
"Ayah, aku merasa belum siap...." kata Nandini saat dia akan di antar ayahnya masuk ke perusahaan yang kini akan diserahkan pada Nandini sebagai CEO nya.
"Ayo, turunlah...." ayahnya membuka pintu mobil mewahnya untuk Nandini. Saat ini Nandini memakai baju yang modis, rambut ditata rapi, tas bermerk, serta sepatu rancangan desainer kondang, benar-benar terlihat berbeda seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.
"Bu Nandini.....!"
Cekrek! cekrek!
Beberapa wartawan sudah memotret dari jarak yang tidak terlalu dekat. Delapan ajudan Bram menjaga agar Nandini berjalan dengan aman tanpa ada masalah saat akan memotong pita.
"Tegakkan kepalamu," Bram berbisik pada Nandini yang benar-benar canggung dan tidak percaya jika menjadi seperti sekarang ini berkat ayahnya.
Nandini yang kadang tertunduk karena memang bawaan karakter gadis desa yang tidak sepercaya diri Virlie yang memang sudah biasa dengan kerumunan dan jepretan kamera sejak kecil.
__ADS_1
"Percayalah, semua akan baik-baik saja," bisik ayahnya lagi yang terus mendampingi Nandini dengan sabar.
"Bagaimana jika aku membuat kesalahan dan mempermalukanmu saat berpidato nanti?" Nandini sebenarnya sudah mempersiapkan kata sambutan yang akan dia ucapkan pada hari ini.
"Itu tidak akan terjadi, ayah percaya padamu...." kata ayahnya dan melepaskan Nandini untuk berjalan maju sendirian.
Dia berdiri diantara tamu undangan yang hadir. Ada Viktor, Kedua orang tua Viktor, Ibunya Virlie serta Virlie yang duduk didekat Aji sang ajudan. Serta nampak sang ibu yang duduk bersama beberapa staf di tempat agak jauh dari istri Bram saat ini.
Nandini tersenyum dan bicara seperti yang sudah dia pelajari kemarin seharian, hingga tidak ada kata yang terlewatkan atau salah dalam sambutan hari ini.
Artinya Nandini benar-benar telah siap menjadi pemimpin sebuah perusahaan.
Terimakasih.... kata Nandini lirih ya g dia tujukan untuk Viktor. Dia banyak membantunya dalam persiapan menjadi CEO. Dari cara berjalan, dandanan dan bahkan baju yang di pakai Nandini, semua adalah bimbingan dari Viktor. Viktor sangat berpengalaman soal itu, karena dia sering bertemu dengan banyak CEO wanita dan mempelajari cara mereka bergaya.
__ADS_1
Berkat Viktor, kini Nandini lebih percaya diri dan tidak malu ketika berjalan akan memotong pita sebagai tanda perusahaan akan di buka.
"Nandini....selamat ya...!" Viktor memberikan selamat dan memeluk Nandini.
Lalu berdiri dibelakangnya, Virlie dan Aji. Mereka juga memberikan selamat pada Nandini. Saat itu Viktor berbisik pada Nandini.
"Kamu sangat cantik," kata Viktor memuji penampilannya.
"Lihat dia, itik buruk rupa yang sudah menjelma menjadi angsa putih!" kata Virlie kesal berbisik pada Aji.
"Jujur, dia memang cantik hari ini," Aji yang tahu jika Virlie tidak suka pada Nandini malah memuji terang-terangan dan membuat Virlie mencubit lengannya dengan kesal. Aji sengaja menggoda wanita yang sudah beberapa kali berkencan dengannya secara diam-diam.
Saat Aji mengatakan untuk membuka hubungan mereka pada publik, namun Virlie mengatakan jika dia belum siap. Namun Aji tidak punya kesabaran menunggu selama itu. Hingga dia mengajak Virlie berdansa saat pesta berlangsung dan alunan musik di putar.
__ADS_1
Di akhir dansa mereka, dia mencium Virlie dan membuat Virlie tidak bisa mundur lagi untuk menyembunyikan hubungan mereka kala semua mata menatap mereka dengan terbelalak.