Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 19 Di ikuti CEO


__ADS_3

Pagi ini, seperti biasa, Nandini duduk di meja kerjanya di kantor Nest Food. Dia merapikan beberapa berkas yang akan dia periksa hari ini. Lalu tiba-tiba saja bayangan wajah Viktor saat kemarin mengoleskan obat ke bibirnya, melintas di hadapannya.


Lama dia mengingat kejadian itu dan tanpa sadar dia tersenyum sendiri. Otaknya benar-benar rusak jika ingat kejadian ketika dia pikir Viktor akan merenggut miliknya secara paksa. Toh kenyataannya hal itu tidak terjadi.


Braaakkk!


Mejanya di pukul perlahan oleh CEO yang baru saja datang. Dia baru saja masuk dan melihat Nandini melamun lalu tersenyum sendiri. Membuat CEO cemas melihat tingkahnya kali ini.


Nandini kaget dan menatap CEO yang berdiri di hadapannya.


"Selamat pagi..." sapa Nandini berdebar.


"Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau tertawa sendiri?" tanya CEO menatap tajam mata Nandini.


"Ehm, tidak ada,"


"Jika sedang bekerja, jangan melamun. Pekerjaan jadi kacau jika sikapmu seperti ini di kantor!"


"Saya mengerti,"


CEO langsung berlalu dari hadapan Nandini. Dia masuk ke ruangan nya sendiri. Sampai disana, dia berdiri didekat jendela dan tidak langsung duduk. Dia menatap ke bawah dan memikirkan satu hal.


"Kenapa sikapnya aneh. Apakah dia dan Viktor....ah tidak. Gadis ini bukan seleranya. Tidak mungkin terjadi apa-apa dengan mereka berdua," gumam Virlie sedikit gelisah.


.

__ADS_1


Jam makan siang.


Nandini mendapatkan pesan dari papahnya untuk datang ke sebuah restoran. Papahnya ingin makan siang bersamanya. Namun tidak ingin ada yang melihat mereka bersama. Selain itu,ada rasa bersalah didalam hatinya dan dia akan menebusnya dengan memberi perhatian pada Nandini. Perhatian dimana tidak bisa dia lakukan sejak Nandini kecil hingga tumbuh dewasa.


Nandini segera bergegas dan saat dia akan keluar, CEO Virlie juga akan keluar makan siang. Tapi Nandini telah lebih dulu sampai di parkiran dan memesan taksi.


"Mau kemana dia? Apakah mau bertemu dengan Viktor. Mereka akan makan siang bersama? Sebaiknya aku ikuti dia!" tiba-tiba saja ada rasa cemas didalam hati CEO Virlie jika Nandini dan Viktor akan menjadi semakin dekat.


Nandini sampai di sebuah restoran yang mewah dan mahal tentunya. Karena ayahnya yang akan membayar makan siangnya, jadi Nandini tidak perlu ragu untuk masuk dan memesan makanan yang dia inginkan.


Nandini sempat berdiri tertegun. Menatap mewahnya restoran tersebut.


"Makanan disini pasti mahal-mahal...dengan gajiku, tidak mungkin ku gunakan untuk makan ditempat seperti ini," batin Nandini.


Saat Nandini melangkah masuk, CEO Virlie juga baru saja sampai dan langsung memarkir mobilnya di depan restoran itu.


"Papah?!" ucapnya sangat terkejut.


"Papa makan bersama Nandini?"


"Kenapa? Kenapa tidak mengajakku makan siang, malah bersama gadis kampung itu?" CEO Virlie mengambil tepat duduk agak jauh dari mereka berdua.


Dia lihat sang papa tersenyum pada Nandini. Bahkan papanya berdiri lalu memeluk Nandini. Setelah itu menarik kursi untuknya.


"Papah?" lagi-lagi CEO Virlie di buat terpana oleh sikap papahnya dalam memperlakukan Nandini.

__ADS_1


"Papah....kenapa kau bersama gadis kampung ini. Apakah kau akan mengkhianati mama?"


"Nandini....sudah ku peringatkan kau untuk menjauhi papa. Tapi kau tetap menemuinya.."


CEO Virlie terus mengumpat sendirian.


"Apakah papa jatuh cinta pada Nandini?"


Deg. Astaga....


CEO Virlie terus memperhatikan gerak gerik mereka berdua.


"Aku tidak bisa memberi tahu mama. Mama belum lama ini mengalami tekanan darah tinggi. Jika ku beritahu hal ini, maka dia bisa sakit. Aku harus mencari tahu dan memperingatkan Nandini,"


CEO Virlie segera keluar dari restoran itu. Karena mereka sudah setengah jam ada disana. Tidak lama setelah CEO Virlie keluar, Nandini dan ayahnya juga keluar.


"Biar ayah antar...." kata papanya saat mereka ada di depan restoran.


"Ehm jangan!" Nandini langsung teringat akan ancaman CEO Virlie.


"Saya akan naik taksi saja," kata Nandini.


"Ya sudah jika begitu..." Ayahnya tersenyum hangat lalu masuk ke mobilnya. Dia akan menghadiri rapat di kantornya yang lain.


Sementara Nandini tersenyum dan naik kedalam taksi yang dia pesan.

__ADS_1


"Aku belum memberitahu Viktor jika besok aku harus ke luar kota, bagaimana jika dia tidak mengijinkannya?" gumam Nandini saat ada di dalam taksi. Kini dia sedang menuju ke kantor untuk kembali setelah makan siang.


__ADS_2