Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Konflik Keluarga


__ADS_3

"Sepertinya kontrak pernikahan kita sudah selesai karena insiden kemarin, kau jangan khawatir karena aku tidak akan membiarkan dirimu kehilangan apa yang seharusnya menjadi milikku. Kau harus tetap berjuang demi ibumu, jangan pernah menyerah hanya karena masalah kecil," ucap Lala mencoba menyemangatinya


"Kenapa harus kau yang pergi, bukankah kita bisa sama-sama pergi dari rumah ini dan mempertahankan pernikahan kita??"


Lala menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Dhiv.


"Kau tidak boleh melakukan itu, kalaupun ada yang harus pergi itu adalah aku. Terimakasih karena sudah membantuku melunasi semua hutang-hutangku, aku harap suatu saat kita bisa bertemu lagi," ucap Lala kemudian meninggalkan Dhiv


Dhiv segera berlari menyusul gadis itu dan menarik lengannya.


"Jangan pergi," ucap Dhiv menatapnya sendu


Lala kemudian melepaskan tangan Dhiv, dan kembali berjalan meninggalkan lelaki itu. Dhiv kemudian memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi, aku mohon!" ucapnya penuh harap


Lala tak bisa menahan air matanya, bagaimanapun juga sebenarnya ia tak mau meninggalkan Dhiv, namun ia harus melakukannya agar semuanya bisa selamat dari ancaman Dario.


Saat gadis itu mencoba melepaskan diri darinya, Dhiv segera membalikkan tubuh gadis itu dan mengecup bibirnya.


Lala seketika memejamkan matanya saat merasakan sentuhan bibir lembut Dhiv, air matanya kembali menetes mengingat kebersamaan mereka yang telah usai. Ia kemudian melepaskan diri dari Dhiv, dan berlari meninggalkannya.


Kali ini Dhiv tak bisa menghentikan gadis itu. Lala segera mengunci kamarnya dan menangis tersedu-sedu.


Dhiv hanya bisa merasakan kesedihan gadis itu dari balik pintu.


Malam itu juga Lala segera mengemasi barang-barangnya. Ia segera meninggalkan Wastu Kencana Ungu setelah adzan subuh berkumandang.


Lala sengaja menginap di sebuah hotel sambil menunggu perintah Dario.


Siang itu Dario menjemput Lala dan menyuruh gadis itu untuk melakukan konferensi pers seperti keinginannya. Seperti yang sudah di rencanakan Lala melakukan semua sesuai keinginan lelaki itu. Ia terpaksa mengakui semua kesalahan yang tak pernah dilakukannya demi menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi.


Meskipun tak memiliki hubungan darah dengan mereka, tetap saja Lala sudah menganggap Bram seperti Ayahnya sendiri, Raffael yang ia anggap sebagai kakaknya dan Dhiv yang mulai mengisi relung hatinya.


Lala segera meninggalkan hotel setelah acara konferensi pers berakhir. Ia segera menuju ke terminal bus untuk segera kembali ke kampung halamannya.

__ADS_1


Namun saat ia hendak naik kedalam Bus, tiba-tiba dua orang polisi menahannya. Mereka membawa Lala ke lapas wanita.


Lala kini mulai menyadari rencana busuk Dario yang sengaja ingin menyingkirkannya. Lelaki itu tetap melaporkan Lala ke polisi meskipun ia sudah melakukan apa yang lelaki itu perintahkan.


Dasar brengsek, awas saja kalau kau berani menyentuh Kakek Bram dan yang lainnnya, aku tidak bisa diam saja, aku harus mencari cara agar bisa keluar dari lapas itu.


Ia berusaha meminta izin kepada sipir lapas untuk menelpon Raffa namun para sipir itu tal memberinya izin.


"Kenapa kau tak memberikan izin kepada ku, sedangkan napi lain boleh menelpon keluarganya," protes Luna


"Itu karena kau berbeda dengan para napi lainnya," jawab Ang Sipir kemudian meninggalkan sel tahanan Lala


*************


Sementara itu Raffa begitu terkejut saat melihat konferensi pers Lala dari layar kaca. Ia tak habis pikir bagaimana gadis itu begitu berani mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepadanya.


Ia kemudian mencoba menghubungi gadis itu, namun tak ada jawaban.


"Sial, kenapa ia tak menjawabnya. Dasar bodoh apa yang sebenarnya kamu rencanakan!"


Ia kemudian segera melesat menuju Wastu Kencana Ungu untuk menemui gadis itu.


Namun setibanya di sana ia kembali kecewa karena tidak menemukan Lala di rumah itu.


"Dia sudah pergi sejak pagi," ucap Dhiv saat melihat Raffa menggeledah kamar Lala


"Lalu apa kau akan diam saja melihat semua ini, apa kau akan diam mematung tanpa melakukan apapun untuk mencari istrimu!" hardik Raffa


"Suami macam apa yang membiarkan istrinya pergi setelah menutupi aibnya," Raffa kemudian pergi meninggalkan Wastu Kencana Ungu,


Ia berencana menyusul Lala ke kampung halamannya. Pemuda itu yakin jika Lal pasti akan ke kampung halamannya setelah semua peristiwa yang terjadi padanya.


"Aku yakin ia akan kembali ke rumahnya, karena tidak ada tempat lain yang lebih nyaman untuk kembali selain rumahnya sendiri," Raffa mempercepat laju kendaraannya agar cepat tiba di kampung halamannya


Setibanya di sana ia juga harus kembali kecewa saat mendapati kediaman Lala yang masih tergembok.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, dan dimana kau sekarang Lala??" Raffa begitu mengkhawatirkan gadis itu hingga meminta Jack dan Shopia untuk mencarinya.


Sementara itu Dhiv juga melakukan hal serupa. Ia mencari gadis itu di semua tempat dibantu Sammy.


"Sepertinya Mas Dhiv harus menanyakan hal ini kepada Mr. Dario, aku yakin hanya dia yang tahu keberadaan Lala dan apa yang terjadi dengannya," ucap Sammy


"Bagaimana kau begitu yakin?" tanya Dhiv


"Karena aku melihatnya saat Lala melakukan konferensi pers," sahut Sammy menunjukkan screen shoot ponselnya


Dhiv segera bergegas menemui Dario di kantornya.


Lelaki itu tersenyum simpul menatap kedatangan putra bungsunya itu.


"Apa yang ingin kau sampaikan padaku hingga tiba-tiba datang menemui ku?" tanya Dario


"Dimana Lala, dimana kau menyembunyikannya!" seru Dhiv menggebrak meja kerjanya


"Kenapa kau begitu penasaran dengan gadis itu, bukankah seharusnya kau senang karena ia sudah mengakui semuanya, sekarang yang harus kau lakukan adalah meminta maaf didepan dewan Direksi dan menyampaikan pidato mu yang sempat tertunda kemarin. Ayah akan membantumu, jadi jangan takut," ucap Dario menghampiri Dhiv


"Sebenarnya apa yang kau lakukan pada Lala hingga ia melakukan semua itu!"


"Aku tidak melakukan apapun padanya, dialah yang bersikeras untuk melakukan hal itu karena ia tidak mau dipenjara karena melakukan penipuan kepada keluarga kita," jawab Dario


"Jika ada yang harus dipenjara dalam kasus ini tentulah itu aku, bukan Lala. Aku tahu kau pasti melakukan sesuatu padanya hingga ia mau melakukan semua itu di depan media," ucap Dhiv kemudian meninggalkan ruangan kerja Dario


Ia kemudian meminta Sammy untuk mencari keberadaan Lala di sel tahanan wanita.


Sementara itu Dhiv kemudian mengadakan pertemuan dengan Dewan Direksi. Bukannya meminta maaf seperti yang diinginkan Dario. Dhiv justru mengakui kesalahannya di depan Dewan Direksi karena sudah melakukan pernikahan kontrak dengan Lala demi mendapatkan posisi CEO di DC Group.


Tentu saja hal itu membuat para direksi tercengang terlebih Dario.


"Apa yang sudah kau lakukan Dhiv!!" hardik Dario


"Apa kau ingin membunuh ayahmu dan menghancurkan perusahaan kita hanya demi gadis miskin itu, apa kay tidak lihat kondisi pasar saham hari ini, saham kita anjlok dipasaran karena berita Pernikahan Kontrak kalian!" imbuh Dario

__ADS_1


"Jadi kau sengaja meminta Lala melakukan konferensi pers untuk menaikkan harga saham perusahaan kita, baiklah kalau begitu aku juga akan melakukan hal yang sama agar harga saham langsung melejit dan mulai hari ini aku juga secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai CEO DC Group," ucap Dhiv kemudian meninggalkan Dario


__ADS_2