
Suasana duka menyelimuti Wastu Kencana Ungu. Shelomita terlihat murung di depan jenazah suaminya.
Meskipun ia begitu membenci lelaki itu tapi tetap saja ia masih mencintainya dan tetap saja bersedih saat kehilangan suaminya yang sudah menemaninya selama tiga puluh dua tahun.
"Maafkan aku jika sering membuat mu kesal, begitupun aku sudah memaafkan semua kesalahan mu padaku, semoga kau bahagia di Syurga," ucap Mitha kemudian mengecup kening suaminya
Wanita itu tidak menghadiri upacara pemakaman Dario karena kondisinya yang lemah.
Shelomita mendadak sakit setelah kepergian suaminya. Fisiknya semakin melemah hingga ia harus di rawat intensif di rumah sakit.
Karena ketiga putranya sibuk maka Mitha pun terbaring seorang diri di rumah sakit. Melihat Shelomita sakit membuat Lala iba melihat wanita itu.
Ia kemudian merawat dan menjaga wanita itu selama di rumah sakit hingga ia pulih kembali.
"Thanks La, sudah merawat ibuku," ucap Ben saat melihat Lala tengah menyuapi ibunya
"Sama-sama Ka, lagipula sudah menjadi tugas anggota keluarga untuk merawat saudaranya yang sakit," jawab Lala
"Kau benar-benar sangat mirip dengan ibumu, kau begitu baik meskipun terlihat naif. Kau bahkan tak pernah dendam padaku yang sudah berkali-kali menyakiti mu tapi berkali-kali pula kau menolong ku, Terimakasih La," ucap Mitha
"Sama-sama Tante," jawab Lala membuat Mitha langsung berkaca-kaca
Ia kemudian memeluk erat gadis itu.
"Maafkan Tante mu ini yang sudah jahat padamu," ucapnya terisak
"Yang lalu biarlah berlalu, sekarang mari kita mulai lembaran baru hubungan kita," jawab Lala mengusap lembut air mata Shelomita
"Baik sayang,"
Setelah Shelomita pulih dan kembali ke Wastu Kencana Ungu, wanita itu kemudian menyerahkan sepenuhnya DC Group pusat kepada gadis itu.
"Sesuai amanah ayah, DC Group pusat adalah milik ibumu, jadi mulai sekarang aku akan mengembalikan semuanya padamu," ucap wanita itu
Lala yang merasa tak mampu menjalankan perusahaan akhirnya memilih menyerahkan perusahaan kepada Dhiv yang dianggap mampu memimpin DC Group.
************
Malam itu Dhiv terlihat tegang menanti kedatangan Lala di sebuah restoran bersama ibunya.
"Sudah hampir dua jam kita menunggu tapi Lala tak kunjung datang juga, apa kalian ada masalah atau Lala menolak lamaran mu?" tanya Inggit mengerutkan keningnya
"Tunggu sebentar lagi Ibu, mungkin dia terkena macet hingga belum sampai juga," jawab Dhiv
"Mana mungkin macet, sekarang sudah jam berapa DHIV??"
__ADS_1
Dhiv menengok jam tangannya, ia menghela nafas panjang saat melihat jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam.
"Apa kau benar-benar menolak Ku??" ucapnya getir
Ia kemudian membuang bucket mawar yang sudah dipersiapkannya ke tong sampah.
Ia kemudian mendorong kursi roda ibunya pergi meninggalkan ruangan itu. Tiba-tiba lampu padam membuat Dhiv langsung menghentikan langkahnya.
*Tak, tak, tak!!
Terlihat seorang berjalan mendekatinya sembari membawa kue di tangannya.
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday... happy birthday... happy birthday to you...." suara lantunan lagu ulang tahun membuat Dhiv sadar jika Lala sengaja membuatnya kesal di hari ulang tahunnya.
"Selamat ulang tahun sayang," ucap Lala kemudian mencium pipi pemuda itu
"Thanks La, ah sial!! ... aku hampir saja bunuh diri karena mengira kau menolak ku," ucap Dhiv kemudian memeluk gadis itu erat
"Maaf aku tidak bermaksud mengerjai mu tapi ini adalah ide Raffa, dia yang ingin membuat kejutan di hari ulang tahun kamu," jawab Lala
"Benarkah??" tanya Dhiv
"Hmmm," jawab Lala mengangguk
"Sama-sama Ibu, Dhiv juga harusnya berterima kasih padaku karena aku sudah membujuk Lala agar mau menikah dengannya," tutur Raffa
"Iya thanks bro, sebagai balasan karena kau sudah membantuku membujuk Lala, maka aku juga akan membujuk Shofi agar mau menjadi istri mu," jawab Dhiv membuat semua orang langsung tertawa
"Sue lo, kenapa harus Shofi memang tidak ada cewek lain apa," sahut Raffa
"Karena hanya dia yang mengerti dan memahami mu Raff," sahut Lala
"That's right baby," tambah Dhiv
"Sial, kenapa gue yang malah kena," cibir Raffa
Shofia terlihat memerah saat Dhiv dan Lala terus menjodohkannya dengan Raffa.
"Kalau kau tidak mau, biar kakek suruh Sam untuk menikahinya," celetuk Bram membuat Raffa langsung melotot
"No!!" pekiknya membuat semua terperangah mendengarnya
"Nah gak terima kan kalau cewek lo di jodohkan sama Sam, sudah terima saja Shofie, aku yakin dia juga menyukaimu. Lihat saja wajahnya yang bersemu merah saat mendengar kami menjodohkannya denganmu," ucap Lala
"Jangan suka memaksa gitu dong La, ingat dipaksa itu gak enak, sakit tahu. Mending kalau sama-sama suka kan jadi enak," jawab Lala
__ADS_1
"Yaudah kalau lo gak mau sama Shofie biarkan Sam yang akan melamarnya, lagipula Sam begitu menyukai Shofie, aku yakin mereka akan bahagia," ujar Dhiv
Shofie langsung menunduk saat Dhiv berkata seperti itu. Sebagai orang yang sudah bersama dengan Shofie selama hampir sepuluh tahun Raffa tahu benar jika gadis itu tak menyukai Sam hingga seketika murung saat mendengar Sam akan melamarnya.
Karena tak mau melihat Shofie bersedih Raffa akhirnya mengambil tindakan.
"Baiklah aku akan melamarnya, lagipula benar apa kata kalian tidak ada e lebih mengenal dan mengerti diriku seperti Shofie." ucap Raffa menatap Shofie
Gadis itu langsung tersipu mendengar ucapannya, entah kenapa Raffa melihat Shofie yang terlihat beda dari biasanya.
Ia tampak begitu cantik dan mempesona.
Kenapa aku baru sadar jika ada bidadari di sampingku selama ini.
Malam itu adalah malam pembuktian perasaan Dhiv ke Lala sekliagus Raffa Pada Shofie.
Mereka terlihat begitu bahagia malam itu.
Dhiv melamar Lala dan keduanya menikah, tidak jauh beda dengan Dhiv, Raffa akhirnya juga melamar Shofie sang bodyguardnya. Ia tidak menyangka jika petualangan cintanya akan berlabuh pada shofiia.
Jodoh ***** misteri karena kita tidak tahu siapa jodoh kita namun bisa merasakan kehadirannya. Seperti Raffa dan Shofie.
THE END
Terimakasih kepada para pembaca setia yang sudah membaca novel ini dari awal hingga akhir. Mohon maaf bila ceritanya tidak bagus atau alurnya berantakan. Semoga kalian terhibur dan tam bosan membaca karya Zahra.
Tidak ada gadiing yang tak retak, pasti karya saya ini banyak kekurangannya mulai dari typo, bahasa hingga hal-hal lainnya. Sampai jumpa di novel Zahra berikutnya ya.
Tetap semangat dan dukung terus Zahra, Terimakasih.
Ikan hiu naik sepeda
ikan ****** naik kereta
sampai jumpa di novel berikutnya
semoga kalian suka.
Ikan teri banyak lemaknya
ikan Nila sedikit durinya
lope-lope untuk para pembaca setia
semoga kalian selalu sehat ya....
__ADS_1