
Novel ke 30, on going🤩
Diusahakan akan update setiap hari.
Silahkan berkenan untuk mampir 🙏
Judul : "Kau Khianati Aku Kuhancurkan Karirmu"
Tok! tok! tok!
"Mas, tolong bukain pintunya dong, aku lagi nanggung nih!"
Seru Dewi yang sedang memakaikan celana untuk bayinya yang baru berusia 8 bulan. Lima tahun mereka menantikan menimang anak dengan berbagai ikhtiar, hingga akhirnya Tuhan sangat baik dan memberikan kesempatan pada sepasang suami istri ini untuk merasakan nikmatnya menjadi orang tua.
"Siapa Mas?"
Suara Istrinya membuat Prasetyo sadar jika dia sedang terpesona oleh kecantikan dan pesona tamu yang baru saja mengetuk pintu.
"I-iya wi. Ini ada temanmu, teman SMA namanya Maya," jawabnya sedikit gugup.
Prasetyo sesaat terhipnotis dengan kecantikan Maya serta buah dadanya yang besar dan menantang.
Diapun tersenyum ramah sambil mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.
__ADS_1
Dewi yang mendengar nama teman SMA datang kerumahnya, langsung sumringah dan bangkit sambil menggendong bayinya.
"Maya?" Ucapnya dengan terkejut.
Dewi berjalan cepat menghampirinya lalu mereka berpelukan. Lama tak berjumpa merekapun cium pipi kanan dan kiri dengan rasa senang. Mereka adalah teman dekat dan duduk bersebelahan semasa sekolah.
"Dewi?" Maya juga terkejut dan tentunya sangat merindukan sahabat nya ini. Dahulu mereka sangat kompak saat masih SMA.
Dalam hati Maya mengagumi keberuntungan Dewi yang sudah punya momongan, suami ganteng, rumah besar dengan mobil terparkir di halaman, dan kehidupan yang nampak bahagia. Membuatnya takjub dan tak menduga sama sekali.
Sementara itu, Prasetyo yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua, menelisik penampilan Maya, buah dada besar nan kencang, baju ketat memperlihatkan body bak gitar spanyol, bokong padat berisi, benar-benar matanya tak sanggup berpaling dari pemandangan indah itu. Diam-diam dia melihat dan mengagumi penampilannya.
"Ah," Prasetyo pun menunduk, menatap sesuatu diantara kakinya yang menjadi tegang dan keras seketika. Dress super ketat dengan belahan hingga tinggi diatas lutut, membuat Prasetyo menjadi berdesir.
"Bagaimana kabarmu? Kok bisa tahu rumahku?" Tanya Dewi penasaran. Karena memang sejak lama dia tahu jika Maya merantau ke luar negeri.
"Lina yang memberitahuku. Aku juga baru saja sampai di bandara. Aku pikir daripada pulang kampung, aku ingin mencari pekerjaan disini,"
Ohh, akan menginap? Dalam hati Dewi bergumam. Sekilas dia melirik suaminya lalu penampilan sahabatnya. Maya lalu bercerita tentang kemalangan yang menimpanya ketika melihat ekspresi Dewi yang keberatan jika dia menumpang sebentar di rumahnya.
"Ohh, aku ikut prihatin mendengar nya, syukurlah kau pulang dengan selamat," pungkas Dewi.
Mendengar cerita Maya, maka hati Dewi menjadi trenyuh, diapun lalu tersenyum sembari menatap wajah temannya itu. Lama tak berjumpa, apa salahnya jika dia memberikan tumpangan sementara, batin Dewi.
__ADS_1
"Kau boleh tinggal disini sebelum mendapat pekerjaan," akhirnya diapun yang awalnya keberatan berubah pikiran dan iba dengan nasibnya.
"Boleh kan Mas?"Dewi menoleh meminta persetujuan Prasetyo.
"Ohh, iya, boleh-boleh,"
"Aku janji tidak akan lama, besok aku akan langsung mencari pekerjaan. Aku tidak ingin lama-lama menganggur dan menjadi beban kalian?" kata Maya terlihat sungkan.
Dewi mengangguk dan dalam hati berbisik jika ini hanya sementara saja. Dia menatap Maya yang terlihat lelah.
"Mas, tolong dong anterin Maya ke kamar tamu," pinta Dewi yang sedang repot dengan bayinya.
Prasetyo mengangguk sambil tersenyum ramah pada Maya dan mengajaknya ke kamar tamu.
"Mari, saya antar ke kamar tamu!"
Prasetyo menarik koper yang tadi di bawa Maya lalu Maya berjalan di belakangnya.
Dewi sangat beruntung, suaminya tampan dan terlihat mapan, lagi-lagi Maya terkagum-kagum dengan keberuntungan Dewi.
.
Didalam kamarnya, Maya beristirahat dan mematut dirinya di depan cermin. Dalam hati dia menyayangkan kecantikannya yang seakan sia-sia karena belum ada pria yang meminangnya. Selama ini, mereka datang bukan untuk menjadikan nya istri. Tetapi untuk membeli cinta satu malam dan kenikmatan sesaat darinya.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu termasuk keluarganya, jika Maya sudah satu tahun terjerumus ke lembah hitam. Dan yang datang padanya rata-rata adalah pria hidung belang semua.