Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh

Menikahi Konglomerat Pura-pura Lumpuh
Bab 27 Berusaha menghasut


__ADS_3

Virlie langsung memarkir mobilnya di halaman rumah Viktor yang luas. Dia segera turun dan sempat melihat ke lantai dua sebelum melangkah masuk ke teras. Bibirnya sedikit tertarik ke atas, tersenyum kecil.


Tanpa rasa canggung lagi, dia segera menuju ruang tamu dan bertemu dengan seorang pelayan.


"Tuan Viktor ada di kamarnya..." jawab pelayan itu.


"Ohh, aku akan naik ke atas..." Virlie tahu jika harusnya dia tidak menemui Viktor di kamarnya. Tapi dia tidak peduli, karena baginya pernikahan Viktor dan Nandini itu palsu. Sehingga dia tidak perlu subgkan menemui Viktor meskipun itu di kamar pribadinya.


Tok tok tok!


Viktor mengira jika Nandini yang mengetuk pintu. Maka dia menyuruhnya masuk sambil rebahan dengan malas. Ternyata dia salah menduga, itu bukan Nandini, melainkan Virlie. Virlie tersenyum manis dan berjalan mendekatinya. Sementara Viktor melihatnya dengan acuh.


"Aku datang ingin melihat keadaan mu..." Virlie duduk di dekat Viktor. Sementara Viktor menambah bantal dan meninggikan sandaran nya.


"Darimana kau tahu?" tanyanya masih acuh.

__ADS_1


"Temanku memberitahu ku. Dia melihat kau di rumah sakit itu," Virlie bicara dengan lembut. Dia lalu menatap Viktor dengan lekat dan hangat.


"Ada yang ingin aku katakan padamu. Ini soal Nandini," Virlie yakin jika Viktor tidak tahu siapa Nandini sebenarnya. Pasti Nandini masih merahasiakan jika dia adalah anak haram papanya.


"Ada apa dengannya? Dia baik-baik saja bukan?" Viktor malah cemas begitu Virlie menyebut nama Nandini.


"Nandini sudah merencanakan semua ini sejak lama. Dia datang untuk menghancurkan segalanya. Dia dendam padaku dan ingin balas dendam. Karena sebenarnya, Nandini adalah anak haram papa..."


"Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti?" Viktor menatap lekat wajah Virlie.


"Hubungan kita ini hancur karena Nandini penyebabnya. Dia datang ke kantor dan mulai menghasutku. Karena dia ingin balas dendam padaku. Viktor....jangan percaya padanya. Dia hanya pura-pura baik saja. Dia adalah ular berbisa...." Virlie tiba-tiba tertunduk menatap lantai.


Setelah bicara dengan Viktor, maka Virlie pamit untuk pulang. Sampai di lantai satu dia berpapasan dengan Nandini yang baru akan masuk ke rumahnya. Dia kaget melihat Virlie justru ada dirumahnya dan terlihat baru saja turun dari lantai dua. Artinya dia baru saja menemui Viktor.


Virlie menghentikan langkah kakinya sejenak saat melihat Nandini datang. Namun sedetik kemudian dia melanjutkan langkahnya dan tidak mempedulikan Nandini. Tanpa bicara sepatah katapun saat berpapasan, Virlie berlalu begitu saja.

__ADS_1


Nandini langsung naik ke atas dan akan melihat ke adaan Viktor. Dia perlahan membuka pintunya dan disambut dengan tatapan tajam oleh Viktor.


"Aku berpapasan dengan Virlie. Apakah dia baru saja menemuimu?" ucap Nandini sambil berjalan mendekatinya.


"Hmm," Viktor menatap Nandini dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seakan dia mencari kebenaran di balik sikap yang Nandini tunjukkan selama ini.


"Aku sudah mengundurkan diri..." ucap Nandini seraya menaruh tasnya di meja.


"Bagus. Kau bisa bekerja di perusahaan ku kapan saja kau ingin memulainya," jawab Viktor.


"Sebenarnya, aku tidak perlu bekerja padamu. Maksud ku...jika kita berpisah, sebaiknya tidak usah bertemu lagi..." ucapan Nandini membuat mata Viktor membelalak tajam.


"Kenapa ingin berpisah? Kau tidak senang tinggal bersama ku? Apakah karena kakiku ini?" Viktor lagi-lagi menatap tajam wajah Nandini.


"Karena, pernikahan kita hanyalah sebuah kesepakatan saja awalnya. Aku butuh uang, dan aku minta bantuan Bu Virlie kala itu. Tapi dia justru memintaku menggantikan dirinya dan menikah denganmu. Apakah menurutmu pernikahan seperti ini bisa dipertahankan?" Nandini entah kenapa bicara dengan sangat serius. Membuat hati Viktor berdebar dan jantungnya juga berdetak lebih cepat.

__ADS_1


Dan entah kenapa pernyataan Nandini barusan mematahkan keraguan Viktor akan sikap Nandini. Saat Virlie datang, Viktor sempat ragu akan sikap Nandini. Tapi kini dia tahu, Nandini yang benar dan Virlie yang berpura-pura. Terlihat kejujuran dari pernyataan Nandini barusan.


"Nandini..." Viktor berkata lirih dan pelan tapi Nandini menoleh dan mereka saling bertatapan.


__ADS_2