Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Pesta Membawa Petaka 2


__ADS_3

Hari itu Mitha menemui seorang pemuda di sebuah kafe. Anak buahnya sengaja mempertemukan dia dengan mantan kekasih Rani sesuai permintaannya.


"Halo tante, saya Jonas," sapa seorang pemuda menghampirinya


"Apa kau mantan kekasih Rani?" tanya Mitha


"Benar Tante, ngomong-ngomong ada perlu apa tante menemui ku?" jawab pemuda itu balik bertanya


"Aku ingin tahu banyak tentang hubungan mu dan Rani?" sahut Shelomita


Pemuda itu menyunggingkan senyumnya saat mendengar ucapan Mitha. Ia kemudian menatap lekat wanita itu dan menangkap sesuatu dari gelagatnya.


Jonas kemudian mengajukan negosiasi kepada Shelomita. Ia hanya akan memberikan informasi kepadanya jika wanita itu memberikan imbalan kepadanya.


"Tidak ada yang gratis di dunia ini Tante, aku yakin kau juga akan menggunakan informasi ini untuk mendapatkan sesuatu yang sangat besar. Karena informasi ini menyangkut dengan wanita yang ku cintai maka aku juga harus mendapatkan imbalan karena telah membuka aibnya," ucap Jonas


"Katakan saja berapa yang kau minta?" jawab Mitha menantangnya


Jonas menyeringai dan kemudian menuliskan jumlah nominal yang diinginkannya.


"Aku rasa jumlah itu sepadan dengan resiko yang harus aku tanggung karena berani mengusik putri seorang konglomerat sekliagus pengusaha properti nomor satu di Indonesia, "


"Baiklah aku setuju, sekarang beritahukan kepada ku semuanya tentang Rani dan juga anak yang dikandungnya,"


**************


*Sahid Hotel tempat berlangsungnya Pesta Pernikahan Dhiv dan Rani.


Dhiv segera menyambut kedatangan Rani dan menggandeng wanita itu menuju ke tempat berlangsungnya proses akad nikah


Suara Alunan musik mengiringi langkah keduanya menghampiri sang penghulu yang sudah menanti keduanya.


Tiba-tiba suara alunan musik yang mengiringi pesta pernikahan tersebut berubah menjadi suara des*han pasangan yang sedang bercinta.


"Ah... enak sekali...lebih keras lagi sayang!!"


Semua tamu undangan tercengang saat mendengar suara ******* itu.


Keringat dingin membasahi pelipis Rani, gadis itu begitu malu hingga tak sanggup menatap wajah Dhiv yang mengkhawatirkannya.


"Aku adalah Jonas kekasih Rani, kami cukup lama menjalin hubungan asmara kurang lebih 5 tahun lamanya. Namun hubungan kami tidak mendapatkan restu dari orang tua Rani karena aku yang miskin. Mereka sengaja memisahkan kami meskipun tahu jika Rani sudah mengandung benih cinta kami,"


*Deg


Rani terlihat memucat saat mendengar suara kekasihnya bergema di seluruh ruangan.


Tiba-tiba pandangannya menjadi gelap membuat gadis itu jatuh tak sadarkan diri.


"Rani!!" seru Dhiv mencoba membangunkannya, namun melihat reaksi Rani yang tak kunjung membuka matanya membuat Dhiv langsung menggendong gadis itu dan membawanya pergi ke klinik.


Saat menggendong tubuh gadis itu ia melihat darah mengalir dari kaki gadis itu tentu saja hal itu membuat Dhiv semakin mempercepat langkahnya.


Sammy segera tiba di depan lobby dan memarkirkan mobilnya. Ia kemudian mengantar Dhiv menuju ke klinik terdekat.


*******"


"Sekarang tamatlah riwayat mu Dario," bisik Mitha saat menghampiri suaminya itu


"Dasar wanita licik, aku sudah menduga jika ini adalah perbuatan mu," ucap Dario menarik lengan wanita itu

__ADS_1


"Kau yang mengajariku untuk menjadi seorang yang licik, jadi jangan salahkan aku jika mempraktikkannya kepadamu. Kau tahu bukan jika aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, jangankan menyingkirkan suami tak setia seperti dirimu, bahkan aku berani menyingkirkan adikku demi mendapatkan semua harta ayahku," sahut Shelomita membuat Dario seketika lemas.


**********


*Rumah sakit umum Bunda Zahira


Edwin segera menghampiri Dhiv yang masih menunggu didepan ruang UGD.


"Bagaimana keadaan putri ku?" tanya Edwin begitu khawatir


Lelaki tidak bisa menyembunyikan rasa cemasnya saat mengetahui Putri semata wayangnya harus dilarikan ke UGD rumah sakit.


"Belum ada kabar ayah, dokter belum selesai memeriksanya," jawab Dhiv kemudian mempersilakan lelaki itu duduk


Edwin menolak duduk, bagaimanapun juga ia belum bisa tenang sebelum tahu kondisi putrinya.


Tidak lama seorang dokter keluar dan memberitahukan jika Rani harus dipindahkan ke ruang perawatan karena kondisinya yang tiba-tiba kritis.


Dokter kemudian memanggil Dhiv dan Edwin ke ruangannya. Ia memberitahukan jika Lala mengalami pendarahan karena shock dan mengalami depresi.


"Sekarang kau sudah tahu semuanya, jadi semua keputusan aku serahkan lagi kepada mu. Kau bisa membatalkan pernikahan ini tanpa merasa bersalah atau tidak enak hati kepada ku ataupun Rani. Aku anggap hal ini sebagai pembelajaran agar bisa menjaga putriku dan tidak tergiur sesuatu yang justru membahayakan nyawa putri kesayanganku. Apapun kesalahan yang sudah ia perbuat tidak akan mengurangi rasa sayangku kepadanya dan aku akan terus mendukungnha karena dia dia adalah permata hatiku. Atas nama pribadi dan Rani saya mohon maaf karena sudah menipu mu," ucap Edwin merasa bersalah


"Ayah tidak perlu minta maaf, bagaimanapun Seorang ayah pasti akan melakukan yang terbaik untuk putrinya meskipun kadang caranya salah. Ayah jangan khawatir aku akan tetap menikahi Rani apapun yang terjadi. Bagaimanapun juga Aku tidak bisa menambah kesedihannya dengan menggagalkan pernikahan kami. Untuk masalah rekaman suara itu aku bisa menghandlenya jadi ayah jangan khawatir, serahkan saja semuanya padaku," ucap Dhiv membuat Edwin tercengang


"Apa kau serius dengan apa yang kau katakan?" tanya Edwin


"Tentu saja, setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan Ayah padaku," ucap Dhiv


Bukan hanya Rani yang dilarikan ke rumah sakit, tapi juga Dario yang tiba-tiba terkena serangan jantung saat Edwin menarik kembali saham pemberiannya.


Siang itu juga, Shelomita segera mengambil alih DC Group dari kendali Dario. Ia sengaja melakukan semuanya dengan cepat saat suaminya dirawat di ruang ICU. Ia bahkan mengadakan rapat darurat dengan para direksi dan mengangkat Ben sebagai CEO baru menggantikan Dhiv.


Sementara itu Lala terlihat begitu bahagia saat ia diterima sebagai office girl di perusahaan properti.


"Tentu saja, jangan lupa untuk mengambil seragam kerja di bagian administrasi,"


"Baik pak," jawab Lala penuh semangat


************


Jika pagi itu Lala begitu senang menjalani hari pertamanya bekerja, maka hal sebaliknya dialami oleh Dhiv. Mitha sengaja memecat pemuda itu karena dianggap telah menyebabkan jatuhnya harga saham DC Group.


Dhiv kemudian mengemasi barang-barang pribadinya dan meninggalkan gedung DC Group.


Ia kemudian menyuruh Sam untuk membawa barang-barangnya ke apartemennya. Sedangkan ia melesat menuju ke rumah sakit.


Dhiv sengaja mengunjungi Rani di rumah sakit. Ia menggenggam jemari gadis itu dan mengajaknya berbicara.


Dhiv berharap dengan begitu Rani akan segera sadar dari komanya.


"Cepatlah bangun, agar kita bisa melanjutkan pernikahan kita. Aku tidak peduli dengan masa lalu mu dan akan tetap menikahi mu apapun yang terjadi," ucapnya lirih


Edwin begitu terharu melihat ketulusan Dhiv.


Ia kemudian menghampiri pemuda itu.


"Kenapa kau disini sepagi ini, apa kau tidak bekerja?" tanya Edwin


"Aku kemari karena aku sudah tidak memiliki pekerjaan lagi, aku harap kehadiran ku bisa membuat Rani cepat sadar," jawab Dhiv

__ADS_1


"Aku kira Mitha hanya mencopot posisi CEO dari dirimu, tapi tidak ku sangka dia juga menendang mu dari DC Group," ucap Edwin


"Kalau kau tidak keberatan kau bisa menggantikan aku menjadi pemimpin Mega Group, aku yakin kau bisa mengerjakan pekerjaan ku dengan baik. Apalagi mengingat rekam jejak mu yang bisa membangkitkan DC Garment, aku yakin kau juga bisa mengembangkan Mega Group menjadi satu-satunya perusahaan properti terbesar di Jakarta,"


Dhiv tersenyum lebar mendengar ucapan Edwin, bagaimanapun juga ia merasa bahagia karena rencananya untuk mendapatkan kepercayaan Edwin berhasil.


"Terimakasih ayah, aku berjanji akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Aku belum bisa berjanji apapun padamu, yang jelas aku akan bekerja keras untuk menjadikan Mega Group menjadi satu-satunya perusahaan properti terbesar seperti yang ayah inginkan," jawab Dhiv


Siang itu juga Edwin segera memperkenalkan Dhiv kepada karyawannya. Ia juga menyampaikan kepada mereka jika Dhiv akan menggantikan dirinya menjadi CEO Mega Group.


"Lala!"


Lala segera berlari menghampiri seniornya saat wanita itu memanggilnya.


Ia meminta bantuan Lala untuk mempersiapkan makan siang karyawan di aula untuk menyambut pemimpin perusahaan yang baru.


"Oh begitu," jawab Lala membantu seniornya.


Setelah selesai mempersiapkan makan siang ia segera kembali ke pantry dan menikmati makan siangnya bersama teman-temannya.


Ditempat berbeda Edwin kembali memperkenalkan Dhiv kepada Karyawannya.


Hari itu semua karyawan Mega Group membicarakan tentang Dhiv. Pemimpin baru perusahaan itu yang memiliki wajah yang menawan. Hampir semua karyawan wanita begitu memuji ketampanan pria itu.


"Aku semakin bersemangat bekerja di sini setelah melihat wajah CEO baru kita, dia sangat tampan dan baik hati, beruntung sekali Mbak Rani menjadi istrinya," ucap salah seorang office girl


"Setampan apapun bos kita, tetap saja dia tidak akan melirik bawahan seperti kita. Sebaiknya fokus bekerja agar kalian tidak terkena PHK. Sekarang cepat bersihkan aula karena acara makan siang sudah selesai!"


"Baik Bu!"


Semua tim kebersihan langsung menuju aula untuk membersihkan tempat tersebut.


"Lala, tolong bawakan minuman ini ke ruang pimpinan," ucap Bu Riri


"Baik Bu,"


Lala segera membawa kopi panas tersebut menuju ruang pimpinan.


Edwin mempersilakan gadis itu masuk dan meletakkan secangkir kopi panas di mejanya.


"Apa kau karyawan baru di sini?" tanya Edwin


"Benar Pak,"


"Apa kau bisa membantuku mengerjakan tugas ini," Edwin meminta Lala membantu mengetik laporan keuangan perusahaan


"Kalau cuma mengetik saja saya bisa pak," jawab Lala


"Kalau begitu bantu aku mengerjakan pekerjaan ini, aku akan pergi ke rumah sakit dulu karena harus melihat kondisi putriku. Aku harap kau sudah menyelesaikan


laporan keuangan ini ketika aku kembali,"


"Baik, Pak," jawab Lala kemudian segera mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya


Setibanya di rumah sakit Edwin merasa senang karena melihat Rani sudah siuman. Ia kemudian menghubungi Dhiv untuk menyusulnya di rumah sakit.


"Jika kau benar-benar ingin menikahi putriku, maka lakukanlah sekarang," ucap Edwin


Dhiv tidak bisa menolak keinginan Edwin, apalagi saat melihat kebahagiaan di wajah pucat Rani.

__ADS_1


Ia langsung mengiyakan permintaan Edwin dan menikahi Rani sesuai permintaannya.


"Terimakasih Sayang, sekarang kau sudah resmi menjadi suamiku. Aku begitu bahagia bisa menjadi istrimu meskipun aku tahu aku tidak bisa memiliki mu," ucap Rani kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.


__ADS_2