
"Ada yang ingin kami katakan," kata Viktor dan Nandini bersamaan.
"Hem......" Yohan dan Riana lalu menatap mereka berdua dengan bertanya-tanya.
"Nandini sedang mengandung," kata Viktor dan membuat mata Riana membelalak sangat bahagia.
Nandini mengangguk saat Viktor memberitahukan kabar bahagia itu.
"Ohh....kemarilah sayang....selamat ya....sebentar lagi aku akan menimang cucu...." Nyonya Riana langsung berdiri dan menggandeng Nandini untuk duduk di sampingnya. Dia langsung bicara panjang lebar pada Nandini soal hamil anak pertama. Dia juga menceritakan pengalamannya saat hamil Viktor dan menyuruh Nandini untuk ekstra hati-hati dalam menjaganya.
Perhatian ibu mertuanya benar-benar menjadi hal terindah dalam benak Nandini. Meskipun awalnya ibu mertuanya itu tidak menyukainya, namun kenyataanya sekarang dia sangatlah sayang dan perhatian padanya. Bahkan sering membuat Viktor protes karena lebih menyayangi Nandini daripada dirinya.
.
Sementara itu, di kediaman Bram, pengumuman Virlie dan Aji menjadi scandal besar. Apalagi saat mereka mengumumkan telah menikah di luar negeri. Semua media penuh dengan berita mereka. Hingga asal usul Aji di pertanyakan dan di cari oleh publik.
"Aku sudah menduganya hal ini akan terjadi...." Nampak Nyonya Vivi mengintip dari jendela kamarnya melihat ke pintu gerbang rumahnya yang ramai oleh wartawan.
Para Wartawan itu berkumpul di jalanan, di depan gerbang rumah Bram dan Vivi sejak semalam. Sejak mereka mendengar kabar jika Virlie dan Aji sudah menikah di luar negeri.
__ADS_1
Terpaksa mereka menikah di luar negeri karena desakan dari ibunya. Virlie bersikeras untuk cepat menikah dengan Aji, hingga jika tidak di restui, dia akan kawin lari. Akhirnya pernikahan di adakan di luar negeri dan hanya sedikit tamu yang di undang.
"Ayo kita pergi keluar, aku akan menemanimu ke mall untuk jalan-jalan," Bram berusaha mengajak istrinya keluar dan membujuknya.
"Aku tidak bisa menatap mata orang-orang. Putriku telah membuat aku malu pada semua teman-teman ku. Aku tak bisa kemana-mana sejak sekarang," kata Vivi yang memilih untuk diam di rumah dan tidak tahu kapan dia akan berani keluar untuk bertemu dengan orang dan menjawab pertanyaan mereka soal pria pilihan putrinya.
Bram menggelengkan kepalanya dan mendekati istrinya yang sedang kecewa dan dia takut akan berakhir dengan depresi jika terus mengurung diri di dalam rumah.
Bram lalu memeluknya dan berbisik menasehatinya.
"Jika Virlie bahagia, kenapa kau harus bersedih?" Bram ingin Vivi mengerti bahwa cinta Virlie dan Aji tidaklah salah.
Nampak Bram menarik nafas dalam dengan sempitnya pemikiran istrinya itu.
"Kau mau kemana?" tanya Vivi saat Bram pamit untuk keluar rumah.
"Ayo kita keluar! Aku akan bertemu dengan beberapa teman-teman ku. Mereka baru datang dari Amerika. Kau mau ikut?" tanya Bram ketika pamit pada Vivi.
Nampak Vivi terdiam lalu menggelengkan kepalanya. Karena Vivi tidak ikut dan memilih untuk berdiam di rumah sepanjang waktu, maka Bram keluar sendirian. dia tidak bisa memaksa Vivi ikut bersamanya jika dia tidak mau. Meskipun nanti saat bertemu dengan semua temannya, mereka akan membawa pasangan masing-masing dan menanyakan dimana istrinya dan kenapa tidak ikut bersamanya. Lagi-lagi Bram akan membuat alasan seperti hari-hari kemarin.
__ADS_1
.
Esok harinya, Nandini kerumah sakit di temani oleh ibu mertuanya untuk memeriksa kandungannya. Saat mereka datang, mereka berdua terkejut karena ada Aji dan Virlie disana.
"Bukankah itu Virlie?" kata ibu mertuanya menoleh pada Nandini. Nandini yang di ajak bicara mengangguk dan memang melihat Virlie dan Aji juga sedang mengantri di sana.
Nandini dan ibu mertuanya lalu menyapa Virlie dan Aji.
"Kalian juga ada disini?"
"Iya Tante. Aku sedang mengandung. Dan Nandini? Apakah kau juga sedang mengandung?"
Nampak Nandini mengangguk sambil tersenyum. Untuk pertama kalinya Virlie bicara dengan lebih bersahabat padanya. Sambil menunggu panggilan untuk bertemu dokter mereka bicara tentang apa yang mereka berdua rasakan saat tahu ada janin di dalam rahim mereka.
Nandini dan Virlie menjadi akrab tanpa sengaja. Dan ternyata Virlie sudah hamil ketika kemarin menikah resmi dengan Aji. Dan mereka belum memberitahu orang tuanya soal itu.
"Nyonya Aji..." panggil seorang suster.
"Aku akan masuk duluan," kata Virlie pamit pada Nandini. Nandini mengangguk dan dia sungguh senang. Bisa bicara dan akrab dengan saudara tirinya itu. Dan ini pertama kalinya mereka ngobrol layaknya teman dekat.
__ADS_1