
Bramantyo begitu terkejut saat melihat pemberitaan media tentang Lala dan Dhiv. Ia semakin bersimpati padanya saat melihat konferensi pers gadis tersebut disebuah kanal berita online.
"Kasian sekali nasibmu Lala, kenapa kau mengingatkan aku pada putriku," ucapnya gusar
Ia kemudian mencari tahu keberadaan gadis itu melalui asistennya.
"Saat ini ia ada di pengadilan agama Tuan,"
"Jadi dia benar-benar memilih bercerai darinya," Bram kemudian meminta sopirnya untuk mengantarkannya ke pengadilan agama.
Setibanya di pengadilan agama lelaki itu bertemu dengan Dhiv.
Dhiv segera menghentikan langkahnya dan menyapa lelaki itu.
"Bagaimana keputusannya?" tanya Bram
"Pernikahan kami dibatalkan kakek, jadi sekarang aku dan Lala bukan suami istri lagi," jawab Dhiv
"Syukurlah, setidaknya dengan begitu kalian bisa hidup bahagia masing-masing tanpa saling menyakiti. Sebaiknya kau ikuti saja keinginan ayahmu. Kembalilah jadi Dhiv yang penurut agar kau bisa mendapatkan kembali semua milikku, aku yakin kau adalah anak yang cerdas. Sementara biarkan anak burung itu belajar merangkak dan terbang, aku berjanji suatu saat nanti akan membantumu menangkap burung tersebut jika kau memintanya," terang Bramantyo
"Baik Kek, terimakasih atas pengertiannya," sahut Dhiv kemudian meninggalkan lelaki itu.
Setelah melihat apa yang dialami oleh Lala Bramantyo berjanji akan membantu gadis itu melewati semua liku-liku kehidupannya.
*******"
Malam itu Raffa sengaja mengajak Lala dan Bram dinner di luar untuk merayakan bergabungnya Lala menjadi keluarga Bramantyo Sudarsono.
"Bukankah itu Dhiv??" Raffa memicingkan matanya saat melihat adiknya ada di tempat itu.
Ia lebih tercengang saat melihat Dhiv dinner bersama Seorang wanita.
"Yang benar saja, apa benar dia Dhiv atau hanya ilusi ku saja,"
Ia kemudian menghampiri pemuda itu untuk memastikannya jika ia benar-benar Dhiv.
"Wah tidak ku sangka ini benar-benar kau," ucap Raffa berdecak kagum
"Memangnya kenapa, apa ada yang aneh dengan diriku?" tanya Dhiv
"Tidak, hanya saja aku sedikit aneh melihatmu dinner dengan seorang gadis," jawab Raffa
"Mulai sekarang kau akan terbiasa melihat ku seperti ini," jawab Dhiv
Sepertinya Lala benar-benar membuatnya patah hati, hingga Dhiv berubah menjadi sosok yang berbeda.
Raffa kemudian mengajak Dhiv untuk bergabung dengannya.
Dhiv mengangguk setuju dan langsung mengikuti Raffa menuju meja mereka.
Lala seketika menundukkan wajahnya ketika melihat Dhiv berjalan menuju kearahnya.
Gadis itu tak berani menatap wajah Dhiv bahkan saat ia menyapanya.
"Apa kabar La?" sapa Dhiv
"Kabar baik," jawab Lala singkat
"Lama tak jumpai Dhiv, bagaimana kabarmu?" tanya Bram
"Alhamdulillah aku baik kakek," jawabnya singkat
__ADS_1
"Siapa gadis itu?" tanya Bram
"Perkenalkan dia Rani calon istri ku," ucap Dhiv membuat Lala begitu terkejut mendengar ucapan lelaki itu.
"Syukurlah kau bisa cepat move on," celetuk Raffa melirik kearah Lala yang terlihat asyik menyantap makanannya.
Rani tampak memperhatikan Lala yang terlihat mengacuhkannya.
"Perkenalkan saya Rani," ucap gadis itu mengeluarkan tangannya
Lala tersenyum dan segera menyambut uluran tangannya
"Lala," jawabnya singkat
"Bukankah kau mantan istri Kak Dhiv," tanya gadis itu
"Benar, atau lebih tepatnya istri palsu Dhiv," jawab Lala menyunggingkan senyumnya
"Kalau tidak keberatan bolehkan saya minta nomor ponselmu, mungkin nanti aku akan sering bertanya padamu tentang Kak Dhiv," ucap Rani
Lala tak keberatan memberikan ponselnya kepada gadis itu.
"Feel free aja, kamu bisa tanya apa saja padaku," jawab Lala enteng
Dhiv terus memperhatikan Lala saat gadis itu bercengkrama dengan Rani. Ia tak mengira jika Lala akan bereaksi baik kepada Rani.
***********
Siang itu Dario dikejutkan saat Shelomita tiba-tiba mengumpulkan para pemegang saham dan dewan direksi untuk melakukan rapat darurat.
Ia sengaja mengumpulkan mereka untuk membahas pengangkatan kembali Dhiv menjadi CEO DC Group menggantikan Ben.
Shelomita merasa jika putranya lebih layak menjadi CEO karena ia memiliki 40 persen saham DC Group bila digabungkan dengan saham Ratih istrinya.
Ia juga memaparkan beberapa prestasi yang dicapai oleh Ben selama menjabat sebagai manajer eksekutif DC Group.
Wanita itu juga membahas tentang Pernikahan kontrak Dhiv dan juga motivasi pemuda itu untuk menguasai DC Group.
Dario yang melihat serangan Shelomita segera menemui orang tua Rani untuk menyerang balik Shelomita.
Ia kemudian meminta lelaki itu untuk datang ke DC Group dan menggabungkan saham mereka.
Namun Pihak keluarga Rani meminta Dario untuk mempercepat pertunangan putrinya dengan Dhiv sebagai jaminan.
Ia baru akan menyerahkan saham miliknya kepada Dhiv jika lelaki itu benar-benar akan menikahi putrinya Rani.
Tentu saja Dario menyanggupi permintaan sahabatnya itu.
Ia kemudian menemui Dhiv dan membahas pertunangan itu.
"Sebaiknya kau terima saja pertunangan itu, lagipula orang-orang seperti kita memang tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita. Karena Pernikahan kita sudah ditentukan oleh keluarga demi masa depan keluarga kita," terang Dario
"Apa aku akan mendapatkan semua saham Om Edwin jika aku menikahi Rani?" tanya Dhiv
"Tentu saja, untuk itu kau harus menikahi dia jika kau ingin tetap menjadi CEO DC Group. Karena dengan begitu aku juga bisa mengalahkan ibumu yang mencoba melakukan kudeta dengan mengumpulkan para pemegang saham untuk mendukungnya. Jika saham ayah dan Edwin di satukan maka jumlah saham kami menjadi 55 persen dan itu lebih banyak dari saham yang dimiliki oleh Ben dan ibunya," jawab Dario
"Baiklah kalau begitu aku setuju," jawab Dhiv membuat Dario bangga padanya
"Syukurlah akhirnya kau memilih pilihan yang terbaik. Aku bangga sekarang kau sudah kembali menjadi Dhiv yang dulu. Aku yakin DC Group akan semakin berkembang pesat di bawah kepemimpinan mu," ucap Dario menepuk pundak putra bungsunya itu
**********
__ADS_1
Pagi itu Lala mengikuti kuliah perdananya sebagai mahasiswa baru. Bram sengaja menyuruh gadis itu untuk melanjutkan kuliahnya agar ia bisa melupakan masalahnya dengan Dhiv.
Ia begitu bersemangat saat mengikuti kelas make up yang merupakan mata kuliah favoritnya.
Gadis itu begitu takjub saat melihat hasil make up teman-teman sekelasnya.
"Wah keren sekali, sepertinya aku bisa kalah saing jika aku tidak banyak belajar," ucap gadis itu
"Kau pasti mahasiswi baru ya," sapa seorang lelaki menghampirinya
"Benar, perkenalkan saya Lala dari kelas makeup artist," jawab gadis itu
"Saya Glenn," jawab lelaki itu singkat
Ia kemudian memperhatikan hasil make up Lala.
"Hasil make up nya keren, hanya saja kau harus memperhatikan trend model agar make up mu tidak ketinggalan jaman," ucap pemuda itu kemudian meninggalkannya
Lala kemudian memperhatikan hasil riasannya, "Apa make up ku terlalu menor??" ucapnya sambil bercermin
Tiba-tiba tiga orang mahasiswi menghampirinya.
"Wah ternyata kelas kita kedatangan selebritis rupanya," ucap salah seorang dari mereka
"Benar, bukankah dia istri kontrak CEO DC Group, wah sepertinya kita harus meniru gaya make up nya agar bisa menggaet para CEO tampan sepertinya,"
Suara gelak tawa langsung bergemuruh saat mendengar ucapan itu.
Satu persatu mahasiswa berdatangan untuk melihat wajah Lala dari dekat. Memang berita tentang Pernikahan kontrak Lala sudah menjadi tranding topik di media sosial dan juga berita online. Wajar saja kalau para mahasiswa itu sengaja mengolok-oloknya.
Bahkan bukan hanya para mahasiswi yang merundungnya, namun juga para mahasiswa merundung gadis itu.
Lala tidak tinggal diam saat para mahasiswa itu mencoba melecehkannya.
"Katakan saja berapa tarif mu, agar aku bisa bermalam denganmu," ucap seorang mahasiswa mencoba menggodanya
Lala segera menepis lengan lelaki itu saat berusaha membelai wajahnya.
"Wah ternyata dia mencoba jual mahal guys!" seru Pemuda itu kembali mendekatinya
Dua orang mahasiswi langsung menjegal Lala saat gadis itu akan melawan.
Salah seorang dari mereka langsung menggunting pakaian Lala hingga beberapa bagian tubuhnya terlihat.
Lala mencoba menutupi anggota tubuhnya.
"Apa salahku pada kalian, kenapa kalian melakukan semua ini padaku!!" seru gadis itu begitu berang
"Salahmu adalah kau tidak lebih dari seorang jal*ng yang menjual tubuhmu demi uang," cibir salah seorang mereka
"Lalu apa hubungannya dengan kalian, mau aku jual diri atau apapun itu adalah hak asasi ku, dan kalian tidak perlu ikut campur. Lebih baik urus saja urusan kalian sendiri sebelum mengurusi urusan orang lain, dan satu lagi... jangan pernah judge seseorang tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi!" seru Lala
*Plaaakk!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah gadis itu, membuat Lala berusaha melepaskan diri dari mereka.
"Sebaiknya kasih pelajaran pada jal*ng itu, agar ia tidak sok!" seru salah seorang mereka kemudian mendorong tubuh Lala hingga tersungkur ke lantai.
Para mahasiswi kemudian meninggalkan tempat itu dan giliran para mahasiswa yang mendekatinya.
Lala berusaha berteriak minta tolong namun dua orang pemuda langsung membekapnya.
__ADS_1
*Buugghh!!!
Satu persatu mahasiswa itu berjatuhan ke lantai saat mencoba melecehkan Lala.