang juga di lakukan Aji pada Virlie.
Akhirnya dengan hati kesal Viktor pergi keluar rumahnya. Dia tadinya akan menyuruh anak buahnya, tapi yang lebih membuatnya kesal karena Nandini ingin dia yang mencarinya sendiri dengan usahanya dan tidak mengandalkan siapa-siapa. Nandini sedang menguji kedalaman cinta suaminya.
__ADS_1
Jam dua malam, Viktor belum juga kembali hingga membuat Nandini kepikiran dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Apalagi saat tahu Viktor pergi tanpa membawa handphone nya. Nandini semakin cemas karena tidak bisa menghubungi nya.
"Ahh, ini salahku. Bagaimana jika terjadi apa-apa dengannya?" kata Nandini bangun dan berjalan ke jendela. Dia menyibakkan tirai dan melihat ke halaman rumahnya dari lantai dua. Halaman itu sepi dan Viktor belum juga kembali.
Nandini lalu turun ke bawah dan keluar ke teras di jam 3 dini hari. Dia mondar-mandir dan semakin gelisah tak menentu. Diapun sadar jika dia terlalu berlebihan karena menguji cinta suaminya di tengah malam begini dengan memanfaatkan kehamilannya.
Ini adalah saran dari Virlie. Virlie terus saja membuatnya iri dengan mengatakan kebaikan Aji dan perhatian Aji padanya juga pada anak di dalam rahimnya. Hingga semakin lama, Nandini pun terhasut untuk menguji cinta Viktor seperti meminta buah kelapa muda di tengah malam seperti ini.
Ciiiittt!
Nandini segera menoleh pada suara itu.
__ADS_1
Dan ternyata Viktor telah kembali dengan beberapa buah kelapa muda. Namun wajah Viktor menjadi dingin ketika Nandini menatap wajahnya karena merasa lega dia telah kembali.