
"Apaan sih?" Viktor yang terjatuh ke lantai akibat di dorong oleh Nandini mengaduh kesakitan.
Nandini malah tersungut dan tidak menolongnya. Perutnya yang semakin besar membuatnya kesulitan untuk membungkuk.
"Bantuin," ucap Viktor dengan nada manjanya yang lagi kumat.
Nandini menggeleng kan kepalanya pelan.
Akhirnya Viktor bangun sendiri dan duduk di pinggir ranjang. Dia memegang dahinya dengan tangan nya. Ternyata demamnya sudah turun.
Nandini juga duduk dan mereka diam-diaman untuk sesaat. Beberapa menit kamar itu terasa hening. Sesekali nafas mereka terdengar begitu nyaring.
"Aku minta maaf," kata Nandini berinisiatif meminta maaf karena telah menyulitkan suaminya.
Viktor tentu tidak mau semudah itu memaafkan Nandini. Dia akan meminta imbalan untuk permintaan maafnya.
Tiba-tiba Viktor yang diam saja menyodorkan pipinya agar di cium oleh Nandini.
"ck," Nandini tersenyum kecil lalu mendekat pada suaminya. Dia lalu mengecupnya dengan lembut.
Viktor memutar kepalanya dan memberikan satu pipinya lagi. Lagi-lagi Nandini menahan tawa dan mengecupnya sekali lagi.
Dua pipinya sudah di cium oleh Nandini, kini dia memonyongkan bibirnya dan meminta Nandini menciumnya sebagai permintaan maafnya
Nandini menggelengkan kepalanya. Tapi Viktor semakin mendekatkan bibirnya hingga Nandini tidak bisa mengelak dan mencium lembut bibir Viktor dengan sentuhan lembab bibirnya yang tipis.
Nandini memiringkan kepalanya sedikit setelah tangan Viktor merangkul lehernya dengan mengarahkan seperti yang dia inginkan.
Dalam hati Viktor tertawa karena sudah gantian mengerjai Nandini.
.
Beberapa bulan kemudian,
Kini tiba saatnya Nandini melahirkan ditemani Viktor di rumah sakit.
"Nandini, ayo mengejan lebih kuat lagi," kata Viktor berbisik di telinga istrinya.
__ADS_1
"Ahh, ahhhh!" Viktor dengan tangan nya yang kekar sedikit memegang punggung Nandini. Sementara kaki Nandini telah terbuka lebar agar bayinya nanti mudah untuk keluar.
"Sedikit lagi Bu ...." seorang suster dan dokter membantu Nandini dan memegang kaki Nandini.
"Ahh, ahh ...."
"Lagi sayang, terus, lakukan dengan kuat, aku mencintaimu..." Viktor membisikkan kata manis agar Nandini bersemangat mengejan untuk mengeluarkan bayinya secara normal.
"Lagi Bu, ayo Bu, sebentar lagi, lebih kuat lagi,"
Oek! Oek!
Akhirnya setelah berjuang dengan sekuat tenaga di temani suami tercinta, Nandini berhasil melahirkan dengan selamat dan bayi mereka sangat montok.
"Bayi kita laki-laki sayang," bisik Viktor ditelinga Nandini.
"Terimakasih Tuhan," ucap Lirih Nandini.
"Dijahit ya Bu, bayinya biar mencari put*ing susu ibunya," bayi itu kemudian di taruh di dada Nandini dan dia menangis dengan keras di dadanya, sementara bagian bawah Nandini sedang di jahit oleh Suster.
"Sakit ya sayang, ditahan ya," bisik Viktor masih mendampingi Nandini ketika proses menjahit bagian kewanitaannya.
"Sudah ya Bu, sudah selesai," kata Suster itu tersenyum ramah.
"Ngga sakit kan Bu,"
"Ngga sus," jawab Nandini.
Suster itu lalu mengambil anak Nandini yang baru saja menghisap kolostrum dari puti*ng susu ibunya. Sementara Viktor masih duduk mendampingi Nandini dan mencium keningnya dengan lembut.
"Terimakasih sayang, sudah berjuang untuk anak kita," bisikan lembut suara Viktor membuat Nandini dengan cepat melupakan perjuangan nya dan berganti dengan kebahagiaan tak terkira.
.
Sementara Tuan Bram, Vivi istrinya serta Widia ibu dari Nandini menyiapkan pesta kecil di rumah mereka untuk menyambut Nandini dan Viktor serta buah hatinya. Tidak lupa mereka juga mengundang Yohan ayah Viktor dan istrinya Riana yang merupakan besan mereka.
"Selamat datang cucu kami ..."
__ADS_1
Mereka mengucapkan bersama-sama saat Viktor dan Nandini masuk sambil menggendong putra mereka.
"Terimakasih ... semuanya ," Nandini tersenyum sambil memeluk satu persatu keluarganya dan memberi kan bayinya pada seorang suster yang sudah berdiri di dekatnya.
Virlie dan Aji datang terlambat. Nampak Virlie belum melahirkan karena ternyata selisih sepuluh hari dari Nandini. Keinginan mereka untuk melahirkan secara bersama-sama tidak terwujud.
Perut Virlie yang besar membuatnya kepayahan saat berjalan. Kini saat akan melahirkan dia kembali baik lagi dan memeluk Nandini.
"Selamat ya, semoga aku juga bisa melahirkan dengan normal sama seperti kamu," kata Virlie memeluk Nandini dan memegang tanganya.
"Nandini, aku minta maaf ya, aku membuat kamu dan Viktor salah paham," ujarnya dan di jawab dengan senyuman oleh Nandini. Hatinya tidak mau menyimpan dendam untuk siapapun, sehingga dia mengangguk dan memaafkan Virlie.
Semalam Vivi sang ibu menasehati Virlie jika akan melahirkan dia harus bersikap baik dan jangan punya hati jahat sama siapapun, agar nanti lahirannya di beri kemudahan. Vivi juga sadar jika dia harus memberikan nasehat dan contoh yang baik untuk putrinya.
Virliepun ternyata mendengarkan nasehat ibunya dan datang kepada Nandini untuk meminta maaf.
Nandini dan Viktor sangat bahagia hari ini. Semua keluarga berkumpul bersama dan mendoakan putra mereka yang baru lahir.
"Kami memberinya nama Aditya Rayendra," kata Viktor mengumumkan nama putranya.
Tepuk tangan menggaung memenuhi seluruh ruangan itu. Mereka bergantian menggendong Aditya.
Viktor memeluk Nandini dan tersenyum bahagia bersama keluarganya.
Nandini menggenggam tangan Viktor dan bersyukur karena memiliki suami yang penyayang seperti suaminya. Bahkan Viktor telah mengangkat derajatnya dari wanita miskin menjadi bagian dari keluarga konglomerat yang setiap gadis tidak seberuntung dirinya.
Banyak yang memimpikan ada di posisinya saat ini, tentu Nandini juga tahu hal itu. Dia wanita terpilih yang di takdirkan untuk menghabiskan sisa waktunya bersama Viktor hingga maut memisahkan mereka.
Tamat.
Happy Ending 🥰
Terimakasih teman-teman semua atas dukungan, like dan Vote serta komentar kalian semua. Saya sangat berterimakasih 🙏🙏🙏
Menerima kritik dan saran untuk setiap karya. Karena semua itu sangat berarti untuk pengembangan karya yang lebih baik lagi.
Maaf, apabila ada kekurangan dan salah kata dalam membuat karya ini.
__ADS_1
Salam sayang,
Mona Al 😍😘