
Raffa segera mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya kedalam kopernya.
Shopia segera menghampiri lelaki itu, "Apa kamu benar-benar akan tinggal di rumah itu?" tanya Shopia
"Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan keluargaku," jawab Raffa kemudian membawa kopernya keluar hotel.
Shopia segera mengikuti lekaki itu dan mengantarnya menuju Wastu Kencana Ungu.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Dhiv, pemuda itu memantapkan hatinya untuk tinggal di Wastu Kencana Ungu demi menjaga Lala. Ia tahu jika gadis itu akan mendapatkan banyak masalah jika tinggal menetap di rumah itu seorang diri. Untuk itulah ia memutuskan untuk menemaninya di sana, setidaknya ia bisa melindunginya saat keluarga Dario mencoba merundungnya.
Malam itu juga Dhiv bergegas menuju Wastu Kencana Ungu diantar oleh Sammy.
*Wastu Kencana Ungu
"Segeralah minta maaf kepada Ratih dan berikan obat ini padanya," Shelomita segera memberikan racikan obat Ratih kepada Ben
Pria itu segera mengambil nampan yang diberikan Shelomita dan bergegas meninggalkan wanita itu.
Setibanya di kamarnya Ben begitu tercengang melihat istrinya yang terlihat begitu cantik.
Ia tertegun menatapnya hingga tak terasa ia menelan salivanya.
"Kamu cantik Ratih??" ucap Ben reflek saat melihat
Ratih langsung menoleh kearah suara lelaki yang memujinya itu. Ia begitu gembira saat melihat Ben tersenyum memujinya.
"Terimakasih sayang," jawab Ratih tersipu
Lelaki itu kemudian memeluknya erat dan meminta maaf padanya karena sudah membuatnya bersedih.
"Maafkan aku sayang karena sudah membuat mu terluka," ucap Ben kemudian mencium kening istrinya
"Tidak apa sayang, aku justru yang harusnya minta maaf karena tak bisa membuat mu bahagia. Mulai sekarang aku janji akan belajar berdandan dari Lala. Aku juga ingin membuat mu bangga," sahut Ratih
Ben kembali memeluk wanita itu dan mengecup keningnya lagi, "Lakukanlah jika itu membuat mu bahagia, namun jangan lakukan jika merepotkan dirimu kamu tak perlu melakukannya. Maafkan aku yang terlalu emosi tadi," ucap Ben kembali menciumnya
Merasa menjadi menjadi pihak ketiga membuat Lala segera berpamitan kepada mereka.
"Ehemm, sebagai pihak ketiga yang tidak dirindukan kehadirannya, saya mohon pamit. Senang rasanya melihat kemesraan kalian, semoga api cinta kalian tak akan pernah padam sampai akhir jaman," ujar Lala sumringah
"Aamiin, thanks Lala sudah bantuin kakak haru ini," ujar Ratih
__ADS_1
"Miami Kaka,"
"Thanks La, sudah membuat istriku menjadi cantik," ucap Ben
"Sebenarnya tanpa make up kak Ratih sudah cantik kok, hanya saja Ka tidak bisa melihatnya. Hanya dengan rasa cinta Kak Ben akan bisa melihat betapa cantiknya kak Ratih meskipun tanpa make up. Karena sejatinya cantik itu bukan dari make up tapi dari hati," ujar Lala membuat Ben terperangah dan semakin merasa bersalah kepada Ratih.
Lala segera pamit pergi saat melihat keduanya saling memaafkan.
Dhiv segera menghentikan langkahnya saat melihat Lala keluar dari kamar Ben. Pemuda itu mengendap-endap mendekati gadis itu. Ia bermaksud memberikan surprise padanya.
*Grep!!
Lala langsung menarik lengan seseorang yang menepuk pundaknya dan membekuknya .
"Awww!!" teriak Dhiv meringis kesakitan
Lala segera melepaskan lelaki itu dan mendorongnya saat menyadari dia adalah Dhiv. Ia kemudian mengulurkan tangannya dan membantu pria itu bangun.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Lala
"Wah, kau memang benar-benar Bar-bar La, hampir saja tanganku terkilir karena mu!" tutur Dhiv memegangi tangannya
"Makanya jangan suka mengagetkanku, jadi kena kan!" sahut Lala
Lala tertawa kecil saat melihat wajah geram Dhiv.
"Btw kenapa kamu datang kemari malam-malam begini?" selidik Lala
"Itu karena aku akan tinggal di sini mulai malam ini. Bukankah sebagai calon suamimu aku harus selalu berada di sisimu, jadi aku pastikan akan selalu berada di dekat mu agar kau tidak kesusahan di rumah ini," ucap Dhiv tersenyum padanya.
Raffa yang baru saja tiba di rumah itu, terkejut melihat Dhiv ada di Wastu Kencana Ungu.
Ternyata kau benar-benar akan melanjutkan rencanamu Dhiv. Apa kau begitu putus asa hingga tetap melanjutkan rencana mu Meskipun aku sudah memperingatkan dirimu.
Raffa menatap lekat kearah Lala dan Dhiv.
"Wah, ternyata bukan hanya aku yang akan kembali ke rumah ini, tapi adik bungsuku juga melakukan hal yang sama!" seru
"Tentu saja, sebagai calon suaminya bukankah aku harus selalu berada di dekatnya ?" jawab Dhiv balik bertanya
"Good, semoga berhasil Dhiv," jawab Raffa Kemudian segera meninggalkan keduanya.
__ADS_1
Shopia segera menyusul Raffa dan membawakan barang-barang Raffa ke kamarnya.
Lala juga segera bergegas menuju ke kamarnya diikuti oleh Dhiv yang segera menyusulnya.
Pagi itu semua anggota keluarga Dario berkumpul di ruang makan. Suasana seketika menjadi canggung saat Dario duduk di kursinya.
"Aku bahagia karena akhirnya kita bisa sarapan bersama lagi, setelah lima tahun lamanya aku hanya menikmati sarapan berempat saja," ucap Dario kemudian mempersilakan semuanya untuk menikmati sarapannya
Selesai sarapan Dario memberitahukan jika ia akan memperkenalkan Lala kepada para koleganya, sekaligus sebagai lamaran resmi dari keluarga Dario kepadanya.
"Aku harap kau segera memberitahu keluarga mu, untuk menghadiri acara tersebut malam ini," ucap Dario
Lala hanya tersenyum kecut menanggapi permintaan Dario.
Selesai sarapan Lala segera menemui Dhiv untuk membahas masalah lamaran itu.
"Haruskah aku menjemput Ibuku!" tanya Lala
"Aku rasa ini sebuah jebakan, sepertinya ayah sengaja mengundang ibumu untuk menyelidiki latar belakang mu," sahut Dhiv
"Lalu apa yang harus aku lakukan??" tanya Lala
"Sebaiknya jangan beritahukan ibumu dulu, aku perlu membicarakannya dengan Sam," sahut Dhiv kemudian meninggalkan Lala
kita lihat saja orang seperti apa dirimu Dhiv,
Apa kau akan tetap bertahan dengan situasi ini atau kau memilih meninggalkan gadis itu demi uang.
Dhiv Kemudian berpamitan dan segera menuju ke kantornya ditemani Sam assistennya.
"Sebaiknya kau hati-hati Dhiv, jangan gegabah, apalagi memberi tahukan ibu Lala yang sebenarnya, terlalu beresiko, sebaiknya cari orang untuk menggantikan posisi ibu Lala, pastikan ia benar-benar orang yang bisa dipercaya," terang Sam
"Kalau begitu kau harus mengurus semuanya, aku percayakan semuanya padamu." sahut Dhiv
Malam yang ditunggu-tunggu pun Tiba, Dhiv menceritakan Semuanya kepada Lala, dengan harapan gadis itu tak terkejut saat seseorang mengaku sebagai ibunya.
Lala mengerti semua ucapan Dhiv dan tak keberatan jika seseorang berakting sebagai ibu kandungnya.
Malam itu Lala tampil begitu anggun dan elegan hingga membuat para tamu undangan terpukau melihatnya.
"Wah kau benar-benar cantik Lala," sapa Raffa menghampiri pemuda itu
__ADS_1
Raffa segera menarik lengan Lala dan mengajaknya berdansa.
"Aku sudah tahu semuanya, sebaiknya kau akhiri permainan ini sebelum aku mengungkapkannya kepada ayah," bisik Raffa membuat Lala tercengang