Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 24 Kaget


__ADS_3

Nandini kembali dari Desa Hulu. Saat ini dia sedang ada dikamar bersama Viktor. Dan Viktor membicarakan tentang pekerjaan Nandini, "segera resain dari pekerjaan ini!" perintah nya pada Nandini.


"Apa? Aku baru saja di percaya untuk proyek penting dan kau suruh resain? Apakah kau tidak waras?" ucap Nandini dengan kesal.


"Kau akan bekerja di perusahaan ku, jika kau tetap ingin bekerja," Viktor memberikan pilihan padanya.


"Hm, tidak bisa. Kau tidak bisa seenaknya saja mengatur aku akan bekerja dimana dan apapun dalam hidupku,"


"Heh, dengar! Aku adalah suamimu. Ingat itu!"


"Cih, suami? Kita tidak benar-benar menikah. Jadi berhenti bicara soal kau adalah suamiku,"


Tiba-tiba saja Viktor memegang bahu Nandini dengan sangat kuat.


"Dengar Nyonya Viktor? Sejak kau datang ke pernikahan itu, maka kau sudah resmi menjadi istriku. Apakah kau ingin bukti?"


Tiba-tiba saja Viktor melepaskan bajunya dan membuat Nandini terbelalak.


"Apa yang akan kau lakukan?" Nandini mundur satu langkah.


"Memberimu bukti...."

__ADS_1


"Menyingkir dari hadapan ku! Atau aku akan menendang mu!" Ancam Nandini...


"Lakukan saja...!" Viktor benar-benar sudah membuang bajunya ke lantai.


Duaaakkk!


Nandini benar-benar menendang lutut Viktor ketika dia menunduk untuk memaksa Nandini.


"Aaoooo!" Viktor berteriak karena lututnya di tendang oleh Nandini.


Nandini tak beranjak dari tempat tidurnya. Dia hanya terdiam menatap Viktor yang kesakitan di lantai sambil memegang lututnya.


Melihat Viktor masih meringis kesakitan, akhir nya Nandini beranjak dan mendekati nya. Pada akhirnya dia cemas juga, karena kaki Viktor pernah cedera akibat kecelakaan itu.


"Cepat bantu aku bangun. Jangan diam saja. Kakiku sakit sekali...."


"Cih, kau pasti berpura-pura. Kau ahli jika disuruh pura-pura sakit,"


Sambil mengejek Viktor, Nandini mengulurkan tangannya dan memegang pinggang suaminya.


"Pelan-pelan...ini rasanya sakit sekali..." kata Viktor lagi.

__ADS_1


"Apakah kau tidak sedang berpura-pura?" Nandini merendahkan kepalanya dan menoleh pada Viktor didekat dadanya.


"Telepon polisi?!" perintah Viktor melihat Nandini melihatnya dengan mengejek.


"Kau selalu menakutiku dengan panggilan polisi. Terus saja kau ingatkan aku pada kecelakaan itu. Dan membuatku merasa bersalah seumur hidupku!"


"Gadis bawel. Kau sudah melakukan kdrt dalam rumah tangga. Kau terkena pasal berlapis. Pertama kecelakaan dan kedua kdrt,"


"Omong kosong. Aku bosan dengan sandiwara mu itu!"


Viktor mengambil handphone nya dan menelpon dokter.


"Dokter, saya kembali merasa nyeri di kaki saya. Saya akan kesana sebentar lagi..." kata Viktor dan Nandini berdiri didekat pintu akan mengambil tasnya untuk pergi keluar.


"Kau mau kemana?!" teriak Viktor melihat Nandini sudah siap pergi dengan tas yang sering dia pakai.


"Aku akan jalan-jalan keluar. Aku bisa mati jika ada di rumah bersamamu sepanjang hari," jawab Nandini.


"Heh, tunggu! Kau tidak bisa pergi!"


Tapi Nandini sudah menghilang dengan cepat. Dan Viktor akan beranjak dari tempat tidur untuk mengejarnya namun tidak bisa. Kakinya padahal sakit beneran tapi Nandini menyangka jika dirinya hanya berpura-pura saja.

__ADS_1


Saat ini Nandini akan pergi menemui ibunya di kontrakan. Dia akan mengatakan hal sebenarnya tentang pernikahan nya dengan Viktor. Dia berpikir untuk lebih cepat mengakhiri pernikahan mereka saja. Jika diteruskan, semakin lama, akan semakin tidak baik, pikir Nandini.


"Aku bisa meminjam pada ayah untuk mengembalikan uang Bu Virlie dan berpisah dari Viktor. Suami yang egois dan arogan. Aku juga tidak mencintainya. Semua ini hanya karena kecelakaan tak di sengaja itu. Aku terjebak menjadi istrinya," Nandini bermonolog sambil naik bajaj. Dan sekarang dia sudah ada didepan rumah ibunya.


__ADS_2