Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Falling in Love


__ADS_3

Hari itu semua dewan direksi berkumpul di ruang rapat, mereka sengaja mengadakan rapat dadakan sesuai permintaan Dario.


Ia sengaja mengadakan rapat dadakan untuk mengangkat CEO baru menggantikan Dhiv. Lelaki itu terpaksa menunjuk Benigno untuk menghangatkan Dhiv untuk sementara waktu sampai putra bungsunya kembali lagi.


Betapa bahagianya Shelomita mendengar berita pengangkatan putra semata wayangnya.


begitupun dengan Ben yang terlihat begitu begitu terharu saat pelantikan dirinya menjadi CEO DC Group.


Siang itu Shelomita mendatangi kantor pusat DC group untuk berterima kasih kepada suaminya.


"Terimakasih sayang, karena sudah menjadikan putra kita sebagai CEO," ucap Shelomita


"Tidak perlu berterima kasih, toh di memang pantas mendapatkan posisi itu. Aku harap Ben bisa membawa DC Group ke masa keemasan dibawah pimpinannya,"


***********


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ayahmu meminta kau menikahi gadis lain?" tanya Inggit saat Dhiv mengunjunginya


"Apa ayahmu sudah tahu jika pernikahan kalian palsu?" tanyanya lagi.


Dhiv menarik nafas panjang dan mengangguk pelan.


"Apa sekarang kau sudah di usir dari Wastu Kencana Ungu?" tanya Inggit lagi


"Ayah tidak mengusirku, aku juga tidak tahu apa yang sedang ayah rencanakan setelah aku menolak tawarannya," jawab Dhiv


"Apa kau sudah menceraikan Lala??" tanya Inggit


Dhiv kembali menggelengkan kepalanya.


"Dasar bodoh, jangan bilang kau menyukainya gadis itu. Ingat Dhiv kalian tidak akan pernah bersatu. Kalian bak langit dan bumi jadi mustahil bagi kalian untuk menyatu, apalagi selama kau masih menjadi putra Dario Caffaso semuanya tidak akan bisa berjalan sesuai kehendak mu. Saran ibu ceraikan Lala sebelum semua terlambat. Jangan membuat gadis itu semakin menderita. Kau tahu kan bagaimana nasib ibumu saat menjadi istri Ayahmu. Tidak ada satupun kebahagiaan yang aku dapatkan saat berhasil menikah dengan lelaki yang ibu cintai. Bahkan semua bayangan Pernikahan yang bahagia sirna saat aku benar-benar menjadi seorang nyonya Dario. Bukan kebahagiaan justru penderitaan ku di mulai saat menjadi Istri Dario. Orang-orang miskin seperti aku dan Lala memang tidak pantas untuk ada di istana Kencana Ungu, jadi lepaskan Lala biarkan dia hidup bahagia Dhiv," terang Inggit


Dhiv kemudian merenungi semua ucapan ibunya. Ia menyadari jika semua yang diucapkan ibunya ada benarnya juga.


Tidak lama seorang dokter memenaggilnya dan mengajaknya be bincang di ruang kerjanya.


"Sepertinya gagal ginjal yang diderita ibumu semakin parah, dia harus menjalani cuci darah lebih sering dari sebelumnya. Tapi itu terlalu beresiko, jalan satu-satunya adalah dengan mendapatkan donor ginjal. Hanya dengan itu ibumu bisa tetap hidup,"


Dhiv berjalan gontai meninggalkan ruang kerja sang dokter. Entah kenapa ia merasakan jika musibah yang menimpanya datang bersamaan hingga membuatnya begitu tertekan .


Ia lebih terkejut lagi saat melihat ibunya sudah tidak ada di ruang perawatannya.


Ia segera berlari menemui perawat, " Dimana ibuku!" serunya


"Apa Ibu Inggit ibu anda?" tanya seorang perawat


"Benar, apa yang terjadi dengannya?" tanya Dhiv begitu khawatir


"Tenang saja, Ibu anda baik-baik saja, kami hanya memindahkannya saja ke ruang kelas 3," jawab sang perawat


"Dipindahkan, kenapa ibuku di pindahkan!" seru Dhiv


"Sebaiknya anda tanyakan hal tersebut ke bagian administrasi, karena hanya mereka yang tahu alasannya kenapa ibu anda dipindahkan ke bangsal perawatan kelas tiga," jawab peraw,


Dhiv segera bergegas menuju ke bagian administrasi untuk menanyakan alasan pihak rumah sakit memindahkan ibunya.


Betapa terkejutnya Dhiv saat mengetahui alasan pemindahan ibunya. Ia segera mengeluarkan kartu kreditnya untuk melunasi biaya perawatan ibunya.


"Maaf kartu kredit anda tidak bisa dipakai," ucap seorang tenaga medis membuat Dhiv seketika menjadi lemas.


"Tidak mungkin, apa ayah benar-benar marah hingga membekukan kembali semua kartu kredit ku. Apa artinya sekarang aku kembali menjadi gelandangan??" Dhiv seketika lemas dan meratapi nasibnya.


Ia tahu semua ini akan terjadi jika ia membangkang,


"Apa aku salah mencintainya, apa seumur hidupku aku tidak bisa hidup bahagia bersama dengan wanita yang aku cintai," saat ia benar-benar dalam down, tiba-tiba seorang perawat menghampirinya


"Apa anda keluarga pasien Inggit?"


Dhiv langsung mengangguk.


"Sebaiknya anda segera temui dokter Haris untuk mendatangi persetujuan cuci darah!"


"Memangnya apa yang terjadi dengan ibuku??" tanya Dhiv


"Ibu anda kembali drop dan harus segera menjalani cuci darah agar kondisinya kembali tidak stabil,"


Dhiv kemudian bergegas menemui dokter Haris untuk menandatangani surat pernyataan persetujuan melakukan cuci darah.


"Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan ibu saya dok?" tanya Dhiv


"Untuk sementara hanya ini cara terbaik untuk menyelamatkan ibu anda, kecuali jika ada yang bersedia mendonorkan ginjalnya untuk beliau semuanya pasti akan berbeda. Ibu anda bisa pulih dengan cepat dan tidak perlu melakukan cuci darah," jawab dokter Haris

__ADS_1


"Kalai begitu ambil saja ginjal saya, saya bersedia mendonorkan ginjal saya untuk ibuku," ucap Dhiv


"Tidak semudah itu Mas Dhiv, kamu harus mengik, tes dulu sebelum mendonorkan ginjal anda. Jika memang ginjal kalian cocok baru kami bisa melakukan semuanya,"


"Kalau begitu tunggu apa lagi, lakukan semuanya sekarang?" jawab Dhiv tidak sabar


"Baiklah jika anda memaksa, sebaiknya kau segera menuju ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan darah dan tes kecocokan ginjal dengan pasien,"


Dhiv segera bergegas menuju ke laboratorium setelah mendengar penjelasan sang dokter.


Ia kemudian menjalani serangkaian tes sebelum mendonorkan ginjalnya.


"Bapak tunggu saja, besok pagi hasil tesnya akan keluar, jika hasilnya cocok maka Operasi juga akan dilaksanakan hari itu juga," ucap seorang laboran


"Baik, terimakasih atas bantuannya,"


Dhiv segera melangkah pergi meninggalkan Laboratorium dan melihat ibunya yang sedang melakukan cuci darah.


Sebentar lagi penderitaan ibu akan segera berakhir, doakan saja semoga ginjal kita sama agar aku bisa mendonorkan satu ginjal ku untuk Ibu,


Dhiv segera menoleh kebelakang saat merasakan seseorang menepuk bahunya.


"Baru saja utusan ayah Anda mengambil mobil yang anda pakai. Sepertinya ia sengaja mengambil semua fasilitas yang ia berikan kepada Anda," ujar Sam


"Aku sudah tahu, aku yakin dia akan melakukan hal itu setelah aku menolak untuk menikahi wanita yang ia jodohkan denganku," jawab Dhiv


"Lalu bagaimana dengan Ibumu, bukankah beliau masih memerlukan biaya perawatan yang cukup besar, lalu darimana anda akan mendapatkan uang untuk membayar biaya pengobatannya?" tanya Sam


"Jangan khawatir aku akan meminta tolong Raffa untuk membantu membayar biaya pengobatan ibu. Aku yakin dia pasti bersedia membantuku, Karena bagaimanapun juga ibuku adalah ibunya juga," jawab Dhiv


Ia kemudian meminta tolong kepada Sam untuk menjaga ibunya. Ia berniat menemui Raffa untuk meminjam uang untuk membayar biaya pengobatan ibunya.


Sam bahkan meminjamkan mobilnya agar Dhiv tidak kerepotan karena harus menggunakan kendaraan umum.


"Thanks Sam, kamu memang sahabat terbaikku," Dhiv kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah sakit


Setibanya di Jakarta, Dhiv segera menuju ke apartemen Raffa dan mengajak berbicara empat mata dengannya.


Melihat kedatangan Dhiv menemui Raffa tentu saja membuat Lala penasaran, apalagi mengingat keduanya tidak pernah akur selama ini.


Karena penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh kedua pria tersebut, Ia diam-diam menguping pembicaraan keduanya.


Gadis itu begitu terkejut saat mendengar Dhiv menceritakan keadaannya sekarang. Ia lebih terkejut lagi saat mendengar lelaki yang masih menjadi suaminya itu meminjam uang kepada Rafa untuk membayar biaya berobat ibunya.


Jadi sekarang kau kembali menjadi pengangguran lagi. Apa semua ini karena aku??. Lalu bagaimana nasih ibu inggit??


Rasa bersalah Lala membuat gadis itu begitu frustasi, ia kemudian berinisiatif menemui Dario.


Gadis itu menemui Dario dan memohon kepada lelaki itu untuk mengembalikan semua fasilitas yang ia ambil dari Dhiv. Ia bahkan berjanji akan melakukan apapun agar Dhiv kembali mendapatkan semuanya.


"Benarkah kau akan melakukan apapun demi Dhiv?" tanya Dario menyeringai


"Tentu saja, aku akan melakukan apapun agar Dhiv mendapatkan kembali semua miliknya," jawab Lala


"Kalau begitu datanglah ke Pengadilan Agama besok pagi, aku ingin kau benar-benar mengakhiri pernikahan palsu mu dengan Dhiv, hanya itu cara satu-satunya agar Dhiv bisa mendapatkan kembali semua fasilitas hidupnya. Bagaimana, apa kau setuju?" tanya Dario lagi


"Baiklah, aku setuju. Aku bahkan akan mencari alasan yang logis agar hakim mau menyetujui gugatan cerai ku, aku yakin dengan begitu tidak ada alasan untuk Dhiv menolak perceraian kami," jawab Lala


"Good, aku tunggu janjimu besok pagi," jawab Dario


Lala kemudian bergegas pergi meninggalkan kantor DC Group.


Setibanya di apartemen ia kemudian menceritakan semuanya yang dilakukannya kepada Raffa. Ia berharap Raffa akan mendukungnya.


"Kalau itu memang yang terbaik untuk kalian, aku sih yes aja. Asalkan kau bahagia aku juga bahagia," jawab Raffa saat Lala meminta pendapatnya


"Terimakasih Raff, kamu memang sahabat aku yang terbaik," ucap Lala kemudian memeluknya erat.


Sahabat???


Raffa hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Lala.


"Sebaiknya kau segera mencari pengganti Dhiv, karena hanya dengan begitu Dhiv akan yakin jika kau memang tidak memiliki perasaan terhadapnya,"


"Kau benar, tapi siapa yang akan jadi pacar pura-pura ku, kau tahu kan jika aku tidak percaya lagi dengan laki-laki?" tanya Lala membuat Raffa seketika melotot mendengarnya


"Kalau kau tidak percaya dengan laki-laki lalu untuk apa kau menceritakan semua keluh kesah mu padaku, apa kau menganggap ku sebagai wanita??" tanya Raffa dengan nada kesal


"Bukan begitu Raf, aku tidak percaya semua laki-laki untuk urusan asmara bukan yang lain, kamu paham kan??" jawab Lala balik bertanya


"Include me (termasuk aku)?" tanya Raffa tak percaya

__ADS_1


Lala mengangguk membuat lelaki itu semakin kesal dengannya.


"Wah parah lo, meskipun aku seorang Cassanova tapi aku tidak pernah menyakiti hati wanita, aku selalu membuat mereka bahagia bahkan saat mengakhiri hubungan kami, kalau kamu tak percaya tanya aja Shopia, atau mantan-mantan ku," jawab Raffa membela diri


"Iya..iya..aku percaya kok sama kamu," jawab Lala menyunggingkan senyumnya


"Kenapa aku aneh melihat senyuman mu La," sahut Raffa


"Emangnya kenapa, apa ada yang salah Dena senyumanku?" tanya Lala salah tingkah


"Tentu saja, senyuman mu terlalu manis hingga aku khawatir akan terserang diabetes kalau kau sering tersenyum didepan ku eaaaa!" jawab Raffa membuat Lala terkekeh mendengarnya


"Dasar kang gombal,"


Melihat Lala tertawa lepas membuat Raffa menyadari betapa cantiknya gadis itu.


Kenapa jantungku berdegup kencang saat melihatnya???


"Kamu kenapa Raff?" tanya Lala saat melihat pemuda itu memegangi dadanya


"Aku tidak papa," jawab Raffa mencoba menjauh darinya


Tidak lama Shopia memasuki ruangan itu dengan membawa seorang dokter cantik bersamanya.


"Syukurlah kau datang," ucap Raffael menghampiri keduanya


"Maaf kami sedikit terlambat karena macet," jawab Shopia


"Never mind Shopia, aku senang kau datang tepat waktu karena kalau tidak aku bisa tekena serangan jantung," jawab Raffa memegangi dadanya


"Apa kamu sakit Raf?" tanya Lala menghampiri pemuda itu


Seketika wajah Raffa langsung memerah saat mendengar Lala mengkhawatirkannya.


"Sepertinya begitu, itulah kenapa aku membawa dokter Pricilia untuk memeriksanya," sahut Shopia


Lala kemudian mengusap kening Raffa untuk memeriksa suhu tubuhnya.


"Suhunya normal," ucap Lala menatap lekat Raffa yang terus memegangi dadanya.


Raffa segera menampik lengan Lala saat gadis itu berusaha menyentuh dadanya.


"Dokter Pricilia, sebaiknya kau cepat periksa aku sebelum aku terkena serangan jantung di sini!" seru Raffa kemudian berlari menuju ke kamarnya


Tentu saja melihat sikap aneh Raffa membuat Lala bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


"Sebenarnya Raffa sakit apa sih?" tanya Lala kepada Shopia


"Kemarin ia sering mengeluh dadanya terasa sakit dan sesak, mungkin saja ia terkena penyakit jantung secara dia kan sering mengkonsumsi minuman keras," jawab Shopia acuh


"Bukankah kalau dada terasa sesak bisa juga sakit asma," jawab Lala


"Bisa jadi, mungkin saja ia menderita asma seperti almarhum ibunya," jawab Shopia


"Kalau begitu mulai sekarang aku akan mengajaknya berolahraga dan memasakkan makanan bergizi untuknya, agar ia bisa segera sembuh dari penyakitnya," jawab Lala


"Kalau olahraga selama ini dia rajin olahraga, dan dia juga sepertinya kelebihan gizi jadi kamu gak usah repot-repot, kira tunggu saja hasil diagnosa dokter," jawab Shopia kemudian merebahkan tubuhnya di Shofa


Sementara itu Raffa begitu penasaran dengan penyakitnya dan segera menanyakan kepada dokter Pricilia.


"Sebenarnya aku sakit apa sih Cil, kenapa akhir-akhir ini dadaku terasa sesak dan jantung ku sering berdegup kencang," tanya Raffa


"Apa kau merasakan dada mu sesak saat melihat seorang wanita bersama seorang pria?" tanya Pricilia


"Benar,"


"Apa jantungmu berdegup kencang saat melihat seorang wanita?" tanya Pricilla lagi


"Wah bagaimana kau bisa tahu semuanya, sepertinya selain menjadi dokter kau juga berbakat menjadi seorang paranormal Cil," sahut Raffa


"Bagaimana bisa seorang Cassanova seperti dirimu tidak mengetahui tanda-tanda orang jatuh cinta. Apakah selama ini kau belum pernah merasa benar-benar menyukai seorang wanita??"


"Jatuh cinta, yang benar saja, aku sudah sering jatuh cinta tapi tidak begini rasanya," jawab Raffa


"Hmm, lalu bagaimana deskripsi jatuh cinta menurut mu?"


"Memang selama ini aku belum pernah merasakan benar-benar jatuh cinta pada seorang wanita, jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta yang sebenarnya. Selama ini gadis-gadis itu yang mendekati ku, aku hanya memilih mereka yang sesuai dengan selera ku. Dan aku begitu mudah menaklukkan hati setiap wanita yang ku sukai dengan pesonaku tanpa perlu perjuangan yang berarti," jawab Raffa


"Jadi selama ini kau tidak pernah mencintai pacarmu?" tanya Pricilla


"Entahlah aku tidak tahu, yang jelas aku menyukai mereka saat menjadi kekasih ku," jawab Raffa

__ADS_1


"Setelah aku memeriksa kondisi tubuhmu semuanya normal tidak ada yang bermasalah, bahkan jantungmu juga baik-baik saja. Tapi setelah mendengar jawabanmu sepertinya aku bisa menyimpulkan jika saat ini kau sedang jatuh cinta pada seseorang," jawab dokter Pricilia membuat Raffa menganga mendengarnya


"Jatuh cinta???"


__ADS_2