
Virlie senang karena berhasil mempengaruhi Nandini dan membuat hubungannya dengan Viktor menjadi renggang.
"Akhirnya aku merasa puas setelah membalas mu Nandini!" kata Virlie didalam kamarnya berbicara sendirian.
Dia lalu mengambil foto di atas meja rias itu. Didalam foto itu ada dirinya, Ayah serta ibunya yang bahagia tanpa Nandini dan masa lalunya.
Virlie lalu mengusap foto itu dan tersenyum kecil.
.
Malam itu, Virlie tanpa sengaja bertemu dengan Viktor di jalan. Virlie lalu bertanya karena ini sudah larut dan tidak biasanya Viktor ada di daerah perumahan baru itu.
"Viktor? Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" tanya Virlie turun dari mobilnya dan saat itu terlihat Viktor sadang mengumpulkan kelapa muda yang dia dapat dari seorang petani. Mereka berada di pinggir kota dan dekat persawahan yang disampingnya sedang di bangun beberapa perumahan.
Viktor mendongak.
"Virlie? Oh, aku mencari kelapa muda untuk Nandini. Dia ingin makan kelapa muda ini," kata Viktor sembari memasukkan kelapa mud itu ke dalam bagasi mobilnya.
Virlie berdiri dan melihat lalu tersenyum.
__ADS_1
"Aku hanya mengatakan jika kemarin malam aku ingin makan buah kelapa muda pada Nandini. Dan Aji langsung mencarinya untukku. Aneh sekali jika Nandini juga ngidam sama seperti aku. Mungkin dia sedang menguji cintamu padanya," kata Virlie menambah bumbu dalam ceritanya.
"Maksudmu?" Viktor menjadi heran dan menutup bagasi lalu berdiri didekat Virlie.
"Nandini dan aku sangat dekat akhir-akhir ini. Dia bilang kau tidak romantis. Jadi aku sarankan padanya untuk meminta buah ini dimalam hari untuk menguji mu,"
"Jadi, ini bukan karena dia ngidam?"
"Tentu saja tidak. Kami tidak benar-benar ngidam. Kami hanya menggunakan nya untuk menguji cinta kalian," kata Virlie dan membuat Viktor menggertakkan giginya karena geram.
"Daa ... " Virlie lalu masuk ke mobilnya sementara Viktor masih terlihat menahan rasa kesalnya.
.
Viktor yang tahu hal itu menjadi sangat marah. Apalagi jika Nandini tidak benar-benar menginginkan buah kelapa malam ini, tapi dia hanya sedang menguji nya.
"Bicaralah, kenapa kau diam terus seperti ini. Membuat aku tersiksa karena diam mu itu," kata Nandini setelah seharian Viktor tidak bicara padanya
"Aku minta maaf. Karena tadi malam kau jadi demam seperti ini," kata Nandini namun Viktor masih saja tidur memunggunginya dan tidak menoleh padanya padahal dia tidak tidur. Dia malah asyik dengan handphone nya dan bermain game seharian.
__ADS_1
"Jangan diam terus seperti itu," kata Nandini menepuk punggung suaminya yang sedang merajuk itu.
Viktor juga menolak semua masakan Nandini dan menyuruh bibi untuk melayaninya.
Viktor masih tidak bergeming meskipun Nandini berusaha membalikkan badannya dengan sekuat tenaga dan Viktor tetap bertahan pada posisinya.
"Ada apa denganmu? Jika kau tidak suka aku ngidam tengah malam maka aku tidak akan ngidam lagi," kata Nandini dan Viktor masih tidak menyahut. Dia masih saja memencet game dan seakan tidak mau mendengar alasan Nandini.
"Tuan, ini jusnya," seorang pelayan mengetuk pintu lalu masuk dan memberikan jus untuk Viktor. Biasanya Nandini yang akan melayani makanan dan minuman untuk suaminya.
Namun sejak merajuk, Viktor menolak semua makanan dari Nandini dan menelpon bibi dari kamarnya untuk membuatkan minuman serta makanan untuknya.
"Terimakasih," kata Viktor menyahut tanpa membalikkan badannya.
Nandini yang kesal karena seharian tidak di ajak bicara dan di anggap tidak ada padahal dia ada di kamar berdua bersamanya menjadi tidak tahan lagi. Dia lalu sekuat tenaga mendorong Viktor hingga dia terjatuh ke lantai.
Buuukkk!
Aaawwww!
__ADS_1