Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Mencoba Move on


__ADS_3

*Tok, tok, tok!!


Dhiv segera bergegas membuka pintu apartemennya saat mendengar seseorang mengetuk pintunya.


"Paket!" seru seorang kurir kemudian memberikan sepucuk surat kepadanya.


"Terimakasih," Dhiv segera membuka dan membaca isi surat tersebut


Ia begitu terkejut saat membaca isi surat tersebut.


Dhiv kemudian merobek surat panggilan dari pengadilan itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"Apa yang harus aku lakukan??" pria itu terlihat murung saat mengetahui jika Lala mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.


Dhiv segera berkemas dan pergi ke pengadilan agama untuk memenuhi panggilan tersebut.


Sementara itu Lala sudah duduk di persidangan ditemani oleh seorang pengacara.


Sidang mediasi segera dibuka saat Dhiv telah tiba di ruang sidang. Hakim mempersilakan keduanya untuk melakukan mediasi.


Kali ini Lala bersikap dingin kepada Dhiv ia tetap bersikeras melanjutkan gugatan cerainya meskipun Dhiv berusaha menolaknya.


Dengan alasannya yang kuat ia berhasil meyakinkan Hakim untuk mengabulkan gugatannya. Ia juga memberitahukan hakim jika Pernikahannya adalah Pernikahan kontrak dengan menunjukkan bukti perjanjian kontrak nikah mereka. Tentu saja dengan bukti-bukti tersebut membuat Hakim langsung mengabulkan gugatan cerai Lala.


Dhiv tidak habis pikir kenapa Lala melakukan semuanya di saat ia mulai menyayangi gadis itu. Ia juga tahu jika Lala sudah mulai menyukainya, namun entah apa alasannya hingga gadis itu berusaha menutupi perasaannya dan menjauh darinya.


Apa semua ini karena ayahku??


"Kenapa kau harus melakukan semua ini, kenapa kau berusaha menjauhiku, katakan padaku apa ayahku yang menekan mu?" tanya Dhiv menghampiri Lala


"Semuanya aku lakukan atas inisiatif sendiri dan tidak ada hubungannya dengan ayahmu. Aku hanya ingin mengembalikan semua pada posisinya jadi mohon mengertilah," jawab Lala kemudian meninggalkan Dhiv


"Aku yakin kau melakukan semua ini karena terpaksa, aku tahu kau mencoba menyembunyikan perasaanmu dan menjauhiku dengan maksud tertentu. Apapun alasannya aku tetap tidak akan pernah menceraikan mu!" seru Dhiv


Lala terus melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan ucapan Dhiv yang mencoba menahannya.


Sementara itu Dario yang mengamati mereka dari kejauhan begitu senang dengan apa yang dilakukan oleh Lala.


"Meskipun Dhiv bersikeras tak mau menceraikan istrinya, tetap saja Hakim akan mengabulkan gugatan cerai Lala dan keduanya akan resmi berpisah sebentar lagi.


Tidak ku sangka gadis itu benar-benar cerdik," ucap Dario


***********


Hari itu Dario kembali memanggil Dhiv ke kantor pusat DC Group.


"Duduklah," ucap Dario saat Dhiv memasuki ruangannya


"Ada apa ayah memanggil ku?" tanya Dhiv

__ADS_1


Dario kemudian memberikan kunci mobil, kunci rumah kepada Dhiv.


"Sekarang kau bisa memakai semua fasilitas itu, kau juga akan kembali menjadi CEO DC Group lagi," jawab


Sekarang aku tahu kenapa Lala bersikeras menggugat cerai, ternyata ini alasannya,


"Terimakasih atas kebaikan ayah, semoga setelah ini kau tidak akan pernah mengusir ku lagi dari DC Group," jawab Dhiv


"Asal kau mengikuti semua perintah ku maka aku akan menjadikanmu sebagai CEO DC Group untuk selamanya. Lagipula aku lebih percaya jika kau yang memimpin DC Group daripada Ben," sahut Dario


"Baiklah ayah, mulai sekarang aku akan menjadi putramu yang penurut seperti dulu,"


"Good boy," sahut Dario begitu bangga saat mendengar jawaban Dhiv


Dhiv menyeringai menatap seseorang yang berdiri dibalik pintu.


************


Pagi itu Lala datang ke kantor pengadilan agama untuk mendengarkan keputusan hakim. Sementara itu Dhiv tidak datang dan hanya di wakili oleh Pengacaranya.


Hakim kemudian membatalkan pernikahan Dhiv dan Lala setelah mengetahui jika keduanya melakukan pernikahan kontrak.


"Alhamdulillah, setidaknya aku batal menyandang status janda," ucap Lala setelah sidang berakhir


Gadis itu kemudian berpamitan kepada Raffa untuk pulang ke kampung halamannya. Namun Raffa melarangnya, ia justru meminta Lala untuk menetap di Jakarta.


"Kenapa kau tidak bekerja di Jakarta saja, kalau kau mau kau bisa bekerja di hotel ku," ucap Raffa


"Tidak perlu, aku tidak mau merepotkan mu lagi," jawab Lala


Saat gadis itu akan masuk kedalam mobilnya, ia melihat sosok Bramantyo Sudarsono melambaikan tangan kearahnya.


Lelaki itu kemudian berjalan menghampirinya.


"Maaf aku baru sempat menemui mu," ucap Bram


"Apa ayah baru pulang dari luar negeri?" tanya Lala


"Benar, karena ayah gusar mendengar pemberitaan tentang kau dan Dhiv makanya ayah langsung menuju ke mari setibanya di Bandara," ucap lelaki itu


"Ayah tak perlu repot-repot datang ke sini. Aku yakin ayah pasti kelelahan setelah perjalanan panjang, sebaiknya ayah istirahat saja, aku baik-baik saja jadi jangan khawatir," jawab Lala


"Bagaimana kalau mulai sekarang kau tinggal bersama ayah. Lagipula bukankah seharusnya seorang anak harus tinggal bersama orang tuanya. Apalagi saat orang tuanya sudah renta seperti diriku, aku membutuhkan putriku untuk merawat ku. Jadi kau mau kan tinggal bersama ayah, toh sekarang kau tidak memiliki suami lagi jadi tidak ada yang menghalangi mu untuk tinggal bersama ku," pinta Bramantyo


"Tapi...." jawab Lala ragu


"Apa kau tidak kasihan dengan ayahmu yang sudah renta dan sakit-sakitan ini. Kau tahu aku tinggal seorang diri, tidak ada yang merawat ku saat aku sakit, jadi aku mohon jadilah putriku dan tinggalah bersamaku," bujuk lelaki itu


Melihat kondisi Bramantyo membuat Lala merasa iba, gadis itu kemudian menyetujui permintaan lelaki itu untuk menjadi putri

__ADS_1


Betapa bahagianya Bramantyo saat mendengar jawaban Lala. Bukan hanya Bram justru Raffael lah yang paling bahagia saat mendengar kesediaan gadis itu menjadi putri Bramantyo.


Malam itu Raffael membantu mengemasi barang-barang Lala dan mengantarkannya menuju ke kediaman Bramantyo.


"Semoga kamu kerasan tinggal di rumah kakekku," ucap Raffa


"Semoga saja," jawab Lala


**********


*Praaanggg!!


Shelomita begitu geram saat mendengar jika Dhiv kembali diangkat menjadi CEO DC Group, wanita itu sengaja melemparkan semua barang-barang pecah belah di ruang kerja suaminya.


Ia sengaja melampiaskan kekesalannya kepada lelaki itu yang dianggap telah mempermainkannya.


"Kau benar-benar keterlaluan, kenapa kau begitu tega memberikan harapan palsu kepada putramu sendiri!" seru Shelomita


"Sebaiknya tahan emosi mu, kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik," ujar Dario


"Sepertinya aku sudah tidak bisa bicara baik-baik lagi padamu. Selama ini aku sudah cukup menahan semua demi dirimu. Aku rela melakukan apapun demi dirimu bahkan ketika aku harus mengkhianati sabahat dekatku sendiri. Aku bahkan rela menjadi wanita jahat dan tamak agar aku bisa mendapatkan hatimu. Tapi apa yang kudapat setelah semua pengorbanan yang ku lakukan untuk mu, semuanya sia-sia. Kau bahkan tak pernah mencintai ku apalagi menganggap ku sebagai istrimu. Bagimu aku tidak lebih dari mesin uang yang membantumu mendapatkan semua yang kau inginkan. Mungkin aku masih bisa maklum jika kau mengacuhkan aku selama ini, tapi aku tidak bisa diam lagi saat kau memperlakukan putraku dengan tidak adil. Bagaimana hati seorang ibu tidak luka saat melihat putranya hanya sehari menjadi seorang CEO kemudian diganti lagi oleh ayahnya hanya karena putra kesayangannya sudah kembali. Jika kau memang sengaja melakukan semua ini pada putraku, maka aku tidak bisa tinggal diam. Aku juga akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan hari ini pada putraku," jawab Shelomita


"Hari ini juga aku akan meninggalkan Wastu Alamanda, aku sudah muak dengan semua perlakuan mu padaku. Aku juga ingin tahu apa kau masih bisa menyombongkan diri setelah aku tidak ada disisimu lagi," imbuh Shelomita kemudian meninggalkan ruangan itu


Dario mencoba menghentikan wanita itu, namun sepertinya tekad Shelomita begitu kuat hingga ia tak bergeming meskipun dia mencoba menahan kepergian istrinya.


Lakukan saja sesuai keinginan mu K


*********


Malam itu Dario sengaja mempertemukan Dhiv dengan Rani wanita yang akan di jodohkan dengannya.


"Maaf sepertinya aku masih ada urusan penting lainnya, sebaiknya kalian bisa saling mengenal satu sama lain," Dario kemudian meninggalkan ruangan itu


Malam itu Raffa sengaja mengajak Lala dan Bram dinner di luar untuk merayakan bergabungnya Lala menjadi keluarga Bramantyo Sudarsono.


Pemuda itu sangat terkejut saat melihat Dhiv sedang makan malam bersama wanita cantik di restoran yang sama dengannya.


Ia kemudian menghampiri Dhiv dan mengajaknya untuk bergabung dengannya.


Dhiv mengangguk dan langsung mengikuti Raffa menuju meja mereka.


Lala seketika menundukkan wajahnya ke tika melihat Dhiv berjalan menuju kearahnya.


"Lama tak jumpai Dhiv, bagaimana kabarmu?" tanya Bram


"Alhamdulillah aku baik kakek," jawabnya singkat


"Perkenalkan dia Rani calon istri ku," ucap Dhiv membuat Lala begitu terkejut mendengar ucapan lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2