Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Kenyataan Pahit 2


__ADS_3

Seorang lelaki terlihat mengendap-endap di bangsal perawatan Ratna. Ia segera bersembunyi saat melihat seorang dokter dan perawat memasuki ruangan itu.


Ia kembali menyelinap kedalam bangsal itu setelah memastikan pasien sendirian.


Ia menyeringai saat menatap wanita yang terbaring di atas brangkarnya. Lelaki itu segera menarik bantal wanita itu dan membekapnya sebelum Ratna sadar.


Melihat seseorang mencoba membunuh Ratna membuat Jack segera masuk untuk menyelamatkan wanita itu.


Ia segera melepaskan tendangannya hingga lelaki itu terjungkal ke lantai.


Jack segera menarik kerah bajunya lelaki itu dan memukulinya berkali-kali. Namun lelaki itu segera menghampiri Ratna saat melihat pasien monitor menunjukkan garis lurus.


Ia segera menghubungi dokter untuk menyelamatkan wanita itu.


Melihat Jack sibuk menangani Ratna membuat lelaki itu segera kabur meninggalkan ruangan tersebut.


Tidak lama dokter segera tiba di tempat itu dan melakukan tindakan untuk menyelamatkan Ratna.


Meskipun tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan wanita itu, namun mereka tak bisa menyelamatkannya karena terlambat menanganinya.


Jack segera menghubungi Raffa saat dokter memvonis Ratna meninggal dunia.


"Maaf Mas, saya gagal menjaganya. Saat aku sedang ke kamar kecil Seorang lelaki menyelinap masuk dan mencoba membunuhnya," tutur Jack


"Apa kau mengenal lelaki itu?" tanya Raffa


"Tidak, sepertinya dia bukan berasal dari Jakarta jika dilihat dari logatnya," sahut Jack


"Baik, lebih baik sekarang kau cari tahu siapa Lelaki itu dan kenapa ia berusaha membunuh wanita itu,"


"Baik Bos,"


Raffa benar-benar kecewa saat mendengar laporan dari Jack. Ia menatap sendu kearah Lala yang masih sibuk menyalami para tamu yang memberinya selamat.


Kau pasti akan merasa sangat sedih jika tahu orang yang paling kau sayangi pergi meninggalkan dirimu untuk selamanya.


Raffa segera menarik lengan gadis itu saat Lala melintas didepannya.


"Sebaiknya kau segera ikut aku ke rumah sakit," ucap Raffa menggandeng lengan gadis itu


"Rumah sakit??" tanya Lala mengernyitkan keningnya


"Tentu saja, kau sudah tahu kan jika Ibumu mengalami kecelakaan, so sebaiknya kamu mengunjunginya sekarang sebelum terlambat," jawab Raffa


"Apa maksudmu??" tanya Lala mendesaknya


"Sebaiknya kau lihat saja sendiri, lagipula aku bukan dukun yang bisa menebak apa yang terjadi dengannya," jawab Raffa

__ADS_1


Seketika Lala merasa tubuhnya begitu lemas setelah mendengar ucapan Raffa.


Dhiv segera menangkap tubuh Lala yang hendak pingsan setelah mendengar ucapan Raff


"Are you ok??" tanya Dhiv begitu khawatir


Lala segera bangun, dan berdiri meskipun ia masih sempoyongan.


"Aku harus ke rumah sakit untuk memastikan keadaannya," ucap gadis itu gusar


"Lalu bagaimana dengan acara pertunangannya??" tanya Dhiv menatapnya sendu


"Bukankah kita bisa menundanya sebentar, tolonglah kali ini saja, aku benar-benar khawatir dengannya," desak Lala


"Kita tidak bisa menundanya lagi, sebaiknya kita ikuti kemauan ayahku sebelum ia berubah pikiran. Aku yakin ibumu baik-baik saja. Aku janji setelah acara selesai akan mengantarmu menemui ibumu," jawab Dhiv


Lala mengangguk setuju dan melakukan semua perintah Dhiv hingga acara pertunangan selesai.


Seperti janjinya, Dhiv segera mengantar Lala ke rumah sakit begitu acara sudah selesai. Keduanya bergegas menuju ke rumah sakit diantar oleh Sammy.


Lala segera berlari menghampiri front line setibanya di rumah sakit. Wanita itu tak sabar untuk mengetahui kondisi ibunya.


Setelah sang Front liner memberitahu bangsal perawatan ibunya, Lala bergegas menuju ke ruangan itu ditemani Dhiv.


Sementara itu Sam tidak ikut masuk bersama mereka, lelaki itu masih berada di dalam mobil.


Sam terus memperhatikan Sadam yang terburu-buru meninggalkan parkiran rumah sakit.


Setibanya di bangsal Bugenvil, Lala begitu terkejut saat mendapat informasi jika ibunya telah meninggal dunia.


Tangisnya pecah seketika melihat ibunya terbujur kaku di brangkarnya.


Melihat kesedihan Lala membuat Dhiv mencoba menenangkannya dengan memeluk erat gadis itu.


"Bersabarlah, aku harap kau tidak larut dalam kesedihan karena itu akan menghambat jalan ibumu menuju ke Syurga, ikhlaskan dia dan doakan semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah," ucap Dhiv


"Semua ini salahmu, andai saja kau membiarkan aku menjenguk ibuku saat itu mungkin aku masih bisa melihatnya untuk terakhir kalinya, atau setidaknya aku masih bisa berpamitan padanya," ucap Lala terisak


"Bukankah dokter bilang jika ia sudah meninggal satu jam yang lalu, itu berarti ibumu meninggal sebelum Raffa memberitahukan mu untuk menjenguk ibumu," sahut Dhiv


Lala tidak menjawab, ia kemudian berlalu meninggalkan Dhiv meskipun kondisinya tidak stabil.


Melihat kondisi Lala membuat Dhiv langsung mengejar gadis itu, ia kemudian menggandeng lengan wanita itu, "Aku harap kejadian ini tidak membuat kau berpikir untuk mengakhiri kontrak kita,"


Lala segera melepaskan tangannya dan menatap tajam kearah Dhiv.


"Apa yang ada di otakmu hanya pernikahan kontrak saja, hingga kau tidak pernah memikirkan keadaan ku saat ini, tidak ku sangka kau benar-benar egois Dhiv!" seru Lala kemudian berlalu pergi meninggalkan Dhiv

__ADS_1


Dhiv segera menghubungi Sam untuk segera menuju ke lobby rumah sakit. Dengan cepat Sam segera meluncurkan mobilnya menuju ke depan lobby rumah sakit.


"Cepat kejar taksi itu!" seru Dhiv menunjuk sebuah Taksi yang membawa Lala pergi


"Sebenarnya apa yang terjadi??" tanya Sam


"Ibu Ratna meninggal," jawab Dhiv sendu


"Apa Lala menyalahkan mu?" tanya Sam Lagi


"Benar, sekarang aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh gadis itu. Aku hanya khawatir ia melakukan hal-hal tak terduga," jawab Dhiv gundah


Lelaki itu mencoba menghubungi Lala namun gadis itu mengabaikannya.


Tidak lama Dario menghubungi Dhiv, lelaki itu memintanya untuk segera menemuinya.


"Temui saja ayahmu, biar aku yang akan mengurus Lala," jawab Sam


Ia kemudian mengantar Dhiv ke Wastu Kencana Ungu.


"Aku harap kau bisa meyakinkan Lala agar melanjutkan kontrak pernikahan kami,"


"Baik, aku akan mencoba membujuk gadis itu dan membawanya kembali ke Wastu Kencana Ungu,"


"Thanks Sam, aku percaya padamu,"


Sementara itu Lala sengaja menemui Raffa di apartemennya.


Ia segera menerobos masuk ke apartemen mewah di kawasan kelapa gading.


*Brakkk!!


Raffa tercengang saat mendengar pintu rumahnya di dobrak oleh seseorang. Shopia segera keluar dan menghadang Lala yang menerobos masuk kedalam.


"Biarkan saja dia masuk!" seru Raffa membuat Shopia langsung melipir dan mempersilakan Lala masuk kedalam.


Lala segera berjalan menghampiri Raffa, dengan tatapan nyalang ia kemudian menarik kerah baju Raffa dan menginterogasinya.


"Kau pasti sudah tahu ibuku meninggal waktu itu, katakan padaku siapa yang sudah mencelakai Ibuku!" desak Lala


Raffa tersenyum simpul menatap gadis itu, "Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu??" jawabnya begitu tenang


"Aku hanya mengikuti naluri ku, karena pernah mengalami hal yang sama dengan dirimu," Jawab Raffa kemudian menyingkirkan lengan gadis itu dari bajunya


"Sebaiknya kau tanyakan saja pada Dhiv kenapa dia melarang mu pergi ke rumah sakit." sahut Raffa


Lelaki itu kemudian menyuruh Shopia untuk meninggalkan dirinya bersama Lala.

__ADS_1


"Sebaiknya kau jangan pernah datang ke tempat ini sendirian, kau tahu maksudku kan??" ucap Raffa membelai wajah Lala


__ADS_2