Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Sang Kurir


__ADS_3

Siang itu Sammy sengaja mengunjungi Saddam di penjara kepolisian setempat.


Ia sengaja mendatangi lelaki itu untuk mengajukan penawaran kepada bandot tua itu.


Saddam begitu geram melihat kedatangan Sam bahkan berusaha menolak menemuinya jika saja polisi tidak mengancam akan menambah hukumannya.


"Apa tujuanmu datang kesini!" ucap Saddam Sinis


Sammy kemudian menceritakan tujuannya datang menemui lelaki itu dengan detail.


"Bagaimana?, apa kau setuju dengan penawaran ku?" tanya Sammy


"Maaf aku tidak tertarik dengan tawaranmu, lagipula aku juga bisa membebaskan diriku sendiri dari tempat ini tanpa bantuan mu. Sebentar lagi pengacara ku akan datang untuk membebaskan ku jadi untuk apa aku menuruti keinginan mu. Cih...kau pikir siapa dirimu hingga bisa mengurung Saddam orang terkaya di desa Banjaran," jawab Saddam begitu sombong


"Baiklah kalau begitu, kita lihat saja apa pengacara mu bisa melawan pengacara ku?" jawab Sam dengan santai


Tidak lama seorang pengacara tiba di tempat itu, Sam tersenyum saat melihat pengacara Saddam yang sudah tiba di kantor polisi dan mulai mengajukan penangguhan penahanan.


Lelaki itu segera menghuni pengacaranya agar datang menyusulnya ke kantor polisi yang sudah ia kirimkan padanya.


"Aku harap kau bisa cepat datang ke kantor polisi dan menyelesaikan semuanya karena aku tak punya waktu lama untuk mengurusi preman kampung itu," ucap Sam


"Baik Sam, kebetulan saya juga dalam perjalanan menuju ke tempat itu, tunggu saja lima menit lagi aku pasti sampai," jawab Sang Pengacara


Benar saja tidak sampai lima menit Seorang lelaki berpenampilan modis memasuki kantor polisi.


Sam segera menyambut kedatangan pengacaranya dan mengajaknya masuk menemui Saddam dan pengacaranya.


Saddam dan pengacaranya sangat terkejut saat melihat sosok pengacara di samping Sammy.


Tentu saja siapa yang tidak terkejut melihat seorang pengacara papan atas yang terkenal dengan sentuhan emasnya. Ia bahkan tidak pernah kalah sekalipun dalam menangani kasusnya.


"Bagaimana apa kau masih berharap bisa bebas dari jeratan hukum setelah melihat siapa yang akan membelaku?" tanya Sammy mencondongkan tubuhnya kearah Saddam


"Sesuai dengan KUHP Pidana maka aku rasa hukuman yang di berikan oleh klien saya jauh lebih ringan dari seharusnya. Sebaiknya anda setujui saja tawaran damai darinya daripada aku akan menambah hukumannya jika kau menolaknya," ucap Pengacara Sam


Saddam melirik kearah Pengacaranya dan membisikkan sesuatu padanya.


Pengacara Saddam kemudian mengajak lelaki itu untuk membicarakan tawaran dari Sam di ruangan lain.


"Kau tenang saja Sam, semuanya akan segera selesai, so jangan terlalu panik. Orang sepertinya pasti akan menerima tawaran darimu. Apalagi saat melihat ekspresi wajah pengacaranya, aku yakin mereka pasti setuju," ucap pengacara Sam menepuk pundaknya untuk meyakinkan kliennya.


Benar saja, tidak lama Saddam dan pengacaranya datang menemuinya.


Mereka kemudian menyetujui tawaran semi dan bersedia berdamai dengan lelaki itu.

__ADS_1


Keduanya kemudian menandatangani pernyataan damai di kantor polisi. Setelah mencabut laporannya, Sam kemudian menemui Saddam untuk meminta surat kontrak perjanjian nikah Lala dan Dhiv.


"Tunggu saja sebentar lagi, anak buah ku sedang dalam perjalanan mengantarkan surat itu kemari," jawan Saddam.


"Baiklah aku akan menunggu,"


10 menit kemudian seorang lelaki bertubuh kekar mendatangi kantor polisi. Ia memberikan surat kontrak perjanjian nikah Dhiv dan Lala kepada Saddam.


Meskipun dengan berat hati Saddam terpaksa memberikan surat itu kepada sammy agar ia bisa bebas dari penjara.


Setelah menyelesaikan semua urusannya dengan Saddam, Sam kemudian kembali lagi ke Jakarta.


"Aku harap ini adalah kali terkahir aku berurusan denganmu, entah apa yang akan aku lakukan padamu jika kau berusaha mengusikku lagi ataupun orang-orang terdekat ku," ancam Sammy sebelum meninggal kantor polisi.


**********


Sementara itu Lala Dan Dhiv terlihat begitu canggung saat melakukan sesi pemotretan pra wedding mereka.


"Coba lebih dekat lagi!" seru seorang photographer mengarahkan keduanya


"Ok seperti itu, geser sedikit lagi, senyum dan tatap wajah pasangan kalian," ucap sang Photographer kemudian mengambil gambar keduanya


Ia kemudian menghampiri keduanya dan mengarahkannya lagi untuk melakukan pose selanjutnya.


"Lebih mesra dikit meluknya, jangan kaku dan santai saja," ucapnya lagi


Namun demi totalitas akting, keduanya berusaha tampil sebaik mungkin agar semua orang tidak mencurigai hubungan keduanya.


"Ok, terimakasih untuk hari ini, semoga Pernikahan kalian lancar dan selamat berbahagia," tukas sang Photographer saat Dhiv berpamitan


Dhiv kemudian mengajak Lala untuk makan siang sebelum kembali ke Wastu Kencana Ungu.


"Terimakasih untuk hari ini," ucap Dhiv


"Kembali kasih, semoga acaranya lancar," jawab Lala


"Aamiin, hari pernikahan kita tinggal seminggu lagi, aku harap kau menjaga kesehatan mu mulai sekarang,"


"Tentu saja, aku sudah rutin berolahraga agar tetap bugar hingga hari pernikahan," jawab Lala begitu bersemangat


"Begitu rupanya, thanks ya sudah mau melalui hari-hari melemahkan di Wastu kencana ungu. Aku janji akan membawamu keluar dari Neraka itu setelah kita resmi menikah," jawab Dhiv


"Santai saja, aku tidak apa-apa kok tinggal di sana. Bagiku tinggal dimanapun tidak masalah, asal bisa beradaptasi dengan baik dan mengikuti semua aturan rumah aku rasa tidak masalah. Jadi Intinya semuanya akan terasa indah jika dijalani dengan ikhlas," sahut Lala membuat Dhiv begitu bangga mendengarnya


*************

__ADS_1


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggupun tiba, hari Sabtu tepat tanggal 22 Juli tahun 2022 pesta pernikahan Dhiv dan Lala digelar begitu meriah disebuah hotel bintang lima.


Keduanya sengaja memilih tanggal cantik itu agar bisa mengenang Pernikahan mereka suatu saat nanti.


Entah kenapa Dhiv terlihat begitu tegang saat duduk di depan penghulu.


Meskipun Inggit ada disampingnya ia masih terlihat gelisah terlebih saat melihat wajah Lala.


Bagaimanapun juga ia merasa bersalah kepada gadis itu karena sudah memintanya untuk menjadi istri kontraknya. Meskipun ia akan mendapatkan keuntungan darinya tetap saja ia harus meninggalkan gadis itu suatu hari nanti dan memberikannya lebel Janda yang sangat ia benci.


"Saudara Dhiv, apa anda bisa mengulangi ucapan ku!" seru sang penghulu membuat Dhiv langsung terhenyak dari lamunannya


"Bisa pak," jawabnya lugas


Ia kemudian mengucapkan akad nikah dengan lancar membuat semuanya orang begitu bangga padanya.


"Alhamdulillah, akhirnya kalian sah juga!" seru Raffa memberikan segelas minuman kepada Dhiv


"Thanks," jawab Dhiv kemudian meneguk minumannya


"Selamat ya Lala," ujar Raffael menyalami gadis itu.


"Makasih Abang," jawab Lala


"Sudah kubilang jangan panggil Abang, panggil saja Raffa, aku paling sebel kalau dipanggil abang!" celetuk Raffa kemudian meninggalkan keduanya


Sementara itu di luar hotel Seorang lelaki tengah berusaha menerobos masuk kedalam hotel meskipun beberapa orang sekuriti berusaha menahannya.


"Ijinkan saya masuk, saya hanya ingin bertemu dengan Tuan Dario, aku ingin menyampaikan sebuah berita penting. Aku yakin ia sedang menungguku sekarang. Kalian pasti akan di pecat jika Tuan Dario tahu kalau kalian mencoba mengusirku!" seru lelaki itu terus mencoba menerobos pagar betis yang dibuat para tim keamanan hotel


"Ada apa ini ribut-ribut!" seru Bramantyo menghampiri mereka


"Maaf Pak, sepertinya orang ini memaksa masuk untuk menemui Pak Dario," ucap sang kepala sekuriti


Bram melihat sekilas wajah lelaki itu, " Apa yang kau ingin sampaikan kepada putraku?" tanya Bram


"Apa anda orang tua Mr. Dario?" tanya lelaki itu


"Benar, karena Dario sedang sibuk mengurus para tamu-tamunya maka kau bisa menyampaikan keperluan mu kepadaku. Jangan khawatir aku akan menyampaikan apa yang kau sampaikan kepadanya," sahut Bram


"Baiklah kalau begitu, aku harap Bapak bisa menyampaikan surat ini kepadanya," ucap lelaki itu memberikan amplop coklat kepada Bramantyo


Karena penasaran dengan isinya Bram kemudian membukanya.


Betapa terkejutnya ia saat melihat isi surat itu.

__ADS_1


"Surat perjanjian kontrak nikah???"


__ADS_2