Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Pesta Membawa Petaka


__ADS_3

Semua orang terlihat begitu menikmati pesta malam itu. Dhiv terlihat datang seorang diri tanpa ditemani tunangannya Rani.


Tentu saja hal itu membuat sahabat-sahabatnya curiga padanya. Dhiv hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya yang lebih cenderung menggodanya.


"Kamu pasti pengin menikmati masa lajang mu sebelum married ya, makanya kau sengaja tidak mengajak tunangan mu?" celetuk salah seorang sahabat Dhiv


"Anggap saja begitu," jawab Dhiv membuat semua orang langsung tertawa mendengarnya


"Tunggu, bukankah itu Raffa?" ucap salah seorang sahabat Dhiv saat melihat kedatangan Raffa bersama Lala


"Benar dia Raffa,"


"Kenapa dia datang bersama mantan istrimu, apa Raffa sekarang sudah beralih profesi dari seorang Cassanova menjadi pecinta janda muda!" celetuk yang lainnya, berusaha mengolok-oloknya


Merasa dirinya menjadi bahan olok-olokan sahabat Dhiv membuat Raffa kan menghampiri mereka.


"Bukankah lebih baik mendapatkan janda rasa perawan daripada perawan sisa orang, ingat...janda semakin di depan," celetuk Raffa membuat semuanya terdiam


Ia kemudian berlalu mengajak Lala untuk menemui sahabatnya yang berulang tahun.


Raffa menggandeng lengan Lala dan tak melepaskannya selama berada di tempat itu.


Ia tidak akan membiarkan membiarkan seorangpun mendekati gadis itu dan mengolok-oloknya seperti saat di pesta pertunangan Dhiv. Tentu saja karena hal itu keduanya menjadi sorotan.


"Wah aku iri sekali melihat kalian, andai saja kekasihku bisa seromantis dirimu Raff," ucap sahabat Raffa yang berulang tahun


"Kenapa harus iri kau harus iri, Nick juga seorang yang romantis hanya saja ia tidak mau menunjukkannya didepan umum, jadi jangan gusar," ucap Raffa


"Thanks Bro,"


"Sepertinya kamu harus lebih agresif lagi Nick," bisik Raffa membuat Nick seketika tertawa


"Raff, bisa lepaskan sebentar tangannya, aku mau ke toilet sebentar," bisik Lala


"Memangnya aku tidak boleh ikut ke toilet?" goda Raffa


"Jangan gila deh," sahut Lala


"Memang aku gila karena mu," ucap Raffa membuat Lala langsung melepaskan tangannya dan bergegas meninggalkanya


Sesampainya di toilet beberapa orang wanita menatapnya tidak suka. Saat ia masuk ke rest room, ia mendengar beberapa orang mengumpatnya.


"Sepertinya Raffa sudah berubah ya, ia bahkan tidak melirik gadis lain selain wanita itu,"


"Benar, padahal dia bukan gadis yang cantik, lalu apa yang dilihat darinya,"


"Aku yakin semua ini tidak akan berlangsung lama, kau ingat kan saat Raffa menyukai seorang dokter. Dia begitu bucin waktu itu hingga menarik diri dari hingar bingar pesta. Tapi kalian tahu kan beberapa bulan kemudian dia kembali lagi. Jadi sepertinya gadis itu juga akan bernasib sama dengan dokter ina,"


"Wah kasian sekali, padahal aku yakin saat ini ia pasti berpikir jika Raffa benar-benar mencintainya,"


Mereka segera berhenti menggunjing saat melihat Lala keluar dari toilet. Gadis itu tak menghiraukan ucapan mereka dan berlalu pergi meninggalkan toilet.

__ADS_1


"Istri kontrak!!"


Tiba-tiba Lala menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang memanggilnya. Ia segera menoleh kearah suara itu.


"Dompetmu terjatuh," ucap seorang gadis menunjukkan dompet Lala yang tergeletak di lantai.


"Terimakasih," ucap Lala kemudian mengambil dompetnya


Ia segera kembali menghampiri Raffa.


"Kenapa lama sekali, apa ada yang menganggu mu?" tanya Raffa


Lala langsung menggelengkan kepalanya.


"Kalau ku tidak nyaman di sini lebih baik kita pulang saja," imbuh Raffa


"Gak papa, aku baik-baik saja kok, nikmati saja pestanya," sahut Lala


Gadis itu kemudian menuju ke buffet untuk mengambil makanan, tiba-tiba seorang wanita menabraknya hingga makannya tumpah dan mengenai pakaiannya.


"Ups sorry," ucap wanita itu menyeringai


Lala segera mengambil tisu untuk membersihkannya.


Namun saat ia sedang membersihkan pakaiannya Seorang gadis lain sengaja menumpahkan minumannya ke pakaian Lala.


"Jadi kamu wanita yang merebut Raffa dariku," ucap wanita itu geram


"Bukan hanya merebut, lebih tepatnya dia akan menjadi istri kontrak Raffa," ucap wanita lainnya sengaja memprovokasinya


Melihat keributan itu membuat Raffa langsung memisahkan keduanya.


"Hentikan Flo!" seru Raffa membuat gadis itu langsung berhenti


Lala langsung melepas diri dari wanita itu dan bergegas keluar meninggalkan tempat itu.


Raffa langsung mengejarnya, "Maafkan aku La," ucap Raffa mencoba menghentikannya


"Tidak perlu meminta maaf, lagipula bukan kamu kok yang salah. Yang salah tuh aku kenapa aku harus muncul dalam kehidupan kalian sehingga membuat semuanya menjadi seperti ini, keputusan ku malah menjadi bumerang bagi diriku dan menjadikan hidupku semakin kacau. Jadi sebelum semuanya semakin runyam lebih baik aku mengakhiri semuanya sampai disini," ucap Lala kemudian meninggalkan Raffa


Ia segera menghentikan sebuah taksi dan meluncur pergi.


Setibanya di kediaman Bramantyo, ia kemudian berpamitan kepada lelaki itu untuk kembali ke kampung halamannya.


" Kenapa mendadak sekali La, lagipula sekarang sudah malam tidak bisakah besok pagi saja pulangnya. Aku khawatir terjadi sesuatu denganmu," ucap Bram menahannya


Lala tidak bisa membantah ucapan Bram, ia menurut dan masuk ke kamarnya.


Raffa mencoba menemui gadis itu, namun Lala tidak mau menemuinya.


"Sebaiknya biarkan dia sendiri, aku yakin dia butuh ketenangan saat ini," ucap Bram mencoba memberikan pengertian kepada Raffa

__ADS_1


"Baik Kek," Raffa kemudian masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


Pagi-pagi sekali Lala meninggalkan kediaman Bramantyo diantar oleh sopir pribadi Bram.


"Terimakasih pak," ucap Lala saat tiba di terminal.


"Hati-hati neng," ucap lelaki itu mengantar Lala naik ke atas Bus.


"Iya mang," jawab gadis itu kemudian duduk di kursinya.


Sang sopir segera bergegas meninggalkan terminal bus saat melihat Bus yang dinaiki Lala meninggalkan terminal.


Lala segera turun dari bus saat melihat sopir pribadi Bram meninggalkan area terminal.


Ia kemudian naik sebuah angkot dan turun di sebuah gang kecil. Gadis itu kemudian mencari kos-kosan untuk tempat tinggalnya.


Setelah mencari cukup lama akhirnya Lala mendapatkan sebuah kos-kosan kecil di pinggiran kota.


"Alhamdulillah, akhirnya bisa istirahat juga. Sekarang aku tinggal mencari pekerjaan agar bisa hidup di kota metropolitan ini," ucap Lala segera bangun dari kasurnya.


Lala memang memutuskan untuk tidak kembali ke kampung halamannya karena ia tidak mau berurusan lagi dengan Saddam. Ia juga tahu jika Raffa akan mencarinya di sana, itulah alasannya ia memilih tetap tinggal di Jakarta.


Seminggu setelah kepergian Lala membuat Raffa benar-benar terpuruk. Bagaimana tidak ia sudah berusaha mencarinya di kampung halamannya namun tak bertemu dengan gadis itu.


"Di mana kamu La, apa kau baik-baik saja??. Kenapa aku begitu merindukanmu," ucap Raffa menatap foto gadis itu


Bram menghampiri Raffa yang masih bermalas-malasan di ranjangnya.


"Apa kau tidak mau menghadiri pesta pernikahan adikmu?" tanya Bram


"Males," sahut Raffa


"Aku yakin dia baik-baik saja, dia hanya butuh waktu sendiri saat ini. Aku yakin suatu hari Lala akan kembali lagi ke rumah ini," ucap Bram


Raffa langsung melompat dari ranjangnya saat mendengar ucapan kakeknya itu.


"Apa kakek tahu dimana Lala?" tanya Raffa


Bram langsung mengangkat bahu pertanda tidak tahu.


**********


*Pesta pernikahan Dhiv


Dario terlihat bahagia hari itu. Tidak jauh berbeda dengan Dario, Shelomita juga merasa bahagia karena rencananya pura-pura amnesia berhasil. Ia berhasil membuat Dario kembali mempercayainya, hingga bisa leluasa mempersiapkan siasat untuk membongkar rahasia calon menantunya Rani.


Tiba-tiba suara alunan musik yang mengiringi pesta pernikahan tersebut berubah menjadi suara ******* pasangan yang sedang bercinta.


"Ah... enak sekali...lebih keras lagi sayang!!"


Semua tamu undangan tercengang saat mendengar suara ******* itu.

__ADS_1


"Aku adalah Jonas kekasih Rani, kami cukup lama menjalin hubungan asmara kurang lebih 5 tahun lamanya. Namun hubungan kami tidak mendapatkan restu dari orang tua Rani karena aku yang miskin. Mereka sengaja memisahkan kami meskipun tahu jika Rani sudah mengandung benih cinta kami,"


Rani terlihat memucat saat mendengar suara kekasihnya hingga gadis itu jatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2