Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Mencoba Jujur


__ADS_3

Shelomita memerintahkan seseorang untuk menyelidiki kehidupan pribadi Rani. Selain menyelidiki Rani ia juga memerintahkan Ratih untuk mendekati Lala. Ia bermaksud mengambil hati gadis itu dan membantunya mendekatkan kembali Lala dengan Dhiv.


Sore itu Lala terkejut saat melihat Ratih menunggunya didepan kampus.


"Kak Ratih??, darimana kaka tahu aku kuliah di sini?" tanya Lala


"Raffa yang memberitahukan aku,"


"Btw ada apa kakak datang menemui ku?" tanya Lala


"Aku ingin minta bantuan mu?" tanya Ratih


"Bantuan apa?" jawab Lala balik bertanya


"Sebaiknya kita bicara di tempat yang nyaman aja yuk," ajak Ratih


Wanita itu kemudian mengajak Lala ke sebuah kafe. Ratih kemudian menyampaikan maksud kedatangannya kepada Lala.


Lala tampak antusias mendengar cerita Ratih.


"Kenapa kaka tidak mengatakan semua ini kepada suami kaka?" tanya Lala


"Karena aku tidak berani mengatakannya, kau tahu kan tujuan orang menikah?. Mereka pasti ingin mendapatkan keturunan, jadi aku tak berani mengatakan semua ini kepada Ben, aku takut ia akan meninggalkan aku jika tahu aku mengidap kanker serviks dan tak bisa punya keturunan," jawab Ratih begitu sedih


"Lalu apa yang bisa aku bantu kak?" tanya Lala


"Bantu aku tampil cantik setiap hari, aku ingin terlihat cantik dan meninggalkan kenangan yang indah sebelum meninggalkan Ben,"


"Maksud Kaka!" Lala tercengang mendengar ucapan Shelomita


"Dokter telah memvonis jika umurku sudah tak lama lagi, jadi aku benar-benar mohon bantuan mu kali ini," pinta Ratih


"Baiklah kak, aku akan membantumu," jawab Lala


"Kau mau kan tinggal di Wastu Kencana Ungu lagi?" tanya Ratih


Lala terlihat mengernyitkan keningnya saat mendengar Wastu Kencana Ungu.


"Tapi kak, kau tahu kan jika ayah dan Ibu tidak menyukai ku, pasti mereka akan mengusir ku jika tahu aku tinggal di sana lagi. Apalagi aku sekarang sudah tidak ada hubungan lagi dengan Dhiv jadi sepertinya itu hal yang mustahil kak. Bagaimana jika aku datang pagi-pagi Dan sore hari untuk merias wajahmu?" tanya Lala


"Tapi sekarang ibu dan ayah tidak tinggal di Wastu Kencana Ungu lagi, sekarang rumah itu hanya diperuntukkan bagi ahli waris DC Group saja," jawab Ratih


"Oh begitu rupanya, yaudah aku minta ijin ayahku dulu, jika dia mengijinkan maka aku akan tinggal bersamamu tapi jika tidak maka aku hanya bisa melakukan seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya," jawab Lala


"Ok dela, thanks ya La atas bantuannya," ucap Ratih


"Sama-sama Ka,"


Melihat Ratih yang terlihat begitu pucat membuat Lala tidak tega membiarkan wanita itu pulang seorang diri. Ia memutuskan untuk mengantar wanita itu sampai ke rumahnya.


Setibanya di Wastu Kencana Ungu, Ratih meminta Lala untuk membantunya mempersiapkan makan malam untuk suaminya.


Selesai mempersiapkan dinner romantis untuk Ben dan Ratih, Lala tak lupa merias wanita itu hingga terlihat begitu cantik malam itu.


"Sekali lagi terimakasih La, karena sudah membantuku," ucap Ratih saat mengantar Lala hingga pintu gerbang


"Sama-sama Kak, aku harap dinnernya sukses dan happy wedding anniversary,"


"Terimakasih La,"


Saat Lala akan melangkahkan kakinya keluar gerbang, Dhiv terlihat keluar dari mobilnya dan berjalan masuk menghampiri mereka.


"Syukurlah kau sudah pulang Dhiv, apa kau bisa mengantarkan Lala pulang?" tanya Ratih membuat Dhiv dan Lala langsung terkejut mendengarnya


"Tidak usah repot-repot kak, aku bisa pulang sendiri kok," sahut Lala mencoba menolaknya


"Jangan begitu, sekarang sudah malam, tak baik anak perempuan pulang sendirian malam-malam begini, apalagi sekarang sedang marak pembegalan. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu jika kau nekat pulang sendirian. Jadi sebaiknya Kau pulang bersama Dhiv saja agar aku tidak khawatir. Kau tak keberatan kan Dhiv jika mengantar Lala pulang?" ucap Ratih


"Oh... tentu saja tidak," jawab Dhiv sedikit gugup

__ADS_1


"Syukurlah, kalau begitu ayo cepat naik," Ratih sengaja mendorong Lala menuju mobil Dhiv.


Ia kemudian membukakan pintunya dan mendorong gadis itu masuk kedalamnya.


"Pastikan Lala tiba di rumah dengan selamat, jangan ngebut dan hati-hati di jalan," ucap Ratih kemudian melambaikan tangannya kepada mereka.


Sepanjang perjalanan Dhiv dan Lala tak saling menyapa, hanya suara alunan lagu Charlie Puth feat Jungkook yang menemani perjalanan mereka.


"Boleh mampir ke minimarket sebentar?" tanya Lala memecah keheningan diantara keduanya


"Tentu saja," jawab Dhiv kemudian menghentikan mobilnya didepan sebuah minimarket


Didepan minimarket tampak sebuah kedai mie ayam yang begitu ramai membuat Lala sejenak memandangi kedai tersebut sebelum masuk kedalam minimarket.


Melihat Lala tergoda dengan mie ayam membuat Dhiv segera turun dari mobilnya dan masuk ke kedai Mie ayam.


Ia sengaja memesan dua porsi mie ayam sambil menunggu Lala keluar belanja.


Pemuda itu segera melambaikan tangannya saat melihat Lala keluar dari minimarket. Lala menghampiri Dhiv meskipun sedikit ragu


Dhiv mempersilakan gadis itu duduk, dan tidak lama seorang pelayan menyajikan dua mangkuk mie ayam pesanan Dhiv.


"Aku tahu kamu pasti belum makan bukan, jadi bagaimana kalau kita makan mie ayam bareng. Kata orang-orang sih ini adalah kedai mie ayam terenak di Jaksel," ucap Dhiv membuat Lala langsung menelan salivanya


Melihat gadis itu ragu-ragu menerima tawaran Dhiv membuat pria itu langsung mengambil dua mangkuk sambal dan meletakkannya di depan Lala.


"Kalau kurang bilang aja, biar nanti aku kasih tahu penjualnya," ucap Dhiv membuat Lala seketika tertawa


Dhiv begitu bahagia manakala bisa melihat senyuman manis gadis itu lagi.


"Masih ingat aja kalau aku suka sambal," jawab Lala malu-malu


"Tentu saja, jangankan tentang sambal, bahkan hal-hal kecil tentang dirimu aku masih mengingatnya," jawab Dhiv membuat Lala terperangah


"Apa kau lupa jika aku sudah menghafal tentang kehidupan pribadimu sebelum kita melakukan pernikahan kontrak," imbuh Dhiv


Kenapa aku jadi terlalu pede gini, astaghfirullah malu banget deh. Untung dia gak tahu,


Lala segera menyantap makanannya, ia berusaha memusatkan pandangannya hanya kearah mangkuk mie ayamnya saja untuk menghindari kontak mata dengan Dhiv.


Dhiv tersenyum simpul menatap Lala yang terlihat begitu menikmati makanannya.


Karena makan terburu-buru membuat Lala tersedak. Melihat Lala tersedak membuat Dhiv segera memberikan minumannya kepada Lala.


"Thanks," ucap Lala segera menghabiskan minuman yang diberikan Dhiv


"Makanya pelan-pelan saja, gak usah buru-buru karena aku pasti setia nungguin kamu kok," ucap Dhiv membuat Lala langsung menyemburkan minumannya hingga membasahi wajah Dhiv.


"Maaf aku gak sengaja," ucap Lala segera mengusap wajah Dhiv yang basah


"Gak papa La, sans aja," ucap Dhiv tak sengaja memegang tangan gadis itu.


"Sekali lagi maaf," ucap Lala menyesal


"Sebaiknya cepat habisi makanan mu, sepertinya ayahmu mengkhawatirkan mu hingga terus menghubungi mu," ucap Dhiv menunjuk ponsel Lala yang terus berdering


Lala segera mengangkat ponselnya dan memberitahu Bram jika ia sedang bersama Dhiv.


Lelaki itu merasa tenang saat mengetahui Lala bersama Dhiv.


Selesai makan keduanya kembali melanjutkan perjalanannya menuju kediaman Bramantyo.


"Terimakasih sudah mengatarku pulang," ucap Lala sebelum turun


"Kembali kasih La," jawab Dhiv kemudian turun dan membukakan pintu untuknya


"Terimakasih lagi," jawab Lala tersipu dengan perlakuan manis Dhiv


"Ehemm!!" seru Raffa saat melihat keduanya tersipu

__ADS_1


"Jangan suka php bro, inget tunangan inget Pernikahan tinggal menghitung hari!" celetuk Raffa


"Terimakasih perhatiannya bro," jawab Dhiv kemudian berpamitan dengan Lala dan bergegas pergi meninggalkan halaman rumah Bram.


Raffa segera menginterogasi Lala dan meminta gadis itu untuk tidak dekat lagi dengan Dhiv.


"Bukannya aku melarang mu, tapi kau tahu kan sekarang Dhiv sudah bertunangan dan dia sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya. So sebaiknya kamu jangan terlalu dekat apalagi berharap kepadanya karena itu hanya akan membuat mu kecewa," tutur Raffa


"Iya Raff, aku tahu kok. Thanks ya atas perhatiannya ponakan ku," jawab Lala menggodanya


"Cih, sejak kapan aku jadi ponakan mu!" cibir Raffa


"Sejak aku jadi anak angkat kakek mu dong. Sejak saat itu aku otomatis menjadi tante kamu jadi mulai sekarang kamu harus panggil gue Tante," jawab Lala


"Dih ogah!" sahut Raffa kemudian meninggalkannya


"Kenapa?" tanya Lala


"Karena kalau kamu jadi Tanteku maka aku tak bisa menjadi pacarmu," jawab Raffa membuat Lala terkejut mendengarnya


"Dasar buaya masih sempat-sempatnya ngegombalin Tante sendiri," sahut Lala


"Kata siapa aku ngegombal, aku serius suka sama kamu La," jawab Raffa membuat Lala seketika tertawa


"Jangan bercanda Raff, garing tahu!" jawab Lala kemudian bergegas menuju ke kamarnya


Raffa seketika menarik lengan gadis itu dan menatapnya intensif.


"Aku serius La, aku benar-benar menyukai kamu. Apa perlu aku belah dadaku agar kau percaya jika aku menyukai mu??"


Lala hanya terdiam mendengar pengakuan Raffa.


************


Shelomita begitu terkejut saat mendengar laporan anak buahnya yang menyatakan jika Rani sedang berbadan dua.


Lelaki itu bahkan meyakinkan Mitha dengan membawa bukti-bukti jadwal pemeriksaan rutin Rani di sebuah klinik bersalin.


Ia juga memperlihatkan photo-photo mesra Rani dengan kekasihnya yang merupakan ayah biologis dari bayi yang di kandungnya


"Kau benar-benar Iblis Dario, kau sungguh tega memanfaatkan Dhiv hanya demi mendapatkan saham dari orang tua Rani. Bukan hanya memanfaatkan Ibu Dhiv sebagai tumbal untuk menceraikan istri pertamanya kini ia juga melakukan hal yang sama kepada Dhiv putranya sendiri. Aku harus memberi tahu Dhiv tentang hal ini, aku yakin dia tidak tahu jika gadis yang akan dinikahinya sedang mengandung," ucap Shelomita


Ia kemudian meminta sopir pribadinya untuk mengantarkannya menemui Dhiv.


Sebelumnya Mitha menghubungi Dhiv terlebih dahulu dan meminta untuk bertemu dengan lelaki itu.


Keduanya kemudian bersepakat untuk bertemu di sebuah kafe tak jauh dari gedung DC Group.


Melihat Dhiv terburu-buru membuat Dario penasaran dengannya.


"Sepertinya kau sedang buru-buru, apa kau ingin menemui seorang klien?" tanya Dario


"Tidak, aku hanya ingin bertemu dengan Ibu. Kebetulan dia mengajakku bertemu hari ini karena ada hal penting yang akan ia bicarakan padaku," jawab Dhiv


"Oh begitu rupanya," sahut Dario mengangguk paham


"Kalau begitu aku pamit dulu ayah," ucap Dhiv kemudian meninggalkan Dario.


Setibanya di kafe Dhiv belum melihat tanda-tanda kedatangan Shelomita. Ia terpaksa menunggu wanita itu mengingat ia berkata jika akan memberitahukan hal penting kepadanya. Cukup lama Dhiv menunggu ibu tirinya itu hingga hampir dua jam. Namun Shelomita tak kunjung datang juga, teleponnya pun susah untuk di hubungi.


Saat ia memutuskan untuk meninggalkan kafe tiba-tiba ponselnya berdering.


"Apa anda keluarga Nyonya Shelomita??"


"Benar saya putranya, kenapa ponsel ibuku ada padamu?" tanya Dhiv


"Ibu anda mengalami kecelakaan dan kini sedang di rawat di rumah sakit Harapan Bunda, sebaiknya anda segera datang kwmri untuk mengurus semua administrasinya," ucap lelaki itu kemudian mengakhiri obrolannya


Dhiv segera bergegas menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Shelomita.

__ADS_1


__ADS_2